Bincang Tantangan Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas

Bincang Tantangan Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas

Bagaimana petualangan para mahasiswi pada zona Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas? Mau tahu bagaimana keseruan para Bunda melewati zona ini? Yuk, kita simak BinTang atau Bincang Tantangan di kelas bunda sayang IP Jakarta. Bincang seru tantangan dan proses belajar selama menjalankan misi. Karena butuh teman yang saling bergandengan tangan dan saling mengingatkan untuk berubah menjadi lebih baik.

Apa saja kegiatan yang bisa menstimulus kreativitas? Apakah harus kegiatan yang unik dan out of the box? Ternyata, tidak perlu bingung mencari aktivitas untuk menstimulasi kreativitas anak. Para Bunda menjadikan aktivitas sehari-hari sebagai stimulus kreativitas, misalnya kegiatan memasak atau menemani anak mengerjakan PR. Selain itu, muncul ide dan inisiatif dari anak, yang membuat para Bunda semakin semangat untuk menjalankan tantangan ini.

Di samping mengidentifikasi tipe belajar anak, di zona ini para Bunda juga belajar bahwa hal sekecil apa pun bisa dijadikan proses untuk menstimulasi kreativitas anak jika direncanakan dengan baik dan dijalankan dengan sadar.

Para mahasiswi kelas Bunda Sayang pun berbagi pengalamannya di acara BinTang ini. Bunda Nita menceritakan anaknya yang memiliki tipe belajar visual dan fokusnya mudah teralihkan ketika melakukan suatu kegiatan. Setelah melewati zona ini, bunda Nita menemukan penyebabnya karena aktivitas tersebut tidak membuat anaknya berbinar, sehingga ia tidak fokus dan tidak bersemangat.

Selain itu, cerita yang tidak kalah menarik dari bunda Ismi. Beliau membuat mesin ATM dari kardus bersama anaknya untuk mengenal uang kertas dan logam. Setelah menjalankan kegiatan ini, Bunda Ismi menyadari bahwa kinestetik bisa menjadi penguat auditori dan visual. Ibaratnya seperti praktikum di laboratorium; setelah membaca materi dan mendengarkan penjelasan, butuh praktek secara langsung supaya ilmunya lebih melekat.

Pada awalnya, di tantangan ini para mahasiswi Bunda Sayang bingung menafsirkan dan mengidentifikasi ICAN (Intellectual Curiosity, Creative Imagination, Art of Discovery & Invention, Noble Attitude) dari aktivitas yang dijalankan karena selama ini mereka memiliki mindset bahwa tujuan belajar untuk mendapatkan nilai bagus di sekolah. Setelah menjalankan tantangan selama 15 hari, para bunda bisa memperbaiki niat dan tujuan belajar.

Dari diskusi ini, kita bisa mengambil banyak hikmah. Adapun cara belajar setiap anak itu berbeda-beda dan tujuan belajar bukanlah sekedar mencari nilai bagus di sekolah. Walau bagaimanapun, ada empat hal tujuan belajar ini, antara lain:

  1. Intellectual Curiosity (meningkatkan rasa ingin tahu)
  2. Creative Imagination (meningkatkan daya kreasi dan imajinasi)
  3. Art of Discovery & Invention (mengasah seni atau cara anak agar selalu bergairah dalam menemukan sesuatu)
  4. Noble Attitude (meningkatkan akhlak mulia)

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda

Bincang Tantangan Cerdas Emosi dan Spiritual

Bincang Tantangan Cerdas Emosi dan Spiritual

Kali ini para mahasiswi memasuki zona cerdas emosi dan spiritual dan ditantang untuk membuat Family Project selama 15 hari. Mau tahu bagaimana petualangan mahasiswi melewati zona ini? Yuk kita simak BinTang  atau Bincang Tantangan di kelas bunda sayang IP Jakarta. Bincang seru tantangan dan proses belajar selama menjalankan misi. Karena butuh teman yang saling bergandengan tangan dan saling mengingatkan untuk berubah menjadi lebih baik.

Apakah hubungan antara family project dengan kecerdasan emosional dan spiritual?

Untuk mencapai sukses dan bahagia dalam hidup, seseorang perlu melatih tiga kecerdasan: kecerdasan intelektual atau Intelligence Quotient (IQ), kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ), dan kecerdasan spiritual atau Spiritual Quotient (SQ). IQ membuat seseorang menjadi pandai, EQ membuat seseorang bisa mengendalikan diri, dan SQ memungkinkan hidup seseorang menjadi penuh arti dan memahami posisinya sebagai hamba Tuhan.

Oleh karena itu, pada zona ini mahasiswi ditantang untuk membuat aktivitas bersama anggota keluarga supaya mencapai tujuan yang di tetapkan bersama, sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan EQ dan SQ. Para mahasiswi pun memilih satu sahabat terbaik di dalam keluarga untuk sama-sama menjalankan family project ini.

Bagaimana kesan para mahasiswi selama menjalankan family project ini? Apakah berjalan dengan lancar dengan ide project yang ada? Bagaimana menyiasati tantangannya?

Banyak mahasiswi yang menjadikan anak sebagai sahabat terbaiknya di zona ini. Pada awalnya, mereka kebingungan mau mengajak main apa sampai memikirkan konsep yang terlalu ruwet. Eh, ternyata anak sudah punya konsep mainan sendiri, jadi orang tua cukup menyesuaikannya.

Tips yang bisa diterapkan ketika menjadikan anak sebagai sahabat orang tua adalah miliki cinta dan kepercayaannya. Ketika hal tersebut sudah didapatkan, orangtua menjadi lebih mudah untuk mengarahkan anak dan mengimplementasikan nilai-nilai yang sudah dirancang.

Tak hanya bermain, kegiatan sederhana yang dilakukan sehari-hari pun bisa dijadikan family project. Misalnya belajar atau muroja’ah harian, memasak, dan merapikan barang ala konmari yang melibatkan anak. Hal penting yang harus diperhatikan adalah konsistensi dan intonasi ketika berinteraksi dengan anak. Sebagai orangtua, jangan memberikan kesan menyuruh anak, tetapi ajaklah anak untuk mengerjakan bersama. Dengan begitu, kegiatan sederhana pun bisa membuat tangki cinta anak menjadi penuh.

Selain anak, ada beberapa mahasiswi yang menjadikan suami, teman, ibu, dan anggota keluarga lain sebagai sahabat. Family project yang dilakukan pun beragam, mulai dari bermain bersama keponakan, quality time dengan suami, hingga mengajarkan hafalan dan doa sehari-hari kepada anak-anak di lingkungan sekitar.

Pelajaran apa saja yang berkesan di hati para mahasiswi setelah melewati zona ini?

Hikmah dan pelajaran yang didapatkan para mahasiswi setelah menjalankan family project selama 15 hari, antara lain:

  1. Family project bersama sahabat terbaik bisa dimulai dari kegiatan yang sederhana. Kuncinya adalah menjalankan aktivitas dengan mindfulness yang secara tidak langsung mengandung EQ dan SQ di dalamnya.”
  2. Sifat tauhid dapat diterapkan pada anak melalui kegiatan sehari-hari yang sederhana.
  3. Manajemen emosi adalah hal penting yang tidak boleh disepelekan. Karena project ini melibatkan orang lain sebagai sahabat, kita perlu mengelola emosi diri sendiri dan sahabat agar project berjalan dengan baik. Di sini, komunikasi produktif memegang peran yang sangat penting. Karena ketika kita menghadapi segala sesuatu dengan sabar dan emosi yang terkendali, insya Allah kondisi apa pun bisa dihadapi dengan baik, termasuk ketika emosi sahabat sedang meninggi.
  4. Manusia hanya bisa membuat rencana. Pada akhirnya, Allah yang menentukan proses keberjalanan dan hasilnya.

Kesimpulannya, keberhasilan seseorang tidak hanya terletak pada kecerdasan intelektual belaka, tetapi juga kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Family project ini adalah salah satu ikhtiar beraktivitas dengan anak-anak untuk meningkatkan EQ dan SQ mereka. Pada dasarnya semua anak terlahir cerdas, namun kecerdasan perlu dimaknai agar bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda

 

Jejak Perjalanan Bunda Produktif

Jejak Perjalanan Bunda Produktif

Desty putri

Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Institut Ibu Profesional. Saya telah menjadi bagian dari IIP sejak tahun 2016, sebelum menik

ah. Selalu terpesona dan bersemangat sejak mengikuti matrikulasi sehingga saya memilih tidak pernah menunda setiap ada kenaikan kelas. Hingga sampailah saya di Bunda Produktif.

Di tahap ini saya benar-benar dituntut untuk produktif menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Sejak awal kelas kami (para mahasiswi) sudah dihadapkan pada kejutan yang sangat menarik yaitu sebuah kota bernama Hexagon City. Kota ini penuh dengan solusi dan ide-ide brilian. Kami memulai membangun kota ini dengan merancang rumah impian pada pekan pertama. Rumah impian ini sangat unik karena berbentuk segienam dan rumah itu juga harus gue banget. Lumayan challenging apalagi bagi saya yang tidak pintar membuat desain rumah. Jadilah rumah impian ini disusun sebisa saya.

Kami didekatkan dengan tetangga satu passion yang kemudian dikenal dengan istilah Co Housing. Saya berada di Co Housing Kepenulisan 7 yang terdiri dari 10 orang di passion yang sama dan dipimpin oleh seorang leader. Kumpulan Co Housing ini berkumpul menjadi sebuah cluster, cluster saya bernama Solutif. Masih di pembangunan kota, kami melanjutkannya dengan pemilu serentak. Di pekan ini kami memilih walikota Hexagon City. Meski calon kandidat saya tidak menang di pemilu ini tapi all is well, saya menyerahkan semua kebijakan pada pemimpin terpilih.

Pekan-pekan berikutnya lebih menantang. Dimulai dari zona Habit, Enjoy Easy Excellent Earn, Xtra miles, Agility, Growth, Open Space, dan News. Masing-masing zona mempunyai suka duka tersendiri dan semuanya menbekas di hati.

Zona Habit. Awal perkenalan dengan teman-teman Co Housing, kami belum saling mengenal tapi harus merancang habit yang seirama supaya bisa berjalan beriringan. Di sini kami menentukan Project Passion yang akan kami selesaikan di akhir zona. Terpilihlah Project Passion membuat cerita anak yang disajikan dalam 3 jenis cerita yaitu fiksi, non fiksi, dan aktivitas. Cukup menantang karena background kami berbeda-beda. Kami harus membangun habit supaya proses menulis cerita anak bisa berjalan dengan mulus. Bagi saya pribadi, di zona ini begitu berbinar-binar karena cerita anak menjadi salah satu genre favorit.

Di zona berikutnya, manajemen 4E. Kami harus mengkasifikasikan kegiatan yang termasuk dalam kategory Enjoy, Easy, Excellent, maupun Earn. Karena di awal sudah bahagia dengan project passion, maka di zona ini tak banyak kesulitan berarti. Hanya menjadi kurang optimal karena masalah pribadi.

Zona Xtra Miles atau saya menyebutnya sebagai zona percepatan. Di zona ini dituntut untuk menyiapkan energi ekstra demi terselesaikannya project passion. Jujur saja ini pas banget dengan masalah kami. Saya pribadi merasa pergerakan kami melambat sehingga di zona ini kami benar-benar dipaksa menyediakan energi ekstra

Zona Agility. Di zona ddini kami dituntut menjadi seseorang yang empati dsn proaktif. Harus mengambil peran dalam cluster. Bagi saya hal ini tidaklah mudah. Cluster terdiri dari kurang lebih 10 co housing artinya ada ratusan orang dan puluhan project passion. Masing-masing harus berkontribusi dalam sebuah tim sukses dan saya mengambil peean di tim sukses C sebagai reseller project passion.

Zona Growth. Zona yang baru saja kami lewati. Di sini kami distimulus untuk menyelesaikan masalah hingga tuntas. Dan yang paling berkesan bagi saya adalah metode menyelesaikan masalah dengan six thinking hats. Menarik sekali. Metode ini sangat membantu dalam menentukan solusi sampai ke akar-akarnya.

Zona Open Space. Zona ini hendak kami mulai. Ya, saat ini kami sedang berada di zona O. Di zona ini kami harus mengambil peran pribadi baik sebagai host, participant, bumblebee, maupun butterfly. Semua bebas memilih peran. Dan setidaknya saya harus mencoba sebagai host.

Zona News. Zona ini masih rahasia. Dikarenakan belum ada bocoran apa-apa maka saya tak bisa bercerita banyak terkait zona ini.

Nah, itu adalah zona-zona wajib yang harus saya ikuti. Saya senang karena mendapatkan banyak teknik baru dari pemaparan Ibu. Bahkan saya meniru dan memodifikasi beberapa teknik mengajar yang didapatkan untuk diterapkan di perkuliahan saya. Banyak sekali manfaatnya. Meski duka sih tetap ada. Kadang saya masih baper baper club ketika teman-teman Co Housing tidak menanggapi usulan saya. Kadang juga bersitegang pendapat. Kadang merasa jenuh dan terintimidasi. Ya begitulah..

Oya, selain manfaat tersebut saya juga mendapat manfaat keilmuan yang luar biasa melalui pelatihan atau event yang diselenggarakan hexalink dan program mentorship. Ada beberapa pelatihan free yang saya ikuti seperti portofolio anak, menulis cerita anak, desain ebook, neuroparenting, dan sebagainya. Sementara di program mentorship, sebagai mentee saya mengikuti pelatihan menulis fiksi. Ilmu yang saya dapat sangat luar biasa. Sedangkan sebagai mentor saya mengangkat materi stimulasi read alod bagi anak. Ya meski program ini belum berjalan karena beberapa kendala.

Sebagai pembelajar saya sangat senang berkesempatan masuk di bunda produktif. Sedih hanya bagian dari perjalanan kehidupan. Rasa jenuh, lelah, bosan juga kadang melanda, namun diri ini selalu mengusahakan untuk tetap on track. Fokus pada tujuan sehingga semangat kembali terbangun.

 

 

WARTA BAIK HIMA SAMKABAR BULAN FEBRUARI 2021

WARTA BAIK HIMA SAMKABAR BULAN FEBRUARI 2021

WARTA BAIK HIMA SAMKABAR FEBRUARI 2021

Memasuki tahun baru 2021 dengan kondisi yang masih pandemik membuat kami di HIMA IP Samkabar mencoba mengikuti tuntutan zaman yang lebih banyak online. Pada warta baik kali ini kami membagi kabar tentang agenda online kami baik yang baru maupun yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Inilah 3 kegiatan kami di Hima Samkabar :

1. Biru (Bincang Seru ) sebuah acara live streaming Hima Samkabar yang mengangkat tema seputar kesehatan dan parenting .
Episode Biru 30 Jan 2021 kemarin mengangkat tema tentang ” Pengaruh Gadget dalam Tumbuh Kembang Anak”.
Narsum dalam acara tersebut adalah psikolog dan praktisi kebidanan yang juga mahasiswa Bunsay batch 6 .
Obrolan santai sarat makna ini bisa di lihat di https://www.facebook.com/IbuProfesionalSamkabar/videos/465969237896736/.

 

2. Selain Biru Hima Samkabar membagikan berita baik dari Telegram Hima juga tentang Sharing Session dari seorang guru muda yang pernah bertugas di pedalaman Papua sekaligus mahasiswa bunsay batch 6 Tami Afriyani . Pada sesinya mba Tami mengkisahkan bagaimana perjalanan beliau mengajar di daerah terjauh, terluar dan tertinggal di belahan timur Indonesia.

3. Hima Samkabar mengadakan program terbarunya yaitu Menulis Quotes yang diberlakukan untuk seluruh para member.

Penulisan Quotes diadakan di pekan pertama dan ketiga dimulai dari hari kamis hingga ahad. Setiap penulisan Quotes sangat bervariatif yang memiliki tujuan sama yakni agar dapat memberikan semangat dan energi positif kepada sesama member.

Dan bagi member yang mengumpulkan quotes, maka quotes akan di posting di Instagram Ibu Profesional Samkabar dengan harapan dapat memberi dampak yang lebih luas lagi. Beberapa quotes hasil karya mahasiswa hima Samkabar :

Quotes lengkap dapat dilihat pada :
https://www.instagram.com/p/CKbT4zxpieS/?igshid=5tse441x5fz4

https://www.instagram.com/p/CKbUD82JpB1/?igshid=1v97l9t0poulm

 

 

Keseruan Puncak Milad IP Sidomojo, Menjawab Tantangan Ibu Masa Kini dan yang Akan Datang Bersama Ibu Septi Peni Wulandani

Keseruan Puncak Milad IP Sidomojo, Menjawab Tantangan Ibu Masa Kini dan yang Akan Datang Bersama Ibu Septi Peni Wulandani

 

 

 

 

 

 

Alhamdulillah…Pada bulan Januari 2021 kemaren Ibu Profesional Sidoarjo Mojokerto genap berusia satu tahun. Tepatnya pada tanggal 25 Januari 2021

Setahun yang lalu tepatnya tanggal 25 Januari 2020, Ibu Profesional Sidoarjo Mojokerto berdiri. Ibu Profesional yang nama kerennya IP SidoMojo atau SiMo ini adalah pemekaran dari IP Surabaya Raya.

Dalam memperingati milad kesatu IP SidoMojo, ada parade dari tiap komponen yang dimulai pada bulan Januari .

Adapun parade tersebut :
🌼Tanggal 10 Januari live IG bersama Laila Asri dengan tema “Tetap Cuan Walau lagi Dasteran”
🌼Tanggal 16 Januari Zoom meeting bersama Ira Shopia dengan tema “Visual Thinking Strategy”
🌼Tanggal 17 Januari Live IG bersama Arifa Ersa dengan tema “Cooking Class & Food Photography Tips”
🌼Tanggal 23 Januari Live IG bersama Dian Kusumawardhani dengan tema “Bedah Kolase Karya Tulisan Member”
🌼Tanggal 24 Januari Live IG bersama Vidya Ayuningtyas dengan tema “Sharing Kasih Penyintas Covid 19”
🌼Tanggal 6 Februari live IG bersama Anggareni Dyah feat Ninik Suhartini dengan tema “Sulap Baju Bekas Jadi Bantal Lucu”
🌼Tanggal 7 Februari zoom meeting berkisah bersama sahabat yatim dengan Kak Dewi dan Cika

Dan pada siang hari ini, tepatnya 12 Februari 2021, IP Sidoarjo Mojokerto menggelar acara puncak milad, dengan mengundang narasumber yakni Bunda Septi Peni Wulandani, inisiator ibu profesional.

Apa saja yang hari ini disharingkan oleh ibu Septi…yuk kita intip sebentar

Banyak tantangan yang kita hadapi sebagai ibu masa kini, yang tidak bisa disamakan dengan pola asuh kita pada masa dulu. Sehingga kita sebagai ibu harus terus menantang diri untuk berbenah sesuai dengan kemajuan jaman

Jika dulu ibu kita mendidik kita dengan cara, I teach You

Maka sekarang, bukan lagi saatnya seperti itu.

Untuk mendidik generasi Alpha, posisikan diriYou know Better, Let Me hear You 

(Septi Peni)

Nah tuntutan, perkembangan anak anak kita dari masa ke masa tidak lah sama. Bunda Septi menuturkan bagaimana beliau belajar bersama Ara dan Enes berbeda dengan ketika mendampingi Elan. Padahal jarak mereka hanya terpaut 6 tahun. Karena itulah, Ibu harus terus berbenah dan tertantang untuk layak mendampingi anak anak nya.

Anak – anak, dengan ada atau tidaknya kita, akan menjemput takdir masing masing dengan versi terbaiknya. Maka tugas kita adalah menguatkan LAKU agar menjadi Layak di mataNya

Kitalah yang memerlukan anak anak, bukan sebaliknya. (Septi Peni)

Untuk selengkapnya yuk kunjungi  youtube official Ibu Profesional Sidomojo

https://youtu.be/2rKHoWi_FGI

Rasakan keseruannya dan temukan manfaatnya.

Jangan lupa like dan subcribe yah…