Ekspedisi Galaxy Gugus Bintang Penjelajah Sesi 1 dan 2

Ekspedisi Galaxy Gugus Bintang Penjelajah Sesi 1 dan 2

Bagaimana Perkuliahan di Institut Ibu Profesional Mempengaruhi Mereka untuk Produktif Berkarya?

Saksikan IG Live Ekspedisi Galaxy Gugus Bintang Penjelajah #SemestaKaryaIIP2020 bersama para mahasiswa Institut Ibu Profesional yang tidak hanya belajar namun juga berkarya, berbagi dan berdampak.

ekspedisi galaxy busy book

Hari : Kamis, 1 Oktober 2020
Waktu : 13.30-14.30 WIB
Narasumber : Nike Rakhma ( Ketua Himpunan Mahasiswa Institut Ibu Profesional Kediri, Doodler Mommy)
Host : Annisa Novita (Manager Riset dan Evaluasi Institut Ibu Profesional, Mahasiswa Pascasarjana UI & ASN)
Tema : Ide Kreatif Membuat DIY Bussy Book

ekspedisi galaxy Hari : Jumat, 2 Oktober 2020
Jam : 19.30-20.30 WIB
Narasumber 1: Linda Handayani (Lulusan Matrikulasi batch #8 Institut Ibu Profesional, Dosen Institut Teknologi Bandung)

Narasumber 2: Syifa Syarifah A ( Mahasiswa Bunda Produktif batch #1 Institut Ibu Profesional, Dosen UPN Veteran Surabaya)
Host : Annisa Novita (Manager Riset dan Evaluasi Institut Ibu Profesional, Mahasiswa Pascasarjana UI & ASN)
Tema : Menemukan Sisi Lain Institut Ibu Profesional melalui Jurnal Ilmiah

KOPDAR BULANAN HIMA REGIONAL PEKANBARU

KOPDAR BULANAN HIMA REGIONAL PEKANBARU

Assalamu’aikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Semangat pagi, masih September Ceria yaa, meskipun sudah dipenghujung bulan.

Sebelum menyambut Oktober, yok main mampir dulu intip keseruan Kopdar Bulanan di HIMA Pekanbaru.

Di bulan September ini kami belum dapat bertatap muka secara langsung. Sehingga KOPDAR di HIMA Pekanbaru masih terselenggara melalui aplikasi ZOOM. Alhamdulillah hal ini tidak mengurangi semangat para mahasiswi, apalagi topik pembahasan Kopdar Online kali ini mengenai Kanker Pada Wanita.

Tim HIMA Pekanbaru mengangkat tema ini sebagai tanda cinta untuk salah satu mahasiswi Trancity yang telah berpulang ke Rahmatullah disebabkan penyakit kanker payudara yang dideritanya. Saat masih bergabung aktif perkuliahan, almarhumah sempat menjadi salah satu narasumber untuk kegiataan “English Fun” yang diadakan di HIMA beberapa bulan yang lalu. Selamat jalan bunda Mushalina Rahmi, semoga Allah memberikan tempat terbaik untuk bunda.♥

Yes, kanker salah satu penyakit penyumbang angka kematian tertinggi di dunia. Di Indonesia kasus kanker sudah mencapai 4,8 juta tahun 2018. Dari banyaknya kasus kanker, beberapa diantaranya rawan dan mengintai wanita. Berdasarkan hasil survei 1 dari 6 perempuan di Indonesia beresiko mengalami diagnosa kanker. Dokter Arya Wardanti yang merupakan salah satu mahasiswi di HIMA Regional Pekanbaru pada Kopdar Online kemarin memaparkan beberapa kanker yang menjadi angka tertinggi kematian pada wanita (silent killer), terutama tentang kanker leher rahim dan kanker payudara.

Kanker leher rahim atau sering dikenal dengan kanker servik, yaitu kanker yang disebabkan oleh virus HPV (human papilloma virus), umumnya kanker ini menular melalui hubungan seks. Untuk mengurangi resiko penularan kanker ini, sangat dianjurkan bagi kita untuk menjaga kebersihan organ intim, tidak bergonta ganti pasangan dan juga menjaga pola hidup sehat. Kanker ini bisa dideteksi dini melalui pemeriksaan IVA dan pap smear. Pemeriksaan ini dapat dilakukan minimal 5 tahun sekali.

Sedangkan kanker payudara merupakan kanker yang timbul akibat pertumbuhan sel sel kanker di sekitar jaringan payudara. Riwayat kesehatan keluarga, riwayat penyakit payudara jinak (FAM), umur lebih dari 45 tahun dan riwayat menarche dini merupakan unchangeable faktor resiko yang menimbulkan kanker payudara.  Faktor resiko yang masih dapat dirubah (changeable) seperti riwayat kehamilan, obesitas, konsumsi lemak tinggi, penggunaan KB hormonal, konsumsi rokok & alkohol, dan riwayat keterpaparan radiasi. Deteksi dini untuk kanker payudara dapat dilakukan melalui SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) dan SADANIS (pemeriksaan payudara klinis /oleh tenaga medis).

Setelah mendapatkan ilmu tersebut, diharapkan kita sebagai wanita mampu meningkatkan awareness sehingga memperkecil potensi/resiko terjadinya kanker tersebut pada diri kita.

Bagaimana, menarik dan berdaging sekali bukan, ilmu yang didapatkan di Kopdar Online HIMA Pekanbaru ?.

Pastinya dong ya, bahkan saat sesi diskusi dr Arya banyak dihujani pertanyaan oleh para mahasiswi yang sangat antusias dengan topik yang dibawakan.

Jadi nantikan warta baik selanjutnya dari HIMA Regional Pekanbaru yaa !!

‘Senang hati dapat baju baru

Baju dipakai setelah mandi

Salam hangat dari HIMA Pekanbaru

Semoga kita segera jumpa kembali’

 

Tim HIMA Pekanbaru ♥

Manajemen Waktu ala IRT

Manajemen Waktu ala IRT

Alhamdulillah, tanggal 13 September lalu akhirnya HIMASiMo mengadakan Tasyakuran Naik Jenjang Belajar MaBunBun untuk pertama kali di era New Chapter Ibu Profesional. Sempat deg-deg ser soal jumlah peserta yang hadir. Karena acaranya Minggu pagi yang mana jam segitu rangorang masih pada aktivitas. E tapi alhamdulillah yang hadir lumayan banyak sekitar 50an orang. Bagi saya itu lumayan banget.

Mungkin beberapa yang membaca artikel ini akan bertanya-tanya, MaBunBun apaan sih?

Bhaique, MaBunBun adalah singkatan dari Matrikulasi dan kelas Bunda-Bunda. Soalnya kelas setelah Matrikulasi ada 4 tuh yang diawali dengan kata Bunda. Maka jadilah MaBunBun. Karena kalau MaBunBunBunBun jadi kepanjangan yes pemirsa budiman. Jadi kami persingkat saja. Wkwkwk.

Sedangkan HIMASiMo itu apa sih? Ya kali-kali ada yang tanya. Sesekali kepedean nggak apa-apa kali yeu. Heuheu. HIMASiMo sendiri adalah singkatan dari HIMA Sidoarjo-Mojokerto. HIMASiMo ini usianya belum setahun nih temans. Karena HIMASiMo ini adalah hasil pemekaran dari regional Surabaya Raya yang resmi mekar pada awal 2020 kemarin.

Kami menamakannya tasyakuran karena sebagai bentuk rasa syukur kami atas naik kelasnya para peserta belajar di kelas Matrikulasi 8, Bunda Sayang 5 dan Bunda Cekatan 1. Nah, saat tasyakuran kemarin kami mengundang Teh Euis Kurniawati dari regio Surabaya-Madura untuk berbagi pengalamannya soal Manajemen Waktu ala Ibu Rumah Tangga. Karena jika kita melihat Teh Euis ini sibuk banget, anaknya juga homeschooling semua, pasti manajemen waktunya OK banget nih.

Eh ya benar dwong. Saat sesi sharing pemaparan beliau keren banget. Bahkan fun fact nya nih ketika membahas manajemen waktu bisa dikorelasikan dengan talent mapping dan juga neurosains.

Penasaran dong seperti apa sharingnya? Hayuk simak hasil diskusi kami saat acara Tasyakuran Naik Jenjang MaBunBun 😍.

Jadi Teh Euis memberikan 4 tips sederhana untuk manajemen waktu ala IRT yang produktif. Apa sajakah itu?

#1 Strong Why

Strong why ini menjadi amat sangat penting dalam menentukan manajemen waktu. Dengan adanya strong why ini akan membuat kita bertanya, “kenapa sih saya harus membuat manajemen waktu?”, “apa akibatnya jika saya tidak membuat manajemen waktu ala saya?”.

Karena dengan adanya strong why, kita bisa lebih on track dalam menjalankan manajemen waktu yang sudah kita buat. Misalkan kita merasa gagal di tengah perjalanan, tidak masalah. Kita perlu kembali ke strong why nya kita. Kemudian melakukan evaluasi, siapa tahu ternyata metode manajemen waktu yang kita pilih belum sesuai dengan karakter diri kita.

Mengenali karakter diri dalam pembuatan manajemen waktu menjadi amat penting juga. Misalnya ada orang yang disiplin banget sehingga semua kegiatan sudah ada jam nya sendiri-sendiri. Ataupun ada juga yang fleksibel saja, pokoknya dari jam sekian sampai jam sekian pekerjaan bla bla bla dikerjakan diantara jam itu.

Seperti kata Teh Euis, kita tidak bisa memaksakan ukuran sepatu orang lain di kaki kita sendiri. Karena belum tentu sama ya. Maka buatlah strong why untuk memanage waktu dan kenali diri kita. Sehingga manajemen waktu yang dibuat benar-benar ala gue banget nih. 

Mantaaaapp!!

#2 Tentukan Prioritas

Pada saat sharing, teh Euis menyampaikan sebuah pepatah yang kurang lebih mengatakan,”Kewajiban kita lebih banyak daripada waktu kita”. Sehingga kita perlu untuk mengetahui mana yang prioritas, mana yang bisa didelegasikan, mana yang bisa diskip saja.

Rasanya tips nomor 2 ini adalah hal yang umum diketahui oleh kita yaitu menentukan prioritas dengan memanfaatkan kuadran waktu. Tentu kita hafal banget ya soal kuadran waktu ini yaitu (I) Penting dan mendesak; (II) Penting namun tidak mendesak; (III) Tidak penting tapi mendesak; (IV) Tidak penting dan tidak mendesak.

Untuk kuadran I dan II adalah aktivitas yang dikerjakan oleh diri kita sendiri. Tentu yang menjadi prioritas adalah kuadran I. Sedangkan untuk kuadran II perlu dijadwalkan dan disesuaikan dengan kuadran I. 

Sedangkan untuk kuadran III adalah pekerjaan yang boleh didelegasikan. Cara pendelegasian pun bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing, baik secara finansial ataupun tenaga. Entah dengan berbagi tugas dengan pasangan atau bisa juga dengan membayar ART atau menggunakan jasa yang lainnya.

Pendelegasian tugas ini menjadi amat penting, apalagi untuk ibu rumah tangga dengan segudang aktivitasnya. Karena jika tidak, kita bisa jadi mudah emosi karena pekerjaan yang rasanya nggak selesai-selesai. Tentu kita sudah tahu kan siapa yang paling terdampak atas emosi kita tersebut? 🙃

Sedangkan untuk kuadran IV tentu boleh diskip ya.

#3 Tools Reminder

Tools reminder juga menjadi bagian penting dalam membuat manajemen waktu yang gue banget. Tools reminder yang digunakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter diri. 

Misalkan teman adalah seorang yang rigid banget dengan urusan waktu, apalagi jika karakter bakat disiplinnya ada diurutan pertama.  Nah, mungkin temans bisa menggunakan aplikasi yang ada di HP atau bisa dengan memasang alarm. 

Bisa juga menggunakan kalender yang ada di HP. Biasanya smartphone jaman now udah punya fitur reminder pada kalendernya.

Misalkan teman lebih suka dengan cara yang manual, bisa dengan memanfaatkan sticky note atau to do list note yang ditempel atau digantung pada tempat tertentu. 

Karena setiap orang tidak sama ya, teman. Maka caranya mengingatkan dirinya soal aktivitas yang akan dilakukannya pun berbeda-beda. Sesuaikan saja dengan kondisi diri masing-masing. Nah disini nih letak korelasi antara manajemen waktu dengan talent mapping. 

Tapi misalkan temans belum tahu karakter batas sesuai talents mapping juga nggak masalah kok. Asalkan temans sudah paham mengenai diri temans sendiri. Begindang.

Catatan penting yang perlu diketahui bahwa manajemen waktu bukan soal kemampuan kita menuntaskan banyak pekerjaan. Melainkan soal peningkatan produktivitas pada bidang apapun yang sedang kita kerjakan.

Wah, menarik ya ❤️

#4 Me Time

Nah, tips terakhir ini nggak kalah menarik yaitu me time. Mungkin pada bingung ya apa hubungannya me time dengan manajemen waktu?

Jadi begini teman-teman. Namanya seorang perempuan, apalagi jika sudah berstatus sebagai istri dan ibu. Ketambahan jika memiliki peran lainnya seperti bekerja di ranah publik, tentu nggak lepas dari namanya pekerjaan bejibun yang berakhir penat, stres dan esmoni. Oleh karenanya teman butuh yang namanya me time.

Me time ini sangat mempengaruhi proses implementasi dari manajemen waktu yang sudah dibuat. Bayangkan saja jika kita menjadi penat dengan pekerjaan kita sehari-hari. Lalu mengalami kebosanan yang berujung mager dan stres. Bisa-bisa kita jadi mudah emosi kan? 

Menariknya Teh Euis mengkorelasikan antara manajemen waktu dengan neurosains. 

Jadi salah satu bagian dari otak kita adalah amygdala yang berfungsi sebagai kontrol emosi kita. Selain itu amygdala juga berfungsi sebagai pusat pengontrol rasa ingin tahu. Ketika kita jadi mudah marah, itu artinya amygdala kita sedang panas. 

Oleh karenanya amygdala ini perlu dikontrol biar nggak panas. Soalnya nih kalau misalnya pagi-pagi udah esmoni, terus marah-marah ke anak hanya karena dia nggak segera menghabiskan sarapannya. Alhasil amygdala si anak ikutan panas juga. Lalu si anak jadi kurang semangat deh belajarnya. 

Salah satu solusi agar amygdala kita tidak panas lagi adalah dengan cara bergerak. Disarankan sih dengan pergerakan teratur, tapi bisa juga bergerak yang pokoknya bergerak.

Kenapa begitu?

Karena ternyata amygdala kita saling terkoneksi dengan cerebellum yang fungsinya sebagai pengatur gerak motorik. Makanya kali ya Rasulullah menyarankan ketika kita marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Begitu seterusnya. Tujuannya untuk mengademkan amygdala yang lagi hot hot pop. Maa syaa Allah.

Selain berhubungan dengan cerebellum, amygdala juga berhubungan dengan otak lainnya yang disebut prefrontal cortex atau PFC. Biasanya nih kalau kita sudah penat dan bosan dengan rutinitas sehari-hari, PFC kita akan mengalami stagnan. Kalau sudah stagnan, amygdala kita yang naik.

Ibarat mainan jungkat jungkit, PFC bagian yang turun, amygdala bagian yang naik. Kalau sudah begini kondisinya, wah bisa kacau dunia persilatan.

Oleh karenanya nih Teh Euis sangat menyarankan bagi teman agar memiliki waktu untuk me time. Agar manajemen waktu yang sudah dibuat tidak ambyar ya teman. Lalu tak gintak gintak ho eee tak gintak gintak ho eee. Wkwkwk #ApaSih #Intermezzo

Selain itu juga tentu agar emosi kita tetap stabil dan no marah-marah club deh.

Me time ini nggak harus dengan lari ke hutan kemudian menyanyiku. Kulari ke pantai kemudian teriakku. Nggak gitu, nggak gitu. Me time ini bisa banget dilakukan di rumah dengan melakukan apapun yang disukai. Bersih-bersih rumah misalkan.

Kalaupun ingin banget me time diluar, bisa dikomunikasikan dengan suami ya. Karena bagaimanapun mamak juga punya tanggung jawab besar yaitu anak di rumah. Heuheu. Maka komunikasikanlah soal me time ini dengan pasangan.

Pesan teh Euis, niatkan me time sebagai ibadah agar performa diri semakin meningkat dalam menjalankan peran kehidupan. Sehingga kalau performa meningkat dan on track, tentu diri sendiri jadi bahagia, suami dan anak pun ikutan bahagia.

Sekian reportase sesi sharing di Tasyakuran Naik Jenjang MaBunBun HIMASiMo. Semoga bermanfaat ya, teman. Jika ada kekurangannya, boleh diberikan koreksi.

Oh ya, acara tasyakuran ini tidak akan berlangsung tanpa adanya Tim Sukses yang bekerja dengan amat gerceup dan cekatan. Maa syaa Allah. Terima kasih kepada timses tasyakuran yang sudah menjadi bagian dari suksesnya acara ini. Semoga berkah bagi kita semua ya ❤️.

Salam sayang,

HIMASiMo yang bikin hati berdegup kencang.

Mengulik Kelezatan SASA & Keseruan PAJAMAS PARTY Kelas Bunda Sayang #6 IIP Bekasi

Mengulik Kelezatan SASA & Keseruan PAJAMAS PARTY Kelas Bunda Sayang #6 IIP Bekasi

Assalammualaikum..

Jumpa lagi dengan kami dari planet Bekasi *eh.

Ada yang berstatus sebagai mahasiswa kelas Bunda Sayang batch 6 kah? Kalau ada, saya ucapkan selamat belajar ya!

Kelas baru, sistem belajar yang baru juga, semoga semangatnya akan terus terjaga hingga akhir. Aamiin.

Eh, sistem baru? Gimana sih?

Jadi angkatan 6 ini adalah angkatan yang spesial karena menggunakan sistem baru. Apa saja? Salah satunya dengan difokuskannya pembelajaran melalui facebook, kelasin, dan google clasroom. Selain itu, juga tak ada lagi fasilitator yang duduk manis di WAG untuk memberi umpan berupa materi. Di sini mahasiswa yang dituntut untuk lebih aktif mencari ilmu.

Nah, terus kalau mau diskusi materi atau sekedar curhat tentang tugas-tugasnya gimana? Secara kelas Bunda Sayang ini panjaaaang sekali. 15 bulan loh. Tenang kakak, WAG Hima kelas Bunda Sayang di tiap regional tetap ada kok. Di sana bisa menjadi tempat para mahasiswa untuk diskusi atau sekedar berbagi rasa selama mengikuti perkuliahan.

Nah, di Bekasi kami juga memiliki WAG khusus yang berisi mahasiswa kelas Bunda Sayang #6. WAG itu berjalan aktif, bahkan juga memiliki dua agenda rutin yang sudah dijalankan.

Mau tau kegiatan apa saja yang ada di WAG Bunda Sayang #6 HIMA IIP Bekasi?

Pertama, SASA. Bukan merk micin kepunyaan abang bakso loh ya, hihihi. Ini singkatan dari SAling SApa. Ajang saling mengenal antar mahasiswa bunda sayang yang diadakan setiap hari Rabu. Kegiatan ini baru berjalan dan sudah menampilkan profil dua mahasiswa luar biasa.

Ada apa saja sih ketika SASA? Tentunya menampilkan data diri agar kita bisa lebih akrab. Dari sini bisa terlihat ternyata ada yang seumuran, satu alumni sekolah, satu hobi, dan lainnya.

Lalu akan ada sesi tanya jawab dari data diri atau cerita yang dibagikan. Hal ini bermanfaat sekali sebagai sarana melihat potensi atau keahlian yang dimiliki sekaligus pemicu semangat diri supaya bisa lebih baik.

Ibarat kata, kita melihat si A mahir membuat beragam kreativitas permainan anak, nah kita bisa mengadaptasi atau bahkan meniru hal tersebut. Bisa saling belajar kan?

Selain itu, rencananya akan ada edisi cerita “titik balik” kita selama hidup. Di sini kita akan berbagi cerita tentang kejadian atau pengalaman apa yang kiranya bisa diambil manfaatnya untuk orang lain. Wah, ini tentu keren juga kan? Belajar dari pengalaman orang lain tentu membuat kita menjadi lebih bijaksana.

Nah, kegiatan kedua namanya Pajamas Party. Tau kan istilah itu? Yup. Ngobrol santai sebelum tidur. Kegiatan ini Insya Allah akan diadakan setiap Selasa. Yang kerennya, di sini tak hanya ngobrol saja. Tapi juga akan didampingi sosok yang ahli di bidangnya. Mahasiswa kelas Bunda Sayang #6 dari Bekasi Alhamdulillah berisikan perempuan hebat semua. Ada dokter, psikolog, guru, pengusaha, dan lain-lain.

Terus ada apalagi?
Itu aja deh bocorannya. Kalau mau tahu lebih banyak, silakan mampir ke media sosial IIP Bekasi ya.

Semangat belajar kapan pun dan dimana pun gaes 😊

Salam,
Putri.

Mengenalkan Emosi pada Anak #antibaperbaperclub

Mengenalkan Emosi pada Anak #antibaperbaperclub

Bismillahirrohmanirrohim..

Assalammu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh

Pernahkah terbesit dalam pikiran kita, bahwa mengenalkan emosi pada anak adalah merupakan hal yang penting?

Pada dasarnya setiap anak tidak akan terlepas dari perkembangan emosional. Terkadang perkembangan emosional anak sering dikesampingkan oleh kita sebagai orang yang lebih tahu mengenai pendidikan.

Perkembangan emosi pada anak merupakan ujung tombak yang menentukan sikap, nilai dan perilaku di masa depan. Oleh karena itu, kita sebagai pendidik maupun orang tua seharusnya lebih memperhatikan perkembangan anak di masa dini terutama perkembangan emosi anak.

Perkembangan emosi yang dini memainkan peranan yang penting dalam menentukan hubungan sosial di masa depan dan pola perilaku terhadap orang-orang lain. Emosi hubungan yang hangat dengan orang lain seperti ayah, ibu, saudara, teman sebaya serta guru akan memberi pengaruh pada perkembangan emosi, sosial dan intelektual anak.

Pada saat anak berinteraksi dengan keluarga maka akan mempengaruhi interaksi anak di luar rumah. Apabila kebutuhan emosi anak tidak dapat terpenuhi, maka peran orang tualah yang utama mengambil andil untuk mulai mengenalkan emosi pada anak. Agar kelak anak bisa lebih mudah dalam memahami dirinya sendiri dan juga bisa mengendalikan perasaan serta emosinya.

 

Yuuuk! Kita kenal lebih jauh tentang seluk beluk mengenalkan emosi pada anak, agar kita bisa membantu anak untuk mengatur emosinya.

Untuk itu HIMA Bogor Institut Ibu Profesional mengadakan KulZoom “Mengenalkan Emosi pada Anak #antibaperbaperclub” bersama:

Narasumber:

Herly Novita Sari, M.Psi, Psikolog

(Psikolog Klinis Anak)

Senin, 21 September 2020

Mulai pukul 12.30- 14.00 wib

Kegiatan kuliah Zoom meeting ini juga akan diadakan secara LIVE melalui Youtube Ibu Profesional Bogor.

So, stay tune and don’t miss it IP-ers.