Tomorrow is Today

Tomorrow is Today

Bagi para penggemar musik lawasan saya yakin paham betul dengan lagu “Tomorrow is Today” yang dipopulerkan oleh Billy Joel. Saya copaskan sedikit lirik lagunya ya,

I’ve been livin’ for the moment
But I just can’t have my way
And I’m afraid to go to sleep
‘Cause tomorrow is today

(more…)

Bunda Cekatan : Proses Menjemput Metamorfosis Sempurna

Bunda Cekatan : Proses Menjemput Metamorfosis Sempurna

Bertemu akhir. Setiap hal pasti bertemu ending-nya. Happy atau sad ending semua bergantung pada sudut pandang masing-masing. Aku tentu tidak berhak mengusik yang lain dengan ending-nya. Aku hanya harus fokus pada diriku seperti apa aku bertemu akhir. Inikah ending yang aku harapkan?

Flashback ke tujuh bulan lalu, aku hampir saja gagal menjadi bagian dari pertualangan ini. Setelah sadar aku nyaris ketinggalan kapal, alih-alih menunggu kapal lain tiba, aku mencari tahu apa saja yang bisa kulakukan demi menyusul ketertinggalan. Aku hubungi HIMA Regional baruku, aku baru pindah regional kala itu makanya minim sekali informasi. Salahku juga karena sibuk pindahan membuatku tak memantau FBG transit. Dari informasi HIMA-lah, aku berupaya mengejar waktu keberangkatan kapal. Qodarullahu, ada info penangguhan keberangkatan. Jadi penumpang yang merasa harus naik ke kapal perlu menyiapkan beberapa persyaratan. Tidak mau kehilangan kesempatan kedua, segera kuselesaikan waktu itu juga dalam waktu yang singkat. Tekad kuat yang membawaku akhirnya ikut menumpangi kapal yang telah setahun lebih kunanti. Kapal itulah yang membawaku menjadi bagian dari Hutan Kupu Cekatan. Pertualangan dimulai, tahap demi tahap semakin menyadarkanku. Bahwa pertualangan paling rumit dan dilematis dalam hidup ini adalah pertualangan mencari jati diri.

Benar bahwa, banyak hal yang mendorong aku kebingungan sendiri dengan apa yang sebenarnya aku inginkan, harapkan dan butuhkan. Lalu pertualangan ini membuka tabirnya satu per satu. Dari tahap telur-telur, ulat-ulat, kepompong lalu menjelma menjadi kupu-kupu, semua bersinergi membawaku pada titik ini. Salah satunya, know me more, know me better. Siapa sih di dunia yang bisa mengenal diriku dengan lebih baik selain aku sendiri? Jadi, sebelum menuntut orang lain untuk memahamiku, aku perlu memahami diriku. Proses metamorfosis selama kurang lebih tujuh bulan ini, membuatku paham apa yang aku butuhkan untuk kukembangkan bukan sekadar yang aku inginkan. Tahap demi tahap yang dilalui itu seolah menjadi cahaya terang, jawaban dari semua pertanyaan, petunjuk tentang tujuan akhir pertualangan ini. Namun tentu saja, bukan hidup namanya jika tanpa disertai tantangan yang beraneka wujud rupanya. Aku juga mengalaminya hampir di penghujung tantangan.

Badai ujian yang berhembus di beberapa episode tahap Kupu-Kupu pernah membuatku tak sekali dua kali ingin menyerah mundur, ingin segera menyudahi pertualangan ini. Salah satunya adalah covid yang menerjang ke circle-ku paling intim. Menyusul aku yang terpapar setelahnya. Aku lelah secara fisik dan emosional kala itu. Tapi, aku akui yang membuatku mengurungkan niat adalah rasa tanggung jawab sebagai mentor dan mentee. Bagaimana caraku bertanggung jawab pada mereka yang mempercayakan aku sebagai teman terbang? Meski semua proses setelahnya seringkali terasa berat dan beberapa bahkan pernah tak lagi membahagiakan untuk dijalani, seolah menjadi beban baru tersendiri, namun setelah aku sedikit mendorong diriku untuk maju, again menginsafkan diri tentang strong why(s), deep talk to myself untuk tidak boleh semudah itu menyerah, ternyata oh ternyata setelah terlewati,  segalanya mudah, sejauh aku berpikir, bertindak dan berkata demikian. Words matter, right? So speak kind words, lebih-lebih untuk diri sendiri. Olehnya, di sepanjang proses ini, aku berterima kasih pada diriku sendiri, tak ada yang paling tahu betapa berat pekan-pekan itu belakangan kecuali diriku sendiri. Benar yang orang bilang bahwa what doesn’t kill you makes you stronger. Aku menepuk pundakku tiga kali sembari berkata, ‘Good job, Arri. You’re doing great’.

Your fighting field is yourself. If you win against it, you can win anything against you encounter, and if you lose, you won’t win any other – Ali bin Abi Thalib.

Alhamdulillah, tsumma alhamdulilah. Kepada Allah Yaa Hafiz, yang menjaga bara semangat ini menyala, yang memudahkan segala hal yang terasa sulit. Berapa bersyukurnya diri ini yang tak semudah itu menyerah setiap berpapasan dengan badai. Semoga, sepanjang hidup, aku memiliki keteguhan demikian baik : tak mudah menyerah terhadap apapun itu. Pada proses ini, aku juga berterima kasih kepada Magika dan para peri hutannya yang selalu sigap menemani dan menyertai perjalanan yang gelap penuh misteri menuju terang cahaya di Hutan Kupu Cekatan. Terima kasih, Mahira-ku untuk saling hadir dan menguatkan pada banyak keadaan. Aku menyaksikan satu per satu dari kita yang meskipun berat hati, namun di luar kontrol diri akhirnya memutuskan menyudahi pertualangannya. Sedih sekali beberapa dari kita memilih tak terbang bersamaan. Sungguh, di titik-titik kritis, genggaman-genggaman tangan lainnya sungguh menguatkan sayapku yang sering rapuh. Terima kasih rumahku HIMA regional Bogor, yang selalu hangat dan nyaman. Menjadi tempat terbaik untuk berkeluh kesah, berbagi gundah gulana tanpa takut terluka. Terima kasih Mentor dan Mentee-ku yang mengajarkanku tumbuh dan terbang dengan kedua sayapku sendiri. Hadirnya kalian memberiku kekuatan untuk menolak kalah dari pertarungan melawan diriku sendiri ini. Terima kasih untuk separuh sayapku terbang, suamiku tercinta, who deserves a better me. Dalam upaya belajar terbang yang tentu saja melelahkan ini, ia adalah pendukung terhebat. Pada akhirnya, kehadiran kalian, membuatku merasa paripurna. Terima kasih. Matur Suwun. Hatur Nuhun. Thank you. Jazaakumullahu ahsanul jazaa.

Aku seringkali dibuat bertanya pada diri sendiri, hendak bermetamorfosis menjadi kupu-kupu seperti apa. Lalu proses demi proses ini memberiku jawaban. Kupu-kupu yang melewati proses metamorfosis sempurna, berpetualang kemanapun sayapnya mengepak, bermanfaat bagi semua bunga yang ia hinggapi, yang mensyukuri, mencintai dan menerima dirinya sendiri lebih dulu. Meski banyak yang tak sempurna, selalu saja ada yang tak optimal, -bukan Hutan Kupu Cekatan dan segala cerita tentangnya, tapi – aku sebagai individu yang tak sempurna, tak apa. Aku percaya, in every imperfectness, ada beatifulness di sana. Lantas, apakah segala langkah baik berhenti di sini, ketika sayapku telah akhirnya berkembang dan terbang? Tentu tidak. Aku yakin bahwa,

There is always enough light for the one who wants to see.

Selama dan sejauh apapun rasa ingin tahuku untuk melihat cahaya berpendar itu ada, maka aku pasti bertemu pendaran cahaya warna warni kemanapun sayapku mengepak pergi.

Terima kasih Hutan Kupu Cekatan untuk pertualangan separuh tahun-nya. Izinkan aku, dengan kedua sayapku, berpetualang ke tempat-tempat indah lainnya bersama Institut Ibu Profesional. Salam cinta dariku, salah satu Kupu-Kupu yang bermetamorfosis bersama energi dan semangatmu. Terbangku untuk bermanfaat insyaaAllah.

Love, Arri. 

Budget Plan, Penting!

Budget Plan, Penting!

Oleh: Irma Linda

Mahasiswi Bunda Produktif batch 1

Dalam e-book Gado Gado Finansial, Tim Rumah Ramah Finansial, 2021

 

Rejeki Sudah Ada Yang Atur Namun Persiapan Tetap Diperlukan

 

Berangkat dari kondisi yang banyak terjadi saat ini pada keluarga Indonesia, yang ternyata masih banyak keluarga Indonesia belum mengenal istilah Dana Darurat. Disamping itu, fakta ‘cicilan’ yang ada di keluarga Indonesia, ternyata banyak yang dilakukan tanpa perhitungan, seperti: cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan motor, cicilan HP dan lain-lain.

Bagaimana cara mengawali Budget Plan?

Catat pengeluaran keluarga! Poin penting agar kita bisa mengetahui kondisi keuangan kita saat ini. Buat catatan, bisa menggunakan aplikasi HP, Excel di laptop ataupun catat manual di buku. Cari cara yang praktis dan memudahkan Anda.

Pos-pos pengeluaran bisa dikelompokkan menjadi empat :

  1. Kewajiban : cicilan hutang, tagihan listrik & air, SPP sekolah, gaji ART, iuran kompleks.
  2. Kebutuhan : biaya makan, belanja bulanan (groceries), transport, pulsa
  3. Keinginan & Sosial : ngopi/nongkrong, shopping, jajan, sedekah dan zakat
  4. Tabungan dan Investasi

Kewajiban itu pos yang harus dibayarkan, jumlahnya tetap dan bisa diketahui jumlahnya, maka langsung sisihkan!

Daftar kebutuhan dari pengeluaran bulan lalu, hitung totalnya! Kemudian, hitung kebutuhan per bulannya.

Keinginan dapat dialokasikan ke budget di awal bulan, misal budget shopping dan jajan per bulan. Begitupun sedekah dan zakat juga dapat dialokasikan di awal bulan, misal 2,5% sedekah dan 2.5% zakat

Selanjutnya totalkan seluruh jumlah pengeluaran!

Hitung: Pemasukan – Total Pengeluaran

Bagaimana hasilnya?

  • Ada sisa. Bagus, alokasikan ke porsi Tabungan dan Investasi
  • Tidak ada sisa. Coba evaluasi lagi masing-masing pos di atas, belanja bulanan bisa dikurangi lagi, misalnya dengan membeli merk yang lebih murah. Pos shopping dan jajannya dikurangi.
  • Ada sisa tapi kecil sekali atau bahkan tak bersisa. Tapi sudah tidak ada yang bisa dikurangi lagi pos-pos pengeluarannya. Maka, carilah tambahan penghasilan dan tetap semangat!

 

Langkah terakhir 

Angka yang didapat setelah melakukan perhitungan (antara pemasukan dan pengeluaran) selanjutnya dijadikan BUDGET (untuk dicatat). Praktekkan kembali untuk bulan depan. Apakah sesuai? Jika belum sesuai, maka evaluasi kebocoran keuangan kita dimana, di pos apa. Sesuaikan lagi untuk bulan berikutnya, evaluasi. Begitu terus hingga Anda menemukan pola yang pas.

Untuk bisa menabung dan berinvestasi, kita wajib mengetahui berapa biaya hidup kita. Mencatat pengeluaran memang ‘malesin’ tapi harus dilakukan sebagai langkah awal perjalanan keuangan keluarga Anda!

 

Hidroponik Asyik dengan Sistem Wick

Hidroponik Asyik dengan Sistem Wick

Oleh: Steffi Dwithasari

Praktisi Hidroponik, Urban Farming

Ibu 2 anak yang berdomisili di Bogor, makin intensif berkebun hidroponik sejak resign dari karirnya sebagai Engineer di perusahaan migas. Pernah menjadi supplier kale dan pokcoy dari hidroponik, juga memproduksi susu almond.

Mahasiswi Bunda Produktif batch#1

CH Sustainable Living

Bayangkan jika kita bisa memetik sayuran sendiri tiap kali mau masak, mudah mencucinya, bersih dan bebas pestisida, masih segar teksturnya, dan minim bahan kimia. Kita bisa lho memanen sendiri sayuran dari rumah, dengan mulai menanam benihnya. Mau tau cara asik berkebun hidroponik dengan sistem Wick?

Apa itu Hidroponik?

Metode budidaya tanaman tanpa media tanah , tetapi memanfaatkan air/larutan mineral yang diperlukan oleh tanaman. Terbukti lebih hemat air daripada menanam secara konvensional. Baik/cocok untuk perkotaan atau yang berlahan sempit.

Jenis Hidroponik
  1. Air menggenang/statis : sistem Wick, air statis dalam wadah, tidak mengalir, tidak membutuhkan alat khusus
  2. Air mengalir : aeeoponic, drip, sistem pasang surut, deep water culture

Sistem Wick

Berasal dari kata sumbu, nutrisi yang diterima akar dialirkan melalui sumbu. Sistem wick menggunakan wadah untuk menampung air nutrisi dan tanaman. Ukuran wadah tergantung dari kebutuhan. Bisa juga memanfaatkan bahan bekas sebagai wadah

Kelebihan Sistem Wick
  • Mudah dan murah dalam mendapatkan bahan
  • Instalasi paling sederhana
  • Tanpa pasokan listrik
  • Bisa ditanam indoor maupun outdoor
Kekurangan Sistem Wick
  • Keterbatasa jumlah tanaman yang dibudidayakan
  • Sulit mengontrol keasaman media jika terlalu banyak tanaman
  • Keterbatasan penyaluran nutrisi oleh sumbu, sehingga hanya cocok untuk tanaman yang tidak doyan air
Bahan dan Alat
  1. Wadah : untuk menampung air nutrisi dan tanaman. Bisa berupa ember, baki, syrofoam, botol dll
  2. Media tanam : untuk menopang tanaman mulai dari pembenihan hingga tumbuh. Bisa berupa rockwool, kapas, dll
  3. Sumbu: untuk mengalirkan nutrisi ke tanaman. Bisa berupa kain flanel, sumbu kompor, kain bekas, dll
  4. Nutrisi : air yang telah diberikan pupuk tanaman khusus untuk tanaman hidroponik. Bisa menggunakan nutrisi yang dijual bebas atau membuat sendiri dari MOL
  5. Perkakas lain: seperti benih, cutter, spidol, gelas, netpot, dll
Cara membuat modul hidroponik sistem wick DIY (do it yourself)
  1. Ukur diamenter gelas plastik atau netpot yang akan digunakan
  2. Lubangi bagian permukaan bahan seukuran dengan gelas plastik / netpot
  3. Lubangi bagian bawah gelas plastik agar sumbu bisa masuk ke dalamnya
  4. Masukkan sumbu ke dalam gelas plastik/ netpot
  5. Letakkan bagian yang berlubang di atas wadah
  6. Masukkan netpot ke dalam bagian yang berlubang
  7. Modul siap digunakan

Air Nutrisi

Nutrisi hidroponik adalah pupuk hidroponik lengkap yang mengandung semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman hidroponik. Pupuk tersebut dikenal dengan nama ABmix. ABmix terdiri dari pupuk A dan pupuk B yang kemudian dicampurkan sebagai nutrisi tanaman. Nutrisi ABmix bermacam-macam, tergantung jenis tanaman yang ditanam. Pupuk tersebut dijual dalam bentuk bubuk maupun cair di toko maupun online shop.

Cara penanaman dan perawatan
  1. Benih disemai
  2. Siapkan larutan nutrisi dan isi di wadah hidroponik
  3. Setelah keluar daun sejati, pindahkan ke dalam netpot/gelas plastik
  4. Masukkan netpot/gelas plastik ke dalam modul hidroponik yang sudah dibuat sebelumnya
  5. Aduk nutrisi minimal 1x sehari
  6. Ganti air nutrisi bila berbusa, berlumut atau tanaman menguning

Tutorial lengkap bisa simak ke https://fb.watch/69jleC6VUf

 

Pengasuhan Positif untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Pengasuhan Positif untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

HIMA Jakarta kembali mengadakan acara COBEK#5 (Curhat Orang Berbakat, Enerjik, dan Keren) pada hari Sabtu, 13 Maret 2021. Tema yang diangkat pada COBEK#5 adalah mengenai pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam rangka Hari Down Syndrome yang diperingati pada 21 Maret.

HIMA Jakarta mengundang dua orang narasumber: Dewi Andriyani, S.Psi., guru ABK dan Finalita Sufianti, orang tua dengan anak disleksia. Mereka berdua merupakan mahasiswi bunda produktif#1. Acara ini diadakan melalui platform Zoom dan dipandu oleh Talitha Rahma, mahasiswi bunda sayang#6. Mau tahu bagaimana keseruan acara ini? Yuk langsung saja kita intip isinya.

Sebelum acara berlangsung, panitia membagikan ringkasan materi ke grup WhatsApp COBEK#5. Para peserta sangat antusias memberikan pertanyaan untuk narasumber di ruang obrolan WhatsApp. Ruang Zoom dibuka oleh host pada pukul 09.45 WIB dan acara dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB.

Di awal acara, Dewi Andriyani menjelaskan bahwa pada umumnya setiap individu memiliki 6 kemampuan: 1). sikap dan perilaku; 2). keterampilan bergerak; 3). bahasa dan bicara; 4). sosial dan emosional; 5). kemandirian; dan 6). kecerdasan. Semua kemampuan tersebut harus diamati bersamaan dengan tumbuh kembang anak (deteksi sejak dini). Apakah ini akan berkembang sesuai tahapan atau terdapat penyimpangan. Jika mengalami penyimpangan atau hambatan, maka bisa terjadi dua kemungkinan:

  1. Anak lambat berkembang (ALB), ketika terhambat 1 atau 2 aspek perkembangan dari tingkat umur dan perkembangan anak pada umumnya.
  2. Anak berkebutuhan khusus (ABK), ketika terhambat >2 aspek perkembangan dan lebih dari 1 tingkat umur.

Anak berkebutuhan khusus (ABK) biasanya mengalami beberapa hambatan perkembangan, salah satunya gangguan belajar yang terbagi menjadi 2 jenis:

  1. Bersifat developmental, berhubungan dengan perkembangan (gangguan motorik, persepsi, komunikasi, dan penyesuaian perilaku sosial).
  2. Bersifat akademik (khusus), menunjuk pada adanya kegagalan pencapaian prestasi akademik sesuai dengan kapasitas yang diharapkan (penguasaan keterampilan bahasa, membaca, mengeja, menulis, dan matematika). Selanjutnya, gangguan belajar bersifat akademis memiliki beberapa klasifikasi:
  1. Disphasia, adalah anak yang mengalami kesulitan berbahasa verbal, berbicara, dan berbagai kekurangan bahasa
  2. Disleksia, adalah anak yang mengalami kesulitan membaca termasuk tidak mampu mengeja
  3. Disgraphia, adalah anak yang mengalami kesulitan menulis (penyimpangan kelancaran verbal dan menyatakan pikiran dalam bentuk tulisan)
  4. Diskalkulia, adalah anak yang mengalami ketakmampuan untuk berfikir kuantitatif/berhitung

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah seseorang termasuk berkebutuhan khusus atau tidak? Berikut ini terdapat beberapa gejala yang bisa diamati pada anak balita, anak yang lebih dewasa, ataupun remaja dan dewasa.

A. Gejala pada balita.

  1. Lambat bicara dan perkembangan kosakata yang sedikit dibandingkan dengan anak seumurannya;
  2. Bermasalah dalam pengucapan;
  3. Kesulitan belajar alfabet, angka, bentuk, dan warna;
  4. Kesulitan mengikuti petunjuk atau instruksi;
  5. Kesulitan kemampuan motorik;
  6. Mudah terganggu;
  7. Masalah dengan interaksi sosial.

B. Gejala pada anak yang lebih dewasa.

  1. Lambat untuk mempelajari suara-suara asosiasi;
  2. Konstan melakukan kesalahan ketika membaca, menulis, atau mengeja;
  3. Kesulitan dan kebingungan dalam tanda aritmatika matematika (seperti tanda x dan +);
  4. Lambat untuk belajar keterampilan baru;
  5. Tidak menyadari akan bahaya (resiko);
  6. Miskin konsentrasi;
  7. Membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan teman sebaya nya untuk pelajaran sekolah atau pekerjaan rumah;
  8. Terbalik atau susah untuk memahami huruf seperti p dengan q, b dengan d, s dengan z;
  9. Menghindari membaca dengan suara keras;
  10. Tulisan tangan yang jelek;
  11. Kesulitan untuk berteman;
  12. Nilai akademik jelek.

C. Gejala yang ditampilkan remaja dan dewasa.

  1. Menghindari membaca dan menulis tugas;
  2. Salah membaca sesuatu, salah mengeja;
  3. Bekerja secara perlahan;
  4. Bermasalah dengan konsep-konsep abstrak;
  5. Bermasalah pada ingatan, misalnya mudah lupa.

Pemaparan yang disampaikan dua orang narasumber ini tidak hanya berhenti di ruang Zoom. Karena keterbatasan waktu, maka diskusi ini masih berlanjut di dalam grup Whatsapp. Berikut ini ada beberapa tanya jawab di dalam grup COBEK#5.

Selanjutnya, apakah ABK bisa disembuhkan?

Finalita Sufianti mengatakan bahwa disleksia bukanlah suatu penyakit. ABK bukan penyakit, melainkan kelainan fungsi neurologis yang akan disandang oleh seseorang seumur hidup. Mungkin beberapa dokter memberikan terapi farmakologis seperti obat dari golongan metilfenidat untuk anak attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) supaya mudah konsentrasi.

Lalu, apa pertolongan yang bisa diberikan pada ABK?

Finalita Sufianti menjelaskan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menolong ABK berdasarkan pengalaman pribadinya. Pertama, ABK harus segera dibantu tenaga ahli untuk menjalankan terapi. Kedua, Orang tua perlu bertemu dengan ahlinya untuk membantu mengintervensi kondisi anak. Ketiga, ABK membutuhkan metode pengajaran yang berbeda dibandingkan anak lainnya, misalkan dengan mengatur jenis font atau memodifikasi kegiatan. Keempat, Orang tua perlu melakukan koping strategi untuk mengelola stres yang dialaminya, yaitu dengan melakukan self management, menemui ahli, dan mencari support system yang baik. Kelima, Jangan selalu membantu ABK, biarkan anak belajar mandiri. Insya Allah dengan begitu, ABK akan bisa mandiri dan bersosialisasi dalam kehidupan biasa.

Apabila anak sering tidak mendengar instruksi yang diberikan dan terkadang seperti tidak mendengar jika dipanggil, apa yang harus dilakukan?

Menurut Dewi Andriyani, hal yang dapat dilakukan adalah cek masalah pendengaran anak dengan tes Brain Evoked Response Auditory (BERA). Selanjutnya, konsultasi ke terapis tumbuh kembang untuk terapi wicara. Jika sudah mengalami kesulitan bicara, maka bisa dilakukan terapi speech delay.

Bagaimana cara menstimulasi anak 4 SD (10 tahun) yang sangat kesulitan belajar matematika, terutama soal cerita dan perhitungan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari?

Coba amati permainan yang disukai anak, misalnya lego atau mobil-mobilan. Lalu, amati seperti apa gaya belajar anak. Untuk anak visual kinestetik dapat menggunakan media. Kemudian menentukan kata kunci pada soal, misalnya “dibagi rata” untuk pembagian, “total jumlah “untuk penjumlahan, dan “selisih” untuk pengurangan. Dari kata kunci tersebut anak bisa menentukan koping strategi untuk sebuah soal. Intinya, kita sebagai pendamping harus menggali dulu metode belajarnya seperti apa, mencari kata kunci pada soal cerita, dan mendampingi terus ketika belajar. Jangan sampai membuat anak stress. Setiap mau belajar, anak ditanya dan dibuat target mau menyelesaikan berapa lembar soal. Jika anak sudah tidak mau mengerjakan, maka disudahi saja. Jangan sampai anak merasa jenuh karena setiap anak ada kapasitasnya. Utamakan kewarasan dan kebahagiaan anak. Begitulah tips yang dibagikan oleh Finalita Sufianti.

Apa yang bisa dilakukan ketika anak 7 tahun masih sering terbalik menulis angka 2,3,5,6,7,9 dan huruf b & d sesekali? Kondisinya anak membaca cukup lancar, tulisannya sesuai mood bagus tidaknya, sedikit kurang fokus, hafalannya lumayan kuat.

Bisa dilatih menggunakan pendekatan multisensori seperti mengenalkan angka-angka dengan lilin plastisin, pasir, sand paper, atau media lainnya. Bisa juga menggunakan metode Montessori.

Di Montessori, huruf yang memiliki bentuk dan suara yang mirip diajarkan secara terpisah. Jika kondisinya sudah lancar membaca, bisa diajarkan berulang untuk fokus ke kata yang memiliki huruf “b” tanpa adanya huruf “d”. Jika sudah lancar tanpa salah, bisa dilanjutkan ke kata yang memiliki huruf “d”. Selanjutnya, bisa juga diulang-ulang untuk bunyi fonetik dari hurufnya.

Pendamping juga bisa melakukan observasi, dimanakah posisi pendamping setiap mencontohkan angka kepada anak? Di samping atau di depan? Sebaiknya pendamping berada di sebelah tangan dominan anak ketika mengajarkan angka. Apabila berada di depan anak, mereka akan melihat gerakan tangan ketika menuliskan angka secara terbalik.

Jika anak tidak melalui fase merangkak ketika bayi, apakah bisa menjadi penyebab disleksia?

Finalita Sufianti mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu rumor yang beredar di masyarakat Indonesia. Berikut ini merupakan beberapa rumor mengenai disleksia menurut Asosiasi Disleksia Indonesia (ADI):

  1. Disleksia disebabkan karena tidak merangkak;
  2. Diagnosis disleksia itu hanya ‘mengada-ngada’;
  3. Disleksia itu hanya perkara sulit membaca, menulis, dan berhitung (calistung) saja;
  4. Disleksia itu karena anaknya bodoh, malas, dan tidak ada motivasi;
  5. Disleksia menular;
  6. Disleksia bisa minum obat tertentu supaya sembuh.

“Setiap anak itu unik. Allah tidak menciptakan produk gagal. Fitrahnya manusia yaitu saling menyayangi dan melengkapi, tidak membedakan normal atau tidak normal. Kurva itu seimbang jika ada plus dan minus.” Dewi Andriyani.

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda