Hi bunda,

Selama Pandemi Covid-19, siapa yang selalu bersemangat mengikuti kelas online?

Komponen Institut IP Tangsel juga mengadakan kelas online dengan topik yang relevan dengan perubahan gaya hidup selama Pandemi Covid-19. Apa saja ya kegiatannya?

Kulwap dengan tema Food Preparation

Pandemi memberikan kesempatan belajar untuk banyak orang, termasuk para ibu. Pandemi mengajarkan kita untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada. Sebagai manajer keluarga, Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan perubahan di rumah. Salah satu perubahan yang harus dijalani hampir sebagian besar ibu adalah menyediakan makanan rumahan.

Melihat kebutuhan tersebut, komponen institut IP Tangsel menyelenggarakan kelas online tentang Food Preparation. Kami berkolaborasi dengan narasumber dari IP Tangerang Kota, seorang ahli gizi bernama Shabrina Lestari. Kami mendapat banyak ilmu baru tentang cara menyimpan bahan makanan dengan tepat, mengelola bahan makanan agar tidak banyak terbuang dan perlunya memperhatikan keamanan makanan yang kita olah.

Ternyata, Indonesia merupakan salah satu negara dengan sampah makanan terbesar di dunia. Rasanya sedih mendengar fakta tersebut. Pasti, salah satu penyumbangnya adalah sampah makanan dari rumah kita. Food Preparation dapat menjadi sarana kita untuk belajar menakar kebutuhan bahan makanan di rumah, sehingga kita tidak sering menimbun bahan makanan yang dapat berakhir di tempat sampah.

Melalui kegiatan ini, kami mendapat ilmu bahwa ternyata setiap bahan makanan memiliki cara dan masa penyimpanan yang berbeda. Misal, beberapa jenis bumbu dapur perlu disimpan di freezer, beberapa jenis sayuran perlu direndam dengan air, dsb. Pasti, topik ini begitu menarik buat para ibu yang harus bisa menyediakan masakan rumahan di meja makan selama Pandemi ini.

Sharing is Caring dengan tema Seni Berbicara Lewat Media Daring

Perubahan lain yang kita rasakan selama Pandemi ini adalah perubahan media belajar. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbagi ilmu melalui media daring. Beberapa mahasiswi komponen Institut IP Tangsel berkesempatan menjadi narasumber dalam berbagai aktivitas online. Untuk itu, kami mengadakan kegiatan sharing is caring dengan topik Seni Berbicara lewat Media Daring. Kami mengundang narasumber yang merupakan mahasiswi kelas matrikulasi batch 8, seorang MC profesional bernama Bintang Cahya.

Meski berbicara lewat media daring, ternyata kita perlu punya strategi lho. Ada beberapa tantangan yang kita hadapi saat berbicara secara virtual seperti keterbatasan interaksi, body language, fokus, dan beberapa kendala teknis seperti sinyal, suara yang tumbuh tenggelam, dan visual yang tidak jelas. Kita perlu mempersiapkan strategi saat menghadapi kendala teknis tersebut.

Saat berbicara melalui media daring, mb Bintang memberikan tips bahwa kita perlu mempersiapkan 3V faktor komunikasi, yaitu Vokal, Visual, dan Verbal. Agar materi yang disampaiakan dapat ditangkap oleh pendengar, maka kita perlu menggunakan vokal yang jelas baik itu suara yang dapat didengar, artikulasi yang jelas, dan pemilihan intonasi yang tepat.

Meski interaksi dengan pendengar terbatas, kita tetap perlu menjaga ekspresi wajah kita agar tetap menarik salah satunya dengan menganalogikan kamera sebagai mata pendengar sehingga eye contact tetap terjaga. Terakhir, agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas, gunakan teknik 3 golden rules. Kita sebaiknya memberikan 3 poin dalam setiap pokok bahasan, karena ini merupakan range yang paling efektif untuk diingat manusia.

Jangan lupa, lakukan persiapan dan latihan agar dapat memberikan yang terbaik kepada para pendengar. Ingat, mereka sudah bersedia memberikan waktunya untuk mendengar apa yang akan kita sampaikan.

Salam,

At Tachriirotul M.

ManMedkom HIMA IP Tangsel