Cancer Education for Mom

Cancer Education for Mom

HIMA Jakarta Kembali mengadakan acara COBEK#4 (Cerita Orang Berbakat, Enerjik, dan Keren) pada hari Jumat, 12 Februari 2021. Tema yang diangkat pada COBEK kali ini mengenai edukasi kanker dalam rangka Hari Kanker Sedunia yang diperingati pada 4 Februari. HIMA Jakarta mengundang salah satu mahasiswi bunda sayang#6 yang merupakan seorang dokter sebagai narasumber, dr. Intan Farida Yasmin, M.Sc, DIC. Acara ini diadakan di Telegram HIMA Jakarta dan dipandu oleh Ratih Nurlita Inaya. Mau tahu bagaimana keseruan diskusi ini? Yuk langsung saja kita intip isinya.

Sebelum acara berlangsung, dr. Intan memberikan ringkasan materi ke Telegram HIMA Jakarta dan mendapatkan respon yang sangat positif dari teman-teman HIMA Jakarta. Antusiasme peserta yang tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan ramainya ruang obrolan telegram selama diskusi berlangsung.

Pembicara menyampaikan bahwa kanker adalah kondisi penyakit ketika sel abnormal memperbanyak diri dan menyebar ke jaringan lain secara tidak terkendali yang karena mutasi atau perubahan genetik (DNA). Mutasi bisa diturunkan dari orang tua (keturunan), terjadi dengan sendirinya karena kesalahan pembelahan sel, atau paparan agen lain dari lingkungan seperti: radiasi UV, bahan kimia, rokok, dan sebagainya.

Sel kanker sudah tidak berfungsi seperti sel normal, tetapi tetap mengambil suplai nutrisi dan oksigen untuk terus tumbuh mendesak sel-sel normal serta dapat menyebar ke jaringan sekitarnya (invasif). Normalnya, sel yang sudah tua atau tidak berfungsi akan mati atau dimatikan oleh sel imun. Namun, pada sel kanker yang terjadi adalah terus menerus tumbuh tanpa kendali, bahkan dapat menghindari penghancuran oleh sel imun.

Kanker bukan penyakit yang muncul tiba-tiba karena termasuk penyakit kronik yang membutuhkan waktu panjang untuk menimbulkan gejala atau keluhan. Di Indonesia, jenis kanker yang banyak ditemui pada orang dewasa adalah kanker payudara, leher rahim, ovarium, colorectum, tiroid, paru-paru, jantung, nasofaring, dan prostat. Sedangkan pada anak-anak (<18 tahun) adalah leukimia dan retinoblastoma.

Mencegah tentu lebih baik dari daripada mengobati. Karena ada faktor risiko kanker yang dapat diubah (gaya hidup, pola makan, dan berhenti merokok) atau tidak dapat diubah (jenis kelamin, usia, dan genetik). Pencegahan kanker dapat dimulai dengan menerapkan gaya hidup dengan CERDIK:

Cek kesehatan secara berkala
Enyahkan asap rokok dengan menghindari paparan asap rokok
Rajin aktivitas fisik
Diet sehat dan seimbang (pola makan)
Istirahat cukup
Kelola stress

Gejala awal kanker sering tak dikenali. Sebab gejalanya mirip dengan ciri-ciri penyakit umum. Kita wajib WASPADA jika merasakan gejala seperti ini:

Waktu buang air besar atau kecil dan perubahan kebiasaan atau gangguan
Alat pencernaan terganggu dan susah menelan
Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor)
Andeng-andeng (tahi lalat), yang berubah sifatnya menjadi besar dan gatal
Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh
Adanya koreng atau borok yang tidak mau sembuh-sembuh

Poin-poin di atas merupakan cuplikan materi yang disampaikan oleh dr. Intan. Baru cuplikannya saja sudah banyak banget ilmu yang didapatkan nggak sih? Begitulah teman-teman, COBEK#4 ini materinya memang “daging“ banget. Nah, selanjutnya kita simak yuk beberapa QnA dari banyaknya pertanyaan menarik yang disampaikan oleh para peserta.

Bagimana cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk ibu menyusui?
Pada saat menyusui, secara normal payudara akan membesar karena kelenjar-kelenjar yang memproduksi ASI mengalami pembesaran. Pemeriksaan SADARI sebaiknya dilakukan saat payudara kosong atau terasa kempes, misalnya ketika siklus menstruasi hari ke-7 sampai hari ke-10. Jika dicurigai terdapat benjolan yang tidak biasa dan tidak hilang meski setelah payudara kosong, sebaiknya diperiksakan ke dokter. Biasanya diperlukan pemeriksaan lain seperti USG untuk mengetahui benjolan tersebut dengan lebih jelas, apakah hanya pembesaran kelenjar asi atau sumbatan kelenjar (tumor).

Untuk wanita yang menderita kanker payudara, apakah masih bisa tetap memberikan ASI pada anak?
Jika pasien sudah didiagnosis kanker payudara (tumor ganas) stadium awal, maka biasanya dilakukan pengambilan semua jaringan payudara beserta kelenjar limfe nya. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran sel kanker ke jaringan dan organ lain yang dapat memperburuk kesehatan pasien, bahkan meningkatkan risiko kematian. Akibatnya, payudara yang terkena kanker kemungkinan besar tidak bisa digunakan untuk menyusui. Namun, pasien tersebut masih bisa menyusui dengan payudara satunya jika sehat dan terbebas dari kanker.
Apabila tumornya jinak, cukup bagian tumornya saja yang diambil, tidak harus semua jaringan payudara. Jika kondisinya seperti ini, maka masih sangat memungkinkan untuk menyusui selama kelenjar ASI nya masih ada.

Kapan sebaiknya dilakukan vaksinasi HPV (Human papillomavirus)?
Pada tahun 2020, kasus kanker cervix (leher rahim) pada wanita Indonesia menempati peringkat kedua setelah kanker payudara. Vaksinasi HPV merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker cervix. Di negara maju, program vaksinasi ini berhasil menekan angka kejadian dan kematian yang disebabkan kanker cervix. Sebaiknya vaksinasi dilakukan sebelum menikah atau sebelum melakukan hubungan seksual.

Apabila orang tua pernah menderita kanker, apakah anak keturunannya juga bisa mengalami hal yang sama?
Jika terdapat riwayat kanker pada keluarga inti, maka keturunannya juga ada faktor risiko mengalami hal serupa. Namun, bukan berarti pasti terjadi. Banyak faktor eksternal lainnya yang juga bisa berkontribusi memicu kanker, seperti: pola hidup sehat, pola makan, paparan radiasi, dan bahan kimia. Apabila terdapat riwayat kanker pada keluarga, maka sangat disarankan untuk memilki gaya hidup yang lebih sehat dan rutin melakukan kontrol kesehatan.

Apakah pasien bisa sembuh total setelah mengidap kanker?
Bisa. Jika deteksi kanker dilakukan sedini mungkin sebelum menyebar dan dilakukan penanganan secepatnya, maka pasien bisa sembuh total. Banyak pasien yang memiliki umur panjang dan bisa beraktvitas normal setelah sembuh dari kanker.

Semoga COBEK#4 ini bisa menjadi pencerahan mengenai kanker untuk teman-teman semua ya. Stay safe & healthy guys!

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda

Bincang Tantangan Membentuk Karakter dengan Stimulasi Baca Tulis dan Literasi Digital

Bincang Tantangan Membentuk Karakter dengan Stimulasi Baca Tulis dan Literasi Digital

Setelah berhasil menempuh zona Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas di zona 4, para mahasiswi melanjutkan perjalanannya ke zona 5, yaitu Membentuk Karakter dengan Stimulasi Baca Tulis dan Literasi Digital. Para mahasiswi di kelas ini saling berbagi cerita dan keseruan ketika menjalankan tantangan tersebut. Mau tahu bagaimana keseruan para mahasiswi melewati zona ini? Yuk kita simak BinTang atau Bincang Tantangan di kelas bunda sayang IP Jakarta 😊

Mbak Enggusti menyampaikan bahwa zona ini membuat anak-anaknya menjadi rajin membaca buku, padahal awalnya malas dan tidak begitu tertarik. Bahkan, kebiasaan membaca buku ini terus berlanjut setelah tantangan zona 5 selesai.
Ada cerita yang tak kalah seru dari Mbak Basitoh. Ia mencoba meng-upgrade tantangan untuk anaknya yang sudah terbiasa membaca menjadi bercerita. “Alhamdulillah, abang jadi suka menceritakan isi bukunya dengan mengalir begitu saja dan bahasanya mulai runut.”, begitu tutur Mbak Basitoh.
Selanjutnya, ada Mbak Nurindah dan Mbak Afifah yang menceritakan pengalaman yang sama. Anak-anaknya jadi suka mengulangi buku bacaan yang sama hingga hafal isi bukunya, padahal belum bisa membaca.
Tak hanya buku fisik, buku digital pun bisa dijadikan pilihan untuk meningkatkan literasi baca tulis bagi anak. Seperti halnya Mbak Ailyxandria yang membiarkan anaknya memilih sendiri buku bacaan digital yang ia inginkan. Namun, kegiatan ini tetap berada dalam pengawasan orang tua untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti anak browsing sesuatu yang kurang sesuai.

Kalau hanya membaca buku setiap hari, lama-lama kita dan anak akan merasa bosan nggak sih, teman-teman? Nah, ada cerita menarik dari Mbak Vika yang menempuh cara berbeda untuk memotivasi dan membangkitkan semangat membaca. Mbak Vika membuat pohon literasi dengan cara menggambar pohon, kemudian menyiapkan kertas sebanyak mungkin untuk dijadikan bagian daun. Setiap kali selesai membacakan buku untuk anaknya yang belum bisa membaca, Mbak Vika menempelkan daun di pohon tersebut. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin rimbun daunnya, semakin senang pula anaknya ketika melihat pohon tersebut.

Stimulasi ini tidak hanya untuk anak literasi anak, loh. Ada Mbak Rezky Ayu yang berhasil menyelesaikan 2 buku bacaan dan Mbak Ima yang berhasil menyelesaikan 1 buku bacaan selama 15 hari. Tantangan yang dihadapi adalah konsisten membaca walaupun hanya beberapa halaman dan mencari waktu yang pas untuk menyempatkan membaca buku di sela aktivitas yang padat. Mbak Ima juga belajar untuk tidak hanya sekedar membaca, tetapi juga mengikat ilmu melalui tulisan. Membuat poin-poin penting lalu coba merefleksikannya dengan kehidupan sehari-hari.

Dari diskusi ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa untuk meningkatkan literasi baca tulis dan digital pada anak ataupun diri sendiri, bukanlah suatu hal yang instan. Diperlukan konsistensi, bahkan kreativitas supaya kegiatan literasi baca tulis tidak menjadi hal yang membosankan. Selain itu, kita sebagai orang tua juga perlu memberikan contoh nyata bagi anak yang merupakan peniru ulung. Selamat membaca, salam literasi!

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda

Ayo Mendongeng!

Ayo Mendongeng!

“Empat hal yang tak akan ditolak oleh anak yakni bermain, kejutan, hadiah dan dongeng” Septi Peni Wulandani, founder komunitas Ibu Profesional. 

Empat amunisi ini bisa kita pakai untuk menyentuh hati anak dan memenangkannya. Adakah sebuah dongeng/cerita yang terus teringat dalam memori kita? bisa jadi karena sejak kecil kita sering mendengar cerita tersebut atau sangat mengena di hati, terngiang-ngiang hingga kini.

Mendongeng merupakan salah satu media komunikasi untuk menyampaikan sebuah cerita. Cerita fiktif/ imajinasi bisa juga cerita nyata atau pengalaman. Mendongeng adalah bertutur, dilakukan dengan suara berintonasi, ada ritme, dan melibatkan ekspresi wajah, gerak/bahasa tubuh serta alat bantu seperti buku, iringan musik, mainan, gambar dan benda-benda lain. 

Manfaat Mendongeng

Mendongeng sebagai media mendidik tanpa menggurui, menasehati tanpa menceramahi. Mentransfer nilai-nilai kehidupan dengan cara yang halus dan seru. Saat mendengarkan dongeng, anak menikmati sekaligus mengenal dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam cerita, tanpa perlu diberitahu secara eksplisit.

Dongeng bisa berupa cerita tentang sejarah masyarakat, asal usul keluarga atau cerita tentang salah satu anggota keluarga. Dapat berupa peristiwa, perjuangan, tradisi, kebudayaan dan warisan nilai. Dongeng semacam ini bisa membantu anak menempatkan diri sebagai individu yang menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat.

Mendongeng mampu mengembangkan kemampuan intelegensia anak. Suatu dongeng bisa menggugah daya pikirnya sebagai respon cerita yang didengarnya, kenapa begini, mengapa begitu, berbagai tanda tanya, rasa penasaran atas cerita yang didengarnya. Mungkin ada satu atau dua dongeng yang menjadi favorit anak, dan senang bila diceritakan berulang-ulang, repitisi ini melatih daya ingat anak. Mendongeng juga melatih konsentrasi anak, latih kemampuan mendengar/ menyimak. 

Kemampuan bahasa anak akan berkembang baik dengan teratur mendengarkan dongeng. Alunan/intonasi suara, kreasi bunyi yang ekspresif bisa menstimulasi bagian otak yang berperan mengatur bahasa. Anak kaya akan perbendaharaan kosa kata, tata bahasa dan pengejaan. Dongeng mampu merangsang dan membangkitkan kegemaran anak terhadap buku. Apabila dongeng dilakukan dengan media buku sebagai sarana dan sumber cerita. Mendongeng dengan menggunakan buku sebagai sumber cerita, membacakan isi cerita sesuai yang tertulis dibuku dengan menggunakan tata bahasa yang baik, sekaligus intonasi suara dan ekspresi wajah yang sesuai, dikenal dengan istilah read aloud. Bisa ditambah dengan menunjukkan bagian-bagian atau gambar ilustrasi yang sedang dibaca. Demikian terlihat bahwa membaca itu kegiatan menarik dan menyenangkan. 

Melalui dongeng anak dapat menemui dan (seolah) mengalami suatu pengalaman dan keadaan/ situasi yang sulit, yang membuat takut, marah, lelah, senang, puas dan beragam bentuk emosi lain. Mengenal bentuk-bentuk emosi, perasaan dan keadaan tersebut akan sangat berguna sampai dewasa kelak. Anak akan mampu mengidentifikasi dan mengelola emosi dan perasaannya dengan tepat. 

Dongeng identik dengan dunia imajinasi. Anak bisa berperan menjadi orang lain atau sesuatu di luar dirinya melalui proses imajinasi dan identifikasi, dari berbagai dongeng yang sering anak dengar. Hal ini merupakan sarana pemuasan akan ekspresi diri  anak.

Mendongeng yang kerap kali dilakukan bisa menciptakan kedekatan/ bonding antara pendongeng dengan anak, karena komunikasi aktif, anak mendapat waktu dan perhatian yang berkualitas, dan kadang tersentuh hatinya. Kedekatan ini membuat anak lancar berkomunikasi, nyaman membuka diri,  berbagi perasaan dan menyerap nilai-nilai kehidupan. 

Dongeng bisa juga hanya bertujuan menghibur anak-anak yang mendengarnya. Dongeng yang lucu, menghibur walau tanpa ada penekanan nilai moral yang terkandung didalamnya, tetap memberi manfaat bagi anak. Anak akan tumbuh dengan bahagia dan positif. 

Jadi, ayo mendongeng. Berikan cerita/ dongeng terbaik untuk anak, terus berlatih dan membaca agar bisa menyampaikan dengan cara terbaik dan menarik. Menurut Kak Dani, salah satu pendongeng asal Jogja, tantangan mendongeng masa pandemi antara lain adaptasi mendongeng dengan cara virtual. Tidak dapat bertatap muka langsung dengan pendengar tentu atmosfernya berbeda, tidak ada respon dan transfer emosi yang mampu menghidupkan suasana. 

Tantangan ini  bisa dilatih kok, caranya bisa dengan mengikuti kompetisi dongeng virtual. Dalam rangka memperingati Hari Dongeng Sedunia tanggal 20 Maret 2021, Institut Ibu Profesional mengadakan serangkaian acara. 

  1. Lomba Mendongeng 2021

https://www.instagram.com/p/CMaDFmtsA02/?igshid=pqay7ea6kcwh

  1. PIJAR talk “Mengembangkan Potensi Anak melalui Dongeng”

https://www.instagram.com/p/CMcc1n4sy5v/?utm_source=ig_web_copy_link

 

Hexagonia Expo

Hexagonia Expo

65 Karya Hexagonia dan 77 Karya Co-house dipamerkan dalam Hexagonia Expo!
Pencapaian Hexagonia dari kombinasi hasil karakter baik (Character), konsistensi aktivitas (Activity), dan komitmen untuk berkembang (Growth) selama kurang dari 6 bulan di Hexagon City.

Hexagonia Expo
10 – 12 Maret 2021

Kunjungi sitesnya https://tinyurl.com/HexagoniaExpo

Hexagonia Expo, ajang apresiasi karya Hexagonia!

#HexagoniaExpo #HexagonCity #BundaProduktif #InstitutIbuProfesional #SemestaKaryauntukIndonesia