Bincang Tantangan Komunikasi Produktif

Bincang Tantangan Komunikasi Produktif

Apa itu BinTang? Apakah Bintang yang jatuh dari langit?

BinTang memiliki kepanjangan Bincang Tantangan. Bincang seru tantangan dan proses belajar selama menjalankan misi di kelas bunda sayang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan lingkungan yang positif ketika sama-sama berjuang. Karena butuh teman yang saling bergandengan tangan dan saling mengingatkan untuk berubah menjadi lebih baik.

Bagaimana rasanya telah melalui 15 hari tantangan di level 1? Melakukan komunikasi produktif secara konsisten setiap hari. Dengan melakukan komunikasi produktif ke anak, pasangan, atau orang dewasa lainnya. Para mahasiswa kelas bunda sayang batch 6 Jakarta, berbagi cerita dan pengalamannya melalui BinTang.

Apa kata mereka selama 15 hari menjalankan komunikasi produktif? Apakah bisa secara konsisten melakukannya? Bagaimana menyiasati tantangan yang ada?

Melakukan komunikasi produktif dengan anak itu sungguh luar biasa. Tantangan yang muncul terkadang ada pada orang tua. Padahal ketika melakukan komunikasi produktif, mereka hanya butuh didengar dan diajak berkomunikasi. Memilih kata-kata yang baik lalu memperhatikan intonasi suara pun juga memiliki peran dalam berkomunikasi dengan anak.

Adakah tips bagi orang tua agar dapat menjalankannya? Ada dong. Kuncinya adalah bersikap tenang dan berpikir waras. Kalau orang tuanya tenang, masalah apa pun akan beres. Tentunya ini juga mendukung untuk bisa berpikir dengan jernih. Biasanya kalau orang tua lapar, itu mudah tersulut emosi. Untuk itu, wajib hukumnya untuk makan, agar hati senang.

Proses belajar selanjutnya dari para mahasiswa ini adalah mengetahui karakter anak yang berbeda usia. Misalkan si kakak usia 7 tahun sedangkan adik berusia 2 tahun. Karakter dan cara menghadapinya pun berbeda. Juga pentingnya Anda untuk mengubah pola pikir ke sudut pandang anak. Anak-anak senang bermain. Karena itu apa yang mereka lakukan sehari-hari merupakan proses belajar dengan cara bermain.

Hal yang tak kalah penting ketika berkomunikasi dengan anak adalah melakukan manajemen waktu dengan baik. Ketika orang tua tanpa sadar melanggar jadwal yang sudah dibuat, bisa jadi pekerjaan menjadi bertumpuk. Emosi pun muncul ketika Anda bingung dengan apa yang harus dikerjakan lebih dulu. Karena menganggap semuanya itu penting untuk dikerjakan. Dengan demikian, manajemen waktu adalah kunci. Lalu secara sadar melakukan gas dan rem pada tempatnya.

Apakah diskusi ini selalu tentang komunikasi produktif dengan anak? Bagaimana jika yang menjadi lawan bicara adalah orang dewasa? Adakah tips yang bisa dilakukan?

Berkomunikasi produktif dengan orang dewasa juga tak kalah penting. Ngobrol sambil melihat hp, tidak melihat situasi, sampai pada ngobrol tanpa ada tujuan alias basa-basi itu bisa jadi tantangan loh. Kelihatannya sederhana namun bisa menjadi masalah.

Ketika berkomunikasi dengan orang dewasa perlu mendahulukan empati dan perhatikan diksi. Butuh fokus dengan melakukan eye contact. Kenali lawan bicaramu, apakah ia orang yang lebih tua, teman sebaya, pasangan, atau adik yang lebih muda. Tata bahasa yang digunakan pun berbeda-beda ya. Kata-kata yang positif akan membawa energi yang positif.

”Communication is the key”.

Dengan melatih diri untuk melakukan komunikasi produktif, Anda pun berlatih mengontrol emosi ketika berbicara. Kita pun bertanggung jawab dengan pesan yang kita sampaikan. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Selebrasi Matrikulasi Batch 8 IIP Jakarta

Selebrasi Matrikulasi Batch 8 IIP Jakarta

Sudah lebih dari sebulan sejak tantangan terakhir Matrikulasi Batch 8 IIP tahun 2020 ini berakhir. Tanpa terasa tiga bulan perjalanan dalam mengenali kembali diri untuk mempersiapkan bekal menjadi seorang ibu profesional telah berakhir. Saatnya para matrikan mengakhiri petualangannya di samudera penjelajah. Namun, sebelum memasuki jenjang perkuliahan ibu profesional selanjutnya, tentu tidaklah lengkap apabila tidak ada perayaan sebagai tanda syukur selesainya kelas ini.

Setelah persiapan yang hanya berlangsung tidak sampai satu bulan, Selebrasi Matrikulasi Batch 8 IIP Jakarta pun terselenggara. Berlangsung secara daring di tengah pandemi Covid-19 ini, ternyata tidak mengurangi semarak acara yang dipersiapkan oleh panitia yang dipimpin oleh Triyunita S, salah satu matrikan batch 8 yang baru saja menjabat Manajer Humas HIMA Jakarta.

Mengambil tajuk “Merdeka Belajar: Memulai Homeschooling Menjadi Alternatif Pendidikan,” acara Selebrasi Matrikulasi Batch 8 IIP Jakarta ini berlangsung hari Jumat, 28 Agustus 2020 pukul 19.30 melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara ini tidak hanya menyajikan selebrasi atas kelulusan para matrikan yang telah menyelesaikan kelas matrikulasi, tetapi juga bincang santai yang mendukung tema tersebut.

Tema ini diangkat sesuai dengan kondisi pembelajaran saat ini yang harus banyak menyesuaikan diri dengan munculnya pandemi. Harapannya, dengan menghadirkan pembicara yang merupakan praktisi homeschooling, dapat menjadi angin segar para ibu yang sedang mendampingi putra-putrinya menghadapi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumahnya.

Acara dimulai sekitar pukul 19.20 dengan menyajikan pemutaran video tentang HIMA Jakarta, pembacaan tata tertib dan rundown acara. Tepat pukul 19.30 acara dibuka oleh pembawa acara yang juga seorang matrikan, Ailyxandria Praditya. Setelah acara dibuka, dilanjutkan oleh sambutan-sambutan dari ketua panitia penyelenggara, Triyunita Safitri; Ketua HIMA Regional Jakarta, Mba Syarifah Aini; dan Sekretaris Regional Jakarta, Oma Tutik Rahayu.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan inti dari selebrasi ini, yaitu pemutaran video persembahan para matrikan batch 8, video di balik persiapan panitia penyelenggara, dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu selama proses pembelajaran di matrikulasi batch 8 ini. Rasa mengharu biru dari para matrikan yang telah menonton video ini membuat suasana selebrasi cukup syahdu.

Tak ketinggalan pula ada pembagian sertifikat elektronik kepada para matrikan yang telah menjadi perangkat kelas, manajer Star of the Day (SotD), dan yang telah memenuhi tantangan Sharing is Caring. Dilanjutkan pula dengan aliran rasa dari seorang matrikan yang merangkap pengurus kelas, Ummul Qhair yang semakin menambah haru saat didengarkan.

Terakhir, barulah masuk ke acara Bincang Santai dipandu oleh seorang matrikan yaitu Nurindah Fitria tentang “Merdeka Belajar: Memulai Homeschooling Menjadi Alternatif Pendidikan” dibawakan oleh seorang matrikan, Detik Rena K.N.S. dan suaminya, Syaiful Anwar, yang merupakan praktisi homeschooling untuk kedua anaknya. Meskipun ada sedikit kendala teknis yang hadir, acara bincang santai ini pun diakhiri oleh tiga pertanyaan dari peserta yang hadir.

Selebrasi ini memang berbeda rasanya karena disiapkan oleh matrikan untuk para matrikan sendiri. Baik acara, video, bahkan pengisi acara semua dilakukan oleh para matrikan batch 8 yang lulus. Jargon “Dari kita, oleh kita, untuk kita,” benar-benar diterapkan di selebrasi ini.

Selebrasi Matrikulasi Batch 8 IIP Jakarta ini bisa menjadi penanda bahwa telah tiba waktunya bagi para matrikan untuk melanjutkan Pendidikan ke Kelas Bunda Sayang. Semua bekal yang sudah didapat dalam kelas matrikulasi ini adalah bekal yang sangat berharga saat nanti menjalani Pendidikan selanjutnya.

Walaupun ada matrikan yang belum berkesempatan melanjutkan, tetapi tidak mengurangi arti dari kebersamaan yang telah dijalani selama lebih dari tiga bulan ini. Keseruan dari acara ini adalah buktinya, silaturahmi tidak mengenal batas dan jarak. Bahwa selebrasi yang dilakukan daring pun tak kalah saat bertatap muka langsung. Karena tetap jaga diri dan jarak, merupakan kunci pandemi ini segera berakhir.

Selamat atas kelulusannya para matrikan batch 8 IIP Jakarta. Selamat menempuh petualangan selanjutnya di Pulau Cahaya.

#Tim Medkom HIMA IIP Jakarta#

Jumat Berbagi Ilmu : Rina M : Membuat tanaman gantung dan self watering plant

Jumat Berbagi Ilmu : Rina M : Membuat tanaman gantung dan self watering plant

Bismillaah
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Kami dari kaki gunung Merbabu mengucapkan selamat pagi..

Jumat Berbagi Ilmu pekan kedua Oktober 2020 ini diisi oleh mba Rina, dengan tema “Membuat tanaman gantung dan self watering plant”. Pada kesempatan kali ini  mba Rina membagikan hasil pencariannya yang akan menggantungkan tanaman yang paling simple, dan tentu saja irit bahan, tetapi tetap kuat menahan beban tanamannya. Dan selain itu juga membagikan bagaimana cara self watering untuk tanaman, apabila kita termasuk orang yang malas menyiram ataupun akan ditinggal pergi dalam waktu yang relatif lama, dan tentu saja dengan low budget dan sesimple mungkin.

Terima kasih mba Rina atas waktu dan sharing ilmunya…

Selamat beraktivitas dan sampai jumpa lagi…

Terima kasih
Salam hangat dari kaki gunung Merbabu, Salatiga..

Wassalamu ‘alaikumillah

Jumat Berbagi Ilmu : Yusnita M. A. : Management Stress Ibu Bekerja

Jumat Berbagi Ilmu : Yusnita M. A. : Management Stress Ibu Bekerja

Bismillaah
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Kami dari kaki gunung Merbabu mengucapkan selamat pagi..

Jumat Berbagi Ilmu dari mba Yusnita disampaikan pada hari Sabtu, 17 Oktober ini 2020 dikarenakan kesibukan beliau diluar rumah sebagai ibu bekerja tentu saja. Dan pada kesempatan kali ini, mba Yusnita membagikan ilmu dan sharing tips&trik mengatasi kegalauan dan bagaimana beliau mendelegasikan peran ibu saat sedang bekerja. Selain dukungan dari keluarga dan orang-orang disekitar mba Yusnita, tentu saja ilmu yang mumpuni untuk diterapkan sudah dikantongi oleh mba Yusnita. Seru sekali pembicaraan kali ini.

Berdasarkan pengalaman beliau, banyak sekali masukan yang diberikan atas pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman mahasiswa.

Terima kasih mba Yusnita atas waktu dan sharing ilmunya…

Selamat beraktivitas dan sampai jumpa lagi…

Terima kasih
Salam hangat dari kaki gunung Merbabu, Salatiga..

Wassalamu ‘alaikumillah

Jumat Berbagi Ilmu : Rohma Y : Screen Time

Jumat Berbagi Ilmu : Rohma Y : Screen Time

Bismillaah
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Kami dari kaki gunung Merbabu mengucapkan selamat siang..

Jumat Berbagi Ilmu pekan pertama di bulan October 2020 ini diisi oleh mba Rohma Yuanita, yang membawa tema Screen Time. Berdasarkan pengalamannya mba Rohma membagikan ilmunya, bagaimana membersamai putra-putri beliau dari usia 0 hingga menginjak dewasa dengan Screen Time (putra putri beliau ada 4 dan yang pertama sudah berusia 11 tahun  dan yang terakhir berusia 2 tahun). Jadi alhamdulillah terpaparkan dengan lengkap apa dan bagaimana tips dan trik dari beliau.

Berdasarkan pengalaman beliau, banyak sekali masukan yang diberikan atas pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman mahasiswa.

Terima kasih mba Rohma atas waktu dan sharing ilmunya…

Selamat beraktivitas dan sampai jumpa lagi…

Terima kasih
Salam hangat dari kaki gunung Merbabu, Salatiga..

Wassalamu ‘alaikumillah