Keseruan PEMILU Pertama IP KALBAR

Keseruan PEMILU Pertama IP KALBAR

Bulan Januari 2021 adalah bulan yang penuh dengan warna-warni di IP KALBAR karena diadakan PEMILU pertama di regional ini. Kenapa pertama? karena sebelumnya pergantian leader menggunakan sistem penunjukan langsung dari leader IP KALBAR lama kepada leader baru.

Tahun ini kami berubah, bertransformasi menuju jalan lebih baik, melalui PEMILU. Warga HIMA tentu saja menyambut suka cita acara ini,  dengan cara beberapa warga terlibat aktif sebagai panitia hingga ada perwakilan dari HIMA yang mencalonkan diri sebagai Sekretaris Regional. Warga lainnya? tentu saja mereka antusias dalam proses penyelenggaraan ini dengan cara berperan aktif selama kegiatan blusukan calon sekreg di wag HIMA dan kegiatan siaran langsung program-program PEMILU di sosmed IP KALBAR.

Senin, 18 Januari 2021 semua warga HIMA sudah berkumpul di wag TPS bersama warga IP KALBAR lainnya baik yang komponen maupun non komponen, betapa senangnya karena sekalian dijadikan ajang reunian dan silaturahim.

Warga HIMA menggunakan hak suaranya secara jujur dan adil untuk mewujudkan PEMILU yang langsung, umum, bebas dan rahasia. Sebagai bukti telah memilih maka pemilih berhak menggunakan twibbon sebagai berikut:

Alhamdulillah tanggal 21 Januari 2021 kemaren telah terpilih Sekretaris Regional baru hasil PEMILU. Jika ingin menyaksikan secara langsung keseruan kami, silahkan lihat di instagram @ibuprofesionalkalbar. Ini adalah kisah kami dari Kalimantan Barat.

SELEH & SEMAI HIMA REGIONAL JEMBER RAYA

SELEH & SEMAI HIMA REGIONAL JEMBER RAYA

Di bulan Januari ada beberapa hal yang terjadi di ibu profesional Jember Raya,khususnya di HIMA regional jember raya,yaitu SELEH & SEMAI.

Sebagai imbas dinamika komunitas, agar kebermanfaatan bisa dirasakan, roda kepengurusan harus terus berputar. Sedangkan secara manusiawi, para punggawa komunitas ini pun harus terus menjalankan kehidupan dengan berbagai pilihan prioritasnya.

Maka dari itu, perombakan secara periodik perlu dilakukan. Begitu pula dengan IP Jember Raya. Dimana kebetulan periode ini banyak teman-teman pengurus yang telah bertugas selama dua tahun dan memilih untuk seleh dari kepengurusan. Sehingga diadakanlah prosesi seleh dan semai.
Diawali dengan sebuah petualangan bintang yang disetting dalam Playground seru. Kegiatan yang diadakan di bulan Desember ini diharapkan akan memunculkan tim atau inspirator
baru untuk bisa mengambil tempat di kepengurusan IPJR.

Selanjutnya, serangkaian dengan program tersebut, di bulan Januari IP Jember raya melangsungkan presentasi LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) kepengurusan sebelumnya. Setiap pengurus mempresentasikan laporannya melalui media zoom yang dihadiri oleh semua pengurus.

Di komponen institut regional kami, datanglah masa transisi ini. Dalam tim, kami harus rela melepaskan tiga garda terbaik Hima, yaitu Enggar Swan selaku ketua Hima Regional,Sabrina Lista Dewi selaku manager Humas Hima Regional dan Evy Mustikasari selaku Manager Keuangan Hima. Merekalah orang-orang terbaik Hima, yang pada akhirnya memilih seleh dipengurusan. Dan kami merasa sangat kehilangan mereka bertiga,serta kami juga sangat berterimah kasih kepada mereka karena selama ini sudah berkontribusi di Hima regional Jember. Saya pribadi belajar banyak hal dari mereka terutama kekompakan dan kepedulian terhadap kami sebagai tim di HIMA dan kepada para mahasiswa diregional. Kehilangan 3 orang tim terbaik memang sangat menyedihkan,namun jika ada SELEH pastinya ada SEMAI di Hima. Dan akhirnya kita kedatangan tim magang yaitu mbak Novi Nur Rokhmawati dari Situbondo dan mbak Rizka Indana Zulva dari Banyuwangi. Kehadiran mereka menjadi penyemangat bagi kami di tim HIMA Regional. Dan ada salah satu komentar atau aliran rasa dari mb novi “meski awalnya ingin magang di manmedkom,ternyata saya ditakdirkan di manop,dan setelah mencoba belajar bagaimana peran manop saya merasa begitu berbinar ketika berhadapan dengan excel,ditambah lagi dengan dipandu mb eva selaku leader manop jadi semakin seru proses belajar untuk menjadi bisa”. Alhamdulillah dibulan Januari kami punya tim dengan anggota baru. Kami berharap kedepannya HIMA akan menjadi semakin baik dengan berbagai kegiatan yang mencahayakan dan membahagiakan. Thanms dears🥰

Oleh – oleh 2020 : Mengenal Quarter Life Crisis (Ngabotram Vol. 2)

Oleh – oleh 2020 : Mengenal Quarter Life Crisis (Ngabotram Vol. 2)

Yeaay tidak terasa ya kita sudah melewati tahun 2020 yang super challenging ini dengan luar biasa. Tahun dimana kita dipaksa untuk keluar dari zona nyaman dan kembali mencari ritme hidup yang lebih sesuai. Ah manusia bukannya memang makhluk yang paling bisa beradaptasi, bukan?

Sedikit menengok kebelakang di tahun 2020, ternyata ada oleh – oleh berharga yang belum saya bagikan. Pada akhir tahun 2020, HIMA Bandung kembali mengadakan “Ngabotram Online Volume 2” dengan tema Quarter Life Crisis di Whatsapp Group Kelas Bunda Produktif Batch 1.

Ngabotram online ini berlangsung kurang lebih satu setengah jam dengan sesi diskusi santai namun berbobot yang didampingi oleh Ibu Peri dari IP Bandung yaitu Teh Kirani Anjasmara.

Quarter life Crisis sendiri merupakan istilah psikologi yang merujuk pada,
keadaan emosional yang umumnya dialami oleh orang-orang berusia 20 hingga 30 tahun seperti kekhawatiran, keraguan terhadap kemampuan diri, dan kebingungan menentukan arah hidup. Krisis ini dipicu oleh tekanan yang dihadapi baik dari diri sendiri maupun lingkungan, belum memiliki tujuan hidup yang jelas sesuai dengan nilai yang diyakini, serta banyak pilihan dan kemungkinan sehingga bingung untuk memilih.
Dibandingkan dengan krisis kehidupan yang sering ditandai dengan perasaan gagal untuk mencapai tujuan dan cita-cita yang diinginkan, quarter life crisis lebih condong pada kenyataan bahwa seseorang belum memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya atau memiliki tujuan yang tidak realistis.

-Dikutip dari Wikipedia

Perasaan hidup hampa tanpa tujuan, mengalir bagaikan air atau merasa gagal menjalankan peran yang diemban saat ini, merasa diri jauh tertinggal dibanding orang lain, bahkan bingung mendefinisikan makna bahagia versi diri kita sendiri. Hal ini bisa jadi salah satu gejala yang dialami ketika kita mengalami Quarter Life Crisis.

Bagaimana kita keluar dari Quarter Life Crisis? Kita bisa mulai mengecek kembali diri sendiri apa yg membuat kita merasa “gagal”.
Setelah menemukan hal tersebut, ceritakan ke orang terdekat dan di percaya. Kemudian, cari apa yang bisa kita lakukan, senangi dan bisa di perjuangkan. (Orang biasa menyebutnya “passion”). Jangan lupa untuk menikmati peran kita saat ini, dan menerima fase kegagalan tersebut.

Salah satunya seperti seorang mahasiswi bunpro, memutuskan resign dari pekerjaannya lalu sempat mengalami fase “gagal” karena tidak bisa produktif secara finansial. Namun akhirnya bisa kembali menata hidupnya setelah menemukan life purpose tanpa meninggalkan keluarga.
Ibu 4 anak ini malah sampai mengambil pendidikan jalur formal untuk mengejar impiannya memiliki sebuah usaha yang bergerak dibidang pangan, meski jauh berbeda dengan backgroundnya terdahulu (teknik mesin) .

Ada pula yang malah menemukan titik balik kehidupannya dari komunitas Ibu Profesional. Bahwa sebenarnya hidup bukan hanya materi yang dicari, tapi kebutuhan didengar, saling berbagi dan melayani jauh lebih menentramkan jiwa, sehingga bisa lebih termotivasi dan bersyukur atas kehidupan yang telah Tuhan beri.

Kalimat magical dari Ibu Septi, “Bersungguh – sungguhlah didalam maka kita akan keluar dengan kesungguhan itu” benar adanya. Kita terlalu fokus dengan apa yang belum dicapai tapi lupa membenahi diri sendiri dan keluarga kita.

Quotes penutup dari perjumpaan online kemarin,

“Bahagia itu bukan karena segala sesuatunya berjalan baik dalam kehidupan kita, tapi bagaimana kita merespon segala sesuatunya dengan cara yang baik”. – Ibu Septi

6 Pertanyaan di Botram Online, Jawaban Nomer 4 Bikin Pingin Berpelukan

6 Pertanyaan di Botram Online, Jawaban Nomer 4 Bikin Pingin Berpelukan

Demi meningkatkan kebahagiaan member HIMA Bunda Produktif Batch 1 Regional Bandung, maka pengurus mengadakan sebuah sesi botram online. Botram, dalam bahasa Sunda adalah acara makan bersama secara santai dengan tujuan mempererat silaturahmi. Karena situasi yang belum memungkinkan untuk mengemasnya secara offline, maka pilihan online inilah yang terbaik, tidak mengurangi esensi untuk menambah keakraban sesama member.

Setelah melalui voting tentang hari pelaksanaan dan intensitasnya, maka pada hari Kamis, 15 Oktober 2020 adalah botram online perdana kami di WAG. Pilihan platform ini karena lebih sederhana dan tidak membutuhkan persiapan dandan untuk tampil di depan kamera.

Setelah 15 menit pertama digunakan untuk bertegur sapa, Teh Puji, selaku Manajer Media dan Komunikasi HIMA Bandung, selaku penggagas dan pelaksana acara memberikan aturan main malam itu, yaitu Teh Puji memberikan pertanyaan random kepada member yang dipilih secara random juga, dan yang lain bebas bertanya kembali atau menanggapi.

Berikut keseruan yang berhasil kami rangkum.

1. Kalau kamu bisa memilih siapapun di dunia ini, siapa yang kamu inginkan jadi tamu makan malammu?

Teh Kiran sebagai penerima pertanyaan, menjawab tamu idamannya adalah Bu Septi. Alasannya ingin ngobrol langsung semenjak matrikulasi dulu, sempat kehilangan momen bertemu padahal peluangnya di depan mata. Karena saat perayaan kelulusan matrikulasi batch #4, saat Bu Septi hadir sebagai bintang tamu, Teh Kiran yang sebenarnya masuk daftar mahasiswa berprestasi berkesempatan diberi apresiasi oleh Bu Septi, namun Teh Kiran berhalangan hadir karena sedang menanti hari perkiraan lahir di Garut. Bu Septi, dengan program Institut Ibu Profesionalnya telah menemani Teh Kiran menjalani masa quarter life crisis pasca resign dari pekerjaannya.

2. Apakah kamu ingin jadi terkenal? Dalam hal apa?

‘Korban’ ke-dua adalah Teh Yuni dengan jawaban ingin terkenal dalam hal keabsurdan. Lebih detil lagi Teh Yuni menjelaskan bahwa dirinya minder tingkat dewi karena merasa tidak punya kemampuan apa-apa. Dari kecil dididik terlalu keras oleh bapak dan selalu tidak mendapat apresiasi dari beliau walau sudah melakukan hal yang menurutnya luar biasa. Jadi Teh Yuni bertingkah absurd untuk menghibur orang lain sekaligus menghibur diri sendiri. Setelah menikah baru menyadari didikan itulah membuatnya lebih mandiri dan tidak mudah senang dengan pujian. Selalu termotivasi saat direndahkan.

3. Kapan terakhir kali kamu bernyanyi untuk dirimu sendiri? Kapan terakhir kamu bernyanyi untuk orang lain?

‘Tembakan’ ketiga jatuh kepada Teh Erni. Bersenandung setelah live Bu Septi di Hexagon City sehari sebelumnya. Lagu saat penutupnya membuat semangat untuk menjawab tantangan dalam diri, bahwa insya Allah Teh Erni bisa bisa, karena setiap orang itu punya kemampuan tinggal mau mencoba dan melangkah atau tidak. Kalau untuk orang lain sesaat sebelum bergabung untuk ananda yang ketiduran.

4. Kalau kamu bangun pagi esok hari dan diperbolehkan menambah satu kualitas atau kemampuan khusus, kira-kira apa yang kamu mau?

Dengan sigap Teh Prima menjawab self care mental dan fisik. Namun jawaban itu mempunyai alasan yang membuat kami ingin memeluknya. Saat itu Teh Prima sedang gundah gulana. Suaminya sedang dirawat di rumah sakit di pulau seberang, sehingga Teh Prima tidak bisa menemaninya. Ya, Teh Prima dan suami adalah pejuang long distance marriage (LDM). Dengan kondisi ada empat orang anak di Bandung yang perlu dijaga juga, maka belum memungkinkan untuk mendampingi suaminya. Sehingga di tengah kekalutannya memikirkan suami, perlu tetap kuat, sehat dan bersemangat. Teh Prima mencoba untuk lebih peduli pada diri sendiri dulu. Menata hati dan olahraga lagi. Agar fresh, mengoptimalkan apa yang bisa dilakukan dari rumah, salah satunya dengab berusaha tetap bahagia.

5. Adakah sesuatu yang kamu impikan ingin kamu lakukan dalam waktu yang lama? Kenapa kamu belum melakukannya?

Teh Sugih menjawab tinggal bareng berkumpul dengan suami lagi hingga waktunya ‘pulang’ nanti. Saat ini belum bisa karena sedang LDM.

6. Apa pencapaian terbesar dalam hidupmu?

Pertanyaan pamungkas ditujukan kepada Teh Devi dengan jawaban bisa kuliah S2 sambil kerja, ngajar, dan mengurus anak usia 8 bulan awal kuliah, perjuangan berat.

Hampir dua jam durasi botram online ini tidak terasa, karena member saling bertanya, menanggapi, menyemangati, mendoakan, ada empati dan juga bercanda yang silih berganti.

Sederhana memang, tapi dari kesederhanaan itulah membuat member dapat mengalirkan rasa, menceritakan dirinya, keluarganya, pikirannya, berbagi kisah, dan kehangatan, sehingga ada makna yang bisa dipetik, bahwa ibu punya tantangannya masing-masing, saatnya mendukung, tanpa saling sikut dan sandung.

Tak Kenal Maka Tak Sayang – Noor Widyaningsih

Tak Kenal Maka Tak Sayang – Noor Widyaningsih

Bismillah,

Assalamualaikum wr wb,

Kami dari kaki gunung Merbabu mengucapkan selamat soreee..

Alhamdulillaaah, Tak Kenal Maka Tak Sayang kali ini kami berkenalan dengan Mbak Noor Widyaningsih. Seperti passionnya, yaitu menjahit, beliau adalah seorang Ibu rumah tangga dan juga guru kelas menjahit POLJA setelah menamatkan pendidikannya di Desain Fashion.

Nah, Jumat mendatang Mbak Rina akan membagikan informasi tentang jenis jenis kain yang sering digunakan untuk pakaian. Pasti berguna banget untuk para Moms, ya. Jadi nggak sabar menanti Jumat Berbagi bersama Mbak Noor.

Sampai jumpai Jumat mendatang ya,

Selamat beraktivitas teman teman,

Terima kasih
Salam hangat dari kaki gunung Merbabu, Salatiga..

 

 

Bahasa Cinta yang Membuat Bahagia

Bahasa Cinta yang Membuat Bahagia

“Aku sebel sama  Anto, gak ada romantis-romantisnya. Masa dia gak inget kalo sekarang anniversary kami. Padahal dari kemarin aku sudah beri kode, tapi dia tetep cuek aja, malah pamit mau mancing di laut bareng temen-temennya!” keluh Anita, sahabat yang sudah kuanggap saudara sendiri.

Tadi sore tiba-tiba dia muncul di rumahku dengan wajah ditekuk.

Anto dan Anita adalah sahabat SMAku. Usia pernikahan mereka sudah memasuki tahun kelima, namun belum dikarunia anak. Sejak dulu Anita memang sering curhat tentang apa saja, termasuk hubungannya dengan Anto. Usia pacaran mereka yang lebih dari 10 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah, rupanya tak menjadi jaminan untuk saling memahami.

Kami mengobrol di dapur. Kusodorkan secangkir teh hangat bercampur perasan lemon, seraya berharap emosi Anita segera turun. Bukankah orang dalam keadaan jiwa terguncang, akan sulit untuk diajak berfikir?

Setelah kulihat Anita mulai tenang dan mampu mengendalikan emosinya, akupun mulai mendongeng tentang bahasa cinta.

Bahasa cinta? Makhluk apa itu?

Begini, menurut Dr Gary Champan, yang terkenal dengan teori  “The Five Loves Languages”, Bahasa Cinta merupakan cara seseorang  memahami serta mengekspresikan perasaan cintanya pada orang lain dan bila cara tersebut dilakukan oleh pasangannya, akan membuatnya merasa sangat dicintai.

Nah, sebelum diaplikasikan dalam hubungan dengan pasangan kita, maka lakukan langkah pertama, yaitu mengenali diri sendiri! Sebenarnya setiap manusia memiliki kelima bahasa cinta ini, namun harus dicari minimal dua bahasa cinta yang dirasa paling menyentuh hati.

Apa sajakah Kelima Bahasa Cinta itu dan bagaimana cara mengenalinya?

  1. Word of Affirmation, alias pujian atau kalimat-kalimat membangun.

Seseorang yang memiiki bahasa cinta ini, akan merasa sangat dicintai oleh pasangannya jika disapa “Kamu cantik sekali hari ini”, “Sayang, terimakasih ya sudah mengatur rencana kencan yang sangat oke banget hari ini”.

Hari-harinya akan terasa sangat indah jika diawali dengan sapaan dan kata-kata penyemangat dari orang yang berada di sekitar, terutama pasangannya. Namun dapat saja terjadi sebaliknya, jika ternyata sang pasangan tidak paham tentang hal yang seolah sangat sederhana ini. Sekedar menyapa dan memuji, apa sih susahnya, demikian barangkali yang tercetus.

Lantas, bagaimana cara membahagiakan pasangan dengan  tipe ini? Gampang, lakukan saja hal berikut:

  • Selipkan kertas kecil berisi kata-kata mendukung, ke dalam bekal makan siangnya.
  • Biasakan mengucapkan kata-kata pujian, untuk setiap upaya yang dilakukannya demi membahagiakan kita.
  • Jangan lupa mengucapkan kata “aku sayang kamu”, setiap bertemu atau berpisah
  • Saat ia mencapai prestasi tertentu, tunjukkan rasa bangga kita melalui kata-kata membangun.
  • Pajang foto bersama pasangan dan beri tambahan kata-kata betapa sayangnya kita padanya.
  1. Quality Time, alias menghabiskan waktu bersama atau melakukan kegiatan bersama.

Orang yang memiliki bahasa cinta ini akan sangat merasa dicintai jika pasangannya bersedia meluangkan waktu untuk menikmati  kebersamaan berdua saja, walaupun hanya sejenak.

Misalnya, menemani saat sarapan, menemani ngobrol sepulang kerja tanpa gangguan siapapun, menemani bermain catur, menemani mancing di akhir pekan, menemani bersepeda, menemani belanja, serta berbagai aktivitas lainnya, yang penting kesediaan kita untuk menemani.

Atau bisa juga dengan menanyakanlah pada pasangan tentang tempat-tempat yang ingin ia kunjungi dan beri kejutan dengan mengajaknya ke tempat tersebut.

  1. Receiving Gifts, alias Si Penyuka Hadiah.

Matanya akan berbinar bahagia jika diberi kejutan berupa hadiah tak terduga, apapun bentuknya, besar atau kecil, murah maupun mahal.

Misalnya sekedar membelikan pembatas buku, jepit rambut, jepitan dasi, memasakkan makanan kesukaannya,  mengajak makan di restoran yang diinginkannya, membelikan baju atau buku yang diidamkan, atau menyelipkan kejutan kecil dalam bekal makan siangnya.

  1. Act of Service atau tipe Dilayani

Orang dengan tipe ini, akan merasa sangat dicintai jika pasangannya bersedia membukakan pintu, atau membawakan tas, mencucikan piring, memijat punggung yang pegal dan segala usaha yang dilakukan untuk menyenangkan pasangannya.

Sekedar membuatkan minuman atau makanan kesukaan di kala terlihat sedih, membantu memilihkan dan menyiapkan pakaian kerja, ataupun menyelipkan camilan kejutan sebagai hidangan penutup makan malam.

  1. Physical Touch, alias Penyuka Sentuhan Fisik

Gandengan tangan, kecupan dan pelukan hangat, menepuk punggung untuk memberikan semangat, merupakan contoh paling mudah untuk dilakukan bagi orang dengan tipe ini.  Atau berikan hadiah berupa benda yang dapat dipeluk/dipegang.

***

Sekarang bagaimana caranya mengenali Bahasa Cinta Pasangan kita? Lakukan hal berikut!

  1. Amati cara pasangan kita mengekspresikan cintanya pada kita

Apabila ia mengucapkan “aku sayang kamu, atau terimakasih sayang atas makan malam yang nikmat”, maka kemungkinan besar bahasa cinta yang dominan padanya adalah Kata-kata Pendukung.

  1. Amati cara pasangan kita mengekspresikan cintanya pada orang lain.

Apabila ia seringkali ingin memberikan hadiah kepada teman atau saudara, bahkan kepada seseorang yang tak dikenalnya, dapat diduga bahasa cinta yang dominan baginya adalah Pemberi Hadiah.

  1. Pelajari apa yang seringkali diminta oleh pasangan kita.

Jika ia minta untuk selalu ditemani dalam berbagai aktivitas keseharian, bisa jadi bahasa cinta yang dimilikinya adalah Waktu Bersama. Sedangkan jika ia senantiasa minta pendapat tentang suatu hal, maka bahasa cintanya yang dominan adalah Kata-kata Pendukung

  1. Pelajari apa yang sering dikeluhkan pasangan.

Bila ia sering mengeluh tentang kesibukan kita hingga tak sempat menemani walaupun sekedar ke pasar atau ngobrol sejenak, berarti ia memiliki bahasa cinta Waktu Bersama

***

Lumayan lama aku mendongeng tentang Bahasa Cinta pada Anita, hingga akhirnya tersungging senyum di bibir mungilnya yang berselaput lipstik merah marun.

“Oh aku paham sekarang, bahasa cinta kami memang sangat bertolak belakang. Aku tipe Kata-kata Pendukung dan Waktu Bersama, sedang Anto lebih ke Sentuhan Fisik dan Pemberi Hadiah. Terimakasih ya Rin, kamu memang My Best Friend.

Aku tersenyum lega dan kami berpelukan erat. Senja telah berganti rupa dan satu permasalahan terurai sudah. Alhamdulillah….

Gina Hendro _ Tim MedKom IIP (090920)

 

Sumber Ide: Materi Komunikasi Produktif Bunda Sayang IIP