Pandemi melanda, menjadi bahan renungan para pengurus untuk menemukan cara membangun komunitas yang solid dan kompak. Mencoba ikhtiar mencari berbagai cara untuk membangun semangat kembali para IPers dalam berkomunitas.

Jangan salahkan pandemi ketika komunitas mulai goyah

Hampir dua tahun kita berada dalam situasi pandemi. Semua aktivitas dilakukan didalam rumah. Tak hanya pelayanan publik, sekolah, kantor, perusahaan dan lain-lainnya semua terkena dampak. Maka WFH atau Work From Home menjadi trend saat pandemi.

Perubahan secara tiba-tiba ini menyebabkan banyak hal di luar dugaan, termasuk aktivitas komunitas. Ketika pandemi belum melanda, kita bisa melaksanakan berbagai aktivitas komunitas secara offline. Sehingga bisa dengan mudah membangun bonding antara member dan terciptalah komunitas yang solid dan kompak.

Namun, salah pandemi apa sampai kita harus tiba-tiba terpisah dan terpencar tak lagi menyatu serta sibuk dengan aktivitas baru masing-masing?

Sebetulnya bukan salah pandemi, akan tetapi kesiapan kita yang kurang untuk menerima segala perubahan ini.

Ibu Profesional sendiri sudah selangkah lebih maju dalam pemanfaatan teknologi. Sehingga bisa dengan mudah mengikuti perubahan, bahkan dapat memberikan solusi untuk menyampaikan informasi kepada pihak yang baru memanfaatkan teknologi pada saat pandemi.

Maka artinya, menjadi tugas pemangku amanah mengembalikan semangat lagi untuk membangun komunitas yang solid dan kompak, ketika merasakan bangunan komunitas mulai goyah.

Cara membangun komunitas yang solid dan kompak

Menjadi sharing seru ketika ManHumas dan Rektor Institut Ibu Profesional berkunjung ke Hima Institut Ibu Profesional Garut.

Diawali dengan ramah-tamah perkenalan diri semua pribumi mulai dari Kahima, Manhumas, Mankeu, Manop, Manmedkom dan Sekreg Ibu Profesional Garut yang bisa hadir saat itu.

Keakraban terasa saat memulai agenda untuk memperkenalkan diri. Selain menyebutkan amanah yang di emban juga passion masing-masing. Sebagian besar malah menjadi ajang curahan hati, namun justru dari obrolan tersebut muncul pertanyaan yang mengarah pada proses membangun bonding. Ya, pertanyaan seputar aktivitas keseharian yang sedang dijalani oleh masing-masing.

Berikut beberapa cara membangun komunitas yang solid dan kompak hasil sharing dari kunjungan Rektor dan Manhumas Institut Ibu Profeional :

1. Intens Berkomunikasi di Grup Whatsapp

Sibuk membersamai anak daring, sibuk mengikuti meeting sehingga aktivitas online di komunitas berkurang. Alasan ini bisa diterima, karena memang kenyataannya kita butuh penyesuaian pada fase perubahan situasi normal ke pandemi.

Maka yang harus kita lakukan adalah membuat komitmen waktu untuk menyapa member dengan terlebih dahulu memberitahukan jadwal online grup whatsapp. Maksudnya supaya ada persiapan dan kesiapan member dalam mengikuti agenda komunitas.

Selain itu, kita juga harus mempersiapkan tema pembahasan yang memang sedang dibutuhkan member. Untuk era pandemi mungkin membutuhkan banyak hiburan, maka yang diangkat adalah tema-tema keseharian bahkan sesuatu hal yang receh pun kita angkat sebagai bahan obrolan.

2. Bermain Karaoke

Tips selanjutnya adalah bermain karaoke bareng melalui media zoom. Ini merupakan salah satu cara agar bonding tetap terbangun, karena biasanya dengan aktivitas yang tidak terlalu serius akan lebih menguatkan kedekatan.

Dari karaoke bareng kita akan lebih banyak menemukan hal yang lucu. Mungkin pada saat menemukan nada yang tidak sesuai notasi atau pada saat ada kesalahan lirik. Suasana tawa canda seperti ini adalah salah satu cara sederhana menguatkan bonding.

Selain menguatkan bonding juga bisa menjaga keceriaan dimasa pandemi, supaya imunitas tubuh tetap stabil

3. Bermain Games

Banyak games yang bisa kita lakukan dalam mencairkan suasana. Bahkan tak hanya mencairkan suasana, bisa juga untuk meningkatkan kapasitas diri.

Ide-ide games bisa kita dapatkan dari hasil sharing sesama member atau bahkan bisa belanja gagasan dari yang sudah berpengalaman.

4. Memanfaatkan Media Sosial

Salah satu cara efektif adalah dengan memberikan edukasi melalui media sosial. Baik dengan cara sharing melalui template, video maupun acara live di media sosial.

Selain menjangkau member yang satu regional, hal ini akan mencakup jangkauan lebih luas. Karena media sosial merupakan teknologi yang ampuh untuk menyebarkan informasi.

Namun perlu diingat media sosial juga ibarat mata pisau, tergantung pada orang yang memanfaatkannya. Akan menebarkan kebaikan ketika kita menyampaikan informasi yang baik dan sebaliknya.

5. Sharing Insight Kegiatan

Ketika kita membuat agenda kegiatan dan mengumumkan untuk ajakan kegiatan tersebut. Maka setelah acara tersebut terselenggara, kita perlu membuat reportase yang menyampaikan insight dari acara tersebut.

Maksudnya supaya member yang ketinggalan informasi, bisa menyimak dan bisa kembali menyaksikan agenda yang sudah berlangsung. Sehingga bisa merasakan kembali keseruan dan manfaat dari kegiatan tersebut. Sehingga ada keinginan dari member untuk tidak ingin melewatkan acara- acara komunitas. Hal ini bisa menjadi salah satu cara membangun komunitas solid dan kompak.

Itu tadi cara membangun komunitas solid dan kompak yang kami dapatkan dari hasil sharing kunjungan tim Institut Ibu Profesional Pusat ke Regional Garut. Banyak manfaat yang dapat kami petik juga ilmu yang bisa kami praktekan langsung di lapangan. Terima kasih atas kunjungannya!

 

Semoga bermanfaat!

Tim Hima Regional Garut