Bincang Tantangan Kemandirian

Bincang Tantangan Kemandirian

Bagaimana petualangan di zona melatih kemandirian? Capek? Seru? Tetapi juga menyenangkan ya. BinTang  atau Bincang Tantangan di kelas bunda sayang IP Jakarta. Bincang seru tantangan dan proses belajar selama menjalankan misi. Karena butuh teman yang saling bergandengan tangan dan saling mengingatkan untuk berubah menjadi lebih baik.

Para mahasiswa di kelas ini saling berbagi cerita dan keseruan ketika menjalankan misi tersebut. Mbak Lia Yulia menyampaikan, “Seru, deg-degan, karena bisa melatih kesabaran orang tua. Lain cerita dengan mbak Enggusti yang katanya seru dan kadang-kadang membuat kepala orang tuanya nyut-nyutan. Mbak Rezky pun memaparkan bahwa dari kegiatan ini ia belajar sabar dan meminimalisir membantu anak serta menjadi teladan adalah cara yang terbaik untuknya.

Kemandirian anak yang ingin dilatih orang tua pun berbeda setiap usianya. Ada yang masih berjuang dengan toilet training, makan sendiri, merapikan baju, serta membangun kebiasaan akan kemandirian terhadap jadwal belajar maupun jadwal harian lainnya. Mbak Elvira pun bercerita bahwa kini mereka sudah mulai terpikat untuk mencuci piring. Walaupun setelah itu, ada banjir lokal di rumah, hehe. Anak-anak juga ketagihan untuk diberikan kepercayaan dan kesempatan oleh orang tuanya. Loh, bagaimana bisa?

Ada pengalaman menggelikan dari mbak Lia Yulia. Ketika bundanya sedang melatih kesabarannya, anak yang umur 4 tahun saat ini setiap selesai mandi bisa menjemur handuk sendiri. Bagaimana kalau anak berkeinginan menjemur handuk harus simetris. Kiri dan kanan itu sama panjangnya. Tidak boleh ada yang satu panjang dan satunya pendek. Dari proses menjemur handuk aja bisa lama banget. Seru ya!

Pengalaman yang tidak kalah seru juga diceritakan oleh mbak Ima Umaimah. Ia berencana ingin mengasah bakat kemandirian finansial anak sulungnya dengan mengajarkan berdagang di depan rumah. Ternyata, anaknya pun antusias banget dari pagi sampai sore. Sampai-sampai, Ananda tidak mau beranjak dari dagangannya. Apa saja barang yang dijualnya? Cukup dagang makanan kecil. Alhamdulillah hasilnya pun lumayan.

Kemandirian ini tidak hanya untuk anak-anak, loh. Kemandirian juga bisa sebagai sarana latihan bagi orang dewasa. Bagaimana caranya? Mbak Azhimah berbagi tips dengan bersikap lebih tegas kepada diri sendiri. Berani untuk berkata “tidak” kepada orang lain. Dan jangan lupa untuk mengucapkan rasa terima kasih sama ke diri sendiri karena sudah berjuang sejauh ini.

Apakah semuanya berhasil menjalankan tantangan di misi ini? Pernah merasa lelah ketika menjalankannya? Mbak Kie turut berbagi pengalamannya. Pernah merasa terbiasa dengan keadaan dan lelah melakukan pengulangan kemandirian. Idealnya, orang tua jangan bosan untuk melatih anak. Karena semakin sering latihan, mereka akan semakin mahir melakukannya. Walapun begitu, tetap bahagia karena melihat perkembangan anak-anak yang luar biasa tiap harinya. Semoga ibu-ibu di sini selalu semangat menemani anak-anak. Walaupun dalam masa pandemi, sehat selalu semua, peluk.

Berikut ini tips dari para mahasiswi bunda sayang ini ketika melatih kemandirian anak ini, yaitu:

  1. Kita tidak memaksa anak agar seperti yang diinginkan orang tua. Karena semua butuh proses dan tidak ada yang instan.
  2. Orang tua belajar memposisikan diri sebagai anak agar mampu melihat bahwa mereka sedang di dalam proses belajar.
  3. Memohon kemudahan dan kebaikan kepada Allah SWT dalam menjalankannya.
  4. Tetap bahagia dan semangat menemani perkembangan anak. Karena anak-anak mengalami perkembangan yang luar biasa setiap harinya.

Dari diskusi ini, kita dapat mengambil sebuah kebaikan di dalamnya. Setiap orang tua maupun anak-anak punya keunikan masing-masing. Tantangan yang dihadapi pun berbeda-beda setiap keluarga. Selalu ada cerita dalam setiap prosesnya yang bisa diambil hikmahnya. Tantangan kemandirian ini dimulai saat orang tua berkomunikasi positif ke diri sendiri. Untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bekerja dengan cara mereka.

“Sebagaimana orang dewasa yang butuh 10.000 jam terbang untuk menjadi ahli, anak-anak pun butuh waktu untuk meningkatkan jam terbangnya untuk mejadi seorang yang ahli. Baik itu ahli untuk makan sendiri, ahli membersihkan dirinya, ahli beberes rumah, dan ahli lainnya. Bersemangat menemani anak-anak memulai 0 km untuk merawat dan memenuhi kebutuhan mereka sendiri hingga mampu mendelegasikan ke pekerjaan rumah. Benar kata kakawi untuk terima dan hargai prosesnya. Kelak mereka akan semakin terampil dengan kemampuannya.”, Ismi.

Salam Ima_Maria Fatimah dari HIMA Jakarta

Bincang Tantangan Komunikasi Produktif

Bincang Tantangan Komunikasi Produktif

Apa itu BinTang? Apakah Bintang yang jatuh dari langit?

BinTang memiliki kepanjangan Bincang Tantangan. Bincang seru tantangan dan proses belajar selama menjalankan misi di kelas bunda sayang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan lingkungan yang positif ketika sama-sama berjuang. Karena butuh teman yang saling bergandengan tangan dan saling mengingatkan untuk berubah menjadi lebih baik.

Bagaimana rasanya telah melalui 15 hari tantangan di level 1? Melakukan komunikasi produktif secara konsisten setiap hari. Dengan melakukan komunikasi produktif ke anak, pasangan, atau orang dewasa lainnya. Para mahasiswa kelas bunda sayang batch 6 Jakarta, berbagi cerita dan pengalamannya melalui BinTang.

Apa kata mereka selama 15 hari menjalankan komunikasi produktif? Apakah bisa secara konsisten melakukannya? Bagaimana menyiasati tantangan yang ada?

Melakukan komunikasi produktif dengan anak itu sungguh luar biasa. Tantangan yang muncul terkadang ada pada orang tua. Padahal ketika melakukan komunikasi produktif, mereka hanya butuh didengar dan diajak berkomunikasi. Memilih kata-kata yang baik lalu memperhatikan intonasi suara pun juga memiliki peran dalam berkomunikasi dengan anak.

Adakah tips bagi orang tua agar dapat menjalankannya? Ada dong. Kuncinya adalah bersikap tenang dan berpikir waras. Kalau orang tuanya tenang, masalah apa pun akan beres. Tentunya ini juga mendukung untuk bisa berpikir dengan jernih. Biasanya kalau orang tua lapar, itu mudah tersulut emosi. Untuk itu, wajib hukumnya untuk makan, agar hati senang.

Proses belajar selanjutnya dari para mahasiswa ini adalah mengetahui karakter anak yang berbeda usia. Misalkan si kakak usia 7 tahun sedangkan adik berusia 2 tahun. Karakter dan cara menghadapinya pun berbeda. Juga pentingnya Anda untuk mengubah pola pikir ke sudut pandang anak. Anak-anak senang bermain. Karena itu apa yang mereka lakukan sehari-hari merupakan proses belajar dengan cara bermain.

Hal yang tak kalah penting ketika berkomunikasi dengan anak adalah melakukan manajemen waktu dengan baik. Ketika orang tua tanpa sadar melanggar jadwal yang sudah dibuat, bisa jadi pekerjaan menjadi bertumpuk. Emosi pun muncul ketika Anda bingung dengan apa yang harus dikerjakan lebih dulu. Karena menganggap semuanya itu penting untuk dikerjakan. Dengan demikian, manajemen waktu adalah kunci. Lalu secara sadar melakukan gas dan rem pada tempatnya.

Apakah diskusi ini selalu tentang komunikasi produktif dengan anak? Bagaimana jika yang menjadi lawan bicara adalah orang dewasa? Adakah tips yang bisa dilakukan?

Berkomunikasi produktif dengan orang dewasa juga tak kalah penting. Ngobrol sambil melihat hp, tidak melihat situasi, sampai pada ngobrol tanpa ada tujuan alias basa-basi itu bisa jadi tantangan loh. Kelihatannya sederhana namun bisa menjadi masalah.

Ketika berkomunikasi dengan orang dewasa perlu mendahulukan empati dan perhatikan diksi. Butuh fokus dengan melakukan eye contact. Kenali lawan bicaramu, apakah ia orang yang lebih tua, teman sebaya, pasangan, atau adik yang lebih muda. Tata bahasa yang digunakan pun berbeda-beda ya. Kata-kata yang positif akan membawa energi yang positif.

”Communication is the key”.

Dengan melatih diri untuk melakukan komunikasi produktif, Anda pun berlatih mengontrol emosi ketika berbicara. Kita pun bertanggung jawab dengan pesan yang kita sampaikan. Kalau bukan kita, siapa lagi?

COUPLEPRENEUR: Ketika Suami Istri Memutuskan untuk Berbisnis Bersama

COUPLEPRENEUR: Ketika Suami Istri Memutuskan untuk Berbisnis Bersama

Ada yang sedang menjalankan bisnis dengan suami? Atau ada yang sedang berproses menuju ke sana? Kalau ya, selamat karena Anda akan tergabung menjadi couplepreneur club. Ya, itu adalah istilah kekinian bagi suami istri yang memutuskan untuk menjalankan bisnis bersama.

Mungkin akan timbul banyak pertanyaan soal couplepreneur ini. Bagaimana sih rasanya menjalankan bisnis dengan suami? Enak nggak? Susah apa mudah? Lalu apa yang harus dipersiapkan supaya bisa berjalan lancar? Bagaimana juga caranya supaya bisnis bisa berjalan baik tanpa menganggu kehidupan rumah tangga dan waktu bersama anak-anak?

Semua pertanyaan itu terjawab dari sesi ngobrol santai yang diadakan dalam WAG kelas Bunda Sayang #6 IIP Bekasi dalam program bernama “Pajamas Party” belum lama ini.

Selama dua kali pertemuan, kami melalukan diskusi yang cukup seru dengan mengundang dua mahasiswi Bunda Sayang yang sudah menjalankan bisnis bersama suami untuk membagi kisahnya. Mereka adalah mbak Ariny dan mbak Nada. Keduanya sekarang sudah sukses menjalankan bisnis pakaian muslim anak dengan memiliki merk sendiri. Masya Allah, keren ya?

Bagaimana mereka bisa sesukes itu? Ternyata kedua perempuan hebat itu sama-sama memulai bisnis dengan menjual produk orang lain dahulu. Dropship atau reseller istilahnya. Setelah berjalan baik, mempunyai pangsa pasar yang bagus, bisa mengumpulkan modal banyak, mereka akhirnya memutuskan untuk membuat produk sendiri. Alhamdulillah mereka bertemu konveksi yang baik untuk bekerja sama hingga bisa berjualan dengan merk pakaian muslim anak milik sendiri.

Apakah untuk bisa sampai ke titik sekarang, semuanya berjalan mudah? Tentu tidak. Baik mbak Arini atau mbak Nada sama-sama mengatakan bahwa proses ini tidak mudah. Mereka perlu menjalani beragam proses yang menguji ketangguhan mereka dalam berbisnis. Mbak Arini pun memberikan nasihat, jika merasa lelah dalam berdagang, ingat kembali tujuan awalmu untuk berdagang itu apa. Wah, betul sekali ya?

Dalam berbisnis keduanya juga sepakat bahwa suami dan anak-anak tetap lah prioritas utama dalam berbisnis bersama di rumah. Meski istri memiliki banyak ide dan kemampuan soal bisnisnya, tetapi kendali utama tetap berada di suami dan anak tetap menjadi fokus perhatian.

Bukankah berbisnis dengan suami biasanya akan mudah menimbulkan konflik dalam rumah tangga? Tidak jika semuanya sepakat untuk mau meluangkan waktu bersama, berbicara. Mbak Nada dan Mbak Arini selalu menyempatkan waktu untuk berbicara berdua dengan suami. Biasanya setelah anak-anak tidur malam. Di waktu itulah mereka menggunakan kebersamaan dengan suami untuk membicarakan banyak hal. Mulai dari diskusi produk, rencana bisnis kedepan, melakukan evaluasi atas apa yang sudah dilakukan, atau bahkan menyiapkan segala urusan produksi dan packing secara gotong royong. Ini kerja tim yang sekaligus sebagai pengisi waktu yang berkualitas bersama suami kan?

Lalu jika kita bisnis, bagaimana soal pekerjaan domestik? Apa kita bisa tetap melakukannya dengan baik? Untuk hal ini mbak Ariny memutuskan untuk dibantu oleh ART. Beliau memilih menggunakan waktunya untuk fokus berbisnis dan membersamai anak. Hal ini kiranya juga perlu diperhatikan bagi pasangan sebelum memulai bisnisnya agar tidak terjadi konflik. Entah menggunakan pihak kedua, dikerjakan gotong royong dengan suami, semuanya harus dibicarakan juga.

Lalu apa bisnis yang kiranya cocok dikerjakan dengan bersama suami istri? Mbak Nada memilih berjualan pakaian muslim karena berkaitan dengan pekerjaan suaminya sebagai pengajar di pensantren. Sedangkan menurut mbak Ariny, jika tak bisa membuat produk maka berjualanlah dulu dengan produk orang lain. Bisa beragam merk juga, yang penting fokus dan konsisten untuk berjualan. Karena itu faktor yang utama dalam berbisnis.

Nah, kalau kamu berminat berbisnis dengan suami juga kah, Mom? Jika ya, mau berjualan apa? Apapun itu, yang terpenting dicoba dulu. Kita tak pernah tahu akan bisa sukses atau tidak jika tak mencoba kan? Lalu pilih lah yang kiranya sanggup dijalani dengan fokus dan kosisten. Karena tugas utama kita tetap sebagai istri dan ibu. Betul?

Salam,
Putri dari Bekasi 😊

Mengulik Kelezatan SASA & Keseruan PAJAMAS PARTY Kelas Bunda Sayang #6 IIP Bekasi

Mengulik Kelezatan SASA & Keseruan PAJAMAS PARTY Kelas Bunda Sayang #6 IIP Bekasi

Assalammualaikum..

Jumpa lagi dengan kami dari planet Bekasi *eh.

Ada yang berstatus sebagai mahasiswa kelas Bunda Sayang batch 6 kah? Kalau ada, saya ucapkan selamat belajar ya!

Kelas baru, sistem belajar yang baru juga, semoga semangatnya akan terus terjaga hingga akhir. Aamiin.

Eh, sistem baru? Gimana sih?

Jadi angkatan 6 ini adalah angkatan yang spesial karena menggunakan sistem baru. Apa saja? Salah satunya dengan difokuskannya pembelajaran melalui facebook, kelasin, dan google clasroom. Selain itu, juga tak ada lagi fasilitator yang duduk manis di WAG untuk memberi umpan berupa materi. Di sini mahasiswa yang dituntut untuk lebih aktif mencari ilmu.

Nah, terus kalau mau diskusi materi atau sekedar curhat tentang tugas-tugasnya gimana? Secara kelas Bunda Sayang ini panjaaaang sekali. 15 bulan loh. Tenang kakak, WAG Hima kelas Bunda Sayang di tiap regional tetap ada kok. Di sana bisa menjadi tempat para mahasiswa untuk diskusi atau sekedar berbagi rasa selama mengikuti perkuliahan.

Nah, di Bekasi kami juga memiliki WAG khusus yang berisi mahasiswa kelas Bunda Sayang #6. WAG itu berjalan aktif, bahkan juga memiliki dua agenda rutin yang sudah dijalankan.

Mau tau kegiatan apa saja yang ada di WAG Bunda Sayang #6 HIMA IIP Bekasi?

Pertama, SASA. Bukan merk micin kepunyaan abang bakso loh ya, hihihi. Ini singkatan dari SAling SApa. Ajang saling mengenal antar mahasiswa bunda sayang yang diadakan setiap hari Rabu. Kegiatan ini baru berjalan dan sudah menampilkan profil dua mahasiswa luar biasa.

Ada apa saja sih ketika SASA? Tentunya menampilkan data diri agar kita bisa lebih akrab. Dari sini bisa terlihat ternyata ada yang seumuran, satu alumni sekolah, satu hobi, dan lainnya.

Lalu akan ada sesi tanya jawab dari data diri atau cerita yang dibagikan. Hal ini bermanfaat sekali sebagai sarana melihat potensi atau keahlian yang dimiliki sekaligus pemicu semangat diri supaya bisa lebih baik.

Ibarat kata, kita melihat si A mahir membuat beragam kreativitas permainan anak, nah kita bisa mengadaptasi atau bahkan meniru hal tersebut. Bisa saling belajar kan?

Selain itu, rencananya akan ada edisi cerita “titik balik” kita selama hidup. Di sini kita akan berbagi cerita tentang kejadian atau pengalaman apa yang kiranya bisa diambil manfaatnya untuk orang lain. Wah, ini tentu keren juga kan? Belajar dari pengalaman orang lain tentu membuat kita menjadi lebih bijaksana.

Nah, kegiatan kedua namanya Pajamas Party. Tau kan istilah itu? Yup. Ngobrol santai sebelum tidur. Kegiatan ini Insya Allah akan diadakan setiap Selasa. Yang kerennya, di sini tak hanya ngobrol saja. Tapi juga akan didampingi sosok yang ahli di bidangnya. Mahasiswa kelas Bunda Sayang #6 dari Bekasi Alhamdulillah berisikan perempuan hebat semua. Ada dokter, psikolog, guru, pengusaha, dan lain-lain.

Terus ada apalagi?
Itu aja deh bocorannya. Kalau mau tahu lebih banyak, silakan mampir ke media sosial IIP Bekasi ya.

Semangat belajar kapan pun dan dimana pun gaes 😊

Salam,
Putri.

Berbagi Bahagia di Parade Selebrasi VoL. #1 HIMA IIP Suramadu. Acara bertabur bintang, Give Away dan juga Doorprize

Berbagi Bahagia di Parade Selebrasi VoL. #1 HIMA IIP Suramadu. Acara bertabur bintang, Give Away dan juga Doorprize

Assalamualaikum..

Salam semangat ibu pembelajar.

Masih belum bisa move on dari Parade Selebrasi Vol. #1 HIMA IIP Suramadu 😆 (bisa cek di postingan berikut : Apa itu Parade Selebrasi HIMA IIP Suramadu?). Kali ini kami akan menceritakan keseruan rangkaian acara selain yang telah diceritakan di postingan ini :Keseruan acara Parade Selebrasi Vol.#1 HIMA IIP Suramadu

Selain rangkaian acara yang begitu semarak, sakral, menginspirasi dan juga mengharu biru, di Parade Selebrasi ini kami juga berbagi Bahagia dengan mengadakan berbagai macam Give Away dan juga bertabur Doorprize kepada peserta Parade Selebrasi.

Give Away pertama

HIMA IIP Suramadu berkolaborasi dengan Wardah Beauty Surabaya selaku sponsor utama dengan hadiah utama 15 minipack produk kecantikan 😍

(Photo Source : Instagram IP Surmadu GA HIMA IIP Suramadu X Wardah Beauty Surabaya)
Give Away ini diperuntukkan untuk para member HIMA IIP Suramadu dan telah diundi saat acara berlangsung. Selamat kepada 15 Orang pemenang beruntung 😍.

Give Away kedua
HIMA IIP Suramadu berkolaborasi dengan Beib Idea selaku sponsor utama dengan hadiah utama 6pcs buku anak 😍

(Photo Source : Instagram IP Suramadu, GA HIMA IIP Suramadu X Beib Idea)

Give Away ini diperuntukkan untuk para member HIMA IIP Suramadu dan telah diundi saat acara berlangsung. Selamat kepada 6 Orang pemenang beruntung 😍.

Give Away ketiga

Give Away Selanjutnya ada Give Away yang diadakan oleh panitia acara yaitu : Share your Parade Selebrasi Twibon.

(Photo Source : Instagram IP Suramadu, GA Twibon Parade Selebrasi)

Give Away ini diperuntukkan untuk para member HIMA IIP Suramadu, twibon dibagikan setelah mengisi form pendaftaran Parade Selebrasi dan 2 orang pemenang dengan caption twibon terbaik akan diumumkan tanggal 3 September 2020, dan akan mendapatkan bingkisan menarik 😍

Selain Give Away, banyak doorprize bertaburan saat acara, antara laina :

🍄 Doorprize bagi orang pertama yang mengacungkan tangan untuk memberi testimoni selama menuntut ilmu di IIP.

🍄 Doorprize untuk 3 orang dengan costum menarik dan terunik 😆

🍄 Doorprize untuk 3 orang yang yang memposting foto dan keseruan acara di IG Story.

🍄 Dan bingkisan apresiasi kepada perwakilan bintang kelas yang telah berbagi semangat dan inspirasi.

Terimakasih kepada para Sponsor yang telah turut mensukseskan acara kami :

🍄 Wardah Beauty Surabaya

🍄 Beib Idea

🍄 Serbaneka Camilan

🍄 Anit’s Nursery Garden

🍄 Mooi La Maison

🍄 Mie Ayam Benyo

🍄 Raufestilo

🍄 El Fatih Shoes

🍄 Kata Lensaku Photoworks

🍄 Fidza Pizza

🍄 Hijab Arai

🍄 Fathiin Books

Salam sukses selalu ☺️

Adinda F. Rahmadina

Manager Media Komunikasi
HIMA IIP Suramadu

 

 

 

Parade Selebrasi Vol.#1 HIMA IIP Suramadu

Parade Selebrasi Vol.#1 HIMA IIP Suramadu

Assalamualaikum.

Salam Semangat Ibu Pembelajar.

Pada hari Ahad, tanggal 30 Agustus 2020 lalu, HIMA IIP Suramadu mengadakan Parade Selebrasi Vol. #1. Untuk mengapresiasi dan merayakan keberhasilanpara Mahasiswi yang telah menyelesaikan semua tantantangan di kelas-kelas Institut Ibu Profesional.

Ini pertama kalinya kami mengadakan acara parade selebrasi regional yang nantinya akan menjadi event tahunan HIMA IIP Suramadu, dan ini pertama kali juga kami merayakan kelulusan secara online dengan media Zoom. Masih sedih sebenarnya karena belum bisa merayakan kelulusan dengan bertatap muka secara langsung 😢. Tapi Alhamdulillah, para panitia yang semangat selalu mempersiapkan acara, dan para wisudawati yang juga antusias menantikan acara ini, tetap membuat kami sedikit menyalurkan kerinduan yang terdalam 😆, dan acara ini menjadi semarak, Haru, dan sakral sebagaimana acara-acara wisuda offline yang pernah kami rayakan.

Bagaimana tidak semarak berbagi bahagia. Acara ini dihadiri oleh para wisudawati Matrikulasi Batch #8, Bunda Sayang Batch #5, dan bunda cekatan Batch #1 dan juga member HIMA IIP Suramadu. Oh ya, selain itu Ibu Rektor IIP, teh Dzikra I. Ulya dan para Sekertaris Regional Suramadu, Sidomojo, dan Gresik juga turut hadir dan memberikan sambutannya yang hangat kepada para wisudawati 😍.

Setelah itu, acara dilanjut dengan penampilan bintang Go Talent dari kelas Matrikulasi #8 dengan puisinya dan juga Penampilan Kelas Bunsay #5 dengan puisi dan aliran rasa para mahasiswi.

Selain itu para perwakilan bintang kelas juga turut meramaikan acara dengan sharing dan mengalirkan rasa mereka yang telah melalui perkuliahan. hal itu membuat semangat kami berkobar lagi untuk terus mengosongkan gelas dan menginspirasi kami semua untuk tetap semangat untuk terus belajar, menjadi Ibu Profesional kebanggaan keluarga.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menampilkan apresiasi kepada para bintang kelas dan juga menampilkan slide sertifikat yang dibacakan satu persatu oleh MC.

Masya Allah.. jadi makin kangen ingin segera dapat bertemu kembali.

Semoga tantangan pandemi ini segera berakhir, dan semua kembali seperti sedia kala.
Aamiin..

Oh ya, untuk penampilan Go Talent dan juga Video Selebrasi masing-masing kelas dapt diakses pada link berikut ini :

🍄 Video Selebrasi Matrikulasi Batch #8 : Youtube Video Selebrasi Matrikulasi #8

🍄 Video Aliran Rasa BunSay Batch #5 : Youtube Video AlRas BunSay #5

🍄 Video Go Talent Bunsay Batch #5 : https://youtu.be/xMUyANhj9P4

🍄 Video Selebrasi BunCek Batch #1 : Youtube Video Selebrasi BunCek #1

Adinda F. Rahmadina

Mandedkom HIMA IIP Suramadu.