PIJAR: Bingkai Semesta E-Magz

PIJAR: Bingkai Semesta E-Magz

Tahun 2020 menjadi tahun produktif bagi mahasiswa Institut Ibu Profesional. Banyak mahasiswa yang menghasilkan karya baik berupa buku, kegiatan daring dan luring, jurnal ilmiah dan ide-ide menarik lainnya yang terinspirasi dari perkuliahan yang diikutinya.

Institut Ibu Profesional mengapresiasi capaian tersebut dan merangkumnya dalam E-Magazine Bingkai Semesta Gugus Bintang Penjelajah.

PIJAR 20 November

Saksikan Diskusi Seru Kupas Tuntas E-Magazine Bingkai Semesta Gugus Bintang Penjelajah #SemestaKaryaIIP2020 #MelangitkanKaryaCloud9 pada

Hari: Jum’at, tanggal 20 November 2020
Pukul : 15.30-16.30 WIB
Live Instagram @institut.ibuprofesional

Narasumber : Evi Marlina ( Pimpinan Project E-Magazine Bingkai Semesta Gugus Bintang Penjelajah)
Host : S. Dian Wulandari (Mahasiswa Bunda Sayang batch #6, IIP Efrimenia)

Set alarm dan jangan sampai ketinggalan ya! Ada banyak cerita seru yang akan dibagikan yang mungkin menginspirasimu 😉

Mau tahu isi dari E-Magazine Bingkai Semesta Gugus Bintang Penjelajah?

💫🪐💫🪐💫🪐💫🪐💫

E Magazine IIP 2020

101 Astro Gugus Bintang Penjelajah sudah melakukan ekspedisi di tahun 2020. Mereka bersungguh-sungguh dengan passionnya sehingga mampu menghasilkan karya yang terinspirasi dari perkuliahan di Institut Ibu Profesional.

Yuk simak keseruan kisah mereka di E-Magz Bingkai Semesta Gugus Bintang Penjelajah #semestakaryaIIP2020

📲 https://bit.ly/emagazinesemestakaryaIIP2020

Ada banyak cerita inspiratif yang akan kamu temukan, dan yakinlah kamu pun bisa menjadi bagian dari Bintang yang bersinar itu.

#gugusbintangpenjelajah
#semestakaryaiip2020
#melangitkankaryacloud9
#IIPberdampak
#E-MagazineIIP2020

💫🪐💫🪐💫🪐💫🪐💫

Kulwap Merawat Kuliner Khas Lampung & Cooking Challenge “Pisro” by TIM HIMA IIP LAMPUNG

Kulwap Merawat Kuliner Khas Lampung & Cooking Challenge “Pisro” by TIM HIMA IIP LAMPUNG

Hai bunda pembelajar, warta Lampung kali ini adalah tentang mengenal dan merawat kuliner khas Lampung yang keberadaannya terbilang langka. Kenapa langka? Karena tidak semua daerah di Lampung mengenal masakan tersebut.

Kok bisa? Penasaran dong ?

Yuk simak pemaparan Kahima Lampung, Linda Dwi hapsari dalam kulwapnya “Merawat Kuliner Khas Lampung, Pisro”

Check it out !

Selasa, 27 Oktober2020 ,IIP Lampung mengadakan kulwapdi WAG HIMA IIP Lampung dengan tema Merawat Kuliner Khas Lampung “Pisro”. Kulwap kali ini diisi langsung oleh Ketua HIMA IIP Lampung, Linda Dwihapsari, yang salah satu hobi produktifnya adalah memasak. Sebelum memulai kulwap, Ketua Hima IIP Lampung memperkenalkan provinsi Lampung sebagai Sai Bumi RuwaJurai (satu daerah ditempati dua adat, yaitu saibatin dan pepadun), serta beragam makanan khas Lampung  seperti, seruit, tempoyak, geguduh, kuesekubal, gulai taboh dan salah satunya adalah Pisro.

Dilansir dari jejamo.com, Pisro merupakan masakan khas lampung dari olahan ikan yang kerap menemani jamuan makan masyarakat Lampung Pepadun.Pisro memang tidak setenar pindang dan seruit. Walaupun berasal dari Lampung, tidak semua bagian Provinsi Lampung mengenalnya.

Kuliner langka ini berasal dari Menggala. Dahulu, masyarakat menggunakan ikan betok dan tembakang sebagai bahan utama. Ikan jenis tersebut memiliki rasa gurih yang khas, berdaging tebal dan bertekstur padat. Jika kesulitan untuk mendapatkan ikan betok dan ikan tembakang, bisa digantikan dengan ikan nila atau gurame.

Sayur pisro memiliki paduan rasa asam, pedas, manis dan gurih. Rasa gurih sayur ini berasal dari terasi. Selain terasi, ikan bakar dalam kuah berbumbu kental menjadi pemain utama di balik rasa gurih sayur pisro. Rasa  manis sekaligus pembentuk warna coklat kuah berasal dari gula aren yang digiling bersama bumbu. Irisan bawang merah menambah kedalaman rasa saat kuah kental dihirup.

Tidak sekedar mengenal dan memopulerkan makanan khas Lampung, Kelezatan sayur pisro juga menjadi alasan utama untuk mengulasnya. Sangat patut dicoba, untuk menambah khazanah masakan nusantara. Berikut cara membuatnya.

 

“Resep Pisro  Makanan Khas Lampung Adat Pepadun”

Bahan: 

Ikan tembakang atau betok. ( Saya 2 ikan nila )

1 gelas belimbing air putih

1 sdm gula aren, sisir halus

1 sdm terasi, sangrai dan haluskan

3 mata air asam  jawa, buangbijinya

Air jeruk kunci( saya 2 sdm air jeruk)

garam secukupnya

 

Bumbu Perendam Ikan: 

Garam, air jeruk, bawangputihhalus

 

Bumbu Halus: 

5 buah cabai merah besar

5 buah cabai rawit merah

5 butir bawang merah

 

Bumbu Iris: 

4 butir bawang merah, potong dadu

1 buah tomat, potong dadu

5 buah cabai rawit hijau, potong bulat

3 buah cabai merah besar, potong bulat

 

Cara Membuat: 

  1. Cuci bersihikan, kera tdan diamkan dalam bumbu perendam 30 menit
  2. Sisihkan
  3. Rebus air, beri bumbu halus, terasi, garam, dan gula aren. Aduk dan masak sampai mendidih
  4. Setelah mendidih dan agak kental, masukkan bumbu iris ( tomat, cabai, bawang  merah).
  5. Koreksi rasa danmatikan api

 

Saran Penyajian: 

  1. Ambil piring, letakkan.ikan
  2. Siram dengan bumbu dan berikucuran air jeruk
  3. Santap saat hangat

 

Catatan:

Tingkat pedas bisa disesuaikan seleraya.

 

“COOKING CHALENGE”

Setelah mengikut ikulwap Merawat Kuliner Khas Lampung “Pisro” , Linda Dwihapsari selaku pemateri memberikan challenge kepada member IP Lampung untuk me-Recook resep dan memostingnya di media sosial pribadi member IP Lampung. Dengan ketentuan sebaga iberikut.

  1. Posting hasil recook Pisro di media sosial pribadi dan mention instagram ibuprofesiona llampung @ibuprofesionallampung
  2. Menggunakan hastag sebagai berikut:

#kulwapwaghima

#kelasonline

#himaiiplampung

#merawatkulinerkhaslampung

#ibuprofesionallampung

  1. Durasi cooking challenge 28 Oktober-10 November 2020
  2. Dua peserta terbaik akan mendapatkan hadiah menarik dari pemateri.
  3. Pemenang diumumkan pada tanggal 15 November 2020

 

Selamat mencoba dan berkarya ^_^

( Semoga pisro tetap bisa lestari sebagai warisan kuliner yang selalu dirindukan. Selamat mencoba, yuk lestarikan kuliner khas Lampung, Bandar Lampung, 27 Oktober 2020 by. Linda Dwihapsari )

 

Berbagi Bahagia 5 Tahun Ibu Profesional Garut

Berbagi Bahagia 5 Tahun Ibu Profesional Garut

12 November 2015 ditetapkan sebagai hari jadi Ibu Profesional Garut. Sudah 5 tahun Ibu Profesional Garut berdiri. Dalam periode pertumbuhan anak, 5 tahun merupakan masa dimana anak sedang mengalami fase banyak bertanya, banyak mencoba, banyak melakukan kegiatan yang  membuatnya penasaran. Sehingga dapat menghasilkan suatu pengalaman yang sangat berharga.

Selamat Hari Jadi ke-5 Ibu Profesional Garut, semoga semakin maju dan bisa memberi kebermanfaatan untuk keluarga dan masyarakat luas.

Dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-5 Ibu Profesional Garut. Selasar Institut Ibu Profesional Garut melalui wadah Himpunan Mahasiswa, akan mengadakan event marathon “Mengenal Lebih Dekat” dengan tema “Berbagi Bahagia”. Event ini, nantinya akan diisi oleh Mahasiswa Bunda Produktif Batch #1 yang sedang aktif mengikuti perkuliahan selama 6 bulan.

Adapun jadwal pelaksanannya dilakukan  secara marathon setiap hari Rabu dan Jumat dengan memilih platform media whatsapp grup atau live facebook.

Berikut jadwal pelaksanaan mengenal lebih dekat “Berbagi Bahagia” :

Mengenal lebih dekat berisi obrolan seru, mengupas tuntas kebahagiaan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas selama perkuliahan. Tidak hanya itu saja, kebahagiaan mengambil peran kepengurusan, peran sebagai ibu yang bekerja di ranah publik dan peran sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik pun tak luput dari obrolan hangat kita setiap episodenya.

Dengan event mengenal lebih dekat ini, diharapkan dapat menularkan kebahagiaan diantara mahasiswa dan member Ibu Profesional sehingga bisa menuntaskan segala aktivitas perkuliahan dengan bahagia, mendapatkan keberkahan ilmu, juga bisa memberi kebermanfaatan untuk keluarga dan masyarakat luas.

Tim Medkom,

Bincang Tantangan Kemandirian

Bincang Tantangan Kemandirian

Bagaimana petualangan di zona melatih kemandirian? Capek? Seru? Tetapi juga menyenangkan ya. BinTang  atau Bincang Tantangan di kelas bunda sayang IP Jakarta. Bincang seru tantangan dan proses belajar selama menjalankan misi. Karena butuh teman yang saling bergandengan tangan dan saling mengingatkan untuk berubah menjadi lebih baik.

Para mahasiswa di kelas ini saling berbagi cerita dan keseruan ketika menjalankan misi tersebut. Mbak Lia Yulia menyampaikan, “Seru, deg-degan, karena bisa melatih kesabaran orang tua. Lain cerita dengan mbak Enggusti yang katanya seru dan kadang-kadang membuat kepala orang tuanya nyut-nyutan. Mbak Rezky pun memaparkan bahwa dari kegiatan ini ia belajar sabar dan meminimalisir membantu anak serta menjadi teladan adalah cara yang terbaik untuknya.

Kemandirian anak yang ingin dilatih orang tua pun berbeda setiap usianya. Ada yang masih berjuang dengan toilet training, makan sendiri, merapikan baju, serta membangun kebiasaan akan kemandirian terhadap jadwal belajar maupun jadwal harian lainnya. Mbak Elvira pun bercerita bahwa kini mereka sudah mulai terpikat untuk mencuci piring. Walaupun setelah itu, ada banjir lokal di rumah, hehe. Anak-anak juga ketagihan untuk diberikan kepercayaan dan kesempatan oleh orang tuanya. Loh, bagaimana bisa?

Ada pengalaman menggelikan dari mbak Lia Yulia. Ketika bundanya sedang melatih kesabarannya, anak yang umur 4 tahun saat ini setiap selesai mandi bisa menjemur handuk sendiri. Bagaimana kalau anak berkeinginan menjemur handuk harus simetris. Kiri dan kanan itu sama panjangnya. Tidak boleh ada yang satu panjang dan satunya pendek. Dari proses menjemur handuk aja bisa lama banget. Seru ya!

Pengalaman yang tidak kalah seru juga diceritakan oleh mbak Ima Umaimah. Ia berencana ingin mengasah bakat kemandirian finansial anak sulungnya dengan mengajarkan berdagang di depan rumah. Ternyata, anaknya pun antusias banget dari pagi sampai sore. Sampai-sampai, Ananda tidak mau beranjak dari dagangannya. Apa saja barang yang dijualnya? Cukup dagang makanan kecil. Alhamdulillah hasilnya pun lumayan.

Kemandirian ini tidak hanya untuk anak-anak, loh. Kemandirian juga bisa sebagai sarana latihan bagi orang dewasa. Bagaimana caranya? Mbak Azhimah berbagi tips dengan bersikap lebih tegas kepada diri sendiri. Berani untuk berkata “tidak” kepada orang lain. Dan jangan lupa untuk mengucapkan rasa terima kasih sama ke diri sendiri karena sudah berjuang sejauh ini.

Apakah semuanya berhasil menjalankan tantangan di misi ini? Pernah merasa lelah ketika menjalankannya? Mbak Kie turut berbagi pengalamannya. Pernah merasa terbiasa dengan keadaan dan lelah melakukan pengulangan kemandirian. Idealnya, orang tua jangan bosan untuk melatih anak. Karena semakin sering latihan, mereka akan semakin mahir melakukannya. Walapun begitu, tetap bahagia karena melihat perkembangan anak-anak yang luar biasa tiap harinya. Semoga ibu-ibu di sini selalu semangat menemani anak-anak. Walaupun dalam masa pandemi, sehat selalu semua, peluk.

Berikut ini tips dari para mahasiswi bunda sayang ini ketika melatih kemandirian anak ini, yaitu:

  1. Kita tidak memaksa anak agar seperti yang diinginkan orang tua. Karena semua butuh proses dan tidak ada yang instan.
  2. Orang tua belajar memposisikan diri sebagai anak agar mampu melihat bahwa mereka sedang di dalam proses belajar.
  3. Memohon kemudahan dan kebaikan kepada Allah SWT dalam menjalankannya.
  4. Tetap bahagia dan semangat menemani perkembangan anak. Karena anak-anak mengalami perkembangan yang luar biasa setiap harinya.

Dari diskusi ini, kita dapat mengambil sebuah kebaikan di dalamnya. Setiap orang tua maupun anak-anak punya keunikan masing-masing. Tantangan yang dihadapi pun berbeda-beda setiap keluarga. Selalu ada cerita dalam setiap prosesnya yang bisa diambil hikmahnya. Tantangan kemandirian ini dimulai saat orang tua berkomunikasi positif ke diri sendiri. Untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bekerja dengan cara mereka.

“Sebagaimana orang dewasa yang butuh 10.000 jam terbang untuk menjadi ahli, anak-anak pun butuh waktu untuk meningkatkan jam terbangnya untuk mejadi seorang yang ahli. Baik itu ahli untuk makan sendiri, ahli membersihkan dirinya, ahli beberes rumah, dan ahli lainnya. Bersemangat menemani anak-anak memulai 0 km untuk merawat dan memenuhi kebutuhan mereka sendiri hingga mampu mendelegasikan ke pekerjaan rumah. Benar kata kakawi untuk terima dan hargai prosesnya. Kelak mereka akan semakin terampil dengan kemampuannya.”, Ismi.

Salam Ima_Maria Fatimah dari HIMA Jakarta

KeTan Oktober : Manajemen Keuangan Keluarga

KeTan Oktober : Manajemen Keuangan Keluarga

Alhamdulillah hari Selasa minggu ke 3 Bulan Oktober, HIMASiMo kembali menyelenggarakan program KeTan. 

Apa tuh program KeTan?

KeTan itu singkatan dari Kuliah Kejutan 😆. Program ini diselenggarakan di WAG HIMA dengan narasumber dari member Ibu Profesional sendiri. Untuk tahun ini kami memang membuat target bahwa acara HIMA masih untuk internal member institut saja. Tujuannya adalah untuk membangun intimasi antara pengurus dengan member dan member dengan member.

Alhamdulillah sejauh ini acara online HIMA di WAG selalu ramai dan membernya selalu antusias. Walaupun program kami nggak banyak, tapi setidaknya bisa membangun kedekatan di internal member 🤗.

Nah, KeTan bulan Oktober ini kami membahas tentang Manajemen Finansial Keluarga dengan Narasumber Mbak Asri Diana. Beliau adalah member Ibu Profesional Surabaya-Madura. 

Pada dasarnya beliau bukan ahli ekonomi atau sejenisnya. Namun beliau menggeluti bidang finansial agar bisa menjadi manajer keuangan keluarga yang handal.

Kami sengaja mengadakan tema ini di HIMASiMo agar member kami semakin handal dalam mengatur keuangan keluarga. Selain itu member juga mendapatkan insight mengenai seperti apa dan bagaimana menjadi manajer keuangan keluarga. Karena istri jangan mau hanya jadi kasir yaa~

Apa saja sih yang dibahas saat sharing tentang Manajemen Keuangan Keluarga? Skuy! Disimak, makgaes~

Status Uang

Mungkin temans sering mendengar ungkapan, “Uang suami adalah milik istri, uang istri adalah milik istri”. Nah, ternyata ungkapan tersebut tidak 100% benar nih temans. Melainkan suami sebagai pencari nafkah dalam keluarga yang mana uang yang mana ia memiliki hak atas apa yang ia hasilkan.

Akan tetapi apa yang dihasilkan oleh suami juga terdapat hak keluarganya. Jika misalkan suami berpenghasilan 10 juta per bulan. Lalu diberikannya 6 juta untuk kebutuhan istri dan anaknya yang kemudian uang tersebut dikelola oleh istri. Maka suami sudah disebut memenuhi hak keluarga. Bagaimana sisanya? Sisanya adalah hak suami untuk memenuhi kebutuhannya.

Bagaimana jika seorang istri mempunyai penghasilan sendiri? Dalam islam, istri memiliki hak atas keuangannya sendiri. Sehingga ketika ia menghasilkan uang, maka uang tersebut adalah miliknya. Namun jika ia ridho, uang tersebut juga boleh digunakan untuk keluarganya sehingga nilai uang tersebut menjadi sedekah yang baik.

Nah, sampai disini temans sudah punya pandangan kan soal status uang dalam keluarga?

Yups, artinya tidak ada istilah uangmu adalah uangku, uangku adalah uangku. Melainkan uang yang dihasilkan perlu untuk diketahui bersama dan disepakati bersama soal pembagiannya. Karena komunikasi soal finansial ini menjadi penting dalam sebuah keluarga.

Namun bagaimana jika seluruh gaji suami diberikan kepada istri?

Ya, tidak masalah. Itu artinya suami sangat percaya kepada istri untuk mengelola hartanya 😊.

Financially Intimate

Setelah kita memahami bagaimana status uang di dalam keluarga, kemudian tentunya kita butuh untuk mengelolanya. Pengelolaan keuangan keluarga ini tidak hanya oleh satu pihak melainkan disepakati bersama antara suami dan istri. 

Sekurang-kurangnya ada 4 model pengelolaan keuangan yang biasa ditemukan dalam rumah tangga :

> Penghasilan suami istri digabung lalu digunakan untuk keperluan keluarga;

> Penghasilan suami sepenuhnya untuk keperluan keluarga, penghasilan istri miliknya sendiri;

> Suami memberikan uang bulanan kepada istri, namun penghasilan sesungguhnya tidak diketahui oleh istri;

> Penghasilan suami dan istri terpisah namun tetap ditujukan untuk keperluan keluarga. Misal gaji suami untuk bayar cicilan, sedangkan penghasilan istri untuk kebutuhan keluarga.

Pemilihan model pengelolaan keuangan keluarga tergantung dari kondisi dan kesepakatan masing-masing keluarga. Sehingga antara satu keluarga dengan keluarga lainnya memiliki cara pengelolaan keuangan yang berbeda-beda.

Dalam pengelolaan keuangan keluarga dibutuhkan keterbukaan mengenai kebutuhan keluarga agar tidak ada penyalahgunaan uang, konflik atau mungkin rasa tidak percaya. Oleh karenanya dalam keluarga dibutuhkan ruang komunikasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga yang mana masing-masing pihak perlu untuk menghadirkan hati dan pikirannya dalam diskusi tersebut.

Kedua pihak perlu juga memahami bahwa perbedaan pendapat dalam pengelolaan keuangan keluarga adalah hal yang lumrah. Namun dibutuhkan kata mufakat agar keuangan keluarga dapat terkelola dengan baik.

Selain itu dalam pengelolaan keuangan biasanya tidak hanya sekedar membahas kebutuhan bulanan. Namun juga perlu perencanaan jangka panjang seperti untuk naik haji, beli rumah, beli kendaraan atau lainnya. Perlu disepakati cara untuk mendapatkannya apakah melalui menabung, investasi, atau instrumen lainnya. 

Selain itu juga, istri sebagai manajer keuangan perlu melakukan financial check up agar keuangan keluarga dapat terkelola secara tepat. Kegunaan financial check up ini adalah untuk mengetahui aset yang dimiliki, jumlah hutang dan lain-lain. Jangan-jangan jumlah hutang atau cicilan yang dimiliki. Sehingga hal ini tentu nanti akan mempengaruhi pengelolaan keuangan.

Alokasi Dana Bulanan yang Sehat

Berbicara soal pengelolaan keuangan sudah pasti proses budgeting sudah termasuk di dalamnya dong ya. Akan tetapi ternyata masih banyak temans yang merasa tidak on track dalam implementasinya.

Nah, coba dicek lagi apakah temans sudah melakukan observasi terhadap kebutuhan bulanan? Apakah alokasi dana sudah sesuai dengan kebutuhan? Apakah temans sudah melakukan financial check up? Atau jangan-jangan permasalahannya ada disulitnya mengendalikan kebiasaan berbelanja? Xixixi

Pada dasarnya berbelanja nggak ada yang salah kok temans. Namun berbelanja sebagai hobi juga perlu ada alokasinya. Tapi setelah semua kebutuhan utama terpenuhi dong ya.

Secara umum ada beberapa aturan dasar dalam pengalokasian dana, diantaranya adalah :

> Pengeluaran zakat/infaq/sedekah. Karena sekurangnya 2.5% dari harta kita ada hak orang yang harus kita penuhi. Dalam Islam, urutan paling pertama untuk disedekahi adalah keluarga dekat terutama yang paling membutuhkan.

> Konsumsi bulanan tidak boleh lebih dari 50%. Karena seringkali keuangan bocor halus disini ya, temans. Apalagi kalau ada diskon makanan di aplikasi online. Jadi kalap deh 🤭🤭🤭.

> Investasi/tabungan minimal 30% dari penghasilan. Nah ini juga penting ya. Jangan nabung kalau ada sisa. Tapi sisihkan uang untuk ditabung terlebih dahulu. Jika menjelang gajian ada sisa uang bulanan, bisa deh tuh untuk ditabung, atau digunakan untuk bersenang-senang. Akan tetapi jika temans memiliki cicilan, maka disarankan untuk melunasi cicilan/hutang terlebih dahulu. Biar bisa lega ya, temans.

> Alokasi dana darurat sebesar 5%. Namun jika masih belum bisa, tidak apa-apa temans. Pada dasarnya dana darurat ini digunakan untuk keadaan mendesak seperti misalkan di PHK, sehingga masih memiliki dana darurat untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari sampai memiliki pekerjaan baru. 

> Dana untuk bersenang-senang. Nah perihal ini bisa dialokasikan jika semua kebutuhan paling prioritas sudah dibuat budgetingnya terlebih dahulu. Entah dengan cara menabung sisa uang bulanan atau lainnya. Dana untuk bersenang-senang ini seperti untuk shopping, jalan-jalan, dan lain sebagainya.

Simpanan, Tabungan & Investasi

Biasanya uang tabungan dan uang untuk keperluan sehari-hari ada di rekening yang sama atau berbeda nih temans? Jika keduanya ada di rekening yang sama disarankan agar temans memisahkan keduanya. Agar uang tabungan aman dan tidak sengaja terpakai.

Simpanan itu sendiri adalah pos pemberhentian sementara dari uang yang akan digunakan selama 1 bulan kedepan. Nah, jika tabungan diletakkan dalam 1 rekening yang sama, dikhawatirkan nanti akan terpakai secara tidak sengaja. Kan sayang banget ya.

Sekarang ada banyak banget penyedia jasa keuangan yang menawarkan rekening tanpa ATM dan tanpa biaya admin. Sehingga untuk tabungan bisa menggunakan jasa tersebut. Lumayan kan nggak bakal kena biaya admin bulanan. Hehe

Selain itu juga temans perlu memikirkan soal investasi. Mungkin dana darurat ini bisa disalurkan dalam bentuk investasi seperti beli emas atau lainnya yang sekiranya dirasa mampu untuk dijangkau. 

Nah, begitulah kira-kira isi diskusi pada KeTan bulan Oktober kemarin. Semoga bermanfaat ya bagi temans sekalian. Jika ada kekeliruan, mohon untuk memberikan koreksi. Terima kasih Teman HiMaSiMo 🍓🍓🍓