by admin | Apr 29, 2026 | Asik Nambah Ilmu, Pengasuhan Anak

Selasa, 21 April 2026
Kolaborasi Institut Ibu Profesional (IIP) dengan Siap Kuliah
Institut Ibu Profesional (IIP) berkolaborasi dengan Siap Kuliah menggelar talkshow bertajuk Memilih Jurusan dan Kampus Sesuai Minat Bakat secara daring via aplikasi Zoom. Bertepatan dengan Hari Kartini, IIP menjembatani kebutuhan para ibu yang mendampingi putra putrinya pada jenjang akhir pendidikan dasar.
Masa depan anak tidak semata ditentukan oleh jurusan dan kampus. Namun, tak dapat dipungkiri hal tersebut menjadi faktor terpenting bagi pengalaman dan keberlanjutan studi anak. Jalan paling nyata bagi arah hidup kedepannya. Oleh sebab itu, proses penentuan jurusan dan kampus adalah hal yang krusial bagi anak-anak rentang usia Sekolah Menengah Atas.
Tak sedikit persoalan anak dan orang tua yang kerap mencuat dimasa kritis ini, seperti:
- Banyak anak belum paham minat dan bakatnya
- Tak sedikit pula anak yang salah persepsi atas suatu jurusan/bidang ilmu atau karir
- Jamak orang tua belum memahami cara membaca minat dan bakat anak
- Keputusan keberlanjutan studi anak sering diambil tanpa pertimbangan yang matang dan bijaksana
Bersama expert dibidangnya, Siap Kuliah, menjawab beragam tanda tanya orang tua seputar persoalan diatas dan menyuguhkan banyak informasi terkait pemilihan jurusan dan universitas/perguruan tinggi lainnya.
Pelaksanaan Talkshow
Talkshow dipandu oleh salah seorang fasilitator Institut Ibu Profesional, Ika Pratidina. Mbak Ika-nama sapaannya- adalah ibu yang berpengalaman mendampingi putra-putrinya menghadapi tantangan menjelang masuk perguruan tinggi. Siap Kuliah menghadirkan sosok perempuan berprestasi dan kompeten di bidang psikologi pendidikan sebagai narasumber, Desiree Rizkika atau bisa dipanggil kak Kika- salah seorang konselor Siap Kuliah. Talkshow selama 90 menit ini dihadiri oleh kurang lebih 64 peserta perempuan, berasal dari member Ibu Profesional (IP) juga dari luar komunitas IP, berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Perbincangan antara moderator dan narasumber dikemas begitu hangat dan santai, sehingga suasana belajar bersama pada malam itu jadi menyenangkan. Bukan hanya membahas isu-isu seputar persiapan kuliah anak, narasumber juga menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta talkshow yang dilontarkan di kolom chat Zoom meeting.
Tak hanya pemaparan materi dan informasi terkait persiapan kuliah, Siap Kuliah juga memberikan bonus free asesmen bagi putra/putri peserta talkshow. Ditambah juga free konsultasi orang tua dengan konselor pendidikan Siap Kuliah atas hasil asesmen yang sudah diisi anak. Wow, belajar gratis bonusnya full benefit!

Rangkuman Materi Talkshow
Benang merah materi talkshow “Memilih Jurusan dan Kampus Sesuai Minat Bakat” bisa ditarik 2 poin, yakni:
- Cara membaca minat dan bakat anak serta data pendukung
- Panduan dan informasi persiapan kuliah
Cara membaca minat dan bakat anak serta data pendukung
Narasumber talkshow, menerangkan bahwa hal mendasar (foundation) yang diperlukan dalam pemilihan jurusan kuliah adalah kemampuan mengenal diri. Memahami makna minat dan bakat serta cara ‘melihat itu’ dalam diri anak. Minat adalah sesuatu/kegiatan yang disukai. Bakat merupakan sesuatu yang terbentuk dalam dalam diri seseorang sejak lahir, dan semakin terbentuk karena proses belajar dan menyerap ilmu pengetahuan di sekitarnya.
Pemilihan jurusan kuliah dan kampus tidak semata berdasar minat bakat anak, namun perlu dicermati juga poin-poin penting berikut ini:
- Rincian/ detailing aktivitas keseharian anak
Perlu dicermati kegemaran/hobi anak, organisasi yang diikuti, ekstrakurikuler yang anak pilih dan kegiatan yang sering dilakukan anak di waktu luang.
2. Nilai raport sekolah
Raport bisa menjadi salah satu parameter data numerasi kemampuan anak dibidang akademik. Gambaran performa anak terhadap bidang studi bisa dilihat pada nilai raport sekolah.
3. Hasil asessmen
Melengkapi data-data pengamatan dan penilaian raport, penting juga untuk menambah asessmen yang related dan kredible. Agar bisa ditarik kesimpulan yang valid dan tepat untuk mengambil keputusan. Proses perbincangan/ngobrol orang tua dan anak yang kontinyu dan konstruktif tentu sangat mendukung proses pengambilan keputusan. Namun, akan lebih valid dan meyakinkan bila mengambil tambahan asesmen pada lembaga yang kredibel seperti Siap Kuliah.

Panduan dan Informasi Persiapan Kuliah
Penting membuat perencanaan terkait persiapan kuliah, seperti pemilihan jurusan dan kampus. Rencana ideal terkait jurusan dan kampus idaman tentu dirancang oleh anak bersama orang tuanya. Narasumber mengingatkan peserta talkshow untuk membuat juga backup plan atau rencana cadangan, pilihan cadangan jurusan dan kampus. Perencanaan yang telah dirancang sesuai minat, bakat dan data pendukung lainnya, juga perlu juga disusun berdasar kategori kemampuan capaian/effort anak untuk meraih jurusan dan kampus tujuan. Plan/perencanaan idealnya disusun dari tingkat effort/kesulitan yang tinggi hingga yang rendah. Jadi, saat masa penentuan keberhasilan telah dijalani, anak dan orang tua lebih siap menerima hasil karena sudah siap untuk rencana cadangan.
Siap Kuliah berkompeten mendampingi dan membantu anak beserta orang tua menyusun rencana yang best fit atau yang paling cocok bagi profil anak. Mendampingi dan membantu mengumpulkan informasi terkait jurusan dan kampus yang dituju.
Ibarat Teori Gunung Es, yang terlihat di permukaan, seolah-olah faktor terpenting dan yang paling menentukan adalah sukses test preparation, seperti; tes UTBK, TKA, IELTS. Sehingga persiapan kuliah kadang hanya menitikberatkan pada test preparation saat kelas 12, padahal ini hanya bagian kecil dari yang seharusnya dilakukan. Banyak faktor pendukung lain yang perlu dipersiapkan pada anak, antara lain:
- Issue & future contribution: Apa yang ingin anak capai dan selesaikan sebagai bagian dari kontribusinya di masa depan dan untuk bangsa.
- Akademik : Semua bidang studi mencapai nilai sesuai kurikulum (KKM)
- General competencies : Komitmen, reflektif, mandiri dan kemauan belajar
- Penentuan karier dan jurusan : Bukan semata tes minat, harus ada obrolan kontinyu bersama orang tua
- Portofolio
- Organisasi, project, intership atau volunteering
- Relasi keluarga
- Kondisi finansial
- Tujuan negara daerah kampus
- Pre-Uni skills
Tiga Tahapan Persiapan Kuliah
- Discovery
Proses mengenal diri, memahami minat, bakat, potensi dan kompetensi
2. Exploration
Menggali alternatif jurusan dan kampus untuk memutuskan pilihan terbaik
3. Preparation
Mempersiapkan diri untuk lolos tes seleksi dan bertahan baik pada kehidupan perkuliahan

Persiapan kuliah ini cukup panjang, idealnya dimulai sejak kelas 10, saat anak mulai belajar di jenjang Sekolah Menengah Atas. Siap Kuliah berkomitmen dan kompeten mendampingi dan membimbing anak merancang rencana studi dan masa depan. Termasuk persiapan kuliah, sejak anak mulai masuk jenjang Sekolah Menengah Atas. All-in-one program, bukan sekadar drilling test preparation yang biasa diikuti anak kelas 12.
Siap Kuliah adalah lembaga kredibel yang menyediakan “ All-in-one program”, mulai dari tahap:
- Asesmen minat dan bakat
- Konseling jurusan dan universitas
- Bimbingan belajar
- Pre-Uni Skills
Mari dampingi putra putri merancang rencana masa depan dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan, berdasar minat bakat dan kemampuan anak, bukan obsesi impian orang tua semata.
by Hesti Trisnawati | Feb 21, 2026 | Pengembangan Diri, Warta Apik IIP

Leader Camp 2026
Ibu Profesional menyelenggarakan Leader Camp (LC) 2026 di Yogyakarta, 6-8 Februari 2026. LC merupakan ruang belajar strategis bagi para perempuan pemimpin yang memegang peran kunci dalam ekosistem Ibu Profesional.
Leader Camp 2026 diikuti 98 perempuan pemimpin yang terdiri dari para pemimpin Yayasan, Sekretariat Jenderal, Hub Leader, Komponen, Program Inovasi, serta puluhan regional Ibu Profesional dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, juga perwakilan Ibu Profesional Asia yang datang dari Singapura.
Institut Ibu Profesional (IIP) salah satu komponen yang berpartisipasi dalam Leader Camp 2026. Hadir dalam Leader Camp 2026 Rektor IIP-Lulu Maslukanah bersama Wakil Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Fasilitator-Dyas Purnamasari dan Dekan Perkuliahan Bunda Produktif- Erni Arie Susanti. Mengikuti rangkaian acara Leader Camp 2026 selama tiga hari dua malam, sebagai tambahan bekal dan bahan bakar dalam menjalankan roda kepengurusan dan ekosistem belajar di IIP.

Cerita Tim IIP Mengikuti Leader Camp 2026
Persiapan Menjelang Leader Camp 2026
“Saya sangat bersyukur, Allah permudah saya untuk hadir di Leader Camp sebagai salah satu yang terpilih menjadi perwakilan Institut Ibu Profesional” begitu pengakuan Dyas Purnamasari saat ditanya perasaannya saat terpilih menjadi salah satu perwakilan IIP di LC.
Persiapan sebelum keberangkatan LC adalah dengan mengikuti dan menyelesaikan agenda pra-LC yang telah disiapkan oleh panitia LC. Selanjutnya persiapan teknis mandiri dan menghadapi kejutan tantangan pribadi bagi Dyas. Menjelang keberangkatan beberapa tantangan hadir, perubahan yang tak terduga, teman seperjalanan tidak jadi berangkat LC sehingga Dyas harus membatalkan tiket Kereta Api pulang-pergi (PP).
Alhamdulillah, Allah berikan support system yang luar biasa bagi Dyas, sang suami sigap dan bersedia mengantar dengan kendaraan pribadi ke lokasi LC di Yogyakarta. Dyas dan keluarga berangkat pukul 3 pagi, dini hari, Jumat 6 Februari 2026. Karena sehari sebelumnya Dyas masih bertugas mengajar di kelas Kinesiologi TFH selama 9 jam. Dan untungnya pula, peserta bersedia untuk menjadwal ulang kelas Kinesiologi TFH selanjutnya, seusai LC.
Rangkaian Kegiatan Leader Camp 2026
Leader Camp 2026 mengusung tema “Jejak Bahagia”, seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai perjalanan kepemimpinan yang utuh, ada proses reflektif, kolaboratif, dan transformatif. Sebagai fondasi dalam menjalankan roda ekosistem Ibu Profesional.
Selama tiga hari dua malam, kegiatan yang paling menantang bagi Erni Arie Susanti adalah sesi Jejak Diri. Sesi ini menggiring peserta LC untuk mengenali diri sendiri. Menurut Erni, ada beberapa pernyataan yang relate dengan keadaannya sebagai leader. Peserta diminta untuk menilai pernyataan tersebut, setuju/ tidak setuju/ ragu.
Tidak ada jawaban yang benar atau salah, karena itu adalah jawaban atas pilihan yang kita ambil. Melainkan jadi sebuah refleksi bahwa penting untuk menjadi diri sendiri dan memiliki nilai diri. Erni juga menilai hal tersebut menjadi dasar untuk setiap peran yang diemban. Dia juga memahami bahwa setiap orang akan punya story dan pertanggungjawaban masing-masing.
Dampak yang Langsung Terasa Pasca Leader Camp 2026
Erni merasakan dampak langsung setelah mengikuti LC 2026 ini ibarat membawa sebuah pengingat bahwa untuk bergerak dan melakukan sebuah aksi kita pun perlu kolaborasi dan sinergi dengan orang lain. Mengingat bahwa setiap peserta membawa rencana aksi dan komitmen yang akan dilakukan setelah LC. Serunya, ada buddy yang akan saling mengingatkan untuk kapan melaporkan progress-nya.
Erni makin memahami bahwa menjadi leader itu bukan berarti menjadi seseorang yang serba bisa, tahu dan paham akan sesuatu. Menjadi leader justru membuat kita menjadi pribadi yang harus terus belajar, tumbuh dan menumbuhkan.
Insight Leader Camp 2026
Rektor IIP-Lulu Maslukanah menangkap jejak dan makna saat mengikuti serangkaian kegiatan Leader Camp 2026 dengan insightful dan penuh faedah berikut ini:
Masing-masing peserta LC menentukan api-nya sendiri (read: nilai masing-masing leader yang akan terus dijaga selama proses menjalankan peran) yang akan dibawa dan dijaga sepanjang menjalankan peran. Leader Camp selesai artinya bukan akhir tapi proses perjalanan dimulai, dimana para perempuan pemimpin Ibu Profesional akan belajar dan berkembang dalam menginternalisasi apinya masing-masing untuk menjadi perempuan pemimpin yang memiliki dampak.
Leader Camp 2026 kembali menguatkan jati diri dan akar values pemimpin perempuan Ibu Profesional bahwa untuk mencapai tujuan bersama, kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Berbagai komponen, program inovasi dan regional saling bersinergi dan kolaborasi sesuai jati diri masing-masing.
Para perempuan pemimpin itu datang dari berbagai penjuru wilayah Indonesia, bagian barat, tengah, dan timur hingga luar negeri (Asia), semua membawa semangat untuk menghidupi dan mengobarkan nilai belajar, berkembang, berkarya, berbagi, dan berdampak.
Lanjutnya, Lulu juga menyadari bahwa menjadi perempuan pemimpin di ekosistem Ibu Profesional adalah sebuah proses. Proses untuk selalu belajar dan bertumbuh. Kita boleh tidak tahu dan berbuat salah. Asalkan ada kemauan untuk terus memperbaiki diri, mencari tahu, merefleksikan untuk lebih baik di hari berikutnya.

Leader Camp 2026 adalah moment memulai milestone baru dengan semangat yang juga diperbarui, strategi yang sinergis-kolaboratif serta proses yang bertumbuh. Selaras dengan tema Ibu Profesional Grow Together, Make it Matter: berakar pada nilai, bertumbuh bersama dan berdampak bagi dunia.
by admin | Jan 13, 2026 | Artikel, Asik Nambah Ilmu, Tips

Hidup era AI terasa lebih mudah dan lebih cepat. Benar begitu, Bu? Sudah pernah mencicipi kecanggihan AI, Bu? Ada suatu teknologi yang terstigma ‘si paling tahu’, yang bisa menjawab segala pertanyaan kita, yang bisa membuat apa pun yang kita perintahkan dalam karya visual, hanya dalam hitungan detik! Si paling tahu ini dikenal dengan nama AI, kependekan dari Artificial Intelligence, yang artinya Kecerdasan Buatan dalam bahasa Indonesia. Mungkin, kamu pernah mengaksesnya dengan nama merk seperti: Chat GPT, Gemini atau DeepSeek. Nah, itulah AI dengan beragam ‘wajah’.
Menurut Google, salah satu situs mesin pencari paling aktif di dunia: Kecerdasan buatan (AI) adalah serangkaian teknologi yang memberdayakan komputer untuk belajar, bernalar, dan melakukan berbagai tugas tingkat lanjut dengan cara yang sebelumnya memerlukan kecerdasan manusia, seperti memahami bahasa, menganalisis data, dan bahkan memberikan saran yang bermanfaat.
Jadi, teknologi ini dibuat oleh manusia, menyerupai kecerdasan manusia, (yang katanya) untuk membantu manusia. Lantas, apakah kecerdasan manusia sudah tidak lagi diperlukan? Atau untuk sementara ‘dieman-eman’ (baca: disayang-sayang) biar diambil alih saja oleh si AI ini?
Mari kita cermati keynote speech Ibu Septi Peni dalam acara Selebrasi Akbar Institut Ibu Profesional 2025, secara daring, Sabtu, 13 Desember 2025.
Peluang dan Tantangan Hidup Era AI
Tak dipungkiri, hidup di era AI akses informasi sangat cepat, membantu merangkum berbagai materi belajar. Tanpa perlu bersusah-susah mencari literatur dari banyak buku atau jurnal. Namun, dibalik kemudahan tersebut, tantangan era AI ini membuat manusia lebih individual. Interaksi antar manusia berkurang, ruang-ruang diskusi semakin sepi. Bahkan bahayanya dengan munculnya AI, semakin banyak manusia yang kehilangan kemampuan bertanya, rasa ingin tahunya semakin sirna, mereka hanya sibuk mencari tahu ‘prompt’ yang tepat untuk memberi perintah pada si AI ini. Demikian proses berpikir manusia semakin tak terasah, tak lagi kritis dan pada akhirnya makin dangkal!
That’s why manusia tetap butuh ruang belajar yang manusiawi. Salah satu ruang belajar perempuan adalah Institut Ibu Profesional (IIP). Ruang belajar IIP merupakan tempat dialog dan refleksi, juga tempat bertumbuhnya para perempuan. Karena IIP bukanlah mesin jawaban seperti halnya AI, melainkan tempat dimana struktur berpikir itu dilatih dan diasah. IIP menyediakan kelas-kelas pembelajaran terstruktur sesuai kebutuhan perempuan.
Peran Ibu Era AI
Ibu merupakan penjaga dalam keluarga. Dalam konteks era AI, Ibu bisa menjadi penjaga kejernihan berpikir bagi diri sendiri dan anggota keluarganya. Aktivitas dan kegiatan dalam keluarga bisa diatur dan diciptakan seorang ibu bersama keluarga, demi tujuan berikut:
- Memelihara berpikir kritis; tidak mudah percaya jawaban-jawaban AI
- Bijak memilah informasi; paham bagaimana memilih sumber informasi yang valid dan terpercaya
- Menjaga literasi; mengedepankan literatur valid dan kebijakan dalam mencari referensi
- Menjaga kesehatan mental; membatasi akses informasi dunia digital yang kurang relevan dengan kebutuhan diri dan keluarga
AI Dipakai, Manusia Tetap Hadir
Kurang bijak bila kita anti AI, itu sama halnya menolak kemajuan teknologi. Tak ada salahnya bila kita juga in-touch pada kecerdasan buatan ini, sebagai penunjang aktivitas produktif kita. Namun tetap ada batasan dan kesadaran, bahwasanya:
- AI digunakan sebagai pemantik awal dan penunjang riset; jadi bukan pusat semua jawaban atas semua akar permasalahan. Kita tetap butuh riset mandiri dan nyata yang relevan.
- Diskusi antar manusia tetap hidup di-circle hubungan manusia; entah itu dalam keluarga, komunitas atau masyarakat.
- Pengalaman dan refleksi tetap penting; hati, empati dan pusat memori manusia sebaiknya terus diasah dengan membiasakan refleksi agar sisi human-nya tetap terjaga dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan. Itulah yang paling membedakan antara otak manusia dengan mesin AI.
Jangan Kalah oleh Zaman
Manusia adalah pusat peradaban, kitalah penggeraknya. Maka, jangan kalah ‘pintar’ dengan teknologi. Harus terbangun rambu-rambu dalam diri dalam ‘menikmati keunggulan teknologi AI’.
- Gunakan teknologi dengan sadar: jangan sering-sering pakai AI, jangan ketergantungan pada teknologi, hingga malas berpikir dengan otak sendiri.
- Rawat dialog dan relasi; komunikasi dan interaksi nyata antar sesama manusia akan menjaga kewarasan akal dan jiwa manusia. Dua perangkat canggih yang terinstall dalam manusia ini adalah keunggulan yang lebih daripada teknologi buatan manusia.
- Terus belajar dalam komunitas; ruang belajar seperti IIP ini sangat mendukung manusia, khususnya perempuan untuk tetap berinteraksi dan belajar bersama secara nyata dan sehat.

Ruh Institut Ibu Profesional
Teknologi boleh cepat, melesat perkembangannya, namun kebersamaan manusia adalah inti kehidupan. Tak ada manusia yang mampu hidup sendiri, bukan? Ruh IIP dalam semua ruang belajarnya yakni belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak adalah jangkar manusia untuk tetap berpegang pada otak dan jiwanya, tak bergantung sepenuhnya pada sebuah teknologi kecerdasan buatan atau AI.
by admin | Nov 3, 2025 | Artikel, Pengembangan Diri

Pemimpin dari sudut pandang seorang ibu sangat penting dicermati. Bahasan tentang pemimpin dan kemimpinanan tidak terbatas pada ruang organisasi dan karir semata. Pun dalam rumah dan keluarga, topik pemimpin adalah salah satu esensi yang perlu diperhatikan dan digaungkan. Seorang ibu rumah tangga sangat menentukan lahirnya seorang pemimpin. Maka, sudut pandang seorang ibu rumah tangga tentang pemimpin sangat perlu didengar dan diperhatikan. Guna mendukung, memfasilitasi atau bahkan perlu menanam dan meluruskannya.
Arti Kepemimpinan bagi Seorang Ibu
Menurut KBBI, pemimpin artinya orang yang memimpin suatu organisasi atau kelompok. Bagaimana cara memimpin bisa disebut dengan kepemimpinan. Keluarga merupakan organisasi terkecil dalam masyarakat. Tempat pertama seorang pemimpin lahir, tumbuh dan berkembang. Kesadaran ini sangat krusial, lho Bu! Demikian, akan banyak rumah-rumah pembentukan karakter pemimpin dan pemimpin itu sendiri.
Bentuk Kepemimpinan Ibu dalam Rumah
Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti tidak memimpin. Ibu rumah tangga memimpin keluarga melalui keputusan sehari-hari, melalui kesabaran dan keteladannya.
1. Mengatur Kehidupan Rumah Tangga
Tentu tak ada yang menyangkal sebuah rumah tangga, memuat beragam kompleksitas. Banyak hal yang harus diatur dan diurus agar keadaan berjalan lancar dan ideal. Berusaha agar dampaknya bisa membahagiakan seluruh anggota keluarga. Maka, seorang ibu berperan sebagai manajer keuangan, pengatur waktu, dan penggagas banyak kegiatan keluarga.
2. Membimbing Anak dengan Keteladanan
Ibu juga pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Anak belajar nilai tanggung jawab dan empati dari perilaku ibunya dalam keseharian menjalani perannya. Ibu yang cerdas juga mampu melatih anak-anaknya nilai-nilai kepemimpinan dari tugas sehari-hari. Mulai dari membereskan kamar masing-masing, menjaga kebersihan rumah, membantu ibu memasak di dapur dan lain sebagainya.
3. Menjadi Pendamping dan Mitra bagi Suami
Kepemimpinan kolaboratif antara ibu dan ayah sangat mendukung terciptanya keluarga yang tangguh. Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga utuh dan unggul akan mampu menjadi pemimpin dimasa depan. Ibu dan ayah saling melengkapi, bukan bersaing, dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing.
4. Mengambil Keputusan dengan Kebijaksanaan
Ibu bisa membentuk kebiasaan berdiskusi dan bermusyawarah dengan anggota keluarganya dalam mengambil keputusan. Baik itu keputusan-keputusan kecil ataupun keputusan besar. Demikian, keluarga akan terbiasa mengutarakan gagasan, pendapat dan membuat pertimbangan. Dalam proses itu, keluarga bisa belajar struktur berpikir, public speaking dan tahapan mengambil keputusan.
Rotasi pemimpin musyawarah sangat bisa menjadi ajang pembentukan karakter pemimpin, lho! Jadi, tak harus ibu/ayah yang memimpin diskusi/musyawarah, anak-anak bisa juga dilatih juga!
Setiap keputusan kecil di rumah adalah bentuk kepemimpinan besar dari hati seorang ibu

Nilai-nilai Kepemimpinan Ibu di Rumah
Menjalani peran hidup sebagai individu, istri dan ibu, seorang perempuan bisa mendidik diri dan keluarganya, menumbuhkan jiwa kepemimpinan secara alamiah dan bahagia. Nilai-nilai kepemimpinan yang penting untuk dilatihkan bagi diri dan generasi, itu apa saja?
1. Kesabaran dan Konsistensi
Pastinya hidup di dunia ini penuh liku, rutinitas dan tantangan. Segala hal yang datang menyapa adalah suratan hidup yang mengisi lembar kehidupan kita. Seolah tak ada ujungnya. Mengundang penat dan bosan. Disinilah kesabaran terus dibutuhkan. Ibu bisa menunjukkan mampu menghadapi rutinitas dengan semangat dan tanpa kehilangan arah. Konsistensi juga bisa dilatihkan dalam keseharian rumah tangga. Ibu bisa mengajak keluarga untuk konsisten belajar, beribadah, beramal, bebersih, berbuat baik dan lain-lain. Bukti-bukti nyata juga bisa ditunjukkan bahwa impian, cita-cita dan goal/tujuan juga akan mampu dicapai dengan adanya konsistensi.
2. Empati dan Kepekaan Emosional
Menumbuhkan nilai-nilai luhur dan mengelola emosi paling mungkin dimulai sejak dini dari dalam rumah. Masa tumbuh kembang anak adalah masa krusial dalam membentuk karakter anak. Disinilah peran ibu sangat penting dalam ruang tumbuh keluarga dalam rumah. Sejatinya nilai-nilai luhur dalam jiwa seorang pemimpin akan tumbuh subur bila terasah empati dan kepekaanya. Interaksi antar anggota keluarga akan harmonis bila semua anggota keluarga belajar berempati dan peka akan emosi yang hadir. Jiwa kepemimpinan akan tumbuh secara alami dan bahagia pada semua anggota keluarga.
3. Keteladanan dan Integritas
Ibu adalah jantung keluarga. Segala perilaku, kebiasaan dan responnya dilihat dan ditiru oleh semua anggota keluarga. Terutama anak-anaknya. Anak-anak lebih banyak melihat apa yang ada di depan mata mereka, di sekitarnya, bukan banyak mendengar. Maka, seyogyanya ibu memahami hal ini, bahwa keteladanan dan integritas Ibu sangat perlu diluruskan agar anak-anaknya pun mengikutinya. Nilai moral Ibu merupakan cermin keluarga. Bersungguh-sungguh menjalani peran hidup sebagai istri dan atau ibu menunjukkan nilai integritas yang tinggi.
4. Kepemimpinan Melayani (Servant Leadership)
Sejatinya memimpin bukan untuk berkuasa, tetapi untuk mengasihi dan melayani. Nah, esensi memimpin ini sangat bisa direfleksikan oleh peran Ibu dalam melayani dan mengayomi keluarga. Ibu yang selalu sibuk mengurus rumah tangga, mendidik anak dan merawat keluarga adalah salah satu bentuk kepemimpinan.

Tantangan Ibu Rumah Tangga dalam Memimpin
1. Kurangnya Pengakuan Sosial
Jamak orang memandang rendah status ibu rumah tangga. Stigmanya ‘orang yang ga punya pekerjaan/karier’. Merawat keluarga dan mengurus rumah tangga tidak dianggap sebagai ‘pekerjaan’, terlebih sebagai ‘pemimpin’. Kurangnya pengakuan sosial terhadap ‘kepemimpinan domestik’ ini membuat banyak ibu kurang percaya diri, kurang memahami pentingnya peran diri dan enggan meningkatkan kualitas diri.
2. Beban Mental dan Emosional
Mengurus rumah tangga tidaklah semudah kelihatannya. Walau lebih banyak di rumah dan berkutat dengan peran dan pekerjaan itu-itu saja. Beban mental dan emosional dalam mengatur rumah tangga tidaklah ringan. Terlebih bila perempuan itu tidak siap atau tidak disiapkan menjadi istri dan ibu secara fisik dan mental. Dampaknya bisa fatal. Ibu bisa mengalami rendah diri, stress, marah berlebihan, menyakiti diri sendiri dan bahkan anak, hingga hubungan yang tak harmonis dengan pasangan.
3. Menemukan Makna dan Harga Diri di Tengah Rutinitas
Bertambahnya peran seorang perempuan menjadi istri dan ibu seharusnya tidak mengubur jati diri perempuan itu sendiri. Tidak terlindas oleh rutinitas rumah tangga yang kerap menguras energi dan emosi. Pengakuan banyak perempuan, mereka tak punya waktu untuk diri sendiri dan melakukan rutinitas itu seolah karena kewajiban saja, tanpa memaknai. Perempuan yang mampu mengenali dirinya dengan baik, bisa beraktivitas dengan mindful akan lebih menikmati perannya. Ia mampu menemukan makna peran yang dijalani dan tak kehilangan harga diri di tengah rutinitas rumah tangga. Seorang ibu yang bisa mengenali dirinya dengan lebih baik, ia kan mampu memimpin anak-anaknya.
5 Cara Menguatkan Jiwa Kepemimpinan Sebagai Ibu
Nilai-nilai kepemimpinan penting untuk terus ditanam, ditumbuhkan dan dikuatkan dalam keluarga. Demikian, akan banyak pemimpin yang lahir dari rumah-rumah. Generasi penerus semakin tangguh, Indonesia kan semakin maju. Pemimpin terlahir dari rahim seorang ibu yang juga pemimpin rumah tangga. Dari situlah nilai-nilai kepemimpinan diwariskan.
Bagaimana cara menguatkan jiwa kepemimpinan sebagai ibu rumah tangga, 5 cara berikut ini bisa diterapkan dalam rumah:
- Sadari nilai diri sebagai pemimpin di rumah
- Tetapkan visi keluarga sederhana tapi bermakna
- Belajar komunikasi asertif dengan pasangan dan anak
- Beri ruang untuk tumbuh, baik untuk diri sendiri maupun keluarga
- Selalu belajar dan memperluas wawasan karena pemimpin sejati terus berkembang

Setiap ibu adalah pemimpin, maka pantaskanlah diri, didik dan terus berlatih!
Kepemimpinan ibu rumah tangga adalah tentang pengaruh, bukan kekuasaan. Sungguh, kebahagiaan dan kemakmuran keluarga itu bergantung pada pemimpinnya. Pemimpin yang baik adalah bukan yang tak pernah salah, tapi yang tak pernah lelah belajar dan mendengarkan rakyatnya.
Setuju Bu? Bagaimana pengalamanmu dalam memimpin rumah tangga?
by Hesti Trisnawati | Jun 16, 2025 | Artikel, Asik Nambah Ilmu, Pengembangan Diri, Tips

Resume workshop Mindfulness for Mom. Pemateri: Itsnita Husnufardani. Ibu Profesional Surabaya Madura. Surabaya, 29 Mei 2025.
Apa itu Mindfulness?
Mindfulness for Mom merupakan seni menjaga ketenangan dan kedamaian dimulai dari dalam pikiran. Karena kebahagiaan perempuan itu berawal dari damainya pikiran. Tak ada menyangkal bahwa kesibukan seorang perempuan, terlebih ia sudah menjadi ibu, adalah sibuk yang tak berujung. Pekerjaan bejibun, tak kenal waktu. Menguras energi sekaligus menggerus fokus dan pikiran. Karena itulah, penting sekali seorang perempuan/ibu belajar hidup dengan mindful.

Ilustrasi diatas cukup jelas menggambarkan makna suatu mindful. Sebenarnya sederhana, sangat simpel. Fokus dan pikiran pada apa yang sedang dikerjakan saat ini, disini, pada detik ini. Sadar penuh pada apa yang sedang dikerjakan, berada dimana, atau dengan siapa. Menyadari, meresapi dan fokus melakukan suatu hal yang saat ini sedang dikerjakan.
Mengapa Ibu Perlu Mindful?
Pada jaman now, menjalani hidup dengan mindful itu tantangan besar, karena begitu banyak distraksi yang muncul dari layar ponsel cerdas dan interaksi di sekitar. Saat ini, sebuah ponsel cerdas adalah perangkat yang tak pernah jauh dari diri seorang perempuan/ibu, untuk keperluan komunikasi, informasi dan bahkan eksistensi, melalui media sosial yang dimiliki.
Maka, penting seorang perempuan/ibu belajar mindful agar atensi dan fokusnya tidak tersedot pada distraksi tersebut. Yang berdampak pada ketidakberesan pada banyak hal yang sedang dikerjakan.

Tantangan-tantangan berikut dibawah sering kali dialami oleh seorang perempuan/ibu. Merasa related dengan gambar ilustrasi yang mana Bu?
- Monkey Mind: fokus yang kurang runut/terarah, loncat-loncat
- Mental Load : banyak beban mental
- Multitasking VS Monotasking: mengerjakan banyak hal/aktivitas pada satu waktu
- Overthingking/ Overanalyzinga; pemikiran yang berlebih dari porsi normalnya
- Distrorsi Kognitif: banyak gangguan fokus
Praktik Latihan Ibu Bermindful
Tantangan-tantangan tersebut diatas bisa dienyahkan bila kita belajar dan praktik mindfulness dalam menjalani peran. Apabila dipraktikkan sungguh-sungguh, berangsur-angsur mindfulness akan terinstall secara sadar dalam nalar kita. Berikut praktik mindfulness yang sederhana dan sangat bisa kita kerjakan:
- Latihan sadar nafas 4-4-4-4 (box breathing)
- Latihan sadar nafas 4-7-8
- Latihan teknik grounding 54321
- Latihan tekinik pemindaian tubuh (body scan awareness)
- Latihan visual imagery
Kuncinya sadar nafas, merasakan setiap tarikan dan hembusan nafas, udara yang masuk dan keluar dari dan kedalam lubang hidung, rongga dada hingga ke rongga mulut. Merasakan nikmat dan syukur atas kesempatan hidup yang Dia berikan kembali mulai dari bangun tidur hingga 24 jam setiap hari dengan kemampuan menjalani berbagai aktivitas.

Mindfulness dalam Beberapa Aspek Kehidupan Perempuan/Ibu
Cara-cara berikut bisa dipraktikkan mindfulness dalam beberapa aspek kehidupan seorang perempuan/ibu:
Mindfulness konteks pengasuhan sehari-hari
Menyadari bahwa peran yang sedang disandang, menjadi seorang ibu adalah anugerah, bukan suatu hukuman atau beban yang memperberat langkah perempuan. Demikian, segala hal/aktivitas dan hiruk pikuk kehidupan pengasuhan akan dijalani dengan penuh kesyukuran dan kesungguhan.
Seorang ibu yang menjalani perannya dengan mindful akan lebih tenang tindakannya dan damai pikirannya, sehingga mampu menjalin koneksi yang baik dengan putra-putrinya. Tangki cinta anak lebih terisi dengan penuh kasih dan dan anak akan bergerak di orbit orang tua (mudah diarahkan). Anak-anak juga akan tumbuh dengan bahagia dan menjadi anak yang tenang dan menyenangkan.
Perlu juga kiranya seorang ibu mempraktikkan jurnal mindfulness. Jurnal mindfulness ini baik dikerjakan guna menghadapi saat situasi-situasi cepat/kacau. Perlu juga dilatihkan cara merespon situasi agar ibu bisa lebih tenang, kalem, rasional dan penuh welas asih.
Mindful dalam Konteks Penerimaan Diri dan Produktivitas
Demi terbentuknya mindulness dalam diri penting juga memiliki growth mindset. Menyadari peran diri sebagai individu, sebagai istri dan atau sebagai ibu. Sadar dan bertanggung jawab atas peran yang melekat dengan bahagia, bukan merasa beban yang harus diemban.
Memahami bahwa tugas pekerjaan rumah tangga itu nyumber, terus menerus muncul dan ada, menguras tenaga dan waktu yang seolah-olah tak ada habisnya. Namun, itu bukan tanggung jawab ibu semata. Seluruh keluarga perlu diberi pemahaman bahwa rumah adalah tanggung jawab bersama, perlu adanya pembagian tugas rumah tangga, agar semua punya andil dalam mengurus rumah. Demikian, ibu punya lebih banyak waktu untuk self care dan produktif, tidak terus menerus berkutat dengan pekerjaan rumah tangga.
Cara-Cara Menjalani Mindful dalam Diri
Langkah-langkah berikut bisa dilatihkan untuk mencapai mindful dalam produktivitas diri
- Tegas akan prioritas: mendahulukan task yang urgent dan prioritaskan tujuan terdekat dan terpenting.
- Teknik podomoro dalam pekerjaan: melatih fokus bekerja selama 20 menit, jeda 5 menit, lanjutkan fokus produktif 20 menit selanjutnya.
- Teknik Bullet Journaling (BuJo): Membiasakan diri disiplin membuat jadwal sesuai prioritas dan reflektif setiap pelaksanaannya.
- No multitasking, one bit a time: Mengerjakan satu atau dua pekerjaan sama dalam satu waktu membuat energi dan fokus ibu lebih terkendali, menikmati dan tidak kewalahan.
- Teknik jeda nafas: Pekerjaan yang beruntun dan tak berujung seolah tak menyediakan waktu untuk kita ‘bernafas/rehat’, maka penting sekali mengalokasikan jeda nafas setiap kurun waktu fokus/pekerjaan. Demikian, energi dan emosi terjaga stabil karena nafas yang cukup tenang dan berkadar.
Kedamaian pikiran adalah kunci kita bisa bertindak dengan tenang dan berpikir dengan logis, emosi lebih mudah dikenali dan dikelola. Kebahagiaan bukan terletak pada apa yang hal-hal yang mampu kita raih dan miliki. Melainkan pada kemampuan kita untuk menjalani hidup saat ini, disini, dengan kesadaran dan mampu merasakan.
by Hesti Trisnawati | Jan 20, 2025 | Asik Nambah Ilmu, Tips

Nilai Komunikasi
Komunikasi mungkin suatu hal yang biasa dilakukan dalam keseharian. Hingga banyak orang yang menilai komunikasi ini biasa-biasa saja. Luput dari perhatian, jarang dievaluasi, terlebih ditingkatkan ‘nilainya’. Padahal komunikasi adalah salah satu kunci penting dalam interaksi antar manusia dalam kehidupan, baik itu dalam lingkup keluarga maupun masyarakat. So IPers, tertarik kan meningkatkan ‘nilai’ komunikasinya dari biasa menjadi istimewa?
Komunikasi adalah suatu keterampilan yang akan makin mahir bila sering dipraktikkan. Tentunya perlu kiranya ilmu tentang komunikasi. Berbekal ilmu tersebut bisa kita praktikkan pada lingkup terkecil dulu, yakni keluarga. Tak jarang kita dengar, hubungan dalam keluarga menjadi tidak baik-baik saja karena komunikasi yang buruk. Jadi, Komunikasi yang bagaimanakah yang patut kita latih dan praktikkan?
Teknik Komunikasi
IPers mungkin mengetahui beberapa teknik komunikasi, seperti teknik komunikasi efektif, teknik komunikasi asertif dan lainnya. Teknik komunikasi berikut, yang dicontohkan oleh Ibu Najeela Shibah (2018) bisa disebut sebagai teknik komunikasi ekspresif.
Kemampuan mengekspresikan diri dengan baik adalah kunci dalam keluarga. Beberapa keterampilan dasar dan contoh komunikasi berikut ini perlu dilatih dan dipraktikkan saat berkomunikasi dalam keluarga:

Teknik Komunikasi Ekspresif
1.Mengungkapkan kebutuhan diri tanpa menyerang dengan i-massage
- Aku sedih saat kamu sering lupa waktu saat pegang gadget saat weekend, aku ingin kita lebih banyak berinteraksi, tidak sibuk sendiri dengan gadget agar anak-anak juga happy bermain tanpa gadget.
- Aku khawatir bila kamu tidak mengupdate posisi, kabari saja bila mau berangkat, agar aku tau kira-kira sudah sampai mana perjalanannya
2. Mengungkapkan maaf karena sadar bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hubungan adalah kontribusi banyak pihak.
- Aku minta maaf ya bila lost controll
- Maaf ya bila muncul lagi ngambeknya
- Kucoba untuk tidak diem-dieman lagi
3. Menyatakan persetujuan walaupun tidak harus sepenuhnya sependapat, pasti ada unsur yang kita bisa bersepakat
- Benar juga pendapatmu
- Iya benar seperti itu
- Aku setuju kalau begitu
- Yuk kita bahas kesepakatan
4. Mengungkapkan kebutuhan diri disaat sulit tanpa khawatir ditolak atau gengsi
- Aku butuh waktu untuk menenangkan diri
- Tolong dengar dan ingat kesepakatan kita
- Aku merasa geregetan kalo kamu tetap saja begitu
- Gimana caranya aku bisa mengingatkanmu?
5. Menyatakan apresiasi/penghargaan dengan rutin, bahkan terhadap hal kecil
- Aku paham maksudmu
- Ide bagus, yuk pikirkan, what next?
- Ini masalah kita bersama, gimana baiknya?
- Aku merasa kesal kalau kamu tetap seperti itu
Intinya mengekspresikan perasaan yang muncul kemudian ungkapkan apa harapannya. Demikian, para anggota keluarga mengenali perasaan kita, tahu apa harapan kita dan bagaimana respon yang tepat. Apabila belum sesuai dengan harapan, perlu kiranya belajar bersama bagaimana merespon dengan tepat. Sudah siap berlatih dan praktik teknik komunikasi ekspresif ini IPers?
Referensi:
Shihab, Najeela. 2018. Keluarga Kita: Mencintai dengan Lebih Baik. Buah Hati. Tangerang Selatan
Celoteh Mahasiswi