Impact Report Bunda Cekatan 2

Impact Report Bunda Cekatan 2

Impact Report Bunda Cekatan 2

Impact Report Bunda Cekatan 2

Program perkuliahan di Institut Ibu Profesional jenjang kedua yakni Bunda Cekatan batch 2 telah selesai dilaksanakan selama bulan Januari-Agustus 2021. Setelah perayaan kelulusan mahasiswa di regional masing-masing dan ditutup secara resmi dengan malam puncak perayaan di Facebook Group pada 11 Agustus lalu, tim program Bunda Cekatan mengolah umpan balik mahasiswa selama perkuliahan.

Tim program Bunda Cekatan menyiapkan impact report yang diolah dari data yang terkumpul sejak awal hingga akhir program perkuliahan melalui formulir asesmen pra dan pasca Bunda Cekatan. Diulas oleh tim Riset Divisi Strategi Pengembangan Program IIP, Sri Tantri Sintia Indriati. Manajer Program Bunda Cekatan batch 2, Hamidah Rina Mantiri memaparkan laporan dan analisisnya di malam BBQ Party pada founder, Rektor, tim Institut dan komponen lainnya di Ibu Profesional pada 9 September 2021 lalu.

Tim Bunda Cekatan 2

Tim Bunda Cekatan 2

Profil Mahasiswa Bunda Cekatan 2

  1. Lulusan program Bunda Sayang dengan media perkuliahan di WAG
  2. Baru herregistrasi dan mulai membiasakan dengan Facebook Group, baik FBG seluruh member IP maupun FBG TransCity
  3. Telah mengerjakan tugas TransCity tentang Berpikir Kritis, Adab Berkomunitas & CoC dan aliran rasa
  4. Mahasiswa remedial / replay dari Buncek 1

 

tingkat kelulusan bunda cekatan 2

Tingkat kelulusan bunda cekatan 2

 

Jumlah mahasiswa bunda cekatan 2

Jumlah mahasiswa bunda cekatan 2

Asal Regional

Asal regional mahasiswa bunda cekatan 2

Asal regional mahasiswa bunda cekatan 2

Grafik diatas menunjukan bahwa terdapat dua regional yang mengirimkan mahasiswa paling banyak selama program Bunda Cekatan 2. Yaitu Bandung dan Yogyakarta.
Data ini didukung pula dengan WAG regu yang mana hanya 2 regu yang berisi mahasiswa dari 1 regional:
1. Regu 6 diisi semua mahasiswa regional Bandung
2. Regu 8 diisi semua mahasiswa regional Yogyakarta

Data ini bukan indikator minat kuliah mahasiswa di suatu regional, karena perlu data pembanding yaitu jumlah tota lmahasiswa lulusan Bunda Sayang yang belum melanjutkan kuliah di regional tersebut.
Data ini juga bukan indikator sebaran mahasiswa IIP, karena perlu merujuk pada data member IP tiap regional. Data sementara, 10% member IP ada di satu regional, yaitu IP Bandung sedangkan 90% member tersebar di 56 regional.

Tingkat Partisipasi Asesmen Pra dan Pasca Buncek

Tingkat Partisipasi Asesmen Pra dan Pasca Buncek

Tingkat Partisipasi Asesmen Pra dan Pasca Buncek

Di program Bunda Cekatan 2, mahasiswa dibagikan formulir asesmen mandiri sebelum dan sesudah perkuliahan.
FBG dibuka tanggal 1 Januari 2021
Form asesmen pra perkuliahan dapat diakses selama dua hari selama 7 – 9 Januari 2021
Form asesmen pasca perkuliahan sudah dapat diakses sejak 27 Juli – 11 Agustus 2021

Tingkat partisipasi di pra asessmen 84,59%
dan di pasca asesmen meningkat menjadi 90,94%

Mengukur Ketercapaian Tujuan Fasilitasi Program

Di formulir asesmen pasca program, mahasiswa diminta memberikan umpan balik akan seberapa tercapai tujuan fasilitasi di program Bunda Cekatan 2. Tujuan fasilitasi dirinci setiap tahapnya, kemudian mengonfirmasi kembali poin-poin pemahaman dan kemampuan yang telah dinilai pada asesmen pra program. Mahasiswa diminta untuk memberikan skor sesuai kondisi yang dirasakan dengan skala sebagai berikut:

Skala tingkat kesesuaian dan kepuasan

Skala tingkat kesesuaian dan kepuasan

 

Analisis Penggunaan Facebook Group sebagai Media Belajar

 

Analisis Penggunaan Facebook Group sebagai Media Belajar

Analisis Penggunaan Facebook Group sebagai Media Belajar

 

Kemampuan mahasiswa akan penggunaan Facebook Group (FBG)

Kemampuan mahasiswa akan penggunaan Facebook Group (FBG)

 

Peningkatan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa akan penggunaan Facebook Group (FBG) sebagai media belajar didukung dengan grafik diatas. Bahwa sejak tahap pertama dari program Bunda Cekatan 2 yaitu Tahap Telur-Telur, 73.2 % mahasiswa menyatakan telah terampil menggunakan FBG sebagai media belajar. Di tahap 1 mahasiswa dikenalkan dengan fitur: Unit/Guides, Rooms, dan posting gambar di Album.

tingkat kepuasan dengan adanya dukungan media belajar lain

tingkat kepuasan dengan adanya dukungan media belajar lain

Di FBG, mahasiswa dikenalkan dengan fitur: Unit/Guides, Rooms, posting gambar di Album, Create Event FB Live, FB Live Streaming, Mentorship dan Messenger. Selain itu ada pula media lain yang memiliki tujuan penggunaan
yang berbeda, yaitu: WhatsApp Group Regu, untuk interaksi dan diskusi sesama mahasiswa sesuai pembagian regu regional, digunakan di sepanjang perkuliahan, jumlah group member 30-35 mahasiswa WhatsApp Group Keluarga Passion, untuk
tempat berbagi dan belajar mahasiswa seusai keluarga passionnya, digunakan di di tahap Ulat-Ulat, jumlah group member 5-18 mahasiswa.

 

Analisis Tingkat Pencapaian Tujuan Fasilitasi Pembelajaran di Tahap 1 (Telur-Telur)

pengetahuan dan kemampuan mahasiswa akan kebutuhan belajarnya

pengetahuan dan kemampuan mahasiswa akan kebutuhan belajarnya

 

pengetahuan dan kemampuan mahasiswa akan kebutuhan belajarnya

Peningkatan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa akan kebutuhan belajarnya hingga penyusunan peta belajarnya didukung oleh grafik diatas.

38.5% Sesuai dan 53.2% Sangat Sesuai
dengan pernyataan bahwa:
Tahap Telur-Telur membantu saya memahami
kebutuhan belajar dan menyusun rencana
pembelajaran untuk diri saya

Analisis Tingkat Pencapaian Tujuan Fasilitasi Pembelajaran di Tahap 2 (Ulat-Ulat)

pengetahuan mahasiswa akan metode belajar yang sesuai

pengetahuan mahasiswa akan metode belajar yang sesuai

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan metode belajar yang sesuai

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan metode belajar yang sesuai

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan metode belajar yang sesuai, dan kemampuan untuk selektif mengolah informasi dan pengetahuan dalam belajar didukung oleh grafik diatas.

45.5% Sesuai dan 46.3% Sangat Sesuai

dengan pernyataan bahwa:
Tahap Ulat-Ulat membantu saya memahami
metode belajar yang sesuai untuk saya dan menjadi
selektif mengolah informasi sesuai kebutuhan saya

Kelompok grup mahasiswa pada tahap ulat-ulat

Kelompok grup mahasiswa pada tahap ulat-ulat

Di tahap kedua yaitu tahap Ulat-Ulat, mahasiswa dikelompokkan ke dalam group keluarga berdasarkan passion di WAG. Satu WAG keluarga maksimal berisi 15 mahasiswa, dan minimal 5 mahasiswa.
Live sharing dilakukan selama 2 pekan, dan setiap keluarga melakukan sesi live sharing minimal dua kali.
Setiap WAG keluarga dapat membuat media belajar sendiri dan mengundang narasumber tamu dari lingkungan hutan kupu-kupu cekatan, seperti:
* Sesama mahasiswa Buncek 2
* Tim Buncek 2
* Hexagonia
Media belajar yang digunakan: kulwap, kulzoom, FBG

 

Analisis Tingkat Pencapaian Tujuan Fasilitasi Pembelajaran di Tahap 3 (Kepompong)

 

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan latihan yang dibutuhkan untuk cekatan

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan latihan yang dibutuhkan untuk cekatan

 

Analisis di tahap kepompong

Analisis di tahap kepompong

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan latihan yang dibutuhkan untuk cekatan dan kemampuan untuk konsisten dalam belajar didukung oleh grafik diatas.

40.7% Sesuai dan 48.5% Sangat Sesuai

dengan pernyataan bahwa:
Tahap Kepompong melatih saya untuk fokus pada
latihan kebiasaan baik dan berpuasa dari kebiasaan
yang tidak produktif

Analisis Tingkat Pencapaian Tujuan Fasilitasi Pembelajaran di Tahap 4 (Kupu-Kupu)

Pencapaian di tahap kupu-kupu

Pencapaian di tahap kupu-kupu

 

Pencapaian mahasiswa di tahap kupu-kupu

Pencapaian mahasiswa di tahap kupu-kupu

 

pengetahuan mahasiswa akan adab belajar pada pembimbing

pengetahuan mahasiswa akan adab belajar pada pembimbing

 

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan adab belajar pada pembimbing dan kemampuan memfasilitasi peer-learning lewat mentorship didukung oleh grafik diatas.
36.4% Sesuai dan 60.6% Sangat Sesuai

dengan pernyataan bahwa:
Tahap Kupu-Kupu melatih saya akan adab belajar
pada mentor maupun mentee

 

Efektivitas Fasilitasi terhadap Pencapaian Tujuan di Tiap Tahapan

 

Efektivitas Fasilitasi terhadap Pencapaian Tujuan di Tiap Tahapan

Efektivitas Fasilitasi terhadap Pencapaian Tujuan di Tiap Tahapan

 

Dari komparasi hasil self-assessment mahasiswa pra dan pasca perkuliahan
atas pengetahuan, pemahaman maupun kemampuan, diketahui peningkatan yang paling tinggi adalah di tahap Kepompong dan paling rendah adalah di tahap Kupu-Kupu.

Analisis Tingkat Kepuasan akan Pengalaman Belajar dan Pencapaian Diri selama di Bunda Cekatan

Analisis Tingkat Kepuasan akan Pengalaman Belajar dan Pencapaian Diri selama di Bunda Cekatan

Analisis Tingkat Kepuasan akan Pengalaman Belajar dan Pencapaian Diri selama di Bunda Cekatan

 

Terkait pengalaman belajar, mahasiswa memberikan nilai Puas dan Sangat Puas paling banyak di tahap Ulat-Ulat (84.4%) dan yang paling sedikit di tahap Kepompong (79.2%)
Terkait pencapaian diri, mahasiswa memberikan nilai Puas dan Sangat Puas paling banyak di tahap Ulat-Ulat (81%) dan yang paling rendah ada di tahap Kepompong (72.3%)
Kesenjangan antara keduanya, paling banyak ada di tahap Kupu-Kupu yaitu 7.4%. Pengalaman belajar: 80.1%, namun Pencapaian diri: 72.7%

 

Tingkat kepuasan mahasiswa di Bunda Cekatan

Tingkat kepuasan mahasiswa di Bunda Cekatan

Terkait Pengalaman belajar secara keseluruhan, 44.2% puas dan 51.9% sangat puas
Terkait Pencapaian diri secara keseluruhan, 62.3% puas dan 27.7% sangat puas
Kesenjangan antara keduanya, paling banyak terdapat pada tingkat Sangat Puas yaitu 24.2%

 

3 Faktor mempengaruhi Pengalaman Belajar maupun Pencapaian Diri mahasiswa selama di Bunda Cekatan

3 Faktor mempengaruhi Pengalaman Belajar maupun Pencapaian Diri mahasiswa selama di Bunda Cekatan

Tiga faktor yang paling mempengaruhi Pengalaman Belajar maupun Pencapaian Diri mahasiswa selama di Bunda Cekatan adalah:
1. Panduan jurnal
2. Penyampaian materi
3. Gamifikasi

Tantangan paling berat yang ditemui mahasiswa dari seluruh tahapan di Bunda Cekatan

Tantangan paling berat yang ditemui mahasiswa dari seluruh tahapan di Bunda Cekatan

Tantangan paling berat yang ditemui mahasiswa dari seluruh tahapan di Bunda Cekatan, 45.5% mahasiswa menemui tantangan paling berat di tahap Kupu-Kupu. Dari grafik diatas, beratnya tantangan yang dihadapi berbanding lurus dengan tingkat tahapan.

Tiga tantangan teratas yang dihadapi adalah:

  1. Kondisi diri dan/atau keluarga tidak memungkinkan (sakit keras, terpapar Covid, tertimpa bencana)
  2. Materi dan cara main tidak mudah diimplementasikan
  3. Durasi dan alokasi waktu untuk sesi diskusi kurang tepat

 

Pihak yang merasakan dampak dari pencapaian hasil belajar mahasiswa selama mengikuti program Bunda Cekatan

Pihak yang merasakan dampak dari pencapaian hasil belajar mahasiswa selama mengikuti program Bunda Cekatan

Pihak yang merasakan dampak dari pencapaian hasil belajar mahasiswa selama mengikuti program Bunda Cekatan

Pihak yang merasakan dampak dari pencapaian hasil belajar mahasiswa selama mengikuti program Bunda Cekatan adalah : Diri sendiri (93,5%),  Anak  (62,8%) dan Suami (52,4%).

Sejumlah 57,6 mahasiswa berniat langsung melanjutkan ke jenjang perkuliahan selanjutnya, yaitu Bunda Produktif 2. Sedangkan 39% mahasiswa memilih cuti dari perkuliahan dan transit di FBG TransCity Harmoni.

Analisis Kualitatif : Continue, Stop, Start

CONTINUE

Hal yang sudah baik dan perlu diteruskan di Bunda Cekatan:

  • Platform fb memudahkan untuk bisa live diskusi dan ini memudahkan mahasiswi, desain visual yang sangat apik juga meningkatkan semangat.
  • Gamifikasi, video materi / panduan bisa diakses kapan pun, diskusi di wag regu.
  • Sistematika belajar yang runut dan berjenjang mulai dari mengenali diri hingga mentorship
Yang sudah baik dan perlu diteruskan di Bunda Cekatan

Yang sudah baik dan perlu diteruskan di Bunda Cekatan

 

STOP

Hal yang harus dihentikan di Bunda Cekatan:

  • Grup Keluarga berdasarkan passion yang tidak sampai akhir metamorfosis
  • Pemilihan Karegu dan Kepala Keluarga yang tidak berdasarkan diskusi / pemilihan di grupnya
  • Istilah baru di hutan kupu-kupu yang membingungkan
  • Program Buddy yang tidak ada kelanjutannya
  • Durasi video materi yang panjang (lebih dari 20 menit)
  • Waktu live di FBG yang terlalu lama

 

Yang harus dihentikan di Bunda Cekatan:

Yang harus dihentikan di Bunda Cekatan

 

Yang harus dihentikan di Bunda Cekatan

Yang harus dihentikan di Bunda Cekatan

START

Hal yang harus mulai dilakukan:

  • One-on-One Mentorship
  • Ada standar jurnal Tantangan 30 Hari
  • Materi dan live diskusi dalam satu waktu
  • Jurnal tahap kupu-kupu juga menuliskan hasil belajar bersama mentor
  • Tahap persiapan mahasiswa untuk menjadi Mentor
  • Mengumpulkan Mentor yang tidak mendapatkan Mentee dalam satu forum sehingga mereka tetap mendapat kesempatan untuk berbagi
  • Sesion penjelasan materi dan diskusi lebih panjang
  • Kurikulum mentoring mohon lebih difokuskan
  • Ketersediaan kamus institut untuk memudahkan mengerti istilah yang disebutkan dalam proses gamifikasi

 

Hal yang harus mulai dilakukan di Bunda Cekatan 3

Hal yang harus mulai dilakukan di Bunda Cekatan 3

 

Impact Report Film Ibu Bumi

Impact Report Film Ibu Bumi

Nobar dan Diskusi Film Ibu Bumi

Liga Film Keluarga

Sabtu, 17 Juli 2021
Jam 19.30 – 21.00 wib
Penyusun dan layout Impact Report: Septi Peni Wulandani

 

Impact Report Film Ibu Bumi

Impact Report Film Ibu Bumi

Sekilas Acara

Liga Film Keluarga kembali menggelar acara NOBAR (Nonton Bareng) dan Diskusi Film. Kali ini Liga Film Keluarga bekerjasama dengan SEDAP FILM, dan mengambil salah satu produksi film mereka yang berjudul IBU BUMI sebagai bahan diskusi. Hadir dalam acara ini Wini Anggraeni, sebagai produser film IBU BUMI, Chairunnisa, sutradara film IBU BUMI dan Aryanto Nugroho, sebagai koordinator nasional PWYP Indonesia yang mendampingi masyarakat Kendeng. Acara dipandu oleh Septi Peni Wulandani dari Liga Film Keluarga sebagai Moderator dan difasilitasi juga dengan Juru Bahasa Isyarat, Asna Ulya, sehingga memudahkan para peserta yang tuli untuk tetap bisa mengikuti jalannya diskusi.

Sinopsis Film

Film ini menceritakan seorang anak muda yang bernama Bagus (20 tahun), petani yang tinggal di kawasan subur Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, gelisah dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di tempat tinggalnya. Bersama kelompok musik punk-nya yang bernama Kendeng Squad, Bagus menyuarakan berbagai kegelisahannya ini. Ia membuat video klip “Berani Bertani” untuk merekam suara alam dan kerusakan yang terjadi. Bagus berharap, musiknya bisa menjadi inspirasi untuk generasi muda untuk tetap menjaga alam.

Latar Belakang

Film ini dibuat sebagai bentuk kepedulian para insan film untuk mendukung masyarakat Kendeng/masyarakat Samin, yang sedang berjuang selama puluhan tahun untuk menjaga sumber kehidupan mereka yaitu Bumi serta alam raya tempat hidup anak cucu mereka yang perlu dijaga.

Komunitas adat Sedulur Sikep, atau dikenal dengan masyarakat Samin, memiliki peran penting dalam perjuangan para petani menolak keberadaan pabrik semen.

Masyarakat yang mendiami Pegunungan Kendeng sejak ratusan tahun lalu itu memegang prinsip dalam menjaga kelestarian alam. Mereka menganggap bumi layaknya ibu yang harus dilindungi sebagai pemberi kehidupan. Ibu Bumi yang harus dijaga agar tetap lestari.

Animo Peserta

Animo peserta Nobar dan Diskusi Ibu Bumi kali ini cukup banyak, mengingat pengumuman baru dibuka umum pada H-1, dan terdata peserta yang mendaftar sebanyak 305 peserta dari berbagai pelosok Indonesia.

penyebaran info film Ibu Bumi

penyebaran info film Ibu Bumi

 

Whatsapp

Penyebaran info via Whatsapp sangat efektif dan bekerja baik untuk event kali ini. Berdasarkan data dari katadata, jumlah pengguna aktif whatsapp di dunia ini pada tahun 2020 adalah sebesar 2 milliar. Indonesia adalah pengguna whatsapp terbanyak.

Facebook

Facebook menempati urutan platform nomor dua pada penyebaran info event-event Liga Film Keluarga, mengingat banyak sekali para peserta Liga Film Keluarga yang masih aktif menggunakan facebook sebagai tempat belajar dan bersosialisasi.

Sebaran Domisili Peserta

Jakarta masih menempati prosentase terbanyak peminat acara Nobar dan Diskusi Film Ibu Bumi ini. Dilanjutkan dengan Malang, Bandung dan Yogyakarta. Hal ini memberikan gambaran besar bahwa masayarakat yang tertarik dengan event-event diskusi budaya dan film itu masih didominasi masayarakat pulau Jawa.

Domisili peserta nobar dan diskusi Film Ibu Bumi

Domisili peserta nobar dan diskusi Film Ibu Bumi

Peserta Dari Luar Jawa

Kehadiran 0,4% peserta dari Timika, Papua, dari 2,9 % dari Medan, dan beberapa yang hadir dari Pulau Bali, Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, Balikpapan, Pontianak serta Payakumbuh, akan bisa memberi harapan baru bagi perkembangan dunia budaya dan film. Dimana harapan kami para peserta ini akan menggerakkan budaya di wilayahnya dengan seringnya ngobrol di Liga Film Keluarga.

Rasio Jenis Kelamin

Acara Nobar dan Diskusi Film Ibu BUmi ini 89,1 % dihadiri oleh para perempuan dengan usia rata-rata mereka adalah sekitar 20-40 tahun. Sedangkan jumlah peserta laki-laki mengalami peningkatan dari acara-acara sebelumnya yaitu sebesar 10,9%. Peningkatan ini cukup signifikan karena sebelumnya selalu di bawah 5 %.

Mengapa Perempuan Lebih Banyak?

Hal ini selalu menjadi kajian penelitian kami, mengapa peserta perempuan selalu mendominasi prosentase tertinggi dalam setiap acara yang digelar oleh Liga Film Keluarga. Hipotesis pertama kami adalah Liga Film Keluarga lahir dari komunitas perempuan yaitu Ibu Profesional.Hipotesis kedua kami, fenomena di masyarakat kita kalau ada nama keluarga, berarti identik dengan ibu dan perempuan. Hipotesis ketiga kami, banyak ibu dan perempuan yang haus akan ilmu serta pengalaman yang berbasis pada pendidikan anak dan keluarga. Sehingga semangatnya tinggi untuk belajar.Hipotesis ke empat, perempuan lebih suka ngobrol dan nonton film seputar keluarga.

Diskusi Pra Event

Beberapa langkah yang diambil oleh Liga Film Keluarga untuk mengedukasi calon peserta diskusi sebelum masuk ke ruang diskusi adalah dengan cara sebagai berikut:

1.Otomatis Masuk WAG

Semua calon peserta dikumpulkan terlebih dahulu dalam satu WhatsApp group, mereka otomatis akan masuk ke WhatsApp Group setelah mengisi form pendaftaran. Terdapat dua WAG Liga Film Keluarga

2. Memberikan Referensi

Tim dari Liga Film Keluarga memerikan referensi terlebih dahulu di WhatsApp Group seputar sinopsis film, sekilas tentang masyarakat Kendeng, data film dan profil narasumber.

3. Diskusi Pra Event

Dibuka diskusi pra event terlebih dahulu di WhatsApp Group sehingga terbangun engagement yang bagus antara penyelenggara dan peserta sebelum acara berlangsung. Kemudian Link Zoom diberikan di WhatsApp Group.

Tingkat Keefektifan

Dengan pola pra diskusi di WhatsApp Group ini 95,7% dari peserta merasa lebih nyaman, karena merasa tidak sendirian, saling kenal terlebih dahulu dengan para peserta lain yang memang baru saling kenal pada saat itu. Untuk peserta yang berasal dari satu komunitas, seperti Ibu Profesional, menjadikan mereka leading member dalam percakapan di WhatsApp Group disebabkan kedekatan dan kebiasaan diskusi di WhatsApp group yang sudah sering dilakukan oleh komunitas tersebut. Keaktifan peserta di WhatsApp Group ini menjadikan peserta memahami latar belakang film, isi film, profil narasumber dan beberapa referensi tentang Kendeng . Hal tersebut membuat “Rasa ingin tahu” peserta saat acara berlangsung.

Suasana Saat Nobar dan Diskusi

Jumlah peserta yang hadir pada saat Nobar dan Diskusi Film Ibu Bumi ini adalah sekitar 185 peserta, dan yang terus berada di ruangan serta aktif diskusi sampai acara ini selesai adalah sekitar 159 peserta. Animo ini cukup bagus karena sudah lebih dari 50% pendaftar hadir di acara ini dan aktif berdiskusi sampai akhir. Tiga Narasumber yang direncanakan, bisa hadir semuanya, yaitu Winni Anggraeni, Chairunnisa dan Aryanto Nugroho. Acara ini dipandu oleh moderator, Septi Peni Wulandani, dan hadir pula 1 juru bahasa isyarat, Asna Ulya, untuk membantu para peserta yang tuli agar bisa tetap ikut diskusi. Acara diskusi berlangsung tepat waktu sesuai agenda yang disampaikan dan obrolannyapun berlangsung seru.

 

Topik Diskusi

  • Kegigihan perjuangan masyarakat Kendeng untuk menjaga Ibu Bumi
  • Mempelajari kearifan lokal sedulur sikep
  • Proses pembuatan film Ibu Bumi

“IBU BUMI WIS MARINGI, IBU BUMI DILARANI, IBU BUMI KANG NGADILI”

“IBU BUMI SUDAH MEMBERI, IBU BUMI DISAKITI, IBU BUMI YANG MENGADILI”

Di awal diskusi moderator menanyakan tentang latar belakang pembuatan film dokumenter Ibu Bumi ini. Chairunnisa menyatakan bahwa ini cara kami bersuara, lewat film, kemudian Winnie menyampaikan bahwa perjuangan masyarakat Kendeng perlu didukung dengan bentuk yang berbeda dan mengambil sudut pandang yang berbeda. Sedangkan Aryanto Nugroho menyatakan bahwa banyak cara untuk berjuang, banyak cara untuk menyuarakan pendapat, maka film adalah salah satunya.

 

Dampak Pasca Nobar Film Ibu Bumi

Tingkat Kebahagiaan

67 % peserta merasa sangat bahagia setelah ikut hadir di Nobar dan Diskusi Film Ibu Bumi ini. Rata rata mereka menyampaikan kebahagiaannya berkaitan dengan lebih bermaknanya hari mereka di malam minggu ini ketika ikut menonton dan diskusi film Ibu Bumi. Mereka terbuka wawasannya dan senang karena film Ibu Bumi ini sangat dekat dengan kehidupan mereka , tidak ada jarak yang sangat jauh antara kehidupan di film tersebut dengan kehidupan nyata sehari-hari. Kondisi ini membuat mereka terhubung dengan kisah dan tokoh yang bermain di film tersebut. 29,3 % merasa bahagia, dan 3.7 % menyatakan dirinya biasa-biasa saja. Hal ini memberikan keseimbangan data dan sebaran yang baik untuk sebuah event.

Malam minggu yang sungguh bermakna, nobar dan diskusi film Ibu Bumi ini membuka pikiran dan hati saya – Diah 

Saya bahagia mengikuti acara Lga Film Keluarga, karena selalu menghadirkan film yang dekat dengan kehidupan kita – Yanuar 

Sesi Yang Paling Disukai

79,2 % peserta menyatakan sangat menyukai semua rangkaian acara di Nobar dan Diskusi Film Ibu Bumi ini. 17,1% menyukai proses Nobarnya saja, dan 3,7 % menyukai proses diskusinya saja. Salah satu testimoni peserta yang selalu mengikuti acara-acra Nobar dan Diskusi di Liga Film Keluarga menyatakan bahwa semua sesi pada acara kali ini dikemas sangat bagus, mulai dari ketepatan waktu dimulainya acara, dan durasi dari berbagai segment acara ditata dengan bagus dan tepat waktu. Semua narasumber diberikan porsi bicara yang sama, membuat diskusi menjadi seru karena bisa melihat dari berbagai sudut pandang. Pemutaran film juga tidak ada kendala di operator, meski memakai bahasa jawa, tapi disediakan juga subtittle bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Disamping itu panitia juga memberikan link untuk menonton apabila para peserta mengalami kendala sinyal saat menonton langsung di zoom.

Saya suka acara Nobar dan Diskusi kali ini, karena semua narasumber diberikan porsi yang sama untuk bicara – Hamidah 

Nobar dan Diskusi film Ibu Bumi ini benar-benar membuka mata saya tentang pentingnya menjaga Alam dan kearifan lokal – Tutik 

Tingkat Kebermanfaatan

74,4% peserta menyatakan sangat bermanfaat mengikuti acara nobar dan diskusi film Ibu Bumi ini, 25,2 % menyatakan bermanfaat dan 2,4 % menyatakan biasa-biasa saja. Dari peserta yang menyatakan sangat bermanfaat tentang keikutsertaannya di event Nobar dan diskusi film ini rata rata mengungkapkan bertambahnya ilmu dan pengetahuan tentang masayarakat adat, kearifan lokal, Community Based Education yang sudah puluhan tahun dijalankan masyarakat adat secara turun temurun. Ketaatannya pada Tuhan, Tunduk Patuh sebagai penjaga amanah di muka bumi ini. Dalam sesi diskusi memang banyak disingung dan dibicarakan tentang pola kehidupan masayarakat adat “sedulur sikep” yang sangat unik dan sangat manusiawi. Diantaranya adalah mereka tidak mengijinkan anak-anaknya untuk sekolah formal, tapi mengusahakan community based education di masyarakatnya, selain itu juga larangan untuk menjadi Pegawai Negeri, dan Pedagang, untuk menjaga tingkat kejujuran sedulur sikep. Mereka hidup dan belajar dari alam raya.

Banyak ilmu dan pengetahuan yang kami dapatkan dari nobar dan diskusi film Ibu Bumi – Santi. 

Karena menonton film ini saya jadi belajar banyak tentang perjuangan masyarakat Kendeng, taat tunduk patuh sama Tuhan untuk menjaga alam – Rika 

Harapan

Ketika ditanya harapan para peserta untuk acara-acara Liga Film Keluarga, mereka banyak sekali memberi masukan, mulai dari keinginan untuk Nobar dan Diskusi Film Pulau Plastik, menempati peringkat harapan paling tinggi. Menempati prosentasi harapan yang sama adalah keinginan untuk mengangkat tema film tentang Ibu Rumah Tangga, tentang keluarga dan finansial, tentang pesantren, tentang teman hukum, sosial dan lingkungan, dan masih banyak lagi deretan film yang diusulkan oleh peserta dan diharapkan bisa diusung Liga Film Keluarga.

Saran

3,7% peserta menyatakan belum memiliki saran, 2,4% menyatakan sudah bagus dan 2,4% menyatakan sudah sangat baik. Kata baik dan bagus ini memiliki arti yang sama, maka kami jumlahkan menjadi 4,8 % menyatakan sudah sangat bagus. Kami selalu menanti kritik-kritik yang disampaikan oleh peserta, karena kritik itu artinya kita memiliki ruang untuk berkembang ke arah yang lebih baik lagi. Masukan yang diberikan tentang waktu, kalau bisa tidak malam terus, selang seling ke siang, atau minggu sore. Informasi tentang event ini dibuat 1 minggu sebelumnya. Ada juga yang mengusulkan diselingi film-film keluarga yang santai-santai, tidak terus menerus isu sosial di masyarakat.

Peluang

Kami menawarkan kelas Literasi Film Keluarga sebagai event di bulan Agustus 2021. Kelas ini merupakan kelas yang akan menghadirkan para kurator film, untuk memberikan workshop kepada peserta tentang bagaimana cara meningkatkan kapasitas kita sebagai orangtua dalam memahami literasi film. Sehingga diharapkan para peserta akan mampu menjadi kurator mandiri bagi film-film yang akan menjadi tontonan keluarganya. Ternyata 97,6% peserta sangat berminat untuk mengikuti kelas literasi film ini dan 2,4% saja yang menyatakan diri tidak berminat. Kami akan segera menindak lanjuti antusiasme peserta ini dengan mempersiapkan event tersebut sebaik-baiknya.

Kenal Lebih Dekat

CHAIRUNNISSA
Sutradara Film
Chairunnisa

Chairunnisa

Chairun Nissa (Ilun) menamatkan pendidikannya di Jurusan Film, Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dengan mayor studi  penyutradaraan. Ketertarikannya pada dunia film dimulai sejak ia kecil. Sejak anak anak, Ilun sudah jatuh cinta pada film-film yang ia tonton di televisi. Ketika di sekolah menengah, Ilun mulai merekam menggunakan kamera. Saat di kampus, ia berkutat dengan dunia film fiksi. Namun setelah tamat dari IKJ, ia mulai tertarik pada film dokumenter. Ia pun mulai terjun membuat dokumenter. Kini ia pun mencintai keduanya: dunia fiksi dan dokumenter.

Karya-karyanya telah diapresiasi dan diputar di berbagai festival film internasional di antaranya Special Jury Mention untuk film pendek fiksi “Purnama di Pesisir” pada Rome Independent Film Festival (Roma, Italia); dan Special Jury Mention untuk film pendek dokumenter “Chocolate Comedy” di International Documentary film Festival Amsterdam (IDFA) 2013 (Amsterdam, Belanda) sebagai film pertama dari Asia yang menggunakan perspektif anak. Selain menyutradarai dan mulai menjadi produser untuk film film pendek di Sedap Films, mantan penerima beasiswa John Darling Fellowship (2013) dan American Film Showcase (2017) ini juga aktif menjadi mentor untuk berbagai workshop film dan juga menjadi pembimbing tugas akhir mahasiswa di almamaternya.

WINI ANGGRAENI
Produser Film
Wini Anggraeni

Wini Anggraeni

 

Wini menamatkan pendidikannya di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU), dengan fokus studi jurnalistik. Ia memulai kariernya di dunia jurnalistik cetak, kemudian berpindah ke dunia audiovisual. Di ranah produksi konten audio visual, mantan jurnalis majalah bisnis SWA dan produser Berita Satu TV News Channel ini, berpengalaman dalam memproduksi berbagai program berita televisi, talkshow, film pendek (fiksi & dokumenter), video klip, web series, dan beragam konten digital lainnya. Bersama Sedap Films, rumah produksi yang ia dirikan bersama 2 co-founder lainnya: sutradara Chairun Nissa (Ilun) dan editor film Sastha Sunu; ia memproduksi beragam konten yang mengangkat berbagai isu sosial, seperti masalah lingkungan, disabilitas, toleransi, dan kekerasan berbasis gender.

“Ini Gak Lucu!” dan “Berani Bicara” adalah dua iklan digital tentang kekerasan gender berbasis online yang ia produksi akhir 2020 lalu yang mendapat banyak apresiasi positif di media sosial. “Ini Gak Lucu!” bahkan sempat viral di twitter dan menjadi perbincangan di kalangan anak muda. Beberapa film yang ia produksi di antaranya TOKO MUSIK dan RUMAH SIPUT, dua film pendek yang berupaya untuk mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih mengenal dunia disabilitas tuli dan bahasa isyarat; dan film dokumenter tentang lingkungan berjudul IBU BUMI yang terpilih menjadi film pendek dokumenter terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) ke-40 tahun 2020. Selain memproduseri, ia juga senang berbagi ilmu. Ketika menjadi pengurus Aliansi Jurnalis Indonesia.

ARYANTO NUGROHO
Koordinator Nasionak PWYP Indonesia 
Aryanto Nugroho

Aryanto Nugroho

Aryanto Nugroho; akrab disapa Ary ini adalah Koordinator Nasional di PWYP Indonesia. Pria kelahiran Temanggung, 22 Maret 1984 ini memiliki latar belakang pendidikan jurusan Ilmu Pemerintahan di Universitas Diponegoro. Semasa mahasiswa banyak aktif di berbagai ogranisasi diantaranya sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro. Selepas mahasiswa, Ary bergabung dengan Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Semarang untuk mendorong perencanaan dan penganggaran daerah yang pro poor dan responsif gender. Ary tertarik dengan isu tata kelola industri ekstraktif, keterbukaan informasi publik, public budget analysis dan pengembangan komunitas. Saat ini, Ary juga bertanggung jawab sebagai Program Manager Reversing the Resource Curse (RRC) yang mendorong transparansi penggunaan dana bagi hasil sektor ekstraktif untuk program penanggulangan kemiskinan.

Selama ini, ia berperan dalam menjalankan sejumlah program dan agenda advokasi PWYP Indonesia. Aryanto juga merupakan Wakil Masyarakat Sipil dalam Tim Pelaksana EITI Indonesia 2015-2020. Selain itu, ia juga pernah terlibat sebagai Tenaga Ahli dan Tim Evaluator GNPSDA KPK RI 2017- 2019.Sebelumnya, Aryanto bekerja di PATTIRO Semarang dan juga aktif membantu pelaksanaan program di sejumlah isu. Keaktifannya dalam berorganisasi telah dimulai sejak masa kuliah. Aryanto pernah menjabat sebagai Presiden BEM KM UNDIP dan Koordinator BEM-SI JOGLOSETO Aryanto Nugroho inilah yang selama ini mendampingi masayarakat di gunung Kendeng untuk memperjuangkan haknya menyelamatkan Ibu Bumi.

LIGA FILM KELUARGA
Liga Film Keluarga

Liga Film Keluarga

Liga Film Keluarga adalah forum ngobrol budaya dan film bagi seluruh keluarga Indonesia yang ingin meningkatkan kapasitas dan kualitas Literasi Film Keluarga Indonesia. Didirikan pada tanggal 23 Februari 2021 oleh pasangan suami istri Septi Peni Wulandani dan Dodik Mariyanto, sebagai wujud kontribusinya di gerakan Semesta Karya Untuk Indonesia – Ibu Profesional.

Liga Film Keluarga atau disingkat LFK ini memiliki sebuah misi besar bahwa setiap orangtua ke depannya sanggup menjadi kurator-kurator film berkualitas untuk keluarganya. Mereka mampu menilai seberapa kualitas film-film tersebut, dan mampu mengedukasi keluarga lain agar setiap keluarga tidak menjadi objek hadirnya film-film tersebut.

Sejak berdiri, Liga Film Keluarga bekerjasama dengan In-Docs menghadirkan film-film dokumenter yang telah sukses menjuarai beberapa festival film baik di dalam negeri maupun di Luar negeri. Pemutaran film yang diadakan sebulan sekali. Liga Film Keluarga memilih satu film dokumenter setiap bulan untuk diputar dan ditonton bersama anggota lain dan keluarganya. Liga Film Keluarga menyediakan ruang yang memungkinkan anggota komunitas untuk berbagi dan mengkomunikasikan nilai-nilai yang mereka pelajari dari film tersebut. Inti dari forum ini adalah forum ngobrol tentang budaya dan film, siapa saja boleh mengutarakan pendapatnya.

In-Docs
in-docs

in-docs

In-Docs adalah lembaga non profit yang membangun budaya keterbukaan melalui film dokumenter In-Docs ngin menciptakan audiens yang terbuka untuk banyak perspektif dan terbuka untuk berubah. In-Docs mengembangkan proyek dokumenter terbaik, menghubungkan mereka dengan calon mitra, dan membantu mereka memperluas jangkauan. In-Docs memiliki program terobosan dan memberikan dampak terhadap kancah film dokumenter Indonesia dan Asia. In- Docs memiliki keyakinan bahwa film dokumenter memiliki kekuatan untuk memicu percakapan, menyentuh hati orang, membuka pikiran, dan memungkinkan perubahan. In-Docs percaya pada kekuatan film dokumenter untuk memicu percakapan, menyentuh hati orang, membuka pikiran, dan memungkinkan perubahan. Itulah sebabnya In-Docs berusaha untuk membangun ekosistem di mana film dokumenter yang hebat dapat dibuat dan dibagikan kepada khalayak seluas mungkin.

 

Dokumentasi

Dokumentasi foto-foto selama kegiatan Nonton Bareng dan Diskusi Film Ibu Bumi berlangsung. Platform yang digunakan adalah Zoom dan peserta mendapatkan password beserta kode meeting saat memasuki acara. Selama film diputar, peserta yang terlambat tidak diperkenankan memasuki ruangan, sehingga diharapkan semua hadir tepat waktu.

dokumentasi peserta nobar diskusi film Ibu Bumi

dokumentasi peserta nobar diskusi film Ibu Bumi

 

Apa Kata Mereka

Ini adalah respon dari para peserta setelah mengkiuti Nobar dan Diskusi Film Ibu Bumi. Ada juga beberapa yang di post dan share di berbagai sosial media. 

dokumentasi testimoni peserta nobar diskusi film Ibu Bumi

dokumentasi testimoni peserta nobar diskusi film Ibu Bumi

Partner Kami

Partner Film Ibu Bumi Liga Film Keluarga

Partner Film Ibu Bumi Liga Film Keluarga

Terima Kasih

Laporan Dampak Program Bunda Sayang 6

Laporan Dampak Program Bunda Sayang 6

laporan dampak program bunda sayang 6

laporan dampak program bunda sayang 6

 

Latar Belakang

Bunda Sayang adalah jenjang level program di Institut Ibu Profesional setelah program matrikulasi. Program Bunda Sayang 6 diikuti oleh perempuan baik yang masih single, menikah belum memiliki anak dan menikah dengan berbagai usia anak dari semua latar belakang. Mahasiswa program Bunda Sayang 6 berasal dai berbagai propinsi di seluruh Indonesia juga luar negeri.

Program Bunda Sayang 6 berjalan selama 9 bulan, 8 bulan untuk pembelajaran inti materi, 1 bulan untuk sesi menyambut awal kedatangan dan juga perayaan kelulusan program belajar . Pada awal program, Mahasiswa Bunda Sayang 6 berjumlah 1.559 mahasiswa, dari jumlah total awal ada 1.010 mahasiswa yang dinyatakan lulus. Mahasiswa yang lulus program Bunda Sayang 6, bisa mengikuti level program selanjutnya yaitu Bunda Cekatan.

Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran yang ada di Bunda Sayang 6 meliputi :

  1. Komunikasi Produktif
  2. Melatih Kemandirian
  3. Cerdas Emosi dan Spiritual
  4. Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas
  5. Membentuk Karakter dengan Stimulasi Baca Tulis Dan Literasi Digital
  6. Menstimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial
  7. Pendidikan Seksualitas
  8. Semua Anak adalah Bintang

Widyaiswara Bunda Sayang 6

Sama-sama belajar, belajar sama-sama itulah salah satu value yang ada di Ibu profesional, maka untuk teman belajar para mahasiswa Bunda Sayang 6 saat ini disebut widyaiswara (penyampai suara). Dalam hal ini peran widyaiswara adalah sebagai fasilitator dan pemantik belajar, jadi widyaiswara bukan sumber belajar satu-satunya, mahasiswa merdeka belajar untuk mencari atau menambah referensi belajar mereka, asalkan menggunakan prinsip 3B yaitu, Baik, Benar dan Bermanfaat untuk diaplikasikan saat ini. Dalam praktik di lapangan, widyaiswara juga mendapat banyak input atau temuan baru ketika sama-sama belajar dengan mahasiswa Bunda Sayang 6

Widyaiswara Bunda Sayang 6:

1.                           Tri Putri Yuniarti

2.                           Dyas Purnamasari

3.                           Nike Rakhmawati

4.                           Ade Puspita Kurniasih

5.                           Ressy Laila Untari Ningsih

6.                           Syarifah Thyqa D.

7.                           Amalia Rahmah

8.                           Nani Nurhasanah

9.                Nugraheni Utaminingsih

10.               Iqiq Febrilian

11.               Sinardi

12.               Lulu. B. Maslukanah

13.               Elisha Martha

14.               Ardaniya Rizka

15.               Dede Karyati

16.               Restu Anjarwati

 

Gamifikasi Bunda Sayang 6

Dalam penyampaian materi di program Bunda Sayang 6, materi disampaikan dengan sebuah permainan, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Latar belakang permainan yang diambil untuk Bunda Sayang 6 adalah petualangan di pantai, yaitu Pantai Bentang Petualang, para mahasiswa disebut sobatualang, berpetualang untuk menyelesaikan tantangan pada 8 zona, dimana setiap zona durasinya 26 hari, satu zona akan berbeda dengan zona lainnya baik lokasi petualangan, materi, widyaiswara bahkan tantangan yang harus diselesaikan. Untuk lolos dalam satu zona, sehingga bisa melaju ke zona selanjutnya sobatualang harus menyelesaikan tantangan minimal dikerjakan konsisten selama 10 hari (boleh runut/loncat) dan maksimal 15 hari.

Apresiasi good performance untuk yang mengerjakan tantangan selama 10 hari tapi loncat/rapel. Apresiasi You are excellent untuk yang mengerjakan tantangan selama 10 hari secara berurutan,Apresiasi Outstanding Performance untuk yang mengerjakan tantangan selama 15 hari dan runut.

Menu satu zona di Bunda Sayang 6

Menu satu zona di Bunda Sayang 6

Menu satu zona di Bunda Sayang 6

Menu (2) satu zona di Bunda Sayang 6

Menu satu zona di Bunda Sayang 6

 

Dampak Perubahan Mahasiswa

Dampak perubahan mahasiswa setelah mengikuti program Bunda Sayang 6, dilihat secara kuantitatif dari kuesioner yang disebarkan kepada seluruh mahasiswa Bunda Sayang 6 ketika program berakhir dan berikut adalah hasil analisa kuesionernya. Hasil analisa kuesioner ini dalam pengolahan dan tampilannya dibantu oleh tim Divisi Riset dan Evaluasi Strategi Pengembangan Program Institut Ibu Profesional.

profil mahasiswa bunda sayang 6

profil mahasiswa bunda sayang 6

 

Jumlah awal mahasiswa 1559

Jumlah mahasiswa lulus 1010, artinya kesuksesan program Bunda Sayang 6 mencapai 65%

Jumlah mahasiswa lulus 1010

Jumlah responden kuesioner ketika program Bunda Sayang 6 berakhir 935, artinya skor kesuksesan pengisian kuesioner mencapai 93%.

 

dampak perubahan mahasiswa bunda sayang 6

dampak perubahan mahasiswa bunda sayang 6

 

Dari total 8 materi pembelajaran di Bunda Sayang 6 yang disampaikan, 935 responden kuesioner 59,67% nya atau 288 mahasiswa menyatakan bahwa tujuan pembelajaran pada setiap materi telah tercapai.

Ketercapaian tujuan pembelajaran ini dibuktikan dengan kemampuan pengaplikasian ketika tantangan pada setiap materi yang diberikan serta perubahan sikap setelah mengikuti program.

 

perubahan mahasiswa bunda sayang 6

perubahan mahasiswa bunda sayang 6

 

Perubahan ini tidak hanya dirasakan oleh para peserta Bunda Sayang 6 sendiri juga partner belajar mereka yaitu anak dan suami, juga keluarga serta lingkungan sekitar dimana mereka tinggal, bahkan menciptakan trend yang positif di masing-masing sosial media mereka.

 

perubahan setelah kuliah bunda sayang 6

perubahan setelah kuliah bunda sayang 6

 

Keterjangkauan Di Luar

Selain perubahan positif yang dirasakan mahasiswa, ada satu sesi berbagi dimana mahasiswa Bunda Sayang 6 membagikan insight belajarnya kepada teman/masyarakat diluar member institut ibu profesional, harapannya manfaat makin meluas dan setiap calon ibu serta ibu tertarik untuk meningkatkan kualitas dirinya melalui belajar bersama di Insititut Ibu Profesional

Sesi berbagi ini dikemas dalam program Live Streaming, dan Live Streaming ini dilakukan mahasiswa masing-masing pada platform sosial media mereka, ada yang FB Live, IG Live atau Zoom.

Total mahasiswa yang mengikuti sesi berbagi ini = 476

Keterjangkaun partisipan sesi berbagi mereka mencapai = 476 x 10 = 4.760

*Angka 10 adalah angka partisipan rata-rata dari setiap sesi live sobatualang.

 

Dari paparan data dan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa :

program Bunda Sayang 6 memberikan dampak positif baik bagi mahasiswa yang mengikuti, partner belajar juga keluarga serta lingkungan dimana mereka berada sehingga program ini baiknya terus dilanjutkan tentunya dengan penyesuian dan peningkatan kualitas sehingga semakin baik dan tercapai tujuan pembelajarannya.

 

Hal-Hal Yang Sudah Baik di Bunda Sayang 6

  1. Mahasiswa merdeka menentukan dengan siapa mereka akan melakukan tantangan, walaupun sudah ada anak jika merasa tantangan di kelas bunda sayang 6 masih diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dirinya, hal ini dipersilahkan
  2. Delivery method dengan metode live, mampu memantik mahasiswa untuk lebih memahami penjelasan widyaiswara, siaran ulang bisa disimak kapan saja jika berhalangan hadir
  3. Delivery method dilengkapi dengan ebook/pdf untuk menjangkau mahasiswa yang internetnya kurang stabil
  4. Rekap apresiasi badge mandiri, walaupun di manop hima regional dan manop pusat ada rekapan,mahasiswa menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kelas yang telah dipilih untuk dijalani
  5. WAG pondok pesisir sesuai usia anak, membantu mahasiswa untuk berdiskusi selama pengerjaan tantangan
  6. Jadwal menu bunda sayang 6 yang teratur pada setiap zona, membuat mahasiswa lebih mudah menandai
  7. Sumber belajar bisa darimana saja dengan tetap memperhatikan faktor 3B (Baik, Benar, Bermanfaat untuk dilakukan saat ini)
  8. Koneksi antara kuesioner akhir pembelajaran dan sertifikat, ada strong why mahasiswa untuk mengisi, memudahkan tim SPP sehingga bisa segera mengolah data kuesioner satu batch

Hal-Hal Yang Akan Diteruskan di Bunda Sayang 6

  1. WAG Pondok Pesisir sesuai usia
  2. Menu Bunda Sayang pada tiap zona yang terjadwal
  3. Live streaming widyaiswara menggunakan streamyard, karena bisa lebih interaktif dengan mahasiswa
  4. Rekap apresiasi badge tiap zona mandiri oleh mahasiswa
  5. Kemerdekaan dalam menentukan sumber belajar
  6. Kemerdekaan dalam menentukan siapa partner yang akan diajak untuk melaksanakan tantangan

Hal-Hal Yang Akan Dihentikan di Bunda Sayang 6

  1. Penggunaan Kelasin
  2. Setting tema gamifikasi lokasi pantai yang berpindah-pindah, maka di Bunda Sayang 7 akan menggunakan latar satu pantai yaitu pantai bentang petualang, lokasi berpindah tiap zona hanya tetap pada pantai yang sama
  3. Akselerasi materi, karena kurang bisa tersampaikan dengan maksimal
  4. Durasi wkatu pembelajaran secara keseluruhan, disesuaikan dengan waktu ideal belajar di kelas bun-bun lainnya yaitu 6 bulan

Hal-Hal Yang Akan Dilakukan di Bunda Sayang 6

  1. Perombakan isi kurikulum (Pemisahan topik literasi digital karena tidak bisa digabung dan akan dijadikan warming up tersendiri)
  2. Durasi tiap zona materi, bisa berbeda bisa jadi sama (yang dipertahankan adalah durasi tantangan yaitu 15 hari karena tujuan kelas bunda sayang adalah melatih konsistensi)
  3. WAG Pondok pesisir sesuai usia anak, selanjutnya akan meminta bantuan manop pusat untuk membagi, disesuaikan jumlahnya tiap kelompok supaya tidak ada ketimpangan
  4. Melibatkan widyaiswara dalam proses menjalankan tantangan (strategi masih dipikirkan karena jumlah Widyaiswara utama dan jumlah mahasiswa sangat berbeda jauh, apakah memungkinkan untuk pengaktifan Widyaiswara regional, data terkait ini masih dicarikan oleh bu direktur pendidikan)
  5. Standar fasilitasi dan tantangan akan dibuatkan guideline oleh tim kurikulum, jadi bukan diserahkan sepenuhnya kepada widyaiswara, widyaiswara tetap bisa bereksplorasi
  6. Dalam setiap zona setelah sesi aliran rasa maka ada form refleksi, aliran rasa dan form refleksi akan diwajibkan untuk dikerjakan
  7. Penerbitan daftar nama mahasiswa yang memperoleh apresiasi Outstanding, Excellent dan Good oleh Manop pusat, sebagai salah satu bentuk apresiasi tambahan kepada mahasiswa