Laporan Dampak Program Bunda Sayang 6

Laporan Dampak Program Bunda Sayang 6

laporan dampak program bunda sayang 6

laporan dampak program bunda sayang 6

 

Latar Belakang

Bunda Sayang adalah jenjang level program di Institut Ibu Profesional setelah program matrikulasi. Program Bunda Sayang 6 diikuti oleh perempuan baik yang masih single, menikah belum memiliki anak dan menikah dengan berbagai usia anak dari semua latar belakang. Mahasiswa program Bunda Sayang 6 berasal dai berbagai propinsi di seluruh Indonesia juga luar negeri.

Program Bunda Sayang 6 berjalan selama 9 bulan, 8 bulan untuk pembelajaran inti materi, 1 bulan untuk sesi menyambut awal kedatangan dan juga perayaan kelulusan program belajar . Pada awal program, Mahasiswa Bunda Sayang 6 berjumlah 1.559 mahasiswa, dari jumlah total awal ada 1.010 mahasiswa yang dinyatakan lulus. Mahasiswa yang lulus program Bunda Sayang 6, bisa mengikuti level program selanjutnya yaitu Bunda Cekatan.

Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran yang ada di Bunda Sayang 6 meliputi :

  1. Komunikasi Produktif
  2. Melatih Kemandirian
  3. Cerdas Emosi dan Spiritual
  4. Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas
  5. Membentuk Karakter dengan Stimulasi Baca Tulis Dan Literasi Digital
  6. Menstimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial
  7. Pendidikan Seksualitas
  8. Semua Anak adalah Bintang

Widyaiswara Bunda Sayang 6

Sama-sama belajar, belajar sama-sama itulah salah satu value yang ada di Ibu profesional, maka untuk teman belajar para mahasiswa Bunda Sayang 6 saat ini disebut widyaiswara (penyampai suara). Dalam hal ini peran widyaiswara adalah sebagai fasilitator dan pemantik belajar, jadi widyaiswara bukan sumber belajar satu-satunya, mahasiswa merdeka belajar untuk mencari atau menambah referensi belajar mereka, asalkan menggunakan prinsip 3B yaitu, Baik, Benar dan Bermanfaat untuk diaplikasikan saat ini. Dalam praktik di lapangan, widyaiswara juga mendapat banyak input atau temuan baru ketika sama-sama belajar dengan mahasiswa Bunda Sayang 6

Widyaiswara Bunda Sayang 6:

1.                           Tri Putri Yuniarti

2.                           Dyas Purnamasari

3.                           Nike Rakhmawati

4.                           Ade Puspita Kurniasih

5.                           Ressy Laila Untari Ningsih

6.                           Syarifah Thyqa D.

7.                           Amalia Rahmah

8.                           Nani Nurhasanah

9.                Nugraheni Utaminingsih

10.               Iqiq Febrilian

11.               Sinardi

12.               Lulu. B. Maslukanah

13.               Elisha Martha

14.               Ardaniya Rizka

15.               Dede Karyati

16.               Restu Anjarwati

 

Gamifikasi Bunda Sayang 6

Dalam penyampaian materi di program Bunda Sayang 6, materi disampaikan dengan sebuah permainan, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Latar belakang permainan yang diambil untuk Bunda Sayang 6 adalah petualangan di pantai, yaitu Pantai Bentang Petualang, para mahasiswa disebut sobatualang, berpetualang untuk menyelesaikan tantangan pada 8 zona, dimana setiap zona durasinya 26 hari, satu zona akan berbeda dengan zona lainnya baik lokasi petualangan, materi, widyaiswara bahkan tantangan yang harus diselesaikan. Untuk lolos dalam satu zona, sehingga bisa melaju ke zona selanjutnya sobatualang harus menyelesaikan tantangan minimal dikerjakan konsisten selama 10 hari (boleh runut/loncat) dan maksimal 15 hari.

Apresiasi good performance untuk yang mengerjakan tantangan selama 10 hari tapi loncat/rapel. Apresiasi You are excellent untuk yang mengerjakan tantangan selama 10 hari secara berurutan,Apresiasi Outstanding Performance untuk yang mengerjakan tantangan selama 15 hari dan runut.

Menu satu zona di Bunda Sayang 6

Menu satu zona di Bunda Sayang 6

Menu satu zona di Bunda Sayang 6

Menu (2) satu zona di Bunda Sayang 6

Menu satu zona di Bunda Sayang 6

 

Dampak Perubahan Mahasiswa

Dampak perubahan mahasiswa setelah mengikuti program Bunda Sayang 6, dilihat secara kuantitatif dari kuesioner yang disebarkan kepada seluruh mahasiswa Bunda Sayang 6 ketika program berakhir dan berikut adalah hasil analisa kuesionernya. Hasil analisa kuesioner ini dalam pengolahan dan tampilannya dibantu oleh tim Divisi Riset dan Evaluasi Strategi Pengembangan Program Institut Ibu Profesional.

profil mahasiswa bunda sayang 6

profil mahasiswa bunda sayang 6

 

Jumlah awal mahasiswa 1559

Jumlah mahasiswa lulus 1010, artinya kesuksesan program Bunda Sayang 6 mencapai 65%

Jumlah mahasiswa lulus 1010

Jumlah responden kuesioner ketika program Bunda Sayang 6 berakhir 935, artinya skor kesuksesan pengisian kuesioner mencapai 93%.

 

dampak perubahan mahasiswa bunda sayang 6

dampak perubahan mahasiswa bunda sayang 6

 

Dari total 8 materi pembelajaran di Bunda Sayang 6 yang disampaikan, 935 responden kuesioner 59,67% nya atau 288 mahasiswa menyatakan bahwa tujuan pembelajaran pada setiap materi telah tercapai.

Ketercapaian tujuan pembelajaran ini dibuktikan dengan kemampuan pengaplikasian ketika tantangan pada setiap materi yang diberikan serta perubahan sikap setelah mengikuti program.

 

perubahan mahasiswa bunda sayang 6

perubahan mahasiswa bunda sayang 6

 

Perubahan ini tidak hanya dirasakan oleh para peserta Bunda Sayang 6 sendiri juga partner belajar mereka yaitu anak dan suami, juga keluarga serta lingkungan sekitar dimana mereka tinggal, bahkan menciptakan trend yang positif di masing-masing sosial media mereka.

 

perubahan setelah kuliah bunda sayang 6

perubahan setelah kuliah bunda sayang 6

 

Keterjangkauan Di Luar

Selain perubahan positif yang dirasakan mahasiswa, ada satu sesi berbagi dimana mahasiswa Bunda Sayang 6 membagikan insight belajarnya kepada teman/masyarakat diluar member institut ibu profesional, harapannya manfaat makin meluas dan setiap calon ibu serta ibu tertarik untuk meningkatkan kualitas dirinya melalui belajar bersama di Insititut Ibu Profesional

Sesi berbagi ini dikemas dalam program Live Streaming, dan Live Streaming ini dilakukan mahasiswa masing-masing pada platform sosial media mereka, ada yang FB Live, IG Live atau Zoom.

Total mahasiswa yang mengikuti sesi berbagi ini = 476

Keterjangkaun partisipan sesi berbagi mereka mencapai = 476 x 10 = 4.760

*Angka 10 adalah angka partisipan rata-rata dari setiap sesi live sobatualang.

 

Dari paparan data dan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa :

program Bunda Sayang 6 memberikan dampak positif baik bagi mahasiswa yang mengikuti, partner belajar juga keluarga serta lingkungan dimana mereka berada sehingga program ini baiknya terus dilanjutkan tentunya dengan penyesuian dan peningkatan kualitas sehingga semakin baik dan tercapai tujuan pembelajarannya.

 

Hal-Hal Yang Sudah Baik di Bunda Sayang 6

  1. Mahasiswa merdeka menentukan dengan siapa mereka akan melakukan tantangan, walaupun sudah ada anak jika merasa tantangan di kelas bunda sayang 6 masih diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dirinya, hal ini dipersilahkan
  2. Delivery method dengan metode live, mampu memantik mahasiswa untuk lebih memahami penjelasan widyaiswara, siaran ulang bisa disimak kapan saja jika berhalangan hadir
  3. Delivery method dilengkapi dengan ebook/pdf untuk menjangkau mahasiswa yang internetnya kurang stabil
  4. Rekap apresiasi badge mandiri, walaupun di manop hima regional dan manop pusat ada rekapan,mahasiswa menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kelas yang telah dipilih untuk dijalani
  5. WAG pondok pesisir sesuai usia anak, membantu mahasiswa untuk berdiskusi selama pengerjaan tantangan
  6. Jadwal menu bunda sayang 6 yang teratur pada setiap zona, membuat mahasiswa lebih mudah menandai
  7. Sumber belajar bisa darimana saja dengan tetap memperhatikan faktor 3B (Baik, Benar, Bermanfaat untuk dilakukan saat ini)
  8. Koneksi antara kuesioner akhir pembelajaran dan sertifikat, ada strong why mahasiswa untuk mengisi, memudahkan tim SPP sehingga bisa segera mengolah data kuesioner satu batch

Hal-Hal Yang Akan Diteruskan di Bunda Sayang 6

  1. WAG Pondok Pesisir sesuai usia
  2. Menu Bunda Sayang pada tiap zona yang terjadwal
  3. Live streaming widyaiswara menggunakan streamyard, karena bisa lebih interaktif dengan mahasiswa
  4. Rekap apresiasi badge tiap zona mandiri oleh mahasiswa
  5. Kemerdekaan dalam menentukan sumber belajar
  6. Kemerdekaan dalam menentukan siapa partner yang akan diajak untuk melaksanakan tantangan

Hal-Hal Yang Akan Dihentikan di Bunda Sayang 6

  1. Penggunaan Kelasin
  2. Setting tema gamifikasi lokasi pantai yang berpindah-pindah, maka di Bunda Sayang 7 akan menggunakan latar satu pantai yaitu pantai bentang petualang, lokasi berpindah tiap zona hanya tetap pada pantai yang sama
  3. Akselerasi materi, karena kurang bisa tersampaikan dengan maksimal
  4. Durasi wkatu pembelajaran secara keseluruhan, disesuaikan dengan waktu ideal belajar di kelas bun-bun lainnya yaitu 6 bulan

Hal-Hal Yang Akan Dilakukan di Bunda Sayang 6

  1. Perombakan isi kurikulum (Pemisahan topik literasi digital karena tidak bisa digabung dan akan dijadikan warming up tersendiri)
  2. Durasi tiap zona materi, bisa berbeda bisa jadi sama (yang dipertahankan adalah durasi tantangan yaitu 15 hari karena tujuan kelas bunda sayang adalah melatih konsistensi)
  3. WAG Pondok pesisir sesuai usia anak, selanjutnya akan meminta bantuan manop pusat untuk membagi, disesuaikan jumlahnya tiap kelompok supaya tidak ada ketimpangan
  4. Melibatkan widyaiswara dalam proses menjalankan tantangan (strategi masih dipikirkan karena jumlah Widyaiswara utama dan jumlah mahasiswa sangat berbeda jauh, apakah memungkinkan untuk pengaktifan Widyaiswara regional, data terkait ini masih dicarikan oleh bu direktur pendidikan)
  5. Standar fasilitasi dan tantangan akan dibuatkan guideline oleh tim kurikulum, jadi bukan diserahkan sepenuhnya kepada widyaiswara, widyaiswara tetap bisa bereksplorasi
  6. Dalam setiap zona setelah sesi aliran rasa maka ada form refleksi, aliran rasa dan form refleksi akan diwajibkan untuk dikerjakan
  7. Penerbitan daftar nama mahasiswa yang memperoleh apresiasi Outstanding, Excellent dan Good oleh Manop pusat, sebagai salah satu bentuk apresiasi tambahan kepada mahasiswa
Keren dengan Internet: Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

Keren dengan Internet: Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

Ringkasan kuliah zoom dengan Rita Nurlita, program Zumba 4 Ibu Profesional Depok, 26 Mei 2021

 

Internet pada masa pandemi

Internet mulai digunakan secara meluas sejak tahun 1990-an. Arus informasi dan jejaring mulai masuk dan menyebar dengan mudahnya ke seluruh penjuru dunia tanpa ada sekat dan batas. Berawal dari kalangan tertentu, seperti pemerintahan dan badan pertahanan negara. Sekarang, internet bisa diakses dan dinikmati oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Meski banyak aturan tentang batasan usia terkait penggunaan internet, yang tidak mengijinkan anak-anak mengakses internet sendiri tanpa pengawasan orang tua. Terlebih di masa pandemi, anak-anak makin intensif menggunakan internet untuk kegiatan belajar secara dalam jaringan (daring). Kita ketahui bersama sejak virus Covid-19 masuk ke Indonesia, pemerintah menginstruksikan sekolah tatap muka dialihkan menjadi sekolah daring atau sekolah dari rumah, untuk menekan laju penyebaran penyakit yang disebabkan virus tersebut.

Internet bisa dimanfaatkan untuk sekolah daring, atau belajar dari rumah. Siswa/anak bisa berinteraksi dengan guru sekolah dan teman sekelasnya melaksanakan kegiatan belajar mengajar bersama dari rumah dengan menggunakan internet. Memanfaatkan aplikasi pendukung seperti Google Classroom, Google Meet, Whatsapp dan lain-lain untuk kegiatan belajar mengajar. Lantas, apa manfaat lain dari internet? tentu banyak! membantu dan mendukung berbagai aspek kehidupan manusia, antara lain:

  • Sumber informasi
  • Komunikasi
  • Hiburan
  • Memperluas jejaring pertemanan
  • Promosi kegiatan sekolah
  • Kompetisi

 

Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

 

Tapi, internet bisa diibaratkan pedang bermata dua, yang mempunyai sisi negatif bila digunakan dengan berlebihan, tanpa filter/saringan. Terlebih, dampaknya pada anak-anak yang kini makin intensif menggunakan internet. Penting sekali mengedukasi anak-anak dan juga orang tua tentang perlunya kesadaran, kecerdasan dan kebijakan dalam penggunaan internet. Salah satunya dengan memberikan pemahaman beberapa dampak buruk dari penggunaan internet yang berlebihan, tidak bijak dan tidak cerdas. Berikut beberapa dampak negatif internet:

  • Gangguan kesehatan fisik, seperti pada penglihatan, struktur tulang belakang akibat duduk yang terlalu lama menatap layar
  • Menciptakan jarak antara anak dan keluarga, bila masing-masing selalu sibuk dengan perangkat selulernya. Di rumah jarang tercipta komunikasi dan interaksi yang intensif dan harmonis, jarang mengobrol dan bermain bareng.
  • Kecanduan media sosial dan game online. Tidak tertarik lagi bermain fisik, menarik diri dari pergaulan di kehidupan nyata, cenderung lebih suka bersosialisasi di dunia maya.
  • Masalah mental. Menjadi FOMO (Fear of Missing Out) yakni cenderung ingin tahu semua hal lebih dulu, takut ketinggalan informasi, mudah membagikan/share informasi tanpa menyaring dulu. Gelisah, minder, kurang percaya diri akibat sering stalking hidup orang lain yang (seolah-olah) selalu indah, nyaman dan mudah.
  • Menjadi korban kejahatan. Beragam kejahatan online yang muncul dewasa ini, seperti: pornografi, predator online, kekerasan, cyberbullying, pencurian identitas, penipuan, eksploitasi seksual dan lain-lain.

 

Nah, begitu meresahkan dan menakutkan dampak negatif internet, utamanya untuk anak-anak. Tantangan kita, sebagai orang dewasa, orang tua yang punya anak, berkewajiban mendidik diri sendiri dan anak-anak untuk sadar, cerdas dan bijak berinternet. Begitu banyak informasi hingga bisa dibilang tsunami informasi yang membanjiri internet dan meluber ke user atau penggunanya. Hendaknya paham cara menyaring informasi, mana yang valid dan mana yang hoax. Berikut cara mengenali hoax dirangkum dari www.liputan6.com dan Mafindo:

  • Jangan langsung percaya dengan judul
  • Cermati tautannya
  • Selidiki sumbernya
  • Amati jika ada format beritanya tidak wajar
  • Cek fotonya
  • Periksa tanggalnya
  • Periksa buktinya
  • Bandingkan dengan laporan lain
  • Apakah berita tersebut hanya lelucon?
  • Beberapa berita memang sengaja dipalsukan

 

Baca juga:

 

Etika di Dunia Maya

Prinsip etika di dunia maya sama dengan dunia nyata. Etika saat berkomunikasi, adab dalam bersosialisasi harus selalu diterapkan dalam berinteraksi dan bermedia sosial. Saling menghargai dan menghormati antar manusia juga harus dijunjung tinggi. Pada dasarnya kita bebas memposting apa saja di media sosial asalkan tidak bertentangan dengan hukum, etika dan adab. Seperti posting kegiatan, hobi, karya, petikan buku, dan lain-lain, pastikan itu hal yang baik, benar dan bermanfaat. Nah, beberapa hal seperti di bawah ini sebaiknya jangan diposting ya! (www.kalbaronline.com)

  • Alamat rumah atau sekolah
  • Nomor telepon
  • Geolokasi Anda saat ini
  • Foto dan video pribadi
  • Mengompromikan foto orang lain
  • Foto bayi dari anak remaja
  • Foto barang-barang mewah
  • Informasi tentang kehidupan pribadi
  • Pernyataan kritis tentang topik sensitif

 

Bila rambu-rambu berinternet sudah dipahami, kita bisa memanfaatkannya untuk hal dan kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk kita dan atau orang lain. Beberapa akun media sosial influencer sangat keren, menginspirasi dengan karya dan prestasinya. Kita bisa mengikuti jejak mereka, berkarya dengan kemampuan, menginspirasi hal positif dan kebaikan. Bahwa berinternet dengan sadar, cerdas dan bijak bisa meraup banyak ilmu pengetahuan, inspirasi dan kemajuan.

 

Kunjungan Tim IIP Pusat ke Hima IP Gresik

Pada tanggal 22 Juni 2021 lalu, dapurnya Hima IP Gresik kedatangan tamu istimewa lho. Senang sekali akhirnya ada yang berkunjung ke dapur kami dari non regional Gresik untuk pertama kalinya sejak Hima berdiri awal tahun 2020 lalu. Tamu special itu adalah teh Chika selaku Rektor IIP dan teh Reni selaku ManHumas IIP pusat. Beliau berdua sebagai perwakilan pusat untuk meninjau dan mengobrol langsung lebih dekat dengan kami para pengurus Hima IP Gresik.

Diawali dengan perkenalan karena memang kami belum pernah ngobrol langsung secara personal dengan beliau-beliau. Biasanya kami bertemu hanya di dalam forum besar atau media social umum seperti WAG ataupun di Live2 Instagram maupun facebook. Dilanjutkan dengan Tanya jawab / sharing pengalaman dari tim pusat kepada kami. Rangkuman pembahasannya antara lain:

  1. Bagaimana cara mengaktifkan member baik di Hima maupun non Hima, karena banyak member yg diam setiap ada pengumuman, kabar, dan sebagainya?
    Teh Chika : Poin awal adalah jangan berharap pada member untuk aktif.  Sebab kita tidak bisa berharap semua untuk aktif semua dan partisipasi diharapkan memang muncul dari keinginan diri setiap orang. Poin kedua, dengan menggandeng/mendekati teman-teman lain yang dekat secara personal, minimal sesama pengurus Hima bisa saling meramaikan di grup besar saat ada sesi diskusi dan kegiatan apapun. Berharap dengan adanya energy positif yang ramai asik ceria di grup dapat memancing teman-teman lain untuk ikut berkomentar / berpartisipasi.
    Teh Reni: bahwa sebagai leader/pengurus kita harus happy saat ada woro-woro di grup. Memancing teman-teman untuk sekedar mengeluarkan emoticon atau komen singkat. Contohnya saat sharing info teman-teman diminta untuk mengeluarkan emoticon jempol atau komen singkat bagi yang sudah membaca. Dan pengurus juga terus mensupport dalam meramaikan dan menampakkan kebahagiaan setiap moment di grup.
  1. Untuk tipe orang yang silent reader (memilih untuk menjadi penikmat informasi / tidak berniat untuk sharing/berbagi), apakah dicolek secara personal tidak mengganggu privasinya (takutnya jadi sungkan/tidak enak hati)?
    Ingat kembali ke poin Komunikasi Produktif (KomProd): “I’m Responsible for my Communication Result” jadi apapun hasil pembicaraan yang kita sampaikan adalah tanggung jawab kita sebagai penyampai pesan.
    Menerapkan KomProd ke-2 “Do not assume” : Jangan mengambil kesimpulan bahwa orang yang akan kita colek pasti akan merasa tidak nyaman. Tetap dicoba dulu disapa secara personal, cari tau dulu tentang seseorang itu. Agar saat berkomunikasi dia merasa nyaman untuk mengobrol dengan kita, sehingga nantinya akan mau ikut berpartisipasi/mendukung tiap program yang kita lakukan.
    Kita tidak bisa mengendalikan sesuatu diluar diri kita, yang bisa kita kendalikan adalah diri kita, cara berkomunikasi kita, respon kita terhadap sesuatu. Jadi lebih baik fokus pada koreksi diri & pengembangan diri kita apa yang dilakukan kedepannya, agar lebih enjoy menjalani peran. Belajar menganalisa kesalahan kita dari respon si penerima pesan / feedback dari pendengar. Jangan terbutakan oleh ego, emosi yang tinggi dan nalar yg rendah sehingga sulit menemukan kesalahan kita atau sulit melakukan false celebration.
  1. Kenapa saat ini yang mengikuti kelas perkuliahan semakin sedikit?
    Karena memang IP New Chapter ini member dapat memilih untuk berkiprah dimana (komunitas, hima ataupun Sejuta Cinta) sesuai minat/passion masing-masing.
  1. Cara “nodong” untuk meminta member mau ikut sharing/tampil etis atau tidak?
    Triknya diawali dengan buat program sharing terbuka untuk all member Hima, namun jangkauan sharingnya secara internal dahulu. Program di share di grup dengan membuat slot jadwal dan member bebas mengisi waktunya. Jika sampai batas waktu tertentu ada yang belum respon bisa dicolek japri untuk minta tlong diisi jdwal di grup.
    Respon secara antusias topik yang mau dia bagikan, gali potensinya dan terus motivasi untuk mau berbagi, dimulai dari internal sampai jika berkenan ditawarkan sharing ke eksternal Hima.

Diakhir waktu teh Chika dan teh Reni membagikan oleh-oleh ebook “Demi Masa” yang masya Allah isinya berhubungan sekali dengan peran seorang ibu yang sering merasa kehabisan waktu. Terima kasih atas kunjungan dan pencerahannya tim IIP pusat. Bismillah semoga Hima IP Gresik bisa lebih berkembang lagi dan memberi wadah terbaik untuk para membernya untuk terus belajar, tumbuh dan berkembang. Amiin.

 

Salam,

Tim HIMA IP Gresik

Keseruan Kunjungan HUMAS IIP Pusat ke Pengurus HIMA IIP Lampung

Keseruan Kunjungan HUMAS IIP Pusat ke Pengurus HIMA IIP Lampung

Hai IPER’s tercinta apa kabar? Semoga semangat menghadapi pandemi tidak surut dan semoga kita semua selalu diberi kesehatan . Aamiin

Meski pandemi dan tak bisa saling bertemu, semua itu tidak menyurutkan semangat member HIMA IIP Lampung untuk terus belajar, berbagi dan berdampak. Kali ini kegiatan HIMA IIP Lampung di kunjungi oleh HUMAS Pusat yang diwakili oleh Rektor IIP Teh Dzikra I. Ulya ( Chika) dan Manhumas IIP Mba Reni Kusuma.

Bagaimana keseruannya? Yuk simak ceritanya disini.. Kedatangan Teh Chika dan Mba Reni pada tanggal 8 Juni 2021 di jembatani oleh tim  humas IIP lampung yaitu Mba Pebrita Uliza Putri.

Kunjungan ini bertujuan agar semua pengurus HIMA lebih dekat satu sama lain baik sesama pengurus regional dan pengurus pusat.

Simak Pesan dan kesan pengurus HIMA IIP lampung selanma menjalani peranya masing-masing dan kebahagiaannya atas kunjungan dari IIP Pusat, bagimana rasanya? Tentu surprise donk,,,

Yuk kita kenalan dengan pengurus HIMA IIP Lampung, ini dia profilnya..

KAHIMA IIP LAMPUNG

MANOP HIMA IIP LAMPUNG

TIM MANOP HIMA IIP LAMPUNG

MENKEU HIMA IIP LAMPUNG

MANHUMAS HIMA IIP LAMPUNG

TIM HUMAS HIMA IIP LAMPUNG

MANMEDKOM HIMA IIP LAMPUNG

TIM MANMEDKOM HIMA IIP LAMPUNG

Kegiatan berlangsung selama 1 jam dan ini tentu saja sangat kurang waktu untuk berkenalan dan berbagi keseruan tentunya.

Selain pesan dan kesan banyak masukan dan ada beberapa kegiatan HUMAS dan MEDKOM yang dilakukan di HIMA IIP Lampung, walaupun memang masih banyak kegiatan yang dilakukan secara online, seperti saat Milad IIP Lampung yang ke 5  yang sangan membuat kita happy adalah kita kolaborasi dari semua komponen sejak New Chapter 2020. walaupun  untuk kegiatan HIMA masih lingkup internal regional, tetapi semangat untuk belajar di gtiap jenjang patut diapresiasi, begitu kutipan dari KAHIMA IIP LAmpung Mba Linda.

Mba Linda menambahkan bahwa memang 9 tim dari HIMA IIP Lampung masih terus menggodok kegiatan agar terus menjadi booster tersendiri saat semangat tim yang naik turun.  Saling support, saling bantu, saling mengingatkan dan kegiatan tidak akan berjalan tanpa tim yang solid di HIMA IIP Lampung.

” MasyaAllah, kekeluargaan yang sangat keren di HIMA IIP Lampung, ayo taklukkan tantangan pandemi ini’,  semangat yang diberikan mba Reni dan Teh Chika untuk tim HIMA Lampung.

Masih banyak lagi kegiatan yang di lakukan di HIMA IIP Lampung, diantaranya yang masih berjalan sampai saat ini yaitu :

  • Selasa Inspirasi, dimana kelompok yang dibagikan akan mencari inspirasi apasaja yang bisa dijadikan kegiatan selama pandemi di rumah saja, misalnay resep baru olahan rumah yang sederhana atau cara bercocok tanam.
  • Jum’at Hikmah, dimana setiap kelompok mencari kutipan hikmah bisa mengutip dari ayat Al Qu’an, Hadist atau kata motivasi lainnya, lalu dibahas sharing bersama di WAG..

adapun rencana yang masih dalam proses penggodokan adalah :

  • Bulan Agustus 2021 HIMA IIP Lampung akan mengadakan zoom meeting mempersiapkan kegiatan apa yang akan di lakukan saat 17 Agustus 2021.
  • Challange yang berkaitan dengan 17 Agustus 2021
  • Bulan September 2021 rencana kerja berkaitan dengan Challange Family Project yang masih dalam penggodokan.

walaupun asih sebuah rencana HIMA IIP Lampung terus berusaha semaksimal mungkin agar kegiatan di regional tetap berjalan dan terus memberikan positif energi untuk semua anggotanya, dan hal ini Teh Chika dan Mba Rani memberikan semangat yang menambah mood boster kami pengurus HIMA IIP Lampung kedepannya.

Waaaah kebayang dong serunya kegiatan ini, dan ini bukan kegiatan yang stop di HIMA IIP lampung saja lo.. akan terus bergiliran di HIMA regional lainnya juga. Dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungan Teh Chika dan Mba Reni yang sudah berbagi ilmu dan keseruan di pengurrus HIMA IIP Lampung.

Demikianlah Warta Apik Kegiatan HIMA IIP Lampung kali ini. Jangan lupa untuk terus belajar agar dapat tumbuh menjadi perempuan produktif yang bisa  memberikan dampak positif  bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

SALAM SEHAT DAN JANGAN LUPA PROKES JANGAN KENDOR. SEMOGA KITA SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH TA’ALA. AAMIIN

Budget Plan, Penting!

Budget Plan, Penting!

Oleh: Irma Linda

Mahasiswi Bunda Produktif batch 1

Dalam e-book Gado Gado Finansial, Tim Rumah Ramah Finansial, 2021

 

Rejeki Sudah Ada Yang Atur Namun Persiapan Tetap Diperlukan

 

Berangkat dari kondisi yang banyak terjadi saat ini pada keluarga Indonesia, yang ternyata masih banyak keluarga Indonesia belum mengenal istilah Dana Darurat. Disamping itu, fakta ‘cicilan’ yang ada di keluarga Indonesia, ternyata banyak yang dilakukan tanpa perhitungan, seperti: cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan motor, cicilan HP dan lain-lain.

Bagaimana cara mengawali Budget Plan?

Catat pengeluaran keluarga! Poin penting agar kita bisa mengetahui kondisi keuangan kita saat ini. Buat catatan, bisa menggunakan aplikasi HP, Excel di laptop ataupun catat manual di buku. Cari cara yang praktis dan memudahkan Anda.

Pos-pos pengeluaran bisa dikelompokkan menjadi empat :

  1. Kewajiban : cicilan hutang, tagihan listrik & air, SPP sekolah, gaji ART, iuran kompleks.
  2. Kebutuhan : biaya makan, belanja bulanan (groceries), transport, pulsa
  3. Keinginan & Sosial : ngopi/nongkrong, shopping, jajan, sedekah dan zakat
  4. Tabungan dan Investasi

Kewajiban itu pos yang harus dibayarkan, jumlahnya tetap dan bisa diketahui jumlahnya, maka langsung sisihkan!

Daftar kebutuhan dari pengeluaran bulan lalu, hitung totalnya! Kemudian, hitung kebutuhan per bulannya.

Keinginan dapat dialokasikan ke budget di awal bulan, misal budget shopping dan jajan per bulan. Begitupun sedekah dan zakat juga dapat dialokasikan di awal bulan, misal 2,5% sedekah dan 2.5% zakat

Selanjutnya totalkan seluruh jumlah pengeluaran!

Hitung: Pemasukan – Total Pengeluaran

Bagaimana hasilnya?

  • Ada sisa. Bagus, alokasikan ke porsi Tabungan dan Investasi
  • Tidak ada sisa. Coba evaluasi lagi masing-masing pos di atas, belanja bulanan bisa dikurangi lagi, misalnya dengan membeli merk yang lebih murah. Pos shopping dan jajannya dikurangi.
  • Ada sisa tapi kecil sekali atau bahkan tak bersisa. Tapi sudah tidak ada yang bisa dikurangi lagi pos-pos pengeluarannya. Maka, carilah tambahan penghasilan dan tetap semangat!

 

Langkah terakhir 

Angka yang didapat setelah melakukan perhitungan (antara pemasukan dan pengeluaran) selanjutnya dijadikan BUDGET (untuk dicatat). Praktekkan kembali untuk bulan depan. Apakah sesuai? Jika belum sesuai, maka evaluasi kebocoran keuangan kita dimana, di pos apa. Sesuaikan lagi untuk bulan berikutnya, evaluasi. Begitu terus hingga Anda menemukan pola yang pas.

Untuk bisa menabung dan berinvestasi, kita wajib mengetahui berapa biaya hidup kita. Mencatat pengeluaran memang ‘malesin’ tapi harus dilakukan sebagai langkah awal perjalanan keuangan keluarga Anda!