Belajar Bareng tentang Podcast

Belajar Bareng tentang Podcast

Ada yang pernah mendengar tentang podcast?

Di minggu kedua ini, mahasiswa kelas Bunda Cekatan batch 1 diminta untuk menggunggah video atau audio. Berawal dari kebutuhan untuk mengerjakan tugas tersebut, HIMA IIP Jakarta menyelenggarakan sharing session alias kuliah whatsapp (kulwap).

Judul yang diangkat di dalam kulwap ini, yaitu “Alirkan Suaramu, Yuk! Main Podcast”. Dengan nara sumber Diyah Amalia, ketua HIMA IIP Jakarta. Beliau juga merupakan peserta di kelas Bunda Cekatan Batch 1. Kegiatan ini dilaksanakan hari Jumat, 24 Januari 2020 pukul 20.00-21.00 WIB.

Yuk kita mulai berkenalan dengan podcast!

Sebagai seseorang yang pernah bekerja di radio, Mbak DIyah memiliki kecintaan dengan dunia audio. Namun, setelah keluar dari pekerjaannya dan vakum beberapa tahun, diam-diam ia menyimpan kerinduan yang mendalam dengan dunia olah suara.

Untuk itu, Diyah membuka kembali potensinya sejak tahun kemarin. Salah satu platform yang digunakannya yaitu Anchor, sarana pembuatan konten podcast. Di tengah kegiatan mengerjakan infografis di jurnal kelas Bunda Cekatan, DIyah memanfaatkan audio untuk menjelaskan jurnal-jurnalnya.

Sebelum kita mengupas lebih lanjut tentang podcast, ada baiknya kita mengetahui dahulu apa itu podcast.

“Singkatnya, podcast merupakan rekaman audio seseorang atau lebih. Bisa berupa percakapan atau monolog. Biasanya ada topik tertentu yang ingin dibahas dalam satu episode podcast”. 

Apa saja perlengkapan yang harus dipersiapkan sebelum membuat podcast?

Hal yang paling mendasar selain meng-install platform podcast, yaitu mikrofon. Karena kita fokus di audio, maka alat ini sangat penting. Meskipun hanya menggunakan mikrofon yang tersedia di hp, ini juga sudah cukup memadai.

Apabila menggunakan mikrofon eksternal, apa hasilnya akan berbeda?

Tentu saja. Karena saat ini saya menggunakan mikrofon eksternal. Kalau ada suara-suara yang tidak penting, hal ini bisa disaring. Ada beragam jenis merek mikrofon yang beredar di pasaran, namun saya yang pakai itu dapat disambungkan dengan hp.

Foto sambungan mikrofon ke hp (Sumber: Dokumen pribadi mbak Diyah)

 Apa saja langkah yang dapat kita lakukan sebelum membuat podcast

Ada coretan naskah. Kita bisa menuliskan poin-poinnya sebelum menuliskan naskah secara lengkap. Dahulu, saat pertama sebelum siaran di radio, saya membuat naskah dengan lengkap dan mendetail. Setelah berulang kali mengadakan percobaan dan sudah cukup menguasai medan, kita bisa melanjutkan dengan poin-poinnya saja.

 Bagaimana cara menerbitkan podcast di Anchor? langkah-langkah apa yang harus dilalui?

Setelah merekam suara di aplikasi tersebut, biasanya kita diminta untuk mengisi judul dan deskripsi episode podcast yang akan ditayangkan. Kita pun bisa mengubah suara yang sudah direkam.

  Apakah setelah membuat podcast di Anchor, kita harus membagikannya ke media sosial? Atau bisa disimpan di hp saja?

Bisa keduanya. Jika teman-teman memilih untuk disimpan di hp itu ad acara tersendiri. Setelah merekam suara, kita bisa memilihnya untuk menyimpan di aplikasinya saja. Kita bisa masuk ke library kemudian memilih tidak untuk di-publish. Kalau merasa belum percaya diri untuk mem-publish podcast, teman-teman bisa berlatih untuk membuat episode yang pendek dan berulang. Lama kelamaan akan terbiasa. Akan tetapi, jika kita ingin menyebarkan link podcast ke public, kita bisa dengan membagikan dengan media sosial. Selain melalui hp, aplikasi ini juga bisa diakses melalui laptop atau komputer. Apliksai Anchor bisa langsung terkoneksi dengan spotify dan berbagai platform yang bekerja sama dengannya. Apabila kita tidak bisa membuka di spotify, bisa jadi akses di spotify yang belum terbuka karena harus punya akun sebelumnya. Di apliksai Anchor, kita dapat menerima laporan jumlah orang dan melalui kanal mana, mereka mendengarkan podcast kita.

  Bagaimana caranya jika ingin menggunakan backsound di dalam podcast? Apa bisa langsung ditambahkan di Anchor?

Bisa. Bahkan backsound yang seperti bak drama juga ada. Penggunaan podcast juga tergantung pada konten yang ingin dibuat.

  Kalau direkam bersama anak-anak sepertinya seru ya mbak. Kemudian bisa diulang-ulang suaranya. Apakah bisa ini dibuat seperti dongeng?

Bisa banget. Coba berselancar ke berbagai macam podcast. Ada yang khusus rekaman dongeng. Anak kedua saya itu senang sekali kalau mendengarkan podcast dongeng. Aplikasi Anchor pun bisa mengakomodasi rekaman dongeng.

  Adakah tips untuk mengolah vokal agar suara kita menjadi enak didengar?

Karena kita fokus kepada audio, maka perlu latihan untuk kualitas audio tersebut. Misalnya, menggunakan suara perut, senam mulut, dll. Latihan suara perut biasanya maksudnya latihan pernafasan dengan bertumpu pada perut. Jika sudah sering berlatih, maka suara yang keluar akan terdengar bulat dan tidak terdengar cempreng. Sama belajar narik nafas ya mba biar gak kedengeran banget gitu pas lg tarik nafas. Menurut mbak Diyah, yang paling utama adalah membuat hati dan pikiran tenang. Ini akan sangat mempengaruhi teknik-teknik vokal lainnya.

  Mendengar suaranya, saya jadi membayangkan rekamannya sambil muka senyum dan happy. karena suara mencerminkan hati yang bahagia ya mbak. Apakah saat rekaman, kita bisa melakukannya sambil melihat cermin?

Benar. Ada namanya Teknik smiling voice. Dahulu, di awal siaran, saya sering latihan di depan cermin. Sekarang sudah terbiasa jika berceloteh di depan mikrofon. Ini seperti kita latihan menyanyi dan membutuhkan latihan olah vokal.

Di akhir sesi kulwap, mbak Diyah mengajak teman-teman untuk mencoba membuat podcast dengan Anchor.

Respon teman-teman beragam setelah mencoba podcast. Ada yang malu mendengar suaranya sendiri. Ada yang merasa takjub mendengar suara merdunya ketika direkam. Ada juga yang merasa senang dan ketagihan. Jadi ikut merasakan keseruan teman-teman yang sudah menggunakannya?

Bagaimana dengan kamu, apakah mau mencoba ikut menggunakan podcast?

 

 

Cegah Kanker Serviks dengan Pemeriksaan IVA

Cegah Kanker Serviks dengan Pemeriksaan IVA

Mahasiswa Buncek #1 Samkabar Sharing Session-1

HIMA SAMKABAR, Merdeka Belajar Membentuk Generasi ibu Pembelajar

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar bunda pembelajar? Semoga sehat selalu yaa

Saat ini kami mahasiswa Buncek sedang memasuki tahap ulat-ulat loh, tantangan minggu ini luar biasa sekali, kami diminta menyajikan apa yang kami tahu dalam bentuk audio atau video, seru banget kaaan?

Ternyata, tugas yang kami kerjakan ini selain digunakan untuk tugas buncek, juga berguna untuk kami gunakan ‘menggali potensi’ kami dengan dijadikan sebagai materi dalam sharing session kami

Ups, tapi maaf, untuk saat ini masih sharing di dalam kelas, mengingat kami masih malu-malu nih teman-teman.

Minggu yang lalu, Mba Laila selaku KaHima Samkabar, jadi volunteer acara sharing session di WA ini, dengan tema Kesehatan Ibu dan Anak, Mba Laila mencoba membagikan materi tentang “Cegah Kanker Serviks dengan Pemeriksaan IVA”

Diskusi kami malam itu sangat menarik, dimulai dari Mba Laila menanyakan apakah sudah pernah tau apa itu tes IVA dan mengulas untuk apa tes tersebut.

Mba Laila memaparkan bagaimana cara kerja tes IVA, serta informasi mengenai kanker serviks dan mengapa kami harus melakukan tes IVA tersebut minimal 1x. Mau tau lebih lengkapnya? Ini adalah link resume sharing session kemarin:

http://bit.ly/Sharing_Hima_Samkabar_Laila

Semoga bermanfaat.

Minggu ini juga akan ada kejutan lagi di WAG teman-teman IP Samkabar, materi yang akan dibawakan tidak kalah menarik dengan materi minggu lalu. Sudah tidak sabar rasanya. Semoga diskusi seru ini bisa menjadi manfaat baik bagi IP Samkabar juga teman-teman lainnya.

Terima kasih.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Febry di Sanga-sanga Kaltim

ManMedkom HIMA IP Samkabar

Makanan Ulat Gemas Selama di Gua

Makanan Ulat Gemas Selama di Gua

Setelah menetas menjadi ulat gemas, si ulat dibolehkan untuk menjelajah hutan pengetahuan. Banyak sekali yang menggiurkan, namun berbekal peta belajar, si ulat berhasil berkata MENARIK, tapi TIDAK TERTARIK.

Setelah berputar-putar dan berkelana di hutan pengetahuan, si ulat masuk gua, dan memakan makanan yang tepat. Ini dia makanannya.

Therapeutic Art

Threapeutic Art ini banyak manfaatnya, dan mudah untuk dilakukan. Therapeutic Art saya pelajari di Udemy. Masih ada beberapa sesi yang harus saya simak, pelajari dan praktekkan.

Manfaat dari therapeutic art yang saya rasakan:

  • Membantu melepaskan emosi negatif, menghadirkan emosi positif.
  • Melatih kemampuan mengubah perspektif.
  • Membantu untuk menetapkan tujuan dan mencari solusi kreatif.
  • Melatih afirmasi diri.

Project AFIIP

Project AFIIP adalah makanan yang paling bikin kenyang. Saya perlu cerdas mengunyah dan ambil jeda. Karena ini masuk kategori penting mendesak, tapi jumlah dan bobotnya super bikin kenyang. Bisa-bisa kleyengan kalau gak pakai strategi.

Kidung Cinta

Biar gak keleyengan, setiap kali banyak mengunyah daun project afiip, harus diseimbangkan dengan daun kidung cinta. Biar hati tetep lembut, dan khusyu’ apapun kondisinya.

Sumber ilmunya, adalah buku kidung cinta syamsi al tabrizi dan maulana rumi.

Nah, karena sudah kenyang, ulat gemas mau membagikan makanan lezat yang selama ini selalu ada setiap hari. Yaitu tentang bullet journaling.

Jangan Salah Memulai Bullet Journaling

Bullet Journaling saya sajikan sebagai potluck, karena bullet journaling membantu saya untuk:

  • Menyederhanakan aneka buku catatan.
  • Mengurangi cluttered mind
  • Membantu saya mengelola fokus, energi, waktu dan kegiatan.
  • Melatih agar bisa khusyu’ di segala kondisi.

Saya Pilih judul “jangan salah”, karena saya pernah gagal fokus dalam bullet journaling. Saya malah fokus pada layout, hiasan dan mempercantik. Sehingga malah tidak produktif, dan mengabaikan sistemnya.

Maka dari itu, ilmu cara memulai bullet journaling dengan tepat adalah hal yang penting.

#bundacekatan

#institutibuprofesional

#kelasulatulat

Cara Meng-Upload Foto ke Album Facebook Group

Cara Meng-Upload Foto ke Album Facebook Group

Halo para bunda cekatan semua,

Belajar di Institut Ibu Profesional (IIP) itu beneran belajar bolak balik, mak. Tak hanya diskusi bersama seluruh mahasiswa di kelas, tapi kita juga belajar dengan support sistemnya. Yang paling sederhana adalah kita dituntut untuk tidak gaptek. Ya, hidup di jaman yang serba mudah dan memudahkan itu sejatinya bisa kita manfaatkan dengan baik agar tak tergerus teknologi. Termasuk kelas-kelas online yang dilakukan di IIP. Mulai dari belajar dalam kelas yang menggunakan platform webinar, whatsapp, facebook group, google classroom, zoom hingga telegram. Seru kalau buat saya. Banyak mungkin pengalaman dari kita yang belum terbiasa atau bahkan belum tahu bagaimana menggunakan platform belajar itu. Termasuk bagaimana meng upload foto ke album facebook group yang menjadi salah satu platform belajar di IIP di kelas bunda cekatan.

Berikut ini saya akan berbagi sedikit tentang bagaimana sih caranya meng upload foto atau video ke dalam album di facebook group.

  1. Setelah masuk ke facebook group yang Anda pilih, klik menu foto dan album pada tampilan layar facebook grup Anda

2. Pilih satu album  sebagai tempat nantinya foto Anda bersarang :). Klik judul albumnya.

3. Pilih tambahkan foto. Ssttt, jangan lupa untuk membaca dengan seksama caption atau keterangan yang ada di kelas ya.

4. Cari foto yang akan dimasukkan ke dalam album facebook group di komputer Anda.

5. Foto yang Anda pilih, akan muncul seperti ini. Lalu bersiaplah menceritakan atau memberi keterangan apa yang dimaksud dari gambar yang Anda aplot

Seperti ini munculnya saat kita telah menuliskan keterangan.

Lalu klik kirim.

6. Taraaaa, inilah tampilannya saat foto yang diaplot berhasil masuk ke dalam album

7. Kalau mau lihat tempelan link hidup yang kita sematkan di kolom keterangan tadi, klik foto yang sudah Anda aplot. Maka akan muncul seperti ini. Warna biru adalah indikator link itu bisa mengarahkan lanjutan foto Anda. Pastikan linknya sudah benar ya mak.

Berhasil deh.

Mudah sangadd bukaaan, maak.

Selamat mencoba

Kopdar Mahasiswa Buncek #1 Samkabar

Kopdar Mahasiswa Buncek #1 Samkabar

Minggu , 19 Januari 2020 mahasiwa bunda cekatan regional Samkabar melakukan kopdar . Dari 16 orang mahasiswa kopdar Perdana ini di hadiri 4 orang mahasiswa . Walaupun hanya minimalis perbincangannya lumayan hangat , bahas sana – bahas sini dan bahkan bila tidak di batasi pun bahasan meluas kemana-mana .
Untuk kopdar Perdana ini agenda pembahasan sudah pasti tidak jauh-jauh dari jurnal minggu pertama di kelas ulat-ulat . Karena walaupun seluruh template dan instruksi sudah tergambar jelas di kelas ternyata persepsi tetap perlu di samakan frekuensinya .
Selain pembahasan tentang materi dalam kopdar ini kita juga membahas tentang agenda kegiatan untuk Hima Samkabar dan membahas labelling/branding untuk Hima Samkabar sebagai pemicu semangat untuk kami semua .
Untuk  branding nya Samkabar mengambil tema ” Hima Samkabar , Merdeka Belajar , Membentuk Generasi Ibu Pembelajar .”
Semoga untuk Kopdar selanjutnya bisa di hadiri teman-teman mahasiswa lebih banyak lagi biar lebih semangat belajar lagi pastinya !!!