Budget Plan, Penting!

Budget Plan, Penting!

Oleh: Irma Linda

Mahasiswi Bunda Produktif batch 1

Dalam e-book Gado Gado Finansial, Tim Rumah Ramah Finansial, 2021

 

Rejeki Sudah Ada Yang Atur Namun Persiapan Tetap Diperlukan

 

Berangkat dari kondisi yang banyak terjadi saat ini pada keluarga Indonesia, yang ternyata masih banyak keluarga Indonesia belum mengenal istilah Dana Darurat. Disamping itu, fakta ‘cicilan’ yang ada di keluarga Indonesia, ternyata banyak yang dilakukan tanpa perhitungan, seperti: cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan motor, cicilan HP dan lain-lain.

Bagaimana cara mengawali Budget Plan?

Catat pengeluaran keluarga! Poin penting agar kita bisa mengetahui kondisi keuangan kita saat ini. Buat catatan, bisa menggunakan aplikasi HP, Excel di laptop ataupun catat manual di buku. Cari cara yang praktis dan memudahkan Anda.

Pos-pos pengeluaran bisa dikelompokkan menjadi empat :

  1. Kewajiban : cicilan hutang, tagihan listrik & air, SPP sekolah, gaji ART, iuran kompleks.
  2. Kebutuhan : biaya makan, belanja bulanan (groceries), transport, pulsa
  3. Keinginan & Sosial : ngopi/nongkrong, shopping, jajan, sedekah dan zakat
  4. Tabungan dan Investasi

Kewajiban itu pos yang harus dibayarkan, jumlahnya tetap dan bisa diketahui jumlahnya, maka langsung sisihkan!

Daftar kebutuhan dari pengeluaran bulan lalu, hitung totalnya! Kemudian, hitung kebutuhan per bulannya.

Keinginan dapat dialokasikan ke budget di awal bulan, misal budget shopping dan jajan per bulan. Begitupun sedekah dan zakat juga dapat dialokasikan di awal bulan, misal 2,5% sedekah dan 2.5% zakat

Selanjutnya totalkan seluruh jumlah pengeluaran!

Hitung: Pemasukan – Total Pengeluaran

Bagaimana hasilnya?

  • Ada sisa. Bagus, alokasikan ke porsi Tabungan dan Investasi
  • Tidak ada sisa. Coba evaluasi lagi masing-masing pos di atas, belanja bulanan bisa dikurangi lagi, misalnya dengan membeli merk yang lebih murah. Pos shopping dan jajannya dikurangi.
  • Ada sisa tapi kecil sekali atau bahkan tak bersisa. Tapi sudah tidak ada yang bisa dikurangi lagi pos-pos pengeluarannya. Maka, carilah tambahan penghasilan dan tetap semangat!

 

Langkah terakhir 

Angka yang didapat setelah melakukan perhitungan (antara pemasukan dan pengeluaran) selanjutnya dijadikan BUDGET (untuk dicatat). Praktekkan kembali untuk bulan depan. Apakah sesuai? Jika belum sesuai, maka evaluasi kebocoran keuangan kita dimana, di pos apa. Sesuaikan lagi untuk bulan berikutnya, evaluasi. Begitu terus hingga Anda menemukan pola yang pas.

Untuk bisa menabung dan berinvestasi, kita wajib mengetahui berapa biaya hidup kita. Mencatat pengeluaran memang ‘malesin’ tapi harus dilakukan sebagai langkah awal perjalanan keuangan keluarga Anda!