Keren dengan Internet: Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

Keren dengan Internet: Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

Ringkasan kuliah zoom dengan Rita Nurlita, program Zumba 4 Ibu Profesional Depok, 26 Mei 2021

 

Internet pada masa pandemi

Internet mulai digunakan secara meluas sejak tahun 1990-an. Arus informasi dan jejaring mulai masuk dan menyebar dengan mudahnya ke seluruh penjuru dunia tanpa ada sekat dan batas. Berawal dari kalangan tertentu, seperti pemerintahan dan badan pertahanan negara. Sekarang, internet bisa diakses dan dinikmati oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Meski banyak aturan tentang batasan usia terkait penggunaan internet, yang tidak mengijinkan anak-anak mengakses internet sendiri tanpa pengawasan orang tua. Terlebih di masa pandemi, anak-anak makin intensif menggunakan internet untuk kegiatan belajar secara dalam jaringan (daring). Kita ketahui bersama sejak virus Covid-19 masuk ke Indonesia, pemerintah menginstruksikan sekolah tatap muka dialihkan menjadi sekolah daring atau sekolah dari rumah, untuk menekan laju penyebaran penyakit yang disebabkan virus tersebut.

Internet bisa dimanfaatkan untuk sekolah daring, atau belajar dari rumah. Siswa/anak bisa berinteraksi dengan guru sekolah dan teman sekelasnya melaksanakan kegiatan belajar mengajar bersama dari rumah dengan menggunakan internet. Memanfaatkan aplikasi pendukung seperti Google Classroom, Google Meet, Whatsapp dan lain-lain untuk kegiatan belajar mengajar. Lantas, apa manfaat lain dari internet? tentu banyak! membantu dan mendukung berbagai aspek kehidupan manusia, antara lain:

  • Sumber informasi
  • Komunikasi
  • Hiburan
  • Memperluas jejaring pertemanan
  • Promosi kegiatan sekolah
  • Kompetisi

 

Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

 

Tapi, internet bisa diibaratkan pedang bermata dua, yang mempunyai sisi negatif bila digunakan dengan berlebihan, tanpa filter/saringan. Terlebih, dampaknya pada anak-anak yang kini makin intensif menggunakan internet. Penting sekali mengedukasi anak-anak dan juga orang tua tentang perlunya kesadaran, kecerdasan dan kebijakan dalam penggunaan internet. Salah satunya dengan memberikan pemahaman beberapa dampak buruk dari penggunaan internet yang berlebihan, tidak bijak dan tidak cerdas. Berikut beberapa dampak negatif internet:

  • Gangguan kesehatan fisik, seperti pada penglihatan, struktur tulang belakang akibat duduk yang terlalu lama menatap layar
  • Menciptakan jarak antara anak dan keluarga, bila masing-masing selalu sibuk dengan perangkat selulernya. Di rumah jarang tercipta komunikasi dan interaksi yang intensif dan harmonis, jarang mengobrol dan bermain bareng.
  • Kecanduan media sosial dan game online. Tidak tertarik lagi bermain fisik, menarik diri dari pergaulan di kehidupan nyata, cenderung lebih suka bersosialisasi di dunia maya.
  • Masalah mental. Menjadi FOMO (Fear of Missing Out) yakni cenderung ingin tahu semua hal lebih dulu, takut ketinggalan informasi, mudah membagikan/share informasi tanpa menyaring dulu. Gelisah, minder, kurang percaya diri akibat sering stalking hidup orang lain yang (seolah-olah) selalu indah, nyaman dan mudah.
  • Menjadi korban kejahatan. Beragam kejahatan online yang muncul dewasa ini, seperti: pornografi, predator online, kekerasan, cyberbullying, pencurian identitas, penipuan, eksploitasi seksual dan lain-lain.

 

Nah, begitu meresahkan dan menakutkan dampak negatif internet, utamanya untuk anak-anak. Tantangan kita, sebagai orang dewasa, orang tua yang punya anak, berkewajiban mendidik diri sendiri dan anak-anak untuk sadar, cerdas dan bijak berinternet. Begitu banyak informasi hingga bisa dibilang tsunami informasi yang membanjiri internet dan meluber ke user atau penggunanya. Hendaknya paham cara menyaring informasi, mana yang valid dan mana yang hoax. Berikut cara mengenali hoax dirangkum dari www.liputan6.com dan Mafindo:

  • Jangan langsung percaya dengan judul
  • Cermati tautannya
  • Selidiki sumbernya
  • Amati jika ada format beritanya tidak wajar
  • Cek fotonya
  • Periksa tanggalnya
  • Periksa buktinya
  • Bandingkan dengan laporan lain
  • Apakah berita tersebut hanya lelucon?
  • Beberapa berita memang sengaja dipalsukan

 

Baca juga:

 

Etika di Dunia Maya

Prinsip etika di dunia maya sama dengan dunia nyata. Etika saat berkomunikasi, adab dalam bersosialisasi harus selalu diterapkan dalam berinteraksi dan bermedia sosial. Saling menghargai dan menghormati antar manusia juga harus dijunjung tinggi. Pada dasarnya kita bebas memposting apa saja di media sosial asalkan tidak bertentangan dengan hukum, etika dan adab. Seperti posting kegiatan, hobi, karya, petikan buku, dan lain-lain, pastikan itu hal yang baik, benar dan bermanfaat. Nah, beberapa hal seperti di bawah ini sebaiknya jangan diposting ya! (www.kalbaronline.com)

  • Alamat rumah atau sekolah
  • Nomor telepon
  • Geolokasi Anda saat ini
  • Foto dan video pribadi
  • Mengompromikan foto orang lain
  • Foto bayi dari anak remaja
  • Foto barang-barang mewah
  • Informasi tentang kehidupan pribadi
  • Pernyataan kritis tentang topik sensitif

 

Bila rambu-rambu berinternet sudah dipahami, kita bisa memanfaatkannya untuk hal dan kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk kita dan atau orang lain. Beberapa akun media sosial influencer sangat keren, menginspirasi dengan karya dan prestasinya. Kita bisa mengikuti jejak mereka, berkarya dengan kemampuan, menginspirasi hal positif dan kebaikan. Bahwa berinternet dengan sadar, cerdas dan bijak bisa meraup banyak ilmu pengetahuan, inspirasi dan kemajuan.

 

Hidroponik Asyik dengan Sistem Wick

Hidroponik Asyik dengan Sistem Wick

Oleh: Steffi Dwithasari

Praktisi Hidroponik, Urban Farming

Ibu 2 anak yang berdomisili di Bogor, makin intensif berkebun hidroponik sejak resign dari karirnya sebagai Engineer di perusahaan migas. Pernah menjadi supplier kale dan pokcoy dari hidroponik, juga memproduksi susu almond.

Mahasiswi Bunda Produktif batch#1

CH Sustainable Living

Bayangkan jika kita bisa memetik sayuran sendiri tiap kali mau masak, mudah mencucinya, bersih dan bebas pestisida, masih segar teksturnya, dan minim bahan kimia. Kita bisa lho memanen sendiri sayuran dari rumah, dengan mulai menanam benihnya. Mau tau cara asik berkebun hidroponik dengan sistem Wick?

Apa itu Hidroponik?

Metode budidaya tanaman tanpa media tanah , tetapi memanfaatkan air/larutan mineral yang diperlukan oleh tanaman. Terbukti lebih hemat air daripada menanam secara konvensional. Baik/cocok untuk perkotaan atau yang berlahan sempit.

Jenis Hidroponik
  1. Air menggenang/statis : sistem Wick, air statis dalam wadah, tidak mengalir, tidak membutuhkan alat khusus
  2. Air mengalir : aeeoponic, drip, sistem pasang surut, deep water culture

Sistem Wick

Berasal dari kata sumbu, nutrisi yang diterima akar dialirkan melalui sumbu. Sistem wick menggunakan wadah untuk menampung air nutrisi dan tanaman. Ukuran wadah tergantung dari kebutuhan. Bisa juga memanfaatkan bahan bekas sebagai wadah

Kelebihan Sistem Wick
  • Mudah dan murah dalam mendapatkan bahan
  • Instalasi paling sederhana
  • Tanpa pasokan listrik
  • Bisa ditanam indoor maupun outdoor
Kekurangan Sistem Wick
  • Keterbatasa jumlah tanaman yang dibudidayakan
  • Sulit mengontrol keasaman media jika terlalu banyak tanaman
  • Keterbatasan penyaluran nutrisi oleh sumbu, sehingga hanya cocok untuk tanaman yang tidak doyan air
Bahan dan Alat
  1. Wadah : untuk menampung air nutrisi dan tanaman. Bisa berupa ember, baki, syrofoam, botol dll
  2. Media tanam : untuk menopang tanaman mulai dari pembenihan hingga tumbuh. Bisa berupa rockwool, kapas, dll
  3. Sumbu: untuk mengalirkan nutrisi ke tanaman. Bisa berupa kain flanel, sumbu kompor, kain bekas, dll
  4. Nutrisi : air yang telah diberikan pupuk tanaman khusus untuk tanaman hidroponik. Bisa menggunakan nutrisi yang dijual bebas atau membuat sendiri dari MOL
  5. Perkakas lain: seperti benih, cutter, spidol, gelas, netpot, dll
Cara membuat modul hidroponik sistem wick DIY (do it yourself)
  1. Ukur diamenter gelas plastik atau netpot yang akan digunakan
  2. Lubangi bagian permukaan bahan seukuran dengan gelas plastik / netpot
  3. Lubangi bagian bawah gelas plastik agar sumbu bisa masuk ke dalamnya
  4. Masukkan sumbu ke dalam gelas plastik/ netpot
  5. Letakkan bagian yang berlubang di atas wadah
  6. Masukkan netpot ke dalam bagian yang berlubang
  7. Modul siap digunakan

Air Nutrisi

Nutrisi hidroponik adalah pupuk hidroponik lengkap yang mengandung semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman hidroponik. Pupuk tersebut dikenal dengan nama ABmix. ABmix terdiri dari pupuk A dan pupuk B yang kemudian dicampurkan sebagai nutrisi tanaman. Nutrisi ABmix bermacam-macam, tergantung jenis tanaman yang ditanam. Pupuk tersebut dijual dalam bentuk bubuk maupun cair di toko maupun online shop.

Cara penanaman dan perawatan
  1. Benih disemai
  2. Siapkan larutan nutrisi dan isi di wadah hidroponik
  3. Setelah keluar daun sejati, pindahkan ke dalam netpot/gelas plastik
  4. Masukkan netpot/gelas plastik ke dalam modul hidroponik yang sudah dibuat sebelumnya
  5. Aduk nutrisi minimal 1x sehari
  6. Ganti air nutrisi bila berbusa, berlumut atau tanaman menguning

Tutorial lengkap bisa simak ke https://fb.watch/69jleC6VUf

 

Pengasuhan Positif untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Pengasuhan Positif untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

HIMA Jakarta kembali mengadakan acara COBEK#5 (Curhat Orang Berbakat, Enerjik, dan Keren) pada hari Sabtu, 13 Maret 2021. Tema yang diangkat pada COBEK#5 adalah mengenai pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam rangka Hari Down Syndrome yang diperingati pada 21 Maret.

HIMA Jakarta mengundang dua orang narasumber: Dewi Andriyani, S.Psi., guru ABK dan Finalita Sufianti, orang tua dengan anak disleksia. Mereka berdua merupakan mahasiswi bunda produktif#1. Acara ini diadakan melalui platform Zoom dan dipandu oleh Talitha Rahma, mahasiswi bunda sayang#6. Mau tahu bagaimana keseruan acara ini? Yuk langsung saja kita intip isinya.

Sebelum acara berlangsung, panitia membagikan ringkasan materi ke grup WhatsApp COBEK#5. Para peserta sangat antusias memberikan pertanyaan untuk narasumber di ruang obrolan WhatsApp. Ruang Zoom dibuka oleh host pada pukul 09.45 WIB dan acara dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB.

Di awal acara, Dewi Andriyani menjelaskan bahwa pada umumnya setiap individu memiliki 6 kemampuan: 1). sikap dan perilaku; 2). keterampilan bergerak; 3). bahasa dan bicara; 4). sosial dan emosional; 5). kemandirian; dan 6). kecerdasan. Semua kemampuan tersebut harus diamati bersamaan dengan tumbuh kembang anak (deteksi sejak dini). Apakah ini akan berkembang sesuai tahapan atau terdapat penyimpangan. Jika mengalami penyimpangan atau hambatan, maka bisa terjadi dua kemungkinan:

  1. Anak lambat berkembang (ALB), ketika terhambat 1 atau 2 aspek perkembangan dari tingkat umur dan perkembangan anak pada umumnya.
  2. Anak berkebutuhan khusus (ABK), ketika terhambat >2 aspek perkembangan dan lebih dari 1 tingkat umur.

Anak berkebutuhan khusus (ABK) biasanya mengalami beberapa hambatan perkembangan, salah satunya gangguan belajar yang terbagi menjadi 2 jenis:

  1. Bersifat developmental, berhubungan dengan perkembangan (gangguan motorik, persepsi, komunikasi, dan penyesuaian perilaku sosial).
  2. Bersifat akademik (khusus), menunjuk pada adanya kegagalan pencapaian prestasi akademik sesuai dengan kapasitas yang diharapkan (penguasaan keterampilan bahasa, membaca, mengeja, menulis, dan matematika). Selanjutnya, gangguan belajar bersifat akademis memiliki beberapa klasifikasi:
  1. Disphasia, adalah anak yang mengalami kesulitan berbahasa verbal, berbicara, dan berbagai kekurangan bahasa
  2. Disleksia, adalah anak yang mengalami kesulitan membaca termasuk tidak mampu mengeja
  3. Disgraphia, adalah anak yang mengalami kesulitan menulis (penyimpangan kelancaran verbal dan menyatakan pikiran dalam bentuk tulisan)
  4. Diskalkulia, adalah anak yang mengalami ketakmampuan untuk berfikir kuantitatif/berhitung

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah seseorang termasuk berkebutuhan khusus atau tidak? Berikut ini terdapat beberapa gejala yang bisa diamati pada anak balita, anak yang lebih dewasa, ataupun remaja dan dewasa.

A. Gejala pada balita.

  1. Lambat bicara dan perkembangan kosakata yang sedikit dibandingkan dengan anak seumurannya;
  2. Bermasalah dalam pengucapan;
  3. Kesulitan belajar alfabet, angka, bentuk, dan warna;
  4. Kesulitan mengikuti petunjuk atau instruksi;
  5. Kesulitan kemampuan motorik;
  6. Mudah terganggu;
  7. Masalah dengan interaksi sosial.

B. Gejala pada anak yang lebih dewasa.

  1. Lambat untuk mempelajari suara-suara asosiasi;
  2. Konstan melakukan kesalahan ketika membaca, menulis, atau mengeja;
  3. Kesulitan dan kebingungan dalam tanda aritmatika matematika (seperti tanda x dan +);
  4. Lambat untuk belajar keterampilan baru;
  5. Tidak menyadari akan bahaya (resiko);
  6. Miskin konsentrasi;
  7. Membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan teman sebaya nya untuk pelajaran sekolah atau pekerjaan rumah;
  8. Terbalik atau susah untuk memahami huruf seperti p dengan q, b dengan d, s dengan z;
  9. Menghindari membaca dengan suara keras;
  10. Tulisan tangan yang jelek;
  11. Kesulitan untuk berteman;
  12. Nilai akademik jelek.

C. Gejala yang ditampilkan remaja dan dewasa.

  1. Menghindari membaca dan menulis tugas;
  2. Salah membaca sesuatu, salah mengeja;
  3. Bekerja secara perlahan;
  4. Bermasalah dengan konsep-konsep abstrak;
  5. Bermasalah pada ingatan, misalnya mudah lupa.

Pemaparan yang disampaikan dua orang narasumber ini tidak hanya berhenti di ruang Zoom. Karena keterbatasan waktu, maka diskusi ini masih berlanjut di dalam grup Whatsapp. Berikut ini ada beberapa tanya jawab di dalam grup COBEK#5.

Selanjutnya, apakah ABK bisa disembuhkan?

Finalita Sufianti mengatakan bahwa disleksia bukanlah suatu penyakit. ABK bukan penyakit, melainkan kelainan fungsi neurologis yang akan disandang oleh seseorang seumur hidup. Mungkin beberapa dokter memberikan terapi farmakologis seperti obat dari golongan metilfenidat untuk anak attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) supaya mudah konsentrasi.

Lalu, apa pertolongan yang bisa diberikan pada ABK?

Finalita Sufianti menjelaskan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menolong ABK berdasarkan pengalaman pribadinya. Pertama, ABK harus segera dibantu tenaga ahli untuk menjalankan terapi. Kedua, Orang tua perlu bertemu dengan ahlinya untuk membantu mengintervensi kondisi anak. Ketiga, ABK membutuhkan metode pengajaran yang berbeda dibandingkan anak lainnya, misalkan dengan mengatur jenis font atau memodifikasi kegiatan. Keempat, Orang tua perlu melakukan koping strategi untuk mengelola stres yang dialaminya, yaitu dengan melakukan self management, menemui ahli, dan mencari support system yang baik. Kelima, Jangan selalu membantu ABK, biarkan anak belajar mandiri. Insya Allah dengan begitu, ABK akan bisa mandiri dan bersosialisasi dalam kehidupan biasa.

Apabila anak sering tidak mendengar instruksi yang diberikan dan terkadang seperti tidak mendengar jika dipanggil, apa yang harus dilakukan?

Menurut Dewi Andriyani, hal yang dapat dilakukan adalah cek masalah pendengaran anak dengan tes Brain Evoked Response Auditory (BERA). Selanjutnya, konsultasi ke terapis tumbuh kembang untuk terapi wicara. Jika sudah mengalami kesulitan bicara, maka bisa dilakukan terapi speech delay.

Bagaimana cara menstimulasi anak 4 SD (10 tahun) yang sangat kesulitan belajar matematika, terutama soal cerita dan perhitungan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari?

Coba amati permainan yang disukai anak, misalnya lego atau mobil-mobilan. Lalu, amati seperti apa gaya belajar anak. Untuk anak visual kinestetik dapat menggunakan media. Kemudian menentukan kata kunci pada soal, misalnya “dibagi rata” untuk pembagian, “total jumlah “untuk penjumlahan, dan “selisih” untuk pengurangan. Dari kata kunci tersebut anak bisa menentukan koping strategi untuk sebuah soal. Intinya, kita sebagai pendamping harus menggali dulu metode belajarnya seperti apa, mencari kata kunci pada soal cerita, dan mendampingi terus ketika belajar. Jangan sampai membuat anak stress. Setiap mau belajar, anak ditanya dan dibuat target mau menyelesaikan berapa lembar soal. Jika anak sudah tidak mau mengerjakan, maka disudahi saja. Jangan sampai anak merasa jenuh karena setiap anak ada kapasitasnya. Utamakan kewarasan dan kebahagiaan anak. Begitulah tips yang dibagikan oleh Finalita Sufianti.

Apa yang bisa dilakukan ketika anak 7 tahun masih sering terbalik menulis angka 2,3,5,6,7,9 dan huruf b & d sesekali? Kondisinya anak membaca cukup lancar, tulisannya sesuai mood bagus tidaknya, sedikit kurang fokus, hafalannya lumayan kuat.

Bisa dilatih menggunakan pendekatan multisensori seperti mengenalkan angka-angka dengan lilin plastisin, pasir, sand paper, atau media lainnya. Bisa juga menggunakan metode Montessori.

Di Montessori, huruf yang memiliki bentuk dan suara yang mirip diajarkan secara terpisah. Jika kondisinya sudah lancar membaca, bisa diajarkan berulang untuk fokus ke kata yang memiliki huruf “b” tanpa adanya huruf “d”. Jika sudah lancar tanpa salah, bisa dilanjutkan ke kata yang memiliki huruf “d”. Selanjutnya, bisa juga diulang-ulang untuk bunyi fonetik dari hurufnya.

Pendamping juga bisa melakukan observasi, dimanakah posisi pendamping setiap mencontohkan angka kepada anak? Di samping atau di depan? Sebaiknya pendamping berada di sebelah tangan dominan anak ketika mengajarkan angka. Apabila berada di depan anak, mereka akan melihat gerakan tangan ketika menuliskan angka secara terbalik.

Jika anak tidak melalui fase merangkak ketika bayi, apakah bisa menjadi penyebab disleksia?

Finalita Sufianti mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu rumor yang beredar di masyarakat Indonesia. Berikut ini merupakan beberapa rumor mengenai disleksia menurut Asosiasi Disleksia Indonesia (ADI):

  1. Disleksia disebabkan karena tidak merangkak;
  2. Diagnosis disleksia itu hanya ‘mengada-ngada’;
  3. Disleksia itu hanya perkara sulit membaca, menulis, dan berhitung (calistung) saja;
  4. Disleksia itu karena anaknya bodoh, malas, dan tidak ada motivasi;
  5. Disleksia menular;
  6. Disleksia bisa minum obat tertentu supaya sembuh.

“Setiap anak itu unik. Allah tidak menciptakan produk gagal. Fitrahnya manusia yaitu saling menyayangi dan melengkapi, tidak membedakan normal atau tidak normal. Kurva itu seimbang jika ada plus dan minus.” Dewi Andriyani.

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda

5 Langkah Minim Sampah Mulai Dari Rumah

5 Langkah Minim Sampah Mulai Dari Rumah

Oleh: Annisa Ramadhani

IP Kalimantan Selatan

Haskar Mahasiswi Bunda Cekatan#2

5 Langkah Minim Sampah Mulai Dari Rumah

Mengapa kita harus mulai care dan mengurangi  sampah yang dikeluarkan dari rumah? Karena banyak sekali dampak lingkungan yang sudah terjadi dan makin lama makin buruk. Maka segera saja kita mulai :

  1. Mengurangi sampah di TPA yang sudah menggunung
  2. Menjaga kelestarian lingkungan
  3. Mengurangi resiko bencana alam
  4. Mendapat pupuk alami dari pengolahan sampah dapur

Sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan sebagai bentuk peduli lingkungan dan mengurangi sampah. Berikut 5 Langkah Minim Sampah dari Rumah yang bisa diterapkan:

  1. Mengganti sedotan plastik sekali pakai dengan bahan stainless steel yang bisa dipakai ulang
  2. Memanfaatkan kemasan plastik untuk polibag berkebun
  3. Mendaur ulang minyak jelantah jadi sabun
  4. Memanfaatkan sisa kemasan plastik untuk mainan anak
  5. Memanfaatkan sisa sampah dapur untuk dibuat kompos

 

Merubah Kebiasaan Lama ke Baru

Merubah Kebiasaan Lama ke Baru

oleh: Ikka Rizqie

Ibu Profesional Jember Raya

Hasil Karya Mahasiswi Bunda Cekatan#2

Merubah kebiasaan lama ke baru ini sebagai usaha menjadi ahli gizi keluarga secara holistik. Namun ahli gizi keluarga secara holistik versi saya ini mengarah ke “preventif maintenance”. Maksudnya adalah mencari solusi untuk keluhan ketidaknyamanan terkait pencernaan maupun mengobati penyakit yang dialami anggota keluarga kami. Sehingga keluhan yang dialami menjadi berkurang bahkan sampai sehat, lalu merawat terus kondisi sehat tersebut. Fokusnya melalui makanan dan juga melalui fikiran (holistic). Sebab kita tau, jika seseorang mengalami stress maka asam lambung akan naik. Hal itu akan berpengaruh ke sistem pencernaannya juga.

Untuk bisa menjadi ahli, menurut artikel Jamil Azzani manusia dalam membentuk dirinya menjadi seorang ahli/expert maka ia harus sering mengulang apa yang ia inginkan menjadi ahli. Pengulangan terbaik adalah pengulangan yang disertai pemaknaan dalam setiap gerakan anda.

Silahkan simak 5 tips bagaimana saya merubah habit kebiasaan lama ke kebiasaan baru :

  1. Selesaikan emosi : chunkdown limiting belief, misal: ubah mindset ‘saya harus masak tiap hari’ dengan ‘saya bisa kok masak tiap hari, dengan memulai hari sebelum subuh, food preparation dan meal plan’
  2. Fokus pada tujuan : definisikan dengan jelas dan lengkap, serta hasil yang diinginkan. Contoh: dengan masak sehat tiap hari, tubuhku jadi sehat, hormonal jadi stabil sehingga siklus menstruasiku jadi teratur
  3. Bangun kedekatan : bangun komunikasi produktif dengan banyak ngobrol bersama keluarga untuk menggali menu favorit masing-masing anggota keluarga
  4. Ketajaman indera : diharuskan peka dengan apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita rasa. Contoh: kita pernah lihat ibu doyan makan suatu menu, maka kita bisa ulang di lain waktu masak menu tersebut
  5. Fleksibel dalam bertindak : contohnya ibu tingkat kolesterolnya tinggi, maka usahakan memasak yang digoreng-goreng, berkreasi makanan kukus tapi tak kalah enak

 

Simak tips Merubah Kebiasaan Lama ke Baru ala Ikka Rizqie melalui video (link) dibawah ini :

https://www.facebook.com/qieikka/posts/10219608941677567?__tn__=-UK*F

Cancer Education for Mom

Cancer Education for Mom

HIMA Jakarta Kembali mengadakan acara COBEK#4 (Cerita Orang Berbakat, Enerjik, dan Keren) pada hari Jumat, 12 Februari 2021. Tema yang diangkat pada COBEK kali ini mengenai edukasi kanker dalam rangka Hari Kanker Sedunia yang diperingati pada 4 Februari. HIMA Jakarta mengundang salah satu mahasiswi bunda sayang#6 yang merupakan seorang dokter sebagai narasumber, dr. Intan Farida Yasmin, M.Sc, DIC. Acara ini diadakan di Telegram HIMA Jakarta dan dipandu oleh Ratih Nurlita Inaya. Mau tahu bagaimana keseruan diskusi ini? Yuk langsung saja kita intip isinya.

Sebelum acara berlangsung, dr. Intan memberikan ringkasan materi ke Telegram HIMA Jakarta dan mendapatkan respon yang sangat positif dari teman-teman HIMA Jakarta. Antusiasme peserta yang tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan ramainya ruang obrolan telegram selama diskusi berlangsung.

Pembicara menyampaikan bahwa kanker adalah kondisi penyakit ketika sel abnormal memperbanyak diri dan menyebar ke jaringan lain secara tidak terkendali yang karena mutasi atau perubahan genetik (DNA). Mutasi bisa diturunkan dari orang tua (keturunan), terjadi dengan sendirinya karena kesalahan pembelahan sel, atau paparan agen lain dari lingkungan seperti: radiasi UV, bahan kimia, rokok, dan sebagainya.

Sel kanker sudah tidak berfungsi seperti sel normal, tetapi tetap mengambil suplai nutrisi dan oksigen untuk terus tumbuh mendesak sel-sel normal serta dapat menyebar ke jaringan sekitarnya (invasif). Normalnya, sel yang sudah tua atau tidak berfungsi akan mati atau dimatikan oleh sel imun. Namun, pada sel kanker yang terjadi adalah terus menerus tumbuh tanpa kendali, bahkan dapat menghindari penghancuran oleh sel imun.

Kanker bukan penyakit yang muncul tiba-tiba karena termasuk penyakit kronik yang membutuhkan waktu panjang untuk menimbulkan gejala atau keluhan. Di Indonesia, jenis kanker yang banyak ditemui pada orang dewasa adalah kanker payudara, leher rahim, ovarium, colorectum, tiroid, paru-paru, jantung, nasofaring, dan prostat. Sedangkan pada anak-anak (<18 tahun) adalah leukimia dan retinoblastoma.

Mencegah tentu lebih baik dari daripada mengobati. Karena ada faktor risiko kanker yang dapat diubah (gaya hidup, pola makan, dan berhenti merokok) atau tidak dapat diubah (jenis kelamin, usia, dan genetik). Pencegahan kanker dapat dimulai dengan menerapkan gaya hidup dengan CERDIK:

Cek kesehatan secara berkala
Enyahkan asap rokok dengan menghindari paparan asap rokok
Rajin aktivitas fisik
Diet sehat dan seimbang (pola makan)
Istirahat cukup
Kelola stress

Gejala awal kanker sering tak dikenali. Sebab gejalanya mirip dengan ciri-ciri penyakit umum. Kita wajib WASPADA jika merasakan gejala seperti ini:

Waktu buang air besar atau kecil dan perubahan kebiasaan atau gangguan
Alat pencernaan terganggu dan susah menelan
Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor)
Andeng-andeng (tahi lalat), yang berubah sifatnya menjadi besar dan gatal
Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh
Adanya koreng atau borok yang tidak mau sembuh-sembuh

Poin-poin di atas merupakan cuplikan materi yang disampaikan oleh dr. Intan. Baru cuplikannya saja sudah banyak banget ilmu yang didapatkan nggak sih? Begitulah teman-teman, COBEK#4 ini materinya memang “daging“ banget. Nah, selanjutnya kita simak yuk beberapa QnA dari banyaknya pertanyaan menarik yang disampaikan oleh para peserta.

Bagimana cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk ibu menyusui?
Pada saat menyusui, secara normal payudara akan membesar karena kelenjar-kelenjar yang memproduksi ASI mengalami pembesaran. Pemeriksaan SADARI sebaiknya dilakukan saat payudara kosong atau terasa kempes, misalnya ketika siklus menstruasi hari ke-7 sampai hari ke-10. Jika dicurigai terdapat benjolan yang tidak biasa dan tidak hilang meski setelah payudara kosong, sebaiknya diperiksakan ke dokter. Biasanya diperlukan pemeriksaan lain seperti USG untuk mengetahui benjolan tersebut dengan lebih jelas, apakah hanya pembesaran kelenjar asi atau sumbatan kelenjar (tumor).

Untuk wanita yang menderita kanker payudara, apakah masih bisa tetap memberikan ASI pada anak?
Jika pasien sudah didiagnosis kanker payudara (tumor ganas) stadium awal, maka biasanya dilakukan pengambilan semua jaringan payudara beserta kelenjar limfe nya. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran sel kanker ke jaringan dan organ lain yang dapat memperburuk kesehatan pasien, bahkan meningkatkan risiko kematian. Akibatnya, payudara yang terkena kanker kemungkinan besar tidak bisa digunakan untuk menyusui. Namun, pasien tersebut masih bisa menyusui dengan payudara satunya jika sehat dan terbebas dari kanker.
Apabila tumornya jinak, cukup bagian tumornya saja yang diambil, tidak harus semua jaringan payudara. Jika kondisinya seperti ini, maka masih sangat memungkinkan untuk menyusui selama kelenjar ASI nya masih ada.

Kapan sebaiknya dilakukan vaksinasi HPV (Human papillomavirus)?
Pada tahun 2020, kasus kanker cervix (leher rahim) pada wanita Indonesia menempati peringkat kedua setelah kanker payudara. Vaksinasi HPV merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker cervix. Di negara maju, program vaksinasi ini berhasil menekan angka kejadian dan kematian yang disebabkan kanker cervix. Sebaiknya vaksinasi dilakukan sebelum menikah atau sebelum melakukan hubungan seksual.

Apabila orang tua pernah menderita kanker, apakah anak keturunannya juga bisa mengalami hal yang sama?
Jika terdapat riwayat kanker pada keluarga inti, maka keturunannya juga ada faktor risiko mengalami hal serupa. Namun, bukan berarti pasti terjadi. Banyak faktor eksternal lainnya yang juga bisa berkontribusi memicu kanker, seperti: pola hidup sehat, pola makan, paparan radiasi, dan bahan kimia. Apabila terdapat riwayat kanker pada keluarga, maka sangat disarankan untuk memilki gaya hidup yang lebih sehat dan rutin melakukan kontrol kesehatan.

Apakah pasien bisa sembuh total setelah mengidap kanker?
Bisa. Jika deteksi kanker dilakukan sedini mungkin sebelum menyebar dan dilakukan penanganan secepatnya, maka pasien bisa sembuh total. Banyak pasien yang memiliki umur panjang dan bisa beraktvitas normal setelah sembuh dari kanker.

Semoga COBEK#4 ini bisa menjadi pencerahan mengenai kanker untuk teman-teman semua ya. Stay safe & healthy guys!

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda