Food Preparation Menyambut Ramadhan

Food Preparation Menyambut Ramadhan

Assalamualaikum….

Marhaban Yaa Ramadhan!

Alhamdulillah, umat muslim bisa bertemu kembali dengan bulan yang penuh dengan kemuliaan ini. Semoga di bulan ramadhan kali ini, kita bisa beribadah dengan khusyuk dan meraih ridha Allah SWT. Semoga pandemi covid 19 yang saat ini melanda hampir di seluruh penjuru dunia segera berakhir. Aamiin.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya 22 April 2020 HIMA IP Sidoarjo Mojokerto kembali menggelar Kuliah Kejutan alias KeTan…Yeiy! Dan kali ini sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan kita belajar tentang Food Preparation bersama Bunda Tina Ellya Ikavatin, pengampu Rumbel Boga IP Surabaya Madura sekaligus owner usaha kuliner.

Sudah pada tahu kah apa itu food preparation? Kita lihat penjelasan bunda Tina mengenai food preparation yuk…

Food preparation ini perlu sekali yah buat kartini masa kini…eaaa…. Sebagai seorang manajer rumah tangga, salah satu tuntutan yang harus ditunaikan adalah mengelola gizi keluarga. Gizi berpengaruh pada fisik dan psikis anak, maka manajemen dapur menjadi hal yang diutamakan. Sebelum mengatur menu pendidikan anak, yang harus diperhatikan salah satunya adalah mengatur menu makanan terlebih dahulu. Alangkah baiknya jika menu makanan disedikan sendiri bukan? Hanya saja,ada sebagai ibu ada saja kendala yang muncul iya  gak sih?  😂 Seperti masak apa hari ini? Belanja apa ya, buat besuk? Belanja  setiap hari ga sempat tapi bingung mau menyimpan makanan? Kenapa ya kulkas jadi seperti tempat sampah dan masih banyak permasalahan permasalahan lain. Semua itu terjawab dengan food preparation.

Setelah menyampaikan materi yang cukup padat  dan berisi, sesi diskusi pun berlangsung cukup panjang dan menarik. Satu persatu pertanyaan di jelaskan panjang lebar, beserta contoh langsung. Bahkan dari satu pertanyaan bisa mengembang ke pembahasan yang lain. Seperti saat kita membahas mengenai bumbu frozen maka bincang bincang pun berlanjut ke bumbu baceman bawang. Waktu diskusi yang seharusnya hanya 60-90 menit menjadi 150 menit. Woow kebayang kan gimana asyiknya…hihi

Selain membahas mengenai bagaimana melakukan food preparation yang baik, bunda Tina juga memberikan infografis mengenai ketahanan makanan selama di simpan di kulkas atau di freezer serta tips bagaimana membersihkan kulkas.

Namun, demikian yang lebih penting dari food preparation adalah

1. Lakukan dengan perlahan, jangan sekaligus, utamakan mendahulukan menyimpan protein tinggi, selanjutnya menyimpan sayuran atau bahan yang mudah rusak. Istilah nya dalam bahasa Jawa adalah dicicil😂

2. Selalu gunakan wadah tertutup, tujuannya adalah, selain membuat makanan tetap terjaga keutuhannya juga menjaga bau kulkas agar tetap segar. Tidak bau aneh aneh.

3. Kulkas bukan tempat sampah. Dengan food preparation kita akan belajar menggunakan bahan makanan secukupnya, dan tidak menyisakan makanan/ bahan makanan di kulkas.

4. Dengan food prrparation kita bisa belajar menyiapkan dan memanajemen menu yang baik.

Setelah hampir 3 jam, sesi diskusipun ditutup dengan contoh kegiatan food preparation yang dilakukan oleh Bunda Tina.

Yuuk cek resume nya di http://bit.ly/KetanFoodPreparation

Semoga bermanfaat, sampai jumpa di Ketan selanjutnya😘😘😘

 

Ibu Siaga Puasa

Menjadi ibu siaga di garda terdepan dalam menyajikan makanan yang menaikan imunitas tubuh namun kemampuan setiap rumah tangga berbeda-beda. hikmahnya indonesia saat menghadapi covid-19 juga menyambut ramadhan,disinilah menjadi titik baliknya.

Bahwa ketahanan tubuh dan menaikan imun bisa dilakukan dengan berpuasa. Berpuasa bisa menjadi salah satu jalan ikhtiar yang murah dan mudah.

Bisa menjaga kesehatan sekaligus mempertahankan finansial ttp stabil sampai virus ini benar2 dinyatakan hilang..

Jadikan puasa sebagai penolong kita bertahan ditengah badai,,berbuka dengan prioritas makanan makro nutrisi walau hanya sedikit,,

Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kesehatan dalam melawati badai virus ini,,

Jangan lupa tetap gunakan masker saat keluar rumah,,

Mulailah dari hal yang kecil,mulailah dari diri sendiri,mulailah saat ini,,

#puasakesehatan

#ibukuatdenganpuasa

#ibulawancovid

Ini 3 Caraku Berpartisipasi dalam Aksi #ibubantuibu

Ini 3 Caraku Berpartisipasi dalam Aksi #ibubantuibu

Badai Covid-19 ternyata tak hanya meluluhlantakkan pilar kesehatan di negeri ini. 400an orang tercatat meninggal dunia akibat wabah ini. Namun entah sudah berapa ribu orang yang tak tercatat terdampak karenanya.

Bukan hanya ojek online dan pekerja harian, karyawan pabrik mulai banyak yang dirumahkan. Bahkan pegawai hotel dan kantor-kantor yang bergerak di bidang mebel, transportasi dan pariwisata tak sedikit yang mulai kehilangan pekerjaan. Covid-19 mulai menunjukkan taringnya. Kesehatan ekonomi masyarakat Indonesia mulai jadi korbannya.

Salah seorang temanku yang awalnya hanya ibu rumah tangga biasa, mulai banting setir jual apa saja yang bisa dijual. “Ojek online sepi, Ta. Suamiku jarang dapat orderan. Sehari dapat satu saja sudah Alhamdulillah. Makanya sekarang jual apa saja yang penting halal.” Ujarnya padaku lewat sebuah aplikasi chatting.

Beberapa waktu lalu saat aku meminta terapis pijat langganan ke rumah, mengalir pula sebuah cerita. Suaminya yang bekerja di pabrik mebel mulai sepi orderan. Bosnya mulai uring-uringan. Tentu saja siapa yang ingin merumahkan karyawan? Sebuah keputusan yang membawa dilema. Namun jika tak dirumahkan, pabrik pun hampir tak ada pemasukan sama sekali.

#diamdirumah

Mungkin kondisi ekonomi yang mulai morat-marit ini juga menjadi jawaban kenapa jalanan tak juga lengang. Sementara pemerintah sudah menghimbau untuk physical distancing dan #diamdirumah. Untuk mereka yang ekonominya terdampak, #diamdirumah terasa mewah. Apalagi jika mengingat ada perut anak dan istri yang harus diisi.

Mereka pun pasti juga ingin bisa #dirumahaja, tapi apa daya saat semua barang di dalam rumah mulai habis dijual satu per satu. Mereka pun perlu tetap berikhtiar untuk bertahan hidup. Mereka tak mau kalah dengan Covid-19, sekaligus tak mau juga dikalahkan oleh kelaparan.

Trenyuh sekali melihat kondisi ini kan? Bagai buah simalakama. Setiap keputusan mengandung resikonya masing-masing. Maka aku hanya bisa bersyukur karena masih bisa menikmati kebersamaan di rumah bersama keluarga. Alhamdulillah meski tak berlebih, namun insya Allah rezekiNya selalu cukup untuk kami. Lalu aku berpikir, apa yang bisa kuberikan untuk membantu teman-teman, khususnya sesama ibu, yang terdampak secara ekonomi karena Covid-19.

Rasa-rasanya saat seperti ini aku ingin menjelma jadi Raffi Ahmad atau Baim Wong yang banyak uang. Biar bisa melarisi semua dagangan teman-teman, bisa sumbang sana, sumbang sini tanpa harus pikir panjang. Aah, tapi kenapa malah jadi meratapi diri sendiri? Bukankah membantu tak harus selalu menunggu kantong berlebih?

dokter tirta mandira hudhi

Lalu aku kemudian ingat dr. Tirta Mandira Hudhi. Tahu kan dokter doyan ngegas yang punya panggilan Cipeng tersebut? Yang lagi viral sejak corona naik daun itu lo. Darinya aku termotivasi untuk memaksimalkan potensi diri untuk berbagi yang aku bisa dan aku punya.

Di saat aku merenung, Ibu Profesional dengan seluruh komponennya menggelontorkan Gerakan Ibu Lawan Corona. Seakan menjawab kegelisahanku.

Apa itu Ibu Lawan Corona?

Gerakan Ibu Lawan Corona dikomandoi oleh Mbak Nesri Baidani. Melihat kondisi yang semakin darurat, gerakan untuk saling membantu sesama pun harus semakin massive dibuat.

gerakan ibu lawan corona

Ada dua gerakan besar yang akan kita laksanakan:

  1. Ibu Siaga

Fokus untuk membantu anggota Ibu Profesional yang menjadi ODP atau PDP yang dirawat mandiri di rumah.

  1. Ibu Bantu Ibu

Bertujuan untuk membantu para ibu di sekitar tempat tinggal member Ibu Profesional yang terdampak physical distancing maupun karantina wilayah, baik secara ekonomi, maupun psikologis.

Kedua gerakan ini akan didukung oleh seluruh komponen Ibu Profesional.

  • Tim Institut diamanahi untuk melaksanakan campaign #ibubantuibu dengan membuka berbagai kelas berbagi online baik bagi member dan non member. Untuk membantu guru dan ibu yang sedang berjuang mendampingi anak-anak agar tetap bisa #belajardirumah
  • Tim Siaga diberikan amanah melakukan campaign #ibubantuibu dan membantu member yang terkena ODP atau PDP yang melakukan perawatan mandiri. Tim Siaga akan membantu mencukupi kebutuhan pokoknya sehingga membantu berhentinya penularan virus covid19 ke pihak lain.
  • Tim Sejuta Cinta, mendapat bagian untuk melaksanakan campaign #ibubantuibu dan menggalang donasi untuk mensupport tim siaga
  • Tim Komunitas pun turut serta dalam campaign #Ibubantuibu dengan mensupport tim siaga lewat hasil karya rumbelnya, misal rumbel menjahit menyiapkan masker dan APD, rumbel boga mempersiapkan makanan siap saji atau food preparation dll.
  • Tim KIPMA melaksanakan campaign #ibubantuibu dan mensupport tim.siaga dari sisi mengaktifkan ekonomi member.
  • Tim RCIP, tak kalah seru dukungannya dalam campaign #ibubantuibu yaitu dengan memberikan sumber daya manusia dan data sumber daya natura yang dimiliki oleh setiap member Ibu Profesional sehingga bisa membantu suksesnya program #ibulawancorona
  • Sementara itu Tim Sekretariat melaksanakan campaign #ibubantuibu dengan mensupport semua kebutuhan perang #ibulawancorona baik dari sisi media, berita, kebijakan publik dll.

Bersyukur sekali bergabung dengan organisasi perempuan terbesar di Indonesia yang selalu penuh dengan kegiatan-kegiatan positive ini. Aku pun ikut terlecut semangatnya setelah membaca pengumuman mengenai gerakan Ibu Lawan Corona.

Sebagai Manajer Media Komunikasi IIP, peranku adalah turut serta menyebarluaskan kelas-kelas berbagi online yang diadakan oleh IIP. Alhamdulillah kelas berbagi tahap pertama sudah selesai dan disambut antusiasme yang luar biasa. Pesertanya tak hanya dari member, namun juga banyak non member yang ikut serta.

Yang paling berkesan adalah kelas-kelas untuk guru. Alhamdulillah banyak guru yang merasa terbantu dengan adanya kelas berbagi tema Zoom, Google Classroom, Google Form dan Google Drive. Semoga dengan kelas-kelas tersebut, para guru semakin optimal menjalani sekolah secara online.

Kini, kelas berbagi online Institut Ibu Profesional sudah masuk tahap kedua, bahkan pekan ini sudah masuk pekan kedua. Di pekan ini ada Uni Yesi, Mbak Farda dan nanti malam akan ada mbak Nike yang akan berbagi tentang bagaimana tetap produktif selama karantina. Buat teman-teman yang ketinggalan info kelas berbagi, bisa cuzz isi form pendaftaran di sini ya! Setelah isi form, jangan langsung di close, karena akan ada link yang menuju ke kelas pilihan.

Ini Caraku #IbuBantuIbu

Salah satu gerakan dari Ibu Lawan Corona adalah Ibu Bantu Ibu. Jika sebagai bagian dari tim IIP, tugasku adalah membuat e-flyer kelas-kelas berbagi dan menyebarkan info tersebut ke masyarakat luas. Maka sebagai individu aku juga ingin berpartisipasi dalam aksi Ibu Bantu Ibu. Setelah melakukan pemikiran yang panjang, inilah 3 hal yang paling mungkin aku lakukan:

ibu bantu ibu ala marita

  1. Mempromosikan Dagangan Teman

Seperti yang aku sampaikan di awal bahwa banyak sekali teman yang terdampak ekonominya karena badai Covid-19. Karena sadar diri nggak mungkin aku membeli semua dagangan tersebut, maka yang bisa aku lakukan hanyalah memberikan ruang promosi di media sosial, status WA dan blog pribadiku untuk mereka yang membutuhkan.

Aku tahu sih followers media sosialku juga belum banyak, namun bismillah hanya mencoba membantu. Hanya Allah yang menggerakkan hati-hati para pembeli. Bukankah jauh lebih berefek dipromosikan lebih dari satu orang daripada hanya sekedar si penjual saja yang berpromosi kan?

  1. Mengaktifkan Channel Telegram

Jauh sebelum Covid 19 datang, aku sudah memiliki channel Telegram Marita’s Palace. Di sana aku ingin berbagi berbagi informasi terkait blogging, menulis dan parenting. Namun aku masih belum rutin berbagi di channel tersebut. Mengingat di masa karantina ini banyak sekali berita hoax yang beredar dan membuatku prihatin, aku berniat untuk mengaktifkan kembali channel tersebut. Semoga bisa menjadi sumber yang bisa dipercaya bagi teman-teman.

  1. Menjadi Narasumber Belajar Online

Kebetulan beberapa kali diminta berbagi tentang berinternet secara sehat. Jadi, kalau ada sekolah atau komunitas teman-teman yang membutuhkan narasumber kulwap/ kulgram/ webinar dengan tema “Internet Sehat, Anak Hebat”.. insya Allah aku siap membantu.

Semoga yang sedikit ini bisa turut serta merapatkan barisan Ibu Lawan Corona dan Ibu Bantu Ibu. Semoga Indonesia segera bebas dari wabah ini dan semua kembali normal seperti semula, bahkan semoga lebih baik dari sebelumnya. Kuy, tunjukkan aksi terbaikmu, IPers! Salam #ibubantuibu untuk Indonesia bebas Corona.

Mengasah Empati Melalui Ibu Bantu Ibu

Mengasah Empati Melalui Ibu Bantu Ibu

Hai apa kabar ibu-ibu pejuang perubahan?

Semoga kita semua senantiasa sehat selalu sekeluarga. Sehat jiwa, raga, fisik, dan mental tentunya. Sudah beberapa pekan kita selalu melihat dan mendengar jargon #dirumahaja, semenjak ada pandemi Covid-19. Seperti yang telah kita ketahui, Covid-19 telah menjadi musuh kita bersama. Pandemi Covid-19 merupakan virus corona yang berasal dan pertama kali muncul di Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Manusia sebagai makhluk sosial yang memungkinkan saling berinteraksi secara langsung menyebabkan tingkat penyebaran pandemi Covid-19 semakin meningkat.

Pandemi ini sedikit demi sedikit melumpuhkan berbagai sendi kehidupan. Sistem kesehatan, sistem ekonomi, dan juga sistem pendidikan. Dampak ini lebih dari sekedar serangan pertahanan kesehatan fisik, ada dampak lain yang menyerang. Ada dampak psikologi dan dampak ekonomi yang mengintai. Beberapa pekan ini sudah banyak teman-teman, ibu-ibu yang mengeluhkan merosotnya perekonomian mereka. Cerita tentang suami yang dirumahkan, dagangan yang merosot drastis penjualannya. SPP bulanan anak-anak tetap jalan meskipun School From Home padahal, pendapatan sudah berhenti. Belum ada back up plan untuk Working From Home dan masih banyak lagi. Semua ini terjadi begitu cepat, dan kita masih belum beradaptasi menghadapinya. Sedangkan kita harus bergerak lebih cepat, kita harus bersiap untuk dampak jangka panjang. Kita tidak pernah tahu kapan wabah ini akan berakhir.

Apa yang bisa kita lakukan, sebagai ibu garda terdepan dan garda utama pejuang di dalam rumah, untuk mengantisipasi luasnya dampak ini?

Kami ingin mengajak teman-teman semua bergabung dalam tim Ibu Bantu Ibu.

Apa sih gerakan Ibu bantu Ibu ini?

Sesuatu yang bisa kita lakukan dari dalam rumah, sesuatu yang dimulai dari hal kecil tapi berdampak besar. Jadilah ibu yang peduli, asah kembali hati dan rasa kita di sekeliling kita. Buka mata dan hati kita agar bisa melihat siapa saja di sekitar kita yang terdampak ekonomi karena Covid-19. Apakah ada tetangga atau kerabat yang mendadak dirumahkan sehingga tidak lagi berpenghasilan? Tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan keluarga karena harus #dirumahaja? Temukan, gandeng dan rangkul mereka. Ibu-ibu juga butuh dukungan dari sesama ibu, betuh pelukan dan bantuan secara nyata. Kita bisa membantu dengan swadaya kita sendiri, semampu kita. Kita juga bisa mengajak ibu lain untuk ikut membantu. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk merangkul para ibu. I Protect You, You Protect Me, I help You, You Help Me.

Selamat mengasah empati dan menjadi ibu hebat pejuang perubahan!

“Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.”

[HR. Muslim]

Lintang Gumilang_Malang

 

Cara Seru Menemani Kegiatan Anak di Rumah

Cara Seru Menemani Kegiatan Anak di Rumah

Assalaamualaikum

Hai bunda,

Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat walafiat.

Pandemi virus Corona menyebabkan Covid-19 yang semakin meluas, memberikan dampak yang tidak sedikit bagi negeri ini. Selain masalah ekonomi, juga tantangan selama anak di rumah tanpa harus keluar rumah juga memberikan dampak fisik dan mental terhadap mereka.

Apa yang bisa para ibu lakukan untuk mengantisipasi luasnya dampak ini?

Ada sebuah ayat di surat Al Maidah ayat 3, yang menyebutkan “tolong menolonglah kamu dalam kebaikan”. Tolong menolong di sini bisa dalam bentuk apa pun, baik tenaga, pikiran, dan harta. Apa yang bisa dilakukan untuk membantu menekan kasus COVID-19 ini?

Beruntungnya anak-anak yang memiliki ibu kreatif dengan segudang ide untuk kegiatan anak di rumah. Bagaimana dengan ibu yang ‘mati gaya’ dengan kondisi ini? Bisa juga loh, Anda bisa berbagi ide atas kegiatan anak di rumah. Karena banyak ibu yang sedang berupaya membuat anak-anak nyaman selama berada di rumah tanpa . Bagaimanakah cara agar anak tetap aktif tanpa harus ke luar rumah?

Family Sport Horizontal Composition

Sumber: freepik.com

 

Melakukan aktivitas fisik

Ada sejumlah aktivitas yang dapat dilakukan para ibu agar anak-anak dapat terus bergerak selama di rumah. Kegiatan senam, petak umpat, membersihkan tanaman liar dapat membuat badan ini berkeringat. Orang tua juga bisa mengajak anak untuk menari dan bernyanyi di dalam rumah.

Anak-anak adalah peniru ulung orang-orang di sekitarnya. Karena itu, Anda bisa menyetel lagu anak-anak kemudian bergerak bersama dengan anak-anak. Mereka akan lebih bersemangat melakukannya ketika Anda juga ikut serta. Tidak perlu tarian yang sulit, cukup ikuti lagu anak-anak sambil menggerakkan badan ke kanan dan ke kiri atau melompat.

Melibatkan anak dengan kegiatan orang tua.

Siapa yang bilang kalau ibu nggak bisa masak selama anak-anak di rumah? Anda bisa mengajaknya menyiapkan bahan masakan atau menghitung kebutuhan bahan akan resep masakan.

Ada banyak kegiatan rumah lainnya yang anak-anak dilibatkan untuk membantu Anda. Membantu mencuci kendaraan pribadi atau mengambil jemuran pakaian yang sudah kering pun dapa menjadi pilihan aktivitas fisik Ananda.

 

Harapannya, dengan berbagi aktivitas fisik di rumah bersama si Kecil, #ibubantuibu terinspirasi untuk melakukannya di rumah dan makin merekatkan hubungan dengan orang tua.