Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

Bangsa Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-76 pada tahun 2021 ini. Masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Kondisi yang masih belum nampak ujungnya, bahkan dihantam oleh gelombang kedua, oleh adanya varian baru Covid-19 yang masuk ke Indonesia. Lonjakan korban meningkat tajam. Pertumbuhan bangsa yang mulai menggeliat di masa normal baru (new normal) kembali menurun oleh karena kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat, guna menekan laju penularan Covid-19.

Lantas sampai kapan pandemi ini melanda Indonesia? Tak ada yang bisa memprediksi pasti. Tak hanya dari kebijakan pemerintah, tapi tergantung juga dari kedisiplinan masyarakat Indonesia. Khususnya dalam menerapkan protokol kesehatan pada kehidupan sehari-hari. Kedisplinan dan kepedulian masyarakat di masa pandemi diwujudkan dengan menerapkan 5M.

  1. Memakai masker
  2. Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir
  3. Menjaga jarak
  4. Menjauhi kerumunan
  5. Mengurangi mobilitas

Kedisiplinan memastikan protokol kesehatan senantiasa ditegakkan dalam kegiatan sehari-hari sehingga laju penularan bisa ditekan maksimal. Kepedulian masyarakat membuahkan kesadaran menjalankan protokol kesehatan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain, meringankan beban derita orang lain, membantu sesama sesuai kemampuan, membuat aksi bersama yang menunjukkan kepedulian sosial. Sehingga tercipta suasana bermasyarakat yang setia kawan dan saling mengasihi, ketimpangan status ekonomi tidak menganga lebar. Saling mengingatkan dan menguatkan antar masyarakat mampu menjadikan Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh.

Baca juga:

Impact Report Film Ibu Bumi

di IP Kalsel “Ada Cinta Step by Step”

Ada pengawet cinta di Hima IP Payakumbuh-LK

Apakah semudah itu? Tentu tidak, tidak semudah membalikkan telapak tangan atau memimpikannya. Masyarakat Indonesia yang majemuk adalah tantangan besar mewujudkan Indonesia tangguh. Majemuk dari segi horisontal, seperti perbedaan etnis, bahasa daerah, agama dan geografis. Maupun majemuk dari segi vertikal, seperti perbedaan tingkat pendidikan, ekonomi dan sosial budaya (Usman Pelly & Asih Menanti, 1994:13 dalam Muchtarom, 2015). Membangun Indonesia tangguh, artinya juga membangun manusia Indonesia jadi tangguh. Sejatinya kemajemukan ini adalah kekayaan bangsa yang sangat bernilai. Namun disisi lain, keragaman ini seringkali dijadikan alat untuk memicu munculnya konflik suku bangsa agama, ras dan antar golongan (SARA). Padahal sebenarnya lebih banyak dipicu oleh persoalan politik dan kekuasaan, ketidakadilan sosial dan ketimpangan ekonomi.

Tangguh bisa diartikan sukar dikalahkan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sukar dikalahkan oleh kondisi yang menantang dan penuh masalah. Karena mempunyai watak yang tidak mudah menyerah, kuat, tabah dan handal.

Apakah manusia-manusia Indonesia sudah memiliki watak tangguh itu? Beberapa ilmuwan dan budayawan Indonesia mengenali sisi-sisi negatif manusia Indonesia. Diantaranya disampaikan oleh Mochtar Lubis pada tahun 1977 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, yakni ada 6 ciri dominan dari manusia Indonesia:

  1. Hipokrit atau munafik
  2. Enggan bertanggung jawab atas perbuatan dan keputusannya
  3. Berjiwa feodal
  4. Percaya takhayul
  5. Artistik
  6. Berwatak lemah

Ketika tahun 1982, Mochtar Lubis diminta merefleksikan kembali “Manusia Indonesia”, dengan tegas beliau mengatakan: tidak ada perubahan, semakin parah. Pun saat tahun 1992, beliau menegaskan manusia Indonesia semakin parah salah satunya disebabkan oleh struktur yang mencekam, yaitu karena adanya pemerintahan orde baru yang represif dan otoriter.

Lantas, di jaman orde reformasi ini apakah ciri-ciri manusia Indonesia tersebut telah memudar? sayangnya tidak, justru makin banyak degradasi mental (anarkis, antisosial, korupsi,dll), melemahnya nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme, merosotnya nilai-nilai luhur agama dan budaya dan lain sebagainya di segala aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Ini menjadi PR bersama, pemerintah bersama rakyat, untuk mengubah, dan harus berubah, demi terwujudnya Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh. Beberapa kajian sosial budaya tentu telah menelaah bagaimana cara agar manusia-manusia Indonesia mampu berubah. Salah satu kunci keberhasilannya adalah pada pembangunan karakter mulia pada setiap keluarga. Bahwa membangun karakter itu dikerjakan sejak dini dan tidak bisa instan, harus dipupuk terus menerus. Melalui teladan, latihan dan tempaan dalam kesehariaan. Contohnya: membiasakan berkata dan berlaku jujur, bertanggung jawab atas perkataan dan perbuatannya, meningkatkan iman dan takwa, menerapkan nilai-nilai agama dalam keseharian, disiplin, bangga akan budaya bangsa, tidak mudah terpengaruh budaya bangsa lain, cinta tanah air dengan memberikan kontribusi terbaik, saling menghormati, peduli esama dan semesta, menggunakan kekuasaan dan amanah untuk kemaslahatan dan lain sebagainya. Beragam cara bisa diterapkan di setiap keluarga dalam berbagai aktivitas keseharian. Bernilai luhur dan mulia sesuai dengan keyakinan dan budayanya, yang esensinya mampu membangun setiap anggotanya memiliki jati diri, berdaulat dan bermartabat.

Pandemi ini bisa digunakan sebagai moment yang mampu melecut untuk memunculkan dan menguatkan kembali nilai-nilai luhur bangsa. Yang makin lama makin tergerus budaya bangsa lain, tuntutan ekonomi dan carut marut politik. Dimana kita dihimbau untuk kembali  “di rumah saja”. Bekerja dari rumah, belajar dari rumah. Maka kita “aktifkan dan hidupkan” esensi rumah, sebagai tempat yang nyaman, aman dan terbaik untuk seluruh anggota keluarga saling Asah, Asih dan Asuh. Keluarga unggul mampu membangun pondasi rumah yang tangguh untuk sumbangsih besar terwujudnya Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh.

 

Referensi:

Obrolan Dapur Ibu. Eps 140. Ciri Sikap dan Perilaku Orang Merdeka. tahun 2021

Muchtarom. 2015. Manusia Indonesia dalam Dimensi Sosiologi Budaya. https://www.researchgate.net/publication/315781845_MANUSIA_INDONESIA_DALAM_DIMENSI_SOSIOLOGI_BUDAYA_1_Oleh

 

Keren dengan Internet: Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

Keren dengan Internet: Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

Ringkasan kuliah zoom dengan Rita Nurlita, program Zumba 4 Ibu Profesional Depok, 26 Mei 2021

 

Internet pada masa pandemi

Internet mulai digunakan secara meluas sejak tahun 1990-an. Arus informasi dan jejaring mulai masuk dan menyebar dengan mudahnya ke seluruh penjuru dunia tanpa ada sekat dan batas. Berawal dari kalangan tertentu, seperti pemerintahan dan badan pertahanan negara. Sekarang, internet bisa diakses dan dinikmati oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Meski banyak aturan tentang batasan usia terkait penggunaan internet, yang tidak mengijinkan anak-anak mengakses internet sendiri tanpa pengawasan orang tua. Terlebih di masa pandemi, anak-anak makin intensif menggunakan internet untuk kegiatan belajar secara dalam jaringan (daring). Kita ketahui bersama sejak virus Covid-19 masuk ke Indonesia, pemerintah menginstruksikan sekolah tatap muka dialihkan menjadi sekolah daring atau sekolah dari rumah, untuk menekan laju penyebaran penyakit yang disebabkan virus tersebut.

Internet bisa dimanfaatkan untuk sekolah daring, atau belajar dari rumah. Siswa/anak bisa berinteraksi dengan guru sekolah dan teman sekelasnya melaksanakan kegiatan belajar mengajar bersama dari rumah dengan menggunakan internet. Memanfaatkan aplikasi pendukung seperti Google Classroom, Google Meet, Whatsapp dan lain-lain untuk kegiatan belajar mengajar. Lantas, apa manfaat lain dari internet? tentu banyak! membantu dan mendukung berbagai aspek kehidupan manusia, antara lain:

  • Sumber informasi
  • Komunikasi
  • Hiburan
  • Memperluas jejaring pertemanan
  • Promosi kegiatan sekolah
  • Kompetisi

 

Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

 

Tapi, internet bisa diibaratkan pedang bermata dua, yang mempunyai sisi negatif bila digunakan dengan berlebihan, tanpa filter/saringan. Terlebih, dampaknya pada anak-anak yang kini makin intensif menggunakan internet. Penting sekali mengedukasi anak-anak dan juga orang tua tentang perlunya kesadaran, kecerdasan dan kebijakan dalam penggunaan internet. Salah satunya dengan memberikan pemahaman beberapa dampak buruk dari penggunaan internet yang berlebihan, tidak bijak dan tidak cerdas. Berikut beberapa dampak negatif internet:

  • Gangguan kesehatan fisik, seperti pada penglihatan, struktur tulang belakang akibat duduk yang terlalu lama menatap layar
  • Menciptakan jarak antara anak dan keluarga, bila masing-masing selalu sibuk dengan perangkat selulernya. Di rumah jarang tercipta komunikasi dan interaksi yang intensif dan harmonis, jarang mengobrol dan bermain bareng.
  • Kecanduan media sosial dan game online. Tidak tertarik lagi bermain fisik, menarik diri dari pergaulan di kehidupan nyata, cenderung lebih suka bersosialisasi di dunia maya.
  • Masalah mental. Menjadi FOMO (Fear of Missing Out) yakni cenderung ingin tahu semua hal lebih dulu, takut ketinggalan informasi, mudah membagikan/share informasi tanpa menyaring dulu. Gelisah, minder, kurang percaya diri akibat sering stalking hidup orang lain yang (seolah-olah) selalu indah, nyaman dan mudah.
  • Menjadi korban kejahatan. Beragam kejahatan online yang muncul dewasa ini, seperti: pornografi, predator online, kekerasan, cyberbullying, pencurian identitas, penipuan, eksploitasi seksual dan lain-lain.

 

Nah, begitu meresahkan dan menakutkan dampak negatif internet, utamanya untuk anak-anak. Tantangan kita, sebagai orang dewasa, orang tua yang punya anak, berkewajiban mendidik diri sendiri dan anak-anak untuk sadar, cerdas dan bijak berinternet. Begitu banyak informasi hingga bisa dibilang tsunami informasi yang membanjiri internet dan meluber ke user atau penggunanya. Hendaknya paham cara menyaring informasi, mana yang valid dan mana yang hoax. Berikut cara mengenali hoax dirangkum dari www.liputan6.com dan Mafindo:

  • Jangan langsung percaya dengan judul
  • Cermati tautannya
  • Selidiki sumbernya
  • Amati jika ada format beritanya tidak wajar
  • Cek fotonya
  • Periksa tanggalnya
  • Periksa buktinya
  • Bandingkan dengan laporan lain
  • Apakah berita tersebut hanya lelucon?
  • Beberapa berita memang sengaja dipalsukan

 

Baca juga:

 

Etika di Dunia Maya

Prinsip etika di dunia maya sama dengan dunia nyata. Etika saat berkomunikasi, adab dalam bersosialisasi harus selalu diterapkan dalam berinteraksi dan bermedia sosial. Saling menghargai dan menghormati antar manusia juga harus dijunjung tinggi. Pada dasarnya kita bebas memposting apa saja di media sosial asalkan tidak bertentangan dengan hukum, etika dan adab. Seperti posting kegiatan, hobi, karya, petikan buku, dan lain-lain, pastikan itu hal yang baik, benar dan bermanfaat. Nah, beberapa hal seperti di bawah ini sebaiknya jangan diposting ya! (www.kalbaronline.com)

  • Alamat rumah atau sekolah
  • Nomor telepon
  • Geolokasi Anda saat ini
  • Foto dan video pribadi
  • Mengompromikan foto orang lain
  • Foto bayi dari anak remaja
  • Foto barang-barang mewah
  • Informasi tentang kehidupan pribadi
  • Pernyataan kritis tentang topik sensitif

 

Bila rambu-rambu berinternet sudah dipahami, kita bisa memanfaatkannya untuk hal dan kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk kita dan atau orang lain. Beberapa akun media sosial influencer sangat keren, menginspirasi dengan karya dan prestasinya. Kita bisa mengikuti jejak mereka, berkarya dengan kemampuan, menginspirasi hal positif dan kebaikan. Bahwa berinternet dengan sadar, cerdas dan bijak bisa meraup banyak ilmu pengetahuan, inspirasi dan kemajuan.

 

Bincang Tantangan Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial

Bincang Tantangan Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial

Bagaimana petualangan para mahasiswi pada zona Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial? Mau tahu bagaimana keseruan para mahasiswi melewati zona ini? Yuk, kita simak BinTang atau Bincang Tantangan di kelas bunda sayang IP Jakarta. Bincang seru tantangan dan proses belajar selama menjalankan misi. Karena butuh teman yang saling bergandengan tangan dan saling mengingatkan untuk berubah menjadi lebih baik.

Jika mendengar kata ‘matematika’, apa yang terlintas di benak teman-teman? Rumit dan sulit, atau sederhana dan mudah?

Rasanya belajar matematika menjadi hal yang menakutkan dan dianggap sulit oleh pelbagai kalangan, termasuk anak-anak. Sebenarnya belajar matematika bisa menjadi hal yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi anak jika menggunakan alat peraga dan ilustrasi sederhana. Stimulasi kecerdasan matematika untuk anak menjadi hal yang sangat penting karena matematika hampir digunakan di setiap aspek kegiatan sehari-hari.

Selain stimulasi kecerdasan matematika, orangtua perlu menstimulasi kecerdasan finansial anak. Karena kedua hal tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Contoh sederhananya adalah ketika anak ingin membeli donat di warung. Mereka harus mengetahui berapa donat yang akan dibeli, berapa harganya, dan berapa lembar uang yang harus mereka berikan kepada penjual.

Definisi kecerdasan finansial, adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mengelola keuangan. Sesuai dengan konsep di Ibu Profesional, uang adalah bagian kecil dari rejeki, sehingga dengan belajar mengelola uang artinya kita belajar bertanggung jawab terhadap bagian rejeki yang kita dapatkan di dalam kehidupan ini.

Prinsip dasar dalam hal rejeki yang harus dipahami di dalam Ibu Profesional adalah “Rejeki itu pasti, kemuliaanlah yang harus dicari.” Dengan begitu, ketika anak sudah paham konsep dirinya, maka kita sebagai orangtua perlu menstimulus kecerdasan finansialnya.

Para mahasiswi bunda sayang di kelas ini saling berbagi cerita dan keseruan ketika menjalankan misi. Ada cerita menarik dari Mbak Qitbiyah yang mencoba menggabungkan stimulasi kecerdasan matematika dan finansial untuk anaknya. Ia mengenalkan kepada anaknya untuk melakukan sedekah subuh, memberikan jatah uang jajan, dan menabung. Ternyata anak-anaknya sangat senang dengan sedekah subuh dan antusias ketika mendengar penjelasan Ibunya mengenai jatah uang jajan yang bisa dihabiskan, sebagian ditabung, atau disedekahkan.

Ada pengalaman yang tidak kalah menarik dari Mbak Cahya. Qadarullah keluarga Mbak Cahya terkena banjir, tetapi hal tersebut malah dijadikan inspirasi untuk mengenalkan konsep matematika kepada anaknya. Mbak Cahya bertanya kepada anaknya, apakah air banjirnya semakin naik (meninggi) atau turun. Wah keren banget ya, Mbak Cahya bisa mengambil hikmah dari musibah yang menimpanya.

Apakah semua mahasiswi berhasil menjalankan misinya? Mbak Ellyza menceritakan bahwa zona ini paling menantang untuk dirinya karena anaknya sadar kalau disisipkan materi matematika, sehingga anaknya langsung mengajak untuk bermain hal lain. Anaknya juga merasa sedang dites ketika Mbak Ellyza sedang me-review kegiatan yang sudah dilakukan. Meskipun begitu, Mbak Ellyza tidak patah semangat dan terus mencoba untuk menyisipkan materi matematika dalam permainan secara pelan-pelan.

Cerita yang tidak jauh berbeda datang dari Mbak Lufki. Ketika hari terakhir tantangan, Mbak Lufki meminta anaknya untuk mengalirkan rasa. Ternyata anaknya tidak menikmati proses belajar tersebut, meskipun menurut Mbak Lufki terlihat enjoy dan menikmati aktivitas stimulasi. ”Nggak suka main uang gitu, Rumi sukanya main ke warung, beli susu dan jajan.” Duh, lucu banget ya Rumi!

Selain untuk anak-anak, tantangan zona ini juga bisa diterapkan untuk para Bunda lho! Ingat prinsip di Ibu Profesional, “For things to change, I must change first.” Apabila kita menginginkan perubahan, maka mulailah dari diri kita terlebih dahulu. Maka sejatinya stimulasi kecerdasan finansial adalah proses kita sebagai orangtua agar cerdas finansial dengan cara learning by teaching, belajar mengajar bersama anak-anak. Jadi yang utama harus belajar tentang stimulasi kecerdasan finansial adalah orangtuanya, baru memandu kecerdasan finansial anak-anak sesuai tahapan umurnya.

Berikut ini tips dari para mahasiswi bunda sayang IP Jakarta yang bisa dilakukan ketika belajar mengelola uang:

  1. Melakukan pencatatan keuangan dengan detail.
  2. Membuat skala prioritas kebutuhan hidup dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
  3. Menentukan pos-pos pengeluaran.
  4. Mengevaluasi apakah terdapat kebocoran pengeluaran.

Sangat menarik bukan, cerita pengalaman mahasiswi bunda sayang IP Jakarta melewati tantangan zona 6 ini? Nantikan cerita yang ngga kalah seru di bincang tantangan berikutnya yaa 😊

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda

Jejak Perjalanan Bunda Produktif

Jejak Perjalanan Bunda Produktif

Desty putri

Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Institut Ibu Profesional. Saya telah menjadi bagian dari IIP sejak tahun 2016, sebelum menik

ah. Selalu terpesona dan bersemangat sejak mengikuti matrikulasi sehingga saya memilih tidak pernah menunda setiap ada kenaikan kelas. Hingga sampailah saya di Bunda Produktif.

Di tahap ini saya benar-benar dituntut untuk produktif menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Sejak awal kelas kami (para mahasiswi) sudah dihadapkan pada kejutan yang sangat menarik yaitu sebuah kota bernama Hexagon City. Kota ini penuh dengan solusi dan ide-ide brilian. Kami memulai membangun kota ini dengan merancang rumah impian pada pekan pertama. Rumah impian ini sangat unik karena berbentuk segienam dan rumah itu juga harus gue banget. Lumayan challenging apalagi bagi saya yang tidak pintar membuat desain rumah. Jadilah rumah impian ini disusun sebisa saya.

Kami didekatkan dengan tetangga satu passion yang kemudian dikenal dengan istilah Co Housing. Saya berada di Co Housing Kepenulisan 7 yang terdiri dari 10 orang di passion yang sama dan dipimpin oleh seorang leader. Kumpulan Co Housing ini berkumpul menjadi sebuah cluster, cluster saya bernama Solutif. Masih di pembangunan kota, kami melanjutkannya dengan pemilu serentak. Di pekan ini kami memilih walikota Hexagon City. Meski calon kandidat saya tidak menang di pemilu ini tapi all is well, saya menyerahkan semua kebijakan pada pemimpin terpilih.

Pekan-pekan berikutnya lebih menantang. Dimulai dari zona Habit, Enjoy Easy Excellent Earn, Xtra miles, Agility, Growth, Open Space, dan News. Masing-masing zona mempunyai suka duka tersendiri dan semuanya menbekas di hati.

Zona Habit. Awal perkenalan dengan teman-teman Co Housing, kami belum saling mengenal tapi harus merancang habit yang seirama supaya bisa berjalan beriringan. Di sini kami menentukan Project Passion yang akan kami selesaikan di akhir zona. Terpilihlah Project Passion membuat cerita anak yang disajikan dalam 3 jenis cerita yaitu fiksi, non fiksi, dan aktivitas. Cukup menantang karena background kami berbeda-beda. Kami harus membangun habit supaya proses menulis cerita anak bisa berjalan dengan mulus. Bagi saya pribadi, di zona ini begitu berbinar-binar karena cerita anak menjadi salah satu genre favorit.

Di zona berikutnya, manajemen 4E. Kami harus mengkasifikasikan kegiatan yang termasuk dalam kategory Enjoy, Easy, Excellent, maupun Earn. Karena di awal sudah bahagia dengan project passion, maka di zona ini tak banyak kesulitan berarti. Hanya menjadi kurang optimal karena masalah pribadi.

Zona Xtra Miles atau saya menyebutnya sebagai zona percepatan. Di zona ini dituntut untuk menyiapkan energi ekstra demi terselesaikannya project passion. Jujur saja ini pas banget dengan masalah kami. Saya pribadi merasa pergerakan kami melambat sehingga di zona ini kami benar-benar dipaksa menyediakan energi ekstra

Zona Agility. Di zona ddini kami dituntut menjadi seseorang yang empati dsn proaktif. Harus mengambil peran dalam cluster. Bagi saya hal ini tidaklah mudah. Cluster terdiri dari kurang lebih 10 co housing artinya ada ratusan orang dan puluhan project passion. Masing-masing harus berkontribusi dalam sebuah tim sukses dan saya mengambil peean di tim sukses C sebagai reseller project passion.

Zona Growth. Zona yang baru saja kami lewati. Di sini kami distimulus untuk menyelesaikan masalah hingga tuntas. Dan yang paling berkesan bagi saya adalah metode menyelesaikan masalah dengan six thinking hats. Menarik sekali. Metode ini sangat membantu dalam menentukan solusi sampai ke akar-akarnya.

Zona Open Space. Zona ini hendak kami mulai. Ya, saat ini kami sedang berada di zona O. Di zona ini kami harus mengambil peran pribadi baik sebagai host, participant, bumblebee, maupun butterfly. Semua bebas memilih peran. Dan setidaknya saya harus mencoba sebagai host.

Zona News. Zona ini masih rahasia. Dikarenakan belum ada bocoran apa-apa maka saya tak bisa bercerita banyak terkait zona ini.

Nah, itu adalah zona-zona wajib yang harus saya ikuti. Saya senang karena mendapatkan banyak teknik baru dari pemaparan Ibu. Bahkan saya meniru dan memodifikasi beberapa teknik mengajar yang didapatkan untuk diterapkan di perkuliahan saya. Banyak sekali manfaatnya. Meski duka sih tetap ada. Kadang saya masih baper baper club ketika teman-teman Co Housing tidak menanggapi usulan saya. Kadang juga bersitegang pendapat. Kadang merasa jenuh dan terintimidasi. Ya begitulah..

Oya, selain manfaat tersebut saya juga mendapat manfaat keilmuan yang luar biasa melalui pelatihan atau event yang diselenggarakan hexalink dan program mentorship. Ada beberapa pelatihan free yang saya ikuti seperti portofolio anak, menulis cerita anak, desain ebook, neuroparenting, dan sebagainya. Sementara di program mentorship, sebagai mentee saya mengikuti pelatihan menulis fiksi. Ilmu yang saya dapat sangat luar biasa. Sedangkan sebagai mentor saya mengangkat materi stimulasi read alod bagi anak. Ya meski program ini belum berjalan karena beberapa kendala.

Sebagai pembelajar saya sangat senang berkesempatan masuk di bunda produktif. Sedih hanya bagian dari perjalanan kehidupan. Rasa jenuh, lelah, bosan juga kadang melanda, namun diri ini selalu mengusahakan untuk tetap on track. Fokus pada tujuan sehingga semangat kembali terbangun.

 

 

Keseruan Puncak Milad IP Sidomojo, Menjawab Tantangan Ibu Masa Kini dan yang Akan Datang Bersama Ibu Septi Peni Wulandani

Keseruan Puncak Milad IP Sidomojo, Menjawab Tantangan Ibu Masa Kini dan yang Akan Datang Bersama Ibu Septi Peni Wulandani

 

 

 

 

 

 

Alhamdulillah…Pada bulan Januari 2021 kemaren Ibu Profesional Sidoarjo Mojokerto genap berusia satu tahun. Tepatnya pada tanggal 25 Januari 2021

Setahun yang lalu tepatnya tanggal 25 Januari 2020, Ibu Profesional Sidoarjo Mojokerto berdiri. Ibu Profesional yang nama kerennya IP SidoMojo atau SiMo ini adalah pemekaran dari IP Surabaya Raya.

Dalam memperingati milad kesatu IP SidoMojo, ada parade dari tiap komponen yang dimulai pada bulan Januari .

Adapun parade tersebut :
🌼Tanggal 10 Januari live IG bersama Laila Asri dengan tema “Tetap Cuan Walau lagi Dasteran”
🌼Tanggal 16 Januari Zoom meeting bersama Ira Shopia dengan tema “Visual Thinking Strategy”
🌼Tanggal 17 Januari Live IG bersama Arifa Ersa dengan tema “Cooking Class & Food Photography Tips”
🌼Tanggal 23 Januari Live IG bersama Dian Kusumawardhani dengan tema “Bedah Kolase Karya Tulisan Member”
🌼Tanggal 24 Januari Live IG bersama Vidya Ayuningtyas dengan tema “Sharing Kasih Penyintas Covid 19”
🌼Tanggal 6 Februari live IG bersama Anggareni Dyah feat Ninik Suhartini dengan tema “Sulap Baju Bekas Jadi Bantal Lucu”
🌼Tanggal 7 Februari zoom meeting berkisah bersama sahabat yatim dengan Kak Dewi dan Cika

Dan pada siang hari ini, tepatnya 12 Februari 2021, IP Sidoarjo Mojokerto menggelar acara puncak milad, dengan mengundang narasumber yakni Bunda Septi Peni Wulandani, inisiator ibu profesional.

Apa saja yang hari ini disharingkan oleh ibu Septi…yuk kita intip sebentar

Banyak tantangan yang kita hadapi sebagai ibu masa kini, yang tidak bisa disamakan dengan pola asuh kita pada masa dulu. Sehingga kita sebagai ibu harus terus menantang diri untuk berbenah sesuai dengan kemajuan jaman

Jika dulu ibu kita mendidik kita dengan cara, I teach You

Maka sekarang, bukan lagi saatnya seperti itu.

Untuk mendidik generasi Alpha, posisikan diriYou know Better, Let Me hear You 

(Septi Peni)

Nah tuntutan, perkembangan anak anak kita dari masa ke masa tidak lah sama. Bunda Septi menuturkan bagaimana beliau belajar bersama Ara dan Enes berbeda dengan ketika mendampingi Elan. Padahal jarak mereka hanya terpaut 6 tahun. Karena itulah, Ibu harus terus berbenah dan tertantang untuk layak mendampingi anak anak nya.

Anak – anak, dengan ada atau tidaknya kita, akan menjemput takdir masing masing dengan versi terbaiknya. Maka tugas kita adalah menguatkan LAKU agar menjadi Layak di mataNya

Kitalah yang memerlukan anak anak, bukan sebaliknya. (Septi Peni)

Untuk selengkapnya yuk kunjungi  youtube official Ibu Profesional Sidomojo

https://youtu.be/2rKHoWi_FGI

Rasakan keseruannya dan temukan manfaatnya.

Jangan lupa like dan subcribe yah…

 

Keseruan PEMILU Pertama IP KALBAR

Keseruan PEMILU Pertama IP KALBAR

Bulan Januari 2021 adalah bulan yang penuh dengan warna-warni di IP KALBAR karena diadakan PEMILU pertama di regional ini. Kenapa pertama? karena sebelumnya pergantian leader menggunakan sistem penunjukan langsung dari leader IP KALBAR lama kepada leader baru.

Tahun ini kami berubah, bertransformasi menuju jalan lebih baik, melalui PEMILU. Warga HIMA tentu saja menyambut suka cita acara ini,  dengan cara beberapa warga terlibat aktif sebagai panitia hingga ada perwakilan dari HIMA yang mencalonkan diri sebagai Sekretaris Regional. Warga lainnya? tentu saja mereka antusias dalam proses penyelenggaraan ini dengan cara berperan aktif selama kegiatan blusukan calon sekreg di wag HIMA dan kegiatan siaran langsung program-program PEMILU di sosmed IP KALBAR.

Senin, 18 Januari 2021 semua warga HIMA sudah berkumpul di wag TPS bersama warga IP KALBAR lainnya baik yang komponen maupun non komponen, betapa senangnya karena sekalian dijadikan ajang reunian dan silaturahim.

Warga HIMA menggunakan hak suaranya secara jujur dan adil untuk mewujudkan PEMILU yang langsung, umum, bebas dan rahasia. Sebagai bukti telah memilih maka pemilih berhak menggunakan twibbon sebagai berikut:

Alhamdulillah tanggal 21 Januari 2021 kemaren telah terpilih Sekretaris Regional baru hasil PEMILU. Jika ingin menyaksikan secara langsung keseruan kami, silahkan lihat di instagram @ibuprofesionalkalbar. Ini adalah kisah kami dari Kalimantan Barat.