Menggali Makna Keluarga bersama PIJAR #1

Menggali Makna Keluarga bersama PIJAR #1

Alhamdulillah PIJAR #1 telah selesai dilaksanakan. Begitu banyak materi yang sangat ndaging diberikan pada hari itu. Bagaimana dengan para bunda dan kakak di Selasar, menyimak juga dong ya?

Atau malah ketinggalan?

Buat yang ketinggalan, jangan khawatir… videonya bisa disimak lewat channel Youtube Official IIP lo. Atau tinggal klik saja di bawah ini:

Apa itu PIJAR?

Ada yang merasa bingung dari tadi mbak admin menyebut-nyebut istilah PIJAR berkali-kali? Biar nggak bingung lagi, mbak admin bisikin sini…

PIJAR (Pengalaman Ibu Pembelajar) merupakan kelas berbagi dari Institut Ibu Profesional yang dikelola oleh Bidang PPM (Penelitian dan Pengembangan Masyarakat).

Yup, bener banget. Sesi pertama PIJAR yaitu sharing secara live lewat akun IG official IIP pada Senin, 29 Juni 2020. Bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional.

Sharing PIJAR #1 disampaikan oleh mbak Ressy Laila Untari Ningsih, Changemaker Mom 2019 yang telah berpengalaman dalam menjalani home education dan Omah Project bersama keluarganya. Pada sesi ini mbak Ressy berbagi bagaimana membentuk A Home Team di masa pandemi yang sebenarnya adalah waktu paling spesial untuk saling check in. Masih banyak sekali yang dibagikan oleh Mbak Ressy, tapi sebelum mbak admin jabarkan satu per satu, buat yang ingin kenal lebih dekat dengan beliau, bisa intip profilnya dulu di artikel “Kenal Lebih Dekat dengan Ressy Laila Untari

Keluarga Kita, Kerumunan atau Tim?

Sudah nggak sabar ya [pengan tahu apa materi yang disampaikan Mbak Ressy? Makanya besok lagi kalau ada PIJAR atau event IIP lainnya, jangan sampai ketinggalan ya! Di atas juga sudah ada lo link videonya, gih ditonton sendiri hehe.

Tapi buat yang mau tahu resume versi mbak admin, apa sih yang nggak buat teman-teman pembelajar kesayangan? Baiklaah, yuk kita kepoin materi mbak Ressy yang sekarang sudah berdomisili di Jakarta lo. Yang tinggal di Ibu Kota, setelah pandemi bisa nih langsung belajar bareng ke rumah beliau, welcome banget katanya.

Mbak Ressy membuka sharing-nya dengan memberikan pengertian A Home Team lewat sebuah analogi yang menarik. Apa bedanya kerumunan dan tim?

kerumunan atau tim

Kerumunan contohnya adalah kehidupan di pasar. Ada banyak orang, namun semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Terkadang ada interaksi, terkadang tidak. Tidak ada saling memahami dan mendukung di sana.

Beda dengan sebuah tim, misalnya tim sepakbola. Di sebuah tim, semua orang memiliki perannya masing-masing. Semua orang yang ada di dalam tim memahami akan peran dan tugasnya. Dalam sebuah tim, ada value yang disepakati, ada tujuan bersama yang ingin dicapai. Ada kerjasama, komunikasi dan kolaborasi.

Dari analogi di atas, kira-kira masuk yang manakah keluarga kita? Kerumunan atau tim?

Mbak admin sih yakin kalau perempuan-perempuan pembelajar di IIP insya Allah keluarganya termasuk yang tim dong. Artinya di rumah-rumah kita sudah bertumbuh sebagai tempat berkumpul, saling berkomunikasi dan memahami demi mencapai tujuan bersama.

makna a home team

Dari analogi di atas, bisa diartikan bahwa Home Team adalah tim yang dibentuk di rumah. Sementara  A Home Team adalah home team yang bernilai A. Home team yang memiliki kelas tertinggi, di mana masing-masing anggota memahami perannya masing-masing, saling berkomunikasi, berinteraksi dan bergerak sesuai perannya masing-masing.

Pandemi Covid-19 sekarang ini sebenarnya adalah waktu yang spesial, anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk bisa saling kembali check in antara sesama anggota keluarga. Bisa saling mendalami dan memahami lebih jauh lagi. Buat yang sudah biasa berkegiatan bareng, masa pandemi adalah masa-masa penguatan. Sementara buat yang belum rutin berkegiatan bareng dengan keluarga, maka masa ini adalah masa yang tepat untuk memulai proses tersebut.

Strategi Membangun A Home Team pada Masa Pandemi

Strategi untuk membangun a home team sebenarnya sangat mudah, sebagaimana telah sering disampaikan oleh guru kita, Ibu Septi Peni dan Pak Dodik Mariyanto yaitu melalui;

Main bareng, ngobrol bareng, dan beraktivitas bareng.

Tidak ada yang membosankan saat bersama keluarga, asalkan kita fokus sepanjang prosesnya. Bahkan sebenarnya ada banyak hal kreatif yang bisa kita lakukan terkait main bareng, ngobrol bareng dan beraktivitas bareng. Mbak Ressy sempat membagikan beberapa contoh kegiatan yang asyik untuk di-ATM (amati, tiru dan modifikasi). Mau tahu?

kunci a home team

Contoh kegiatan-kegiatan seru yang dilakukan di keluarga mbak Ressy;

1. Sesi Ngobrol Girls Talk dan Boys Talk

Selain ada sesi ngobrol bareng seluruh keluarga. Ada pula sesi ibu ngobrol hanya dengan anak perempuan, dan bapak ngobrol hanya dengan anak laki-laki. Semacam Girls Talk dan Boys Talk. Tidak perlu direncanakan, cukup ngobrol hal-hal remeh yang asyik. Semakin banyak ngobrol, bonding dengan anak akan semakin terbentuk.  Nanti di lain waktu sesi ngobrol bertukar posisi. Ibu gantian ngobrol dengan anak laki-laki, dan bapak ngobrol dengan anak perempuan.

2. Sesi Ceritaku

Dibuat seperti arisan, nama seluruh anggota ditulis pada sebuah lintingan kertas. Lalu dikocok, nama yang keluar mendapat jatah untuk bercerita. Satu anak mendapat jatah bercerita selama 30 menit. Boleh cerita apa saja dan boleh mendapat pertanyaan. Berapapun usianya mendapat jatah waktu bercerita yang sama.

3. 1 Hari 1 Permainan

Setiap hari ada anak yang diberi amanah untuk menjadi PJ/ penanggungjawab menyelenggarakan permainan. PJ ini yang akan memilih jenis permainan, dan anggota keluarga lain menjadi pesertanya.

4. Pementasan

Memilih pimpinan produksi untuk mengadakan pementasan di rumah. Siapkan kostum, panggung dan dekorasi secara bersama-sama. Pentas sendiri dan ditonton sendiri.

5. Detective Game

Bahkan saat membagikan hadiah kepada anak-anak, kegiatannya pun bisa dibuat seru yaitu dikemas dalam permainan detektif. Misal, diberi clue dan anak-anak mencari lokasi di mana hadiah itu disembunyikan.

6. Menghadirkan Tamu baik Offline maupun Online

Selama pandemi, mbak Ressy menghadirkan tamu di rumahnya, baik tamu online maupun offline. Kehadiran tamu mengajarkan anak tentang adab menerima tamu, sekaligus bisa mendengar cerita dan pengalaman dari tamu tersebut. Nanti pengalaman itu bisa menjadi bahan diskusi yang asyik bersama anak-anak.

Mbak Ressy bercerita bahwa dalam setiap kegiatan yang ada di rumah, semua anggota keluarga ikut terlibat termasuk suami. Sebelum masuk ke sesi tanya jawab, mbak Ressy menegaskan bahwa kunci agar strategi membangun a home team bisa terlaksana dengan baik yaitu sebagai berikut;

Anak-anak tidak akan pernah menolak 4 hal; bermain, bercerita/ dongeng, hadiah dan kejutan

Maka, sudah siapkah teman-teman menghadirkan 4 hal tersebut?

Sesi Tanya Jawab

tanya jawab pijar IIP

1. Bagaimana kalau suami tidak mau terlibat dalam main bareng, ngobrol bareng dan beraktivitas bareng?

Mbak Ressy menjawab bahwa izin dari suami sudah merupakan salah satu bentuk dukungannya terhadap kita. Maka, syukuri izin tersebut dan eksekusi saja kegiatan yang sudah kita rencanakan bersama anak-anak. Saat kita dan anak-anak merasa bahagia, lalu membagikan kebahagiaannya tersebut kepada suami. Terus berproses menjadi ibu yang baik, semakin taat dan sayang, rumah beres, kualitas karakter dan pendidikan anak-anak  meningkat, tanpa dipaksa, lama-lama suami juga akan ikut dengan tersendirinya.

Momen saat suami mbak Ressy pada akhirnya mau ikut terlibat diakuinya sebagai momen yang tak pernah disangka – sangka.

Kuncinya adalah mulai dari diri sendiri, berproses. Berbagi bahagia dan bukan berbagi beban.

2. Bagaimana Me Time ala Mbak Ressy dan Mengatasi Me Time saat LDM?

Mbak Ressy menyampaikan me time setiap orang berbeda-beda. Kalau untuk beliau, me time yang paling personal yaitu saat sholat. Karena saat itulah, mbak Ressy merasa benar-benar memiliki waktu khusus.

Sementara itu untuk mengatasi pengelolaan me time saat LDM dengan suami yaitu penuhi dulu hak anak-anak. Saat hak mereka telah dipenuhi, anak-anak tidak akan mengganggu saat kita meminta izin untuk melakukan hal yang personal, entah untuk bekerja, melakukan pekerjaan domestik ataupun melakukan hobi.

Mbak Ressy mencontohkan kegiatannya, setiap pagi beliau full membersamai anak-anak tanpa disambi gadget, kompor dan segala yang kotak-kotak. Mata jiwa raga sepenuhnya hanya fokus pada anak-anak. Saat anak-anak sudah puas bermain atau menghabiskan waktu dengan kita, saat ditinggal mereka tidak akan mengganggu. Yang terpenting jangan lupa izin dan berikan pemahaman mengenai time border. Misal, jam 8 – 10 kita bermain bersama, nanti jam 10 – 12 ibu akan ada kelas online dulu ya.

Intinya ada komunikasi dan kebutuhan jiwa anak-anak terpenuhi.

3. Kalau anaknya banyak, enak ya bisa ramai saat berkegiatan. Bagaimana kalau anaknya sedikit ?

Jumlah anak tidak menentukan keseruan dalam sebuah permainan. Mbak Ressy bercerita bahwa beliau main bersama anak ya sejak anak masih satu. Pilihan kegiatan bisa disesuaikan dengan keluarga masing-masing. Kegiatan yang cocok di sebuah keluarga belum tentu cocok di keluarga lain. Ada keluarga suka main outdoor, dan ada keluarga yang tidak suka. Ada yang cocok dengan board game, ada pula yang tidak.

Temukan kegiatan yang paling cocok untuk keluarga kita.

4. Bagaimana mengatasi kebosanan yang terjadi?

Sebagai orangtua, kita harus selalu update. Sejatinya anak-anak sangat kaya dengan ide. Orangtua hanya perlu memfasilitasi ide dari anak-anak. Kalau kita mau menggali ide dari anak-anak, bahkan seringkali kehabisan waktu untuk bergantian memfasilitasi ide-ide yang ada.

Kuncinya adalah banyak ngobrol, sehingga kita tahu keinginan anak. Jadi tahu pengennya main apa. Beraktivitas bareng secara fokus insya Allah nggak akan membosankan dan tidak melelahkan, justru akan sangat membahagiakan.

5. Bagaimana bila anak berbeda kesukaan? Anak yang satu sukanya main robot, dan anak yang lain sukanya main board game. Sedangkan semua anak maunya bermain dengan sang ibu?

Perbedaan adalah hal yang pasti. 5 anak pasti juga memiliki 5 hal yang berbeda. Namun intinya kembali lagi terletak pada komunikasi. Perbanyak sesi ngobrol sehingga saling memahami dan menemukan yang disukai.

Ajak anak untuk berdiskusi dan mencari solusi. Misal, kakak suka ini, adik suka ini. Yang kita sama-sama suka apa ya? Atau bisa juga dengan melakukan kegemaran masing-masing secara bergiliran. Bagaimana kalau setengah jam kita melakukan permainan kesukaan adik, dan nanti setengah jam setelahnya kita melakukan permainan kakak?

Sebagai orangtua kita boleh membantu mencari solusi, tapi biarkan anak-anak yang membuat keputusan.

Dari kondisi ini, anak-anak bisa mengenal dan memahami perbedaan. Kondisi ini juga memungkinkan kita untuk mengajak anak untuk berkolaborasi, belajar bertoleransi dan berempati. Selain itu anak juga belajar untuk menahan diri dan memberi kesempatan.

6. Anak usia berapa yang paling pas untuk diajak home project?

Menurut mbak Ressy, tiap anak berbeda-beda. Orang tuanya yang paling tahu. Kalau untuk terlibat dalam project, semua usia bisa. Namun untuk menjadi pimpinan project, sekurang-kurangnya usia 9 tahun.

Pemenang #KeluargaChallengeIIP

Di bagian terakhir event PIJAR #1 dibagikan 4 Voucher @ Rp 50.000 dari KIPMA untuk 4 peserta terbaik yang telah mengikuti #KeluargaChallengeIIP. Selamat buat 4 orang dengan akun instagram di bawah ini;

pemenang keluarga challenge IIP

Jangan lupa untuk segera DM ke akun IG official Institut untuk klaim voucher tersebut ya.

Btw, event PIJAR ini bisa terselenggara dengan baik karena ada dukungan dari KIPMA (Koperasi Ibu Profesional Mandiri). Buat teman-teman yang mau belanja aneka snack, buku karya member IIP, dan bahkan yang mau kurban, bisa lo langsung cuzz ke akun IG @kipmarket.

thanks to kipma

Sampai jumpa di sesi PIJAR berikutnya. Wejangan terakhir dari mbak Ressy;

Terus belajar, terus bergerak, dan terus berproses. Temukan strategi yang cocok dengan keluarga kita., dan jangan lupa bahagia. Keluarga itu menyenangkan, asal dikelola dengan baik.

Buat teman-teman yang sudah menonton video PIJAR #1 di Youtube, ataupun membaca artikel ini, yuk berbagi kebahagiaan atas apa yang telah didapat dari materi yang super bermanfaat ini. Silakan bisa share di kolom komentar web, Youtube atau boleh juga lo share via postingan di media sosial, jangan lupa tagging akun IG @institut.ibuprofesional yaa!

Salam perempuan pembelajar!

Kenal Lebih Dekat dengan Ressy Laila Untari Ningsih

Kenal Lebih Dekat dengan Ressy Laila Untari Ningsih

Aloha, perempuan pembelajar!

Sudahkah ikut berpartisipasi #KeluargaChallengeIIP?

Kalau belum, hayuk segera ikutan. Mumpung masih ada kesempatan. Caranya mudah kok. Untuk lebih lengkapnya, tengok saja di postingan sebelum ini ya.

Challenge tersebut diadakan dalam rangka menyemarakkan Hari Keluarga Nasional yang jatuh setiap 29 Juni. Selain mengadakan challenge, IIP juga menggelar IG Live bertema “Strategi Menuju A Home Team selama Pandemi”. Narasumber  yang dipilih untuk berbagi kisah dan inspirasi pun tak main-main lo. Beliau adalah pelaku home education sekaligus pemenang changemaker mom tahun 2019.

Siapakah beliau?

Ressy Laila Untari Ningsih.

Yuk, kenal lebih dekat dengan sosok perempuan inspiratif tersebut. Biar yang belum kenal, bisa lebih greget dan semangat menanti IG Live yang akan ditayangkan pada Senin, 29 Juni 2020, pukul 10.00 – 11.00.

Mbak Ressy adalah seorang ibu rumah tangga yang katanya sedang berusaha profesional. Istri dari Pak Sigit Isbiantoro ini menyampaikan bahwa hobi keluarga mereka adalah ngruntel, alias cangkrukan sambil ngeteh dan ngemil. Eh tapi tidak berhenti di bagian ngemil saja. Mereka juga membuat berbagai project bersama yang lebih banyak dilakukan di outdoor.

Meskipun Pak Sigit adalah seorang pegawai BUMN – Pertamina yang tentunya punya kesibukan yang tak kalah banyak, namun beliau sangat mendukung dan ikut serta project keluarganya.

Serunya lagi, project yang dijalankan keluarga inspiratif ini bukan hanya untuk putra-putrinya saja, tapi juga dikerjakan dan diperuntukkan bagi para tetangga hingga anak-anak TPA di sekitar tempat tinggal mbak Ressy dan keluarga.

kenal lebih dekat ressy laila changemaker mom IIP 2019

Mbak Ressy bercerita kalau awalnya membuat project adalah salah satu strategi untuk membuat keluarga menjadi tim yang solid, untuk mencapai big goal bersama. Family project itu sendiri merupakan hasil belajar mbak Ressy kepada Bu Septi dan Pak Dodik. Awalnya hanya satu project, eh lama- lama ketagihan mengerjakan proyek-proyek berikutnya.

Mbak Ressy, Pak Sigit dan kelima buah hatinya, Cantia Rasyiqa Khalawatannisa (12th), Asya Zaira Khalawatannisa (10th), M Ubay Zahirul Haq (8th), Abdillah Akhnaf Zahirul Haq (5th), dan Saif Ahmad Zahirul Haq (1th) merasa sangat nyaman dengan family projects yang mereka buat sendiri.

Project itu diberi tajuk Omah Project. Sederhana saja, karena project itu muncul dari rumah. Namun tagline dari proyek keluarga mbak Ressy jelas tidak sederhana.

Melesat, Barokah, Bahagia

Keluarga ini pada akhirnya bisa mencapai home team bersama 5 putra-putri yang berbeda usia, salah satu caranya adalah dengan membiarkan anak-anak berproses sesuai usia masing-masing. Saat jenis kegiatannya sama, maka mereka akan mengeksekusi sesuai tahapan usianya masing-masing. Misal proyeknya berupa kegiatan memasak: maka anak yang masih berusia 20 bulan berkegiatan dengan meremas-remas kentang rebus. Anak yang berusia 8 dan 6 tahun bekerjasama untuk memotong sayur. Sementara itu anak yang berusia 11 tahun menggoreng lauk dan anak yang sudah 13 tahun mendapat tugas memasak sayur.

Begitulah proses menjadi home team Omah Project, keluarga mbak Ressy berlatih menggunakan project-project yang tak harus mewah dan besar. Namun sesuatu yang dekat, membumi dan sederhana.

Mbak Ressy memiliki jejak domisili yang luar biasa karena harus mengikuti perpindahan tugas suaminya. Sejak akhir 2003 sampai sekarang sudah lima kali pindah domisili. Pada 2003 – 2007 mbak Ressy dan keluarga pernah tinggal di Sorong, Papua. Kemudian pindah ke Lirik, Indragiri Hulu dari 2007-2009. Lalu sempat singgah di Cepu, Jateng selama kurang lebih 4 tahun, dari 2009 sampai 2013.

Bekasi, Jawa Barat menjadi tempat singgah sementara keluarga mbak Ressy pada 2013-2017. Lalu dari Mei 2017 hingga saat ini, mbak Ressy menetap di Prabumulih. Keluarga yang sangat menarik. Karena, akta kelahiran anak-anak berbeda-beda, bahkan bisa jadi nanti ada juga anak yang akan memiliki akte di Prabumulih.

Selain Omah Project, mbak Ressy juga giat menghidupkan lingkungan di sekitarnya dengan membuka rumah baca. Bahkan waktu di acara pemilihan Changemaker Moms yang merupakan salah satu sesi di Konferensi Ibu Profesional tahun lalu, beliau bercerita saat pindah ke Prabumulih, semua bukunya ditinggal karena masyarakat sudah sangat senang dan nyaman dengan rumah baca tersebut. Saat acara KIP tersebut, mbak Ressy juga bagi-bagi buku hasil karyanya sendiri lo. Buku yang bercerita tentang perjalanan beliau dan keluarga menjalani family project. Masya Allah, keren sekali ya?

ressy laila widyaiswara IIP

Bercerita tentang mbak Ressy memang tidak ada habisnya. Penasaran ada kisah inspiratif apa lagi? Kunjungi saja blog personal beliau di ressylaila.wordpress.com atau bisa berteman juga dengan akun Facebook beliau di Ressy Laila Untari Ningsih. Namun yang paling nggak boleh ketinggalan adalah,

Wajib pantengin Live bersama mbak Ressy besok Senin, 29 Juni 2020, jam 10.00 – 11.00, hanya di akun IG Official IIP @institut.ibuprofesional.

Jangan lupa ya! Sampai jumpa besok Senin and happy weekend with your family!

 

 

Info Event: Strategi Menuju A Home Team saat Pandemi

Info Event: Strategi Menuju A Home Team saat Pandemi

Assalamualaikum..

Apa kabar perempuan-perempuan pembelajar? Bagaimana melewati hari selama pandemi dan new normal? Apakah rumah semakin seperti kapal pecah, atau justru kekompakan keluarga semakin terbentuk?

Tak bisa dipungkiri bahwa dalam menjalani masa pandemi ini dibutuhkan a home team agar semua berjalan pada track yang sesuai. Bagaimana ayah bisa tetap fokus mencari nafkah sekaligus menjalani perannya sebagai kepala sekolah, bagaimana ibu bisa tetap fokus menjalani perannya sebagai madrasah utama anak-anak sekaligus manajer keluarga, dan bagaimana menggerakkan anak-anak agar bisa melaksanakan school from home dengan tetap happy dan semangat.

Nah, untuk menjaga semangat kita dan keluarga dalam masa-masa yang tak mudah ini, Institut Ibu Profesional dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap 29 Juni akan mengadakan rangkaian event yang seru, kece dan pastinya bermanfaat.

Apa sajakah itu?

Simak dan catat baik-baik ya…

1. #KeluargaChallengeIIP

IIP memberikan tantangan kepada keluarga Indonesia agar bisa seseruan bersama dengan seluruh anggota keluarga. IIP juga berharap tantangan ini bisa mengingatkan kita akan peran penting keluarga.

Tantangannya bagaimana?

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

#keluargachallengeIIP

#KeluargaChallengeIIP

  1. Unggahlah foto dan tulisan dengan tema “Makna Keluarga” di Instagram.
    Panjang caption/ tulisan bebas
  2. Sertakan Hashtag #KeluargaChallengeIIP
  3. Jangan lupa Follow dan Tag akun @institut.ibuprofesional dan @kipmarket
  4. Periode challenge tgl 25 Juni-29 Juni 2020 pukul 08.00
  5. Apresiasi: 2 postingan terbaik akan dibacakan pada Live Event Peringatan Hari Keluarga @institut.ibuprofesional. dan memperoleh voucher belanja dari Kipma senilai Rp 50.000,-

Mari kita tuliskan makna keluarga dan sebarkan inspirasinya.

2. Kelas Berbagi: “Strategi Menuju A Home Team saat Pandemi”

Kelas Berbagi ini adalah puncak acara peringatan Hari Keluarga Nasional yang digelar oleh IIP. Kelas ini akan disiarkan secara langsung melalui Live Instagram pada:

kelas berbagi IIP

Hari/ Tanggal: Senin, 29 Juni 2020

Waktu: Pukul 10.00 – 11.00 WIB

Tempat: Official Instagram of IIP @institut.ibuprofesional

Narasumber: Ressy Laila Untari (Widyaiswara IIP & Changemaker Mom 2019)

Host: Neni Sefriyanti

Tema:  Strategi Menuju A Home Team saat Pandemi

mbak ressy laila

Kita akan belajar dari sosok mbak Ressy Laila yang sangat menginspirasi dan telah berhasil membangun home team bersama keluarganya. Tidak hanya kompak di dalam, keluarga mbak Ressy Laila juga selalu berhasil berperan serta dalam kemajuan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan setiap kali berpindah tempat tinggal, mbak Ressy akan menebarkan manfaat yang sama.

Yuk, luangkan waktu di hari Senin tersebut. Lingkari kalender dan set alarm mulai dari sekarang. Jangan sampai ketinggalan untuk hadir dalam Kelas Berbagi IIP kali ini. Dan tentu saja pastikan untuk follow akun instagram @institut.ibuprofesional dan @kipmarket yang telah ikut mendukung berjalannya event ini.

Ajak juga seluruh keluarga besar, teman-teman sejawat, kolega dan semua orang yang dikenal untuk bergabung dengan #KeluargaChalllengeIIP dan Kelas Berbagi IIP. Karena akan selalu ada bedanya bagi mereka yang mau belajar dan terus bergerak.

Harapan kami melalui event ini keluarga Indonesia akan semakin banyak yang mampu memaknai pentingnya keluarga. Usai acara, kami juga berharap bonding antar anggota keluarga akan semakin erat dan kompak sehingga mampu berkolaborasi dalam menebar manfaat.

quote hari keluarga Nasional IIP

Salam Hari Keluarga Nasional!

Salam Perempuan Pembelajar!

Wassalammualaikum..

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Bunda Sayang Batch #6 Dibuka!

Bunda Sayang Batch #6 Dibuka!

Bunda Sayang adalah proses instalasi software-software baru untuk meningkatkan program sebagai seorang ibu dan calon ibu yang lebih berkualitas dan profesional. (Marita Ningtyas – Alumni Bunsay #3, Fasil Bunsay #5, ManMedkom IIP)

 

Yang dinanti-nanti akhirnya tiba! Pendaftaran Bunda Sayang Batch #6 dibuka! Siapa yang sudah tak sabar ingin segera bergabung? Berikut ini informasi lengkapnya:

Alur Pendaftaran Bunda Sayang Batch #6

pendaftaran bunda sayang

1. Pendaftaran dibuka dari 22 – 27 Juni 2020

Verifikasi data: 29 Juni – 4 Juli 2020

Pembentukan kelas: 6 – 7 Juli 2020

2. Isi form yang telah disediakan http://bit.ly/DaftarBunsay6

3. Hanya mahasiswa yang sudah melakukan herregistrasi, memiliki NIM dan memilih jurusan institut yang bisa mendaftar ke Bunda Sayang.

4. Isi form dengan jujur karena nantinya data akan diverifikasi terlebih dahulu keakuratannya. Hanya yang lolos tahap verifikasi akan diterima.

Frequently Asked Queston (FAQ) terkait Bunda Sayang Batch #6

1. Lulusan matrikulasi berapa yang boleh mendaftar Bunda Sayang #6?

❤ Matrikulasi batch 1 – 7 yang sudah berada di FB Group Ibu Profesional (IP), sudah memiliki NIM dan sudah memilih jurusan institut.

2. Saya belum punya NIM, bagaimana cara memperoleh NIM?

❤ Untuk yang belum punya NIM, berarti belum bisa mendaftar Bunda Sayang batch #6. Silakan untuk mengikuti penjurusan terlebih dahulu di FB Group IP pada 10 – 13 Agustus 2020 dan mendaftar di Bunda Sayang batch berikutnya.

3. Bagaimana jika saya lupa jurusan apa yang saya pilih dan tidak tahu NIM saya?

♥️ Hubungi Man.Ops HIMA untuk info NIM dan memastikan apakah Anda masuk dalam daftar member dengan jurusan Institut atau belum.

faq bunda sayang 2

4. Bagaimana jika sudah memperoleh NIM tetapi belum memilih jurusan komponen Institut?

♥️ Anda belum bisa mendaftar Bunda Sayang Batch #6. Ikuti penjurusan di FB Group IP pada 10 – 13 Agustus 2020, pilih komponen Institut. Tunggu masa pendaftaran Bunda Sayang batch selanjutnya.

5. Saya pernah ikut Bunda Sayang, tetapi tidak selesai. Apakah juga boleh mendaftar?

♥️ Boleh, mahasiswa remedial atau cuti dari Bunda Sayang boleh mendaftar selama sudah memiliki NIM dan memilih jurusan Komponen Institut. Anda akan mengikuti kembali Bunda Sayang dari awal.

6. Apakah Matrikulasi Batch #8 diperbolehkan mendaftar Bunda Sayang batch #6?

♥️ Anda tidak perlu mendaftar sekarang. Jika nanti anda lulus, maka akan langsung masuk Bunda Sayang bersama-sama dengan rombongan Alumni Matrikulasi #8.

Semoga informasi di atas sudah cukup menjelaskan mengenai alur pendaftaran Bunda Sayang batch #6. Untuk informasi lebih lanjut bisa drop di kolom komentar atau hubungi manop dan ketua HIMA di regional masing-masing ya.

 

Bunda Sayang adalah waktu bagi saya untuk menemukan kembali diri saya, menguatkan semua peran saya dan memegang kendali kembali kehidupan saya. (Lena – Alumni Bunsay #5, Tim Medkom IIP)

Berbagi Keseruan Pertemuan Virtual Perdana HIMA IIP Efrimenia

Berbagi Keseruan Pertemuan Virtual Perdana HIMA IIP Efrimenia

Flyer Kegiatan Halal Bihalal HIMA IIP Efrimenia

Bismillaahhirrohmanirrohiim…

Syukur Alhamdulillah atas izin Allah kegiatan Halal Bihalal HIMA Ibu Profesional Efrimenia yang mengundang seluruh member dari seluruh komponen di regional telah berlangsung dengan lancar.

Apa strong why kami mengadakan program ini?

Ingin bertatap muka secara virtual. Sebagai regional yang membernya tersebar di empat benua, bertemu bersama secara offline adalah sebuah impian yang sulit tercapai. Kami bisa bertemu dengan sesama member satu negara, bahkan banyak diantara kami yang sudah saling mengenal maupun sudah menjalin pertemanan cukup dekat secara fisik satu sama lain. Namun untuk bisa bertemu bersama-sama, menyelenggarakan kegiatan offline dan berkumpul bersama dengan kondisi ini, yang tersebar di berbagai negara di empat benua, sungguh sulit tercapai. Tak mau redup harapan, kami tetap ingin mewujudkan mimpi bertemu bersama sekalipun secara virtual. Dan kegiatan ini adalah aksi kami untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Bagaimana kami memulai?

Kami memulai dengan aktivitas yang kami bisa dan suka serta sesuai kapasitas kami saat ini. Diskusi awal dilakukan secara internal di grup WhatsApp pengurus HIMA, berlanjut dengan pertemuan virtual pengurus HIMA via ZOOM, menyampaikan perkembangan ranah masing-masing serta membahas rencana program Halal Bihalal. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan perdana kepengurusan yang sudah dilengkapi dengan kedatangan seorang Manajer Program, kak Wafiyyah Ahdiyah yang berdomisili di Kairo – Mesir. Kami, pengurus yang berempat ini, saling berbagi peran sesuai kekuatan masing-masing. Pembagian tugasnya sebagai berikut :

Wafiyyah Ahdiyah (di Kairo, Mesir) – Manajer Program HIMA sebagai sie Acara

Ajeng Pratiwi (di Duesseldorf, Jerman) – Manajer Operasional HIMA sebagai sie Dokumentasi

Arkhemi Suci Lestari (di Estonia) – Manajer HuMas HIMA sebagai sie Registrasi dan Relasi

Mesa Dewi Puspita (di Wina, Austria) – Leader HIMA sebagai ketua Pelaksana.

Satu hal penting yang perlu didiskusikan di awal adalah waktu kegiatan. Setelah menyimak jadwal perkuliahan yang sedang aktif, yaitu kelas Matrikulasi dan Bunda Cekatan, kami menjadikan hari Jum’at sebagai hari terpilih. Untuk jamnya, hmm…agak sulit menentukan, namun mayoritas banyak yang terbiasa dengan jam perkuliahan yaitu jam 20.00-21.00 WIB. Kami pun perlu menanyakan kondisi member di komponen regional yang lain. Setelah bertanya dan berdiskusi, waktu yang kami ambil adalah jam 19.00-20.00 WIB. InsyaAllah para panitia semua memungkinkan untuk bisa online di jam tersebut. Saat dicek kondisi di beberapa negara di empat benua pada jam tersebut, di kawasan Eropa adalah sekitar jam 14.00-15.00, di Australia sekitar jam 22.00, di Amerika sekitar jam 05.00. Cukup memungkinkan, sekalipun bisa dibilang cukup kurang ideal. Minimal tidak ada yang berada pada jam yang ekstrem, yaitu di dini hari.

Bagaimana kami berkoordinasi dengan pihak eksternal panitia?

Kami membawa konsep kegiatan Halal Bihalal ke WAG tim leader regional. Di regional, domisili pengurus lebih beraneka ragam, tersebar di tiga benua dan memiliki perbedaan zona waktu yang luas. Maka, waktu yang dibutuhkan untuk saling berkoordinasi pun lebih panjang. Setelah diskusi, disepakati bahwasanya kegiatan HIMA ini akan mengundang seluruh member dari semua komponen regional. Dan untuk forum via ZOOM, kami menyambut penawaran Amelia Mardiko untuk menggunakan ZOOM keluarga beliau. Alhamdulillah, Allah mudahkan kami untuk saling bersinergi. Setelah fiksasi gambaran besar konsep acara ini, kami pun memasukkan kegiatan ini ke formulir rencana kegiatan HIMA untuk dimonitor oleh tim Selasar IIP Pusat.

Terkait teknis, persiapan apa saja yang kami lakukan?

Kami menyadari bahwasanya tantangan besar kami terletak di alokasi waktu online yang terbatas dan kami satu sama lain memiliki gadget hours yang berbeda-beda. Maka kami perlu melakukan perencanaan dengan efektif dan efisien. Setiap panitia fokus ke tugasnya masing-masing dan ketua pelaksana menanyakan perkembangan persiapan secara berkala. Secara tidak langsung, kegiatan ini mejadi project bersama untuk mengasah keterampilan manajemen waktu kami. Untuk memudahkan langkah dan menjaga fokus, kami membuat hitungan mundur persiapan. Kapan membuka pendaftaran, kapan publikasi disebarkan, hingga kapan gladi resik diadakan.

Berikut susunan acaranya :

19.00 – 19.10 moderator (Wafiyyah Ahdiyah) membuka dan menyapa seluruh peserta

19.10 – 19.30 bertukar kabar

19.30 – 19.45 diskusi interaktif dengan tema Family as Hometeam + tanya jawab dipandu Mesa Dewi Puspita

19.45 – 19.55 berbagi mengenai core value IP oleh Amelia Mardiko

19.55 – 20.00 doa & penutup

Hari H pun tiba….

Bagaimana keberjalanan kegiatan ini?

Panitia sudah standby 10 menit sebelum acara dimulai. Saat pembukaan, ada kebahagiaan yang membuncah saat melihat satu demi satu para member baik dari komponen HIMA maupun komponen lain. Yang selama ini kami terus berkomunikasi via teks, kini bisa melihat wajahnya dengan jelas, bisa menangkap gesture tubuhnya secara langsung saat berkomunikasi. MasyaAllah… rasa-rasanya seperti bertemu dengan orang yang sudah lama kenal sebelumnya. Ibu manajer Program, kak Wafi, membuka dengan apik dan mempersilakan member untuk menceritakan kabar diri, keluarga dan kegiatan saat ini. Dari sesi ini kami mendapatkan input informasi mengenai potensi member, kegiatan yang sedang ditekuni para member dan apa saja tantangan yang sedang ditaklukkan. Ah, semangat dan energi positif itu memang menular, bukan?

Masuk ke sesi kedua, yaitu diskusi interaktif dengan teman Family as Hometeam. Dipandu oleh kak Mesa, leader HIMA. Sesi diskusi ini memantik Intellectual Curiosity member dengan pertanyaan awalan, “Menurut teman-teman, bagaimana wujud keluarga sebagai sebuah tim? Apa yang dibutuhkan untuk mewujudkan hal tersebut?” ragam jawaban pun bermunculan. Saling melengkapi, memiliki peran masing-masing, ada tujuan bersama, dan beraneka jawaban lainnya. Semua jawaban benar, tidak ada yang salah. Kak Mesa hanya mengumpulkan jawaban tersebut menjadi sebuah kesatuan. Bahwasanya untuk mewujudkan keluarga sebagai sebuah tim, diperlukan adanya 1) tujuan besar bersama atau misi hidup keluarga yang dimulai dari misi hidup seorang kepala keluarga, 2) sebuah kesepakatan yang diputuskan bersama yang diawali dengan jalinan komunikasi produktif baik dengan pasangan maupun dengan anak-anak, 3) juga semangat dan komitmen untuk saling menjadi support system satu sama lain, dengan mindset saling menyokong dengan kekuatannya, bukan berkorban untuk yang lain.

Dilanjutkan dengan acara mewujudkannya, dua hal familiar yang sudah banyak dijalankan member Ibu Profesional adalah family forum dan family project. Kita tentu sudah tak asing dengan yel-yel, “Kami…kami…satu tim. Main bareng, ngobrol bareng, beraktivitas bareng, yeah!” Tiga hal itu menjadi kunci mewujudkan satu kesatuan tim, termasuk dalam keluarga. Kami pun sempat membahas bersama bahwasanya perjalanan setiap keluarga untuk mewujudkan sebuah tim dalam keluarganya adalah berbeda-beda, karena setiap keluarga itu unik. Tidak harus duduk dengan serius dan dahi berkerut, jika memang keluarga tersebut memang tidak suka serius. Bisa-bisa sebelum tercetus kesepakatan, sudah bubar jalan karena keburu sewot satu sama lain. Berproses secara alami, sesuai dengan keunikan masing-masing keluarga. 🙂

Kami juga sempat membahas mengenai beragam tes sebagai alat bantu mengetahui kekuatan diri. Keberadaan berbagai metode untuk mengetahui potensi diri, bakat maupun kekuatan, bisa kita gunakan, namun sifatnya sebagai alat bantu. Sebagai manusia, Allah anugrahkan pada kita naluri untuk memahami diri, naluri ini perlu senantiasa kita jaga dan asah. Yang kemudian, apa yang kita rasakan, terverifikasi dengan hasil dari tes. Sehingga hasil dari tes menjadi sebuah bentu konfirmasi, bukan labelisasi atas diri. Diskusi singkat pun kami cukupkan terlebih dahulu.

Sesi berikutnya, bahasan core value Ibu Profesional. Kak Mia memberikan penjelasan mengenai Lima B, core value  Ibu Profesional yang layaknya senantiasa terus dijaga oleh para member, yaitu belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak. Dimulai dengan proses menuntut ilmu yang merupakan kewajiban dari setiap individu, tak terkecuali seorang ibu yang merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anak, generasi masa depan pembangun peradaban. Dengan mempraktikkan hal-hal yang sudah dipelajari, seseorang akan berkembang, selalu lebih baik dari hari ke hari. Perkembangan tersebut mengantarkan seseorang untuk menghasilkan karya, buah dari proses perubahannya yang terus meningkat. Dengan karya dan keterampilan yang dimilikinya, seseorang akan berbagi dan meluaskan kebermanfaatan karyanya, sehingga bukan hanya dirinya saja yang semakin baik, namun juga orang lain. Memberikan dampaklah ia pada lingkungan. Senang rasanya berada di lingkaran ini, berada di lingkungan kondusif yang mendorong diri untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Bergerak dan menggerakkan.

Akhirnya, tibalah di penghujung acara. Kegiatan Halal Bihalal pun telah usai. Ada kehangatan yang terasa di hati, ada kelekatan yang terjalin dalam sanubari. Jarak yang saling berjauhan, zona waktu yang sangat beragam, bukanlah penghalang untuk menyatukan kami, para ibu yang bergerak bersama dalam satu visi, untuk satu tujuan. Berproses menjadi seorang ibu profesional, kebanggaan keluarga.

Terima kasih teman-teman, salam Ibu Profesional!

Wina, 20 Juni 2020