Homeschooling, Salah Satu Cara Belajar Merdeka Belajar

Homeschooling, Salah Satu Cara Belajar Merdeka Belajar

Mahasiswa Buncek #1 Samkabar Sharing Session-4

HIMA SAMKABAR, Merdeka Belajar Membentuk Generasi ibu Pembelajar

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, Masya Allah, kita sudah masuk sesi yang ke-4 dari Sharing Session Mahasiswa Buncek

Kali ini pembicara kita sangat spesial karena beliau adalah Sekretaris Regional IP Samkabar, siapa lagi kalau bukan mba Enny Prima Putri.

Mba Enny mencoba membagikan pengalamannya ber-homeschooling (HS) di rumah, tidak hanya satu anak, tapi ketiganya beliau sendiri yang mendampingi

Beliau memulai HS sekitar tahun 2013an, kemudian dilanjutkan mencari info, tapi karena merasa belum siap jadi anak pertama sekolah formal, tahun 2016 bersamaan belajar di IP beliau makin yakin untuk HS anak kedua dan ketiga

Mba Enny menuturkan dalam materinya, bahwa salah satu pengertian umum homeschooling adalah sebuah keluarga yang memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anak dan mendidik anaknya dengan berbasis rumah. Pada homeschooling, orang tua bertanggung jawab sepenuhnya atas proses pendidikan anak; sementara pada sekolah reguler tanggung jawab itu didelegasikan kepada guru dan sistem sekolah.

Mindset awal untuk memulai Homeschooling :

1. Tiap anak unik memiliki minat, kecepatan dan gaya belajar yang berbeda

2. Pendidikan adalah proses mengeluarkan potensi anak

3. Belajar dimana saja, kapan saja dengan siapa saja tanpa terbatas ruang dan waktu

4. Belajar tidak mengenal usia

5. Pendidikan adalah memerdekakan hati, fisik dan pikiran

6. Membangun kesadaran belajar tanpa tuntutan atau perintah

Yuk simak lengkap materi dan notulensi dari keseruan sharing di link berikut ini: https://bit.ly/2STjCsu

Tidak lupa oleh-oleh untuk Narasumber dan Moderator kala itu.

   

Barakallahu fiikum, Semoga Hima Samkabar semakin memberikan manfaat.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Febry di Sanga-sanga Kaltim

ManMedkom HIMA IP Samkabar

Camping Bareng Ulat-Ulat

Camping Bareng Ulat-Ulat

Kejutan selalu hadir di Kuliah Bunda Cekatan, tak terkecuali minggu ke-5 ini. Ada camping bareng! Unpredictable, ribuan ulat-ulat gemas diajak camping dan berkenalan satu sama lain. Ada ulat yang gercep, ada ulat yang sksd, ada ulat yang high tech, ada juga ulat yang masih pemalu dan mager. Poin terakhir, itu saya. 😂

Selain mengajak camping, ulat-ulat juga diminta untuk saling menceritakan, keluarga apa saja yang dimasukinya? Mana keluarga favoritnya?

Nah, di poin ini saya kembali tertohok. Bagaimana tidak, saya hanya masuk di 1 keluarga, dan belum pernah berkunjung ke keluarga lain. Untungnya… Hal itu dibolehkan oleh Kak Peni. 😁

Setelah camping ground dibuka, saya mendapat ajakan-ajakan camping. Ternyata, perlu menyiapkan energi juga ya.. Untuk menyambut ajakan camping. Maka dari itu, saya menjawab ajakannya dengan voice chat. Supaya lebih semangat dan berkesan.

Setelah mendapat ajakan untuk camping, saya pun mencoba memasang tenda dan mengajak ulat-ulat lainnya. Alhamdulillah, ada juga yang mau diajak camping saat injury time. 😆

Keluarga Favorit

Di Camping Ground, saya bertemu dengan orang-orang baru. Ada yang awalnya segan mengajak saya camping, karena peran saya sebagai Rektor. 😬 Padahal saya juga kan mahasiswa IIP. ☺️

Dari ajakan camping, ada juga yang berlanjut obrolannya ke topik homeschooling. Kalau dilanjutkan, mungkin kami bisa bikin kulwhapp series. Karena saking panjangnya. 😅

Eits, tapi saya tetap pegang peta. Jadi saat obrolannya mulai melebar, saya ucapkan “Stop” dalam hati, dan kembali fokus pada topik makanan utama.

Setelah camping, apakah akan ada acara api unggun dan barbeque?

Pencemaran Sungai Sebagai Sumber Air Baku

Pencemaran Sungai Sebagai Sumber Air Baku

Mahasiswa Buncek #1 Samkabar Sharing Session-3

HIMA SAMKABAR, Merdeka Belajar Membentuk Generasi ibu Pembelajar

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh

Halo Ibu Pembelajar, bertemu lagi dengan IP Samkabar yang ingin sedikit bercerita tentang Sharing Session yang Alhamdulillah rutin kami lakukan

Sharing Session yang kami singkat menjadi SS yang ke-3 ini, saya sendiri Febry Dahyani yang diminta untuk menjadi Narasumber yang diadakan di WAG Regional Samkabar pada tanggal 7 Februari 2020 pukul 20.00 Wita.

Sedikit cerita, memang basic background saya adalah Teknik Lingkungan, jadi tema SS kali ini juga yang berhubungan dengan lingkungan, dan yang pastinya setiap narasumber membagikan apa yang dikuasainya yaa

Mengambil judul “Pencemaran Sungai Sebagai Sumber Air Baku” sendiri berawal karena saat itu qadarullah, air dirumah berbau minyak/oli.

Kemudian saya bertanya darimana air baku ini berasal, dan ternyata dari jetty Sungai Mahakam, yang konon karena di dekatnya banyak pemukiman warga yang memiliki kapal, maka besar kemungkinan oli tersebut berasal dari sana.

Tapi sebenarnya, tahukah teman-teman yang lain mengenai hal ini?

Materi berawal dari pertanyaan saya, apakah teman-teman tahu darimana air PDAM itu berasal?

Lalu apa sih yang ‘terjadi’ pada pengolahan air, sehingga layak dipakai masyarakat?

Lantas bagaimana apabila ada penurunan kualitas Air Sungai Mahakam dalam hal ini karena kami mengambil sumber air dari sana?

Tindakan apa yang dapat kami lakukan sebagai pengguna air tersebut?

Penasaran apa isi materi lengkapnya? Yuk tengok kesini: https://bit.ly/2OXAJXu

Diskusi kami malam itu di WAG Samkabar kemudian menjadi diskusi ‘terakhir’ di grup

Alhamdulillah diskusi berjalan lancar, apa saja yang kami diskusikan? Terangkum dalam link ini: https://bit.ly/37tWzby

Tidak lupa oleh-oleh untuk Narasumber dan Moderator kala itu.

   

Diskusi kami yang berikutnya akan lebih seru lagi karena yang akan menjadi narasumber adalah Sekretaris Regional IP Samkabar

Kira-kira apa ya yang akan dibagikan?

Barakallahu fiikum, Semoga Hima Samkabar semakin memberikan manfaat.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Febry di Sanga-sanga Kaltim

ManMedkom HIMA IP Samkabar

Makanan Besar di Keluarga CoCoa

Makanan Besar di Keluarga CoCoa

Ulat-ulat di Hutan Pengetahuan Bunda Cekatan sudah mulai makan di keluarganya masing-masing, dan boleh berkunjung atau pindah ke keluarga lain. Saya sendiri, masih menetap di keluarga CoCoa (Conseling & Coaching), memakan sajian therapeutic art dan parent as a coach.

Therapeutic art

Saya masih harus menyelesaikan 2 bab lagi di kelas therapeutic art Udemy. Namun saya mencoba untuk mempraktekkan satu project saat kopdar kelas bunda cekatan HIMA IIP Bandung, agar bisa lebih memahami alur, situasi dan sensasinya.

Saya memilih project basic mandala art untuk dipraktekkan. Alhamdulillah, saya berhasil menyampaikan alur Coaching dengan output mandala art.

Dari praktek singkat tersebut, saya memahami, apa yang akan menjadi tantangan dalam therapeutic art, terutama bagi yang jarang membuat karya seni.

Namun saya pun jadi semakin yakin, bahwa therapeutic art ini banyak manfaatnya. Selain untuk alat bantu coaching, therapeutic art ini bisa menjadi metode self healing, relaksasi dan mengasah kepekaan.

Cerita Kopdar by Alienda

Cerita Kopdar by Shanty

Parent as a Coach

Selain memakan sajian yang saya temukan di Udemy, saya juga menikmati sajian dari keluarga CoCoa di meja Go live, yang dimasak oleh Bunda Titik, dengan judul Parent as a Coach.

Saya berhasil menemukan definisi coaching, perbedaannya dengan conseling, mengapa coaching itu bermanfaat bagi orang tua dan anak, dan.. Bagaimana cara melakukannya.

Masih ada 30 menit video yang belum saya tonton, namun sebagiannya lagi sudah saya buat mind map, agar bisa lebih mudah mempelajarinya kembali.

(Will be updated soon)

Memecah Telur : Management Waktu bersama Bunda Euis Kurniawati

Memecah Telur : Management Waktu bersama Bunda Euis Kurniawati

Assalualaikum..

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Waah mungkin ada yang bertanya ya, apa itu Memecah Telur? Ya, Memecah Telur adalah nama yang kami (pengurua HIMA Salatiga) gunakan untuk mengadakan kulwap. Kulwap dengan tema apa? Temanya kami dapat dari telur-telur yang mahasiswi Bunda Cekatan Salatiga pilih, jadi yang banyak dipilih akan kami carikan makanan ulat-ulatnya. Seperti itu..

Nah, pada tanggal 3 Februari 2020 kemarin, HIMA Salatiga mengadakan kulwap dengan tema Management Waktu. Dan pengisinya jatuh pada adalah bunda Euis dari IIP Surabaya. Seorang ibu sng luar biasa dengan kegiatan yang sangat banyak.

Dalam kulwap tersebut bunda Euis memaparkan bahwa yang paling penting dalam management waktu adalah menemukan “strong why” nya terlebih dahulu, kenapa sih kita harus memanage waktu kita. Dan selanjutnya adalah menemukan cara yang tepat untuk kita.

Selanjutnya adalah dengan membuat skala prioritas aktivitas yang kita lakukan, dengan 4 kuadran yang pasti kita sudah sering lihat ya..

Yang ketiga adalah mengelola waktu dengan jadwal harian, mingguan, dan bulanan. Bisa detail per jam nya, atau dengan kandang waktu, tergantung bagaimana kondisi masing-masing keluarga.

Dan yang terakhir adalah mengelola stress. Salah satunya adalah menjadwalkan Me Time, agar kita tetap waras.

Akhir kata, kunci utama  managemen waktu itu adalah prioritas, motivasi, dan konsistensi.

Hal diatas adalah resume materi yang kami dapat, dan banyak pertanyaan yang diajukan oleh para mahasiswi berkaitan dengan tema tersebut.

Semoga kegiatan Memecah Telur ini dapat menambah apel-apel yabg kami kumpulkan.

Sekian sharing dari HIMA Salatiga.

Terima kasih.

Warm Regards,

Rina Mutarasari