Selebrasi Gabungan HIMA Jakarta

Selebrasi Gabungan HIMA Jakarta

Halo IP-ers,

Sudah tahu belum acara rutin yang digelar dari tahun ke tahun oleh Institut Ibu Profesional (IIP) Jakarta? Ya, selebrasi kelulusan para wisudawan di kelas-kelas IIP secara daring. Meskipun masih dalam suasana pandemi, HIMA Jakarta bersyukur tetap dapat mengadakan acara ini. Bahkan dengan kemeriahan yang berbeda dari sebelumnya.

Apakah yang berbeda dari selebrasi ini?

Tiga jenjang kelas di IIP Jakarta mengadakan selebrasi bersama atas kelulusan mereka, yang disebut Selebrasi Akbar. Selebrasi ini terdiri dari para mahasiswi kelas Matrikulasi Batch 9, Bunda Sayang Batch 6, dan Bunda Produktif Batch 1. Panitianya pun merupakan gabungan dari kelas-kelas tersebut. Wah, terbayang kan serunya?

Selebrasi gabungan yang diselenggarakan secara daring ini mengangkat tema “Berani Bertransformasi Menjadi Ibu versi Terbaikmu”. Tema ini diangkat untuk mengajak para wisudawan dalam melakukan napak tilas ke masa perjuangan selama di kelas perkuliahan, Di samping itu, juga mengingatkan tentang perannya sebagai Ibu agar menunjukkan versi terbaik dirinya.

Tidak hanya para wisudawan yang hadir, peserta dari umum juga ikut memeriahkan acara ini. Agar lebih menarik, kegiatan ini dikemas dalam bentuk selebrasi dan talkshow.

Selebrasi sekaligus talkshow ini diadakan Sabtu, 30 Juli 2021 yang berlangsung pada pukul 12.15–15.15 WIB. Dihadiri hampir 100 peserta secara daring melalui platform Zoom. Sebagai pembuka, Mbak Ailyxandria selaku MC dan tim Doorprize membawakan beberapa permainan untuk mencairkan suasana. Dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua pelaksana-Mbak Regina, Ketua HIMA IIP Jakarta-Mbak Aini, dan Sekretaris Regional IP Jakarta-Mbak Tutik. Berikutnya, ada rangkaian kata penyemangat dari Mbak Dzikra I Ulya selaku Rektor IIP dan Ibu Septi Wulandani sebagai Founding Mother Ibu Profesional melengkapi kebahagiaan hari ini.

Mengiringi acara selebrasi, sebuah talkshow bersama narasumber yang keren, Kiki Barkiah. Nama yang sudah sering terdengar ini merupakan praktisi parenting dan penulis buku. Teh Kiki, sapaan akrabnya, membawakan materi yang kaya manfaat yang berjudul “Menjadi Ibu Bahagia Apa Adanya, Bukan Seadanya”.

Dari pemaparannya, Teh Kiki mengingatkan agar senantiasa memahami apa kebahagiaan hakiki  serta bagaimana cara memulai dan meraihnya. Beberapa peserta pun diberi kesempatan untuk berinteraksi bersamanya agar dapat lebih menyelami ilmu yang disampaikan.

Selepas Talkshow, selebrasi dimulai. Diselingi beberapa games kecil kepada para peserta. Untuk menambah keceriaan, para wisudawan diberikan kesempatan untuk mengenakan beragam atribut perayaan yang sudah disiapkan di rumah. Ada yang melengkapi dirinya dengan mahkota, toga, bahkan piala. Para wisudawan ini menunjukkan senyum di bibirnya dan aura kebahagiaan di wajahnya. Selanjutnya, MC menyebutkan satu per satu nama wisudawan. Dimulai wisudawan dari kelas Matrikulasi, kelas Bunda Sayang, lalu diakhiri dengan wisudawan kelas Bunda Produktif.

Lebih lanjut, acara ditutup dengan sesi foto bersama para wisudawan dan pembagian hadiah kepada pemenang challenge dan games. Berbagai macam hadiah yang disponsori oleh Kauniyah Oil, Educourse, Kayva, Mommies Daily, dan KIPMA Jakarta melengkapi akhir dari kemeriahan acara hari ini.

Penulis: Siti Salikah

Editor: Maria Fatimah

HIMA Jakarta

KUNJUNGAN PENGURUS IP PUSAT KE HIMA IP REGIONAL SAMKABAR

KUNJUNGAN PENGURUS IP PUSAT KE HIMA IP REGIONAL SAMKABAR

Rabu, 18 Agustus 2021 Dapur Hima Samkabar mendapat kunjungan tamu special dari Institut Ibu Profesional. Teh Chika dan Mba Renny Kusuma berkunjung di WAG (Whatsapp Grup ) Pengurus Hima Samkabar. Kunjungan berlangsung selama 60 menit dari pukul 10 – 11 WIB .

Temen-temen di kepengurusan Hima Samkabar tentunya sangat antusias menerima kunjungan ini. Walaupun di tengah kesibukan dan aktivitas online alhamdulillah sebagian besar temen-temen menyempatkan untuk hadir dan menyapa tamu special kami .

Bagi temen-temen yang belum bisa ikut hadir in sya Allah di siapkan resume untuk bisa menikmati dan mendapatkan insight juga dari kunjungan ini. Walaupun kunjungan virtual di whatsapp group tetapi kami merasakan keakraban dari Teh Chika , mba Reni dan in sya Allah merekapun merasakan sambutan yang sama dari temen-temen di Hima Samkabar.

Teh Chika dan mba Reni yang membawa misi silaturahim untuk mendengarkan cerita apa saja yang ada di regional Samkabar. Project-project apa yang sudah di buat dan tantangan yang hadir, bagaimana menghadapi tantangan tersebut dan unek-unek lain yang hadir selama bermain peran di dapur Hima Samkabar.

Cerita pertama mengalir dari Aisyah Fitriana selaku Manop Hima yang secara fisik sudah migrasi ke regional timur Indonesia tetapi karena penerus Amanah belum ada beliau masih bermain di regional Samkabar .

Ada cerita juga yang dari Man Humas Era Industriani yang mana setelah tim Humas mengikuti training humas memunculkan playground bermain baru program Live streaming baru HPC (Hima Punya Cerita ) menemani program Biru (Bincang Seru ) .

Tantangan yang hadir diungkapkan beliau juga sekaligus kahima Samkabar tentang keterlibatan member dalam mengisi agenda online yang membutuhkan pendekatan personal lebih dahulu dan juga tentang keaktifan member di wadah silaturahim member Hima di Telegram Hima Samkabar . Tantangan lainnya terkait regenerasi dalam kepengurusan.

Insight yang disampaikan oleh Teh Chika dan mba Reni adalah beliau merasa senang akan kekeluargaan yang terasa di dapur Hima Samkabar . Menyarankan kepada teman-teman pengurus untuk duduk bersama dan merundingkan kembali tentang versi aktif yang bisa membahagiakan member dan pengurus , karena untuk bisa terlibat aktif di semua grup adalah tantangan berat bagi member pastinya .

Terkait kepengurusan dan regenerasinya Teh Chika menyampaikan beberapa saran yang bisa dilakukan dan bagi member yang mutase regional boleh menjalin silaturahim lebih dulu juga dengan regional barunya agar bisa berbagi dan menjalin bonding dengan regional barunya . Di akhir kunjungan The Chika membagikan ebook keren Demi Masa bagi kami di regional Samkabar .

Terimakasih The Chika dan Mba Reni untuk kunjungan dan apresiasinya ke regional kami. Semoga di lain waktu bisa berkunjung kembali.

 

  1. Aliran Rasa oleh Era Industriani
    Saya merasa senang dengan adanya kegiatan yang digawangi Rektor beserta Man Humas Institut yakni berkunjung secara virtual ke tiap regional kami yaitu Hima Samkabar.
    Selain menjadi ajang silahturahmi, juga menjadi wadah untuk bercerita apa saja, pengalaman apa saja di kepengurusan Hima. Sehingga kami saling terbuka dan mengetahui program apa yang sedang berjalam,tantangan apa yang dihadapi, dan sama-sama mencari solusi yang tepat.
    InsyaAllah dari apa yang menjadi kendala, akan kami diskusikan kembali agar bisa menjadi langkah yang tepat, membahagiakan para pengurus dan para member.
    Kami ucapkan terima kasih kepada Teh Chika dan Mba Reni yang bersedia mengunjungi, mendengarkan cerita, mengapresiasi dan memberikan semangat kepada kami semua.
Ketahanan Mental Ibu dan Anak di Era Pandemi COVID-19

Ketahanan Mental Ibu dan Anak di Era Pandemi COVID-19

Narasumber: Nugraheni Ariati M.Psi
Psikolog, Mahasiswi IIP

PIJAR Talk 23 Juli 2021

Memperingati Hari Anak Nasional

 

 

Pandemi menuntut kita untuk selalu menjaga protokol kesehatan demi terhindar dari tertularnya virus Covid-19. Mobilitas terbatas, dianjurkan untuk di rumah saja, membuat hidup banyak orang terasa ‘berbeda’. Semua aspek kehidupan terdampak, antara lain ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial budaya. Perubahan yang sangat besar, ibarat dunia ini sedang bertubulensi. Kita terombang-ambing di dalamnya. Nah, disinilah resiliensi diri sangat diuji.

Kemampuan daya pantul (bounch back) atau daya lenting ini sangat penting untuk dilatih dalam diri dan anak-anak. Resiliensi merupakan bentuk ketahanan mental, yakni keterampilan mengolah pikiran, perasaan, perilaku sedemikian rupa untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah atau krisis. Memperkuat ketahanan mental ini bukan perkara sering atau tidaknya kita menghadapi masalah. Memperkuatnya dengan belajar dari pengalaman dan modal positif. Bila diibaratkan seperti jungkat jungkit, satu sisi adalah masalah/krisis, hidup akan seimbang bila kita memperkuat mental di sisi lainnya. Yakni, dengan belajar dari pengalaman dan memperbanyak modal positif.

Apa itu modal positif? yakni, sumber daya atau resource yang mampu menambah input-input positif dalam diri seseorang. Menambah modal positif bisa dengan beberapa cara:

1.Penuhi kebutuhan fisik

Kebutuhan makan, kebutuhan gerak perlu dipenuhi agar hormon-hormon bahagia seperti endorfin dan oksitosin aktif. Tubuh jadi sehat, bugar dan bahagia.

2. Penuhi kebutuhan psikologis

Mengenal apa yang kita rasakan, tau apa yang kita butuhkan untuk bisa bahagia. Mengalokasikan waktu untuk me time, spiritual time, menjalani hobi

3.Kelola ekspektasi

Tidak berlebihan dalam membayangkan keadaan yang diharapkan. Sadar bahwa banyak campur tangan Tuhan atas apapun yang telah kita usahakan. Ikhlas menerima atas segala ketetapan-Nya.

4. Latihan untuk anak-anak struggling akan krisis

Ciptakan memori indah dalam ingatan anak-anak, eratkan intimacy dan trust antar anggota keluarga. Hubungan yang harmonis dan responsif dalam keluarga mengisi tangki emosi dan cinta dalam hati mereka. Mengingat nilai-nilai yang dianut keluarga, dan mereka akan merekam bagaimana orang tuanya menyikapi atau merespon masalah/tantangan yang datang pada keluarga.

Baca juga:

Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh

Keren dengan Internet: Anak Cerdas dan Bijak Bersosial Media

Temu Online Pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK dengan Tim IIP Pusat : Ada Pengawet Cinta!

Ada kalanya manusia merasa down atas masalah yang berat atau datang bertubi-tubi. Limbung dan drop mental. Perhatikan alarm tubuh, Jangan menyangkal bila kita memang sedang butuh pertolongan. Berikut tanda-tanda kita tidak kuat mental dan butuh bantuan profesional:

    1. Tanda fisik: cemas, pusing, jantung sering berdebar-debar, keringat dingin, tegang
    2. Tanda psikologis : sulit tidur, sulit berkonsentrasi sering terbangun malam, menahan marah
    3. Emosi : gampang marah, sering menangis, sensitif
    4. Perilaku : jadi lebih pendiam, murung, tidak mau lagi bersosialisasi

Ketahanan mental seyogyanya kita tempa dan latih terus agar kuat. Hidup ini penuh tantangan yang harus kita taklukkan. Kenali dan penuhi segala hal yang membuat kita mawas dan waras diri. Perbarui terus modal-modal positif agar kita mampu selalu merespon yang terjadi dihidup ini dengan baik.

 

 

Di IP Kalsel “Ada Cinta Step By Step”

Di IP Kalsel “Ada Cinta Step By Step”

Suryanti, ManMedKom IP Kalsel

Alhamdulillah senang rasanya kami sebagai pengurus regional bisa dikunjungi oleh HIMA nasional ditemani teteh nan geulis, teh Reni (ManHumas IIP) dan teh chika (Rektor Institut). Walaupun singkat pertemuan kami, namun peristiwa ini berkesan bagi kami menambah rasa memiliki dan banyaknya insight yang kami dapat selama bersua secara virtual.

Kunjungan teh Chika dan teh Reni ini saya rasakan memberikan banyak arti senang banget rasanya didengarkan dan bahkan saya juga mendapat sebuah hikmah, sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan maka lakukanlah secara bertahap. Dan seneng banget dapat oleh-oleh berupa kejutan dari kunjungan teteh-teteh cantik. Dan inilah kami yang ada dibelakang layar HIMA IP Kalsel, doakan kami di Institut regional ini selalu bisa memberikan yang terbaik dan menebar manfaat untuk mahasiswi maupun regional.

Senang sekali rasanya bisa turut terjun menjadi pengurus di Institut regional KalSel, karena itulah kami semua dengan bangga menorehkan kebahagiaan kami menjadi pengurus Institut regional Kalimantan Selatan tercinta ini.

Sekian cerita sebagian kecil kami menjadi pengurus Institut, semoga teman-teman semua yang menyempatkan membaca pesan bahagia kami ini selalu semangat dan dapat dipermudah langkahnya menjadi pengurus. Karena menjadi pengurus tidak seribet ataupun menakutkan kerjanya. Jika dilakukan semuanya dengan cinta dan step by step kebahagiaan akan memenuhi segala langkahmu dan kalian akan mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa bermanfaat.

Salam manis
Squad Institut Reg. KalSel

Nama : Sena Oktrifani Jabatan :  HIMA IP Kalsel Passion : Main sama anak Kebahagiaan saya menjadi pengurus di HIMA : 💗 Memiliki banyak teman se Indo dan bahkan Luar Indo yang lebih intens 💗 Mendapat banyak ilmu dari training-training khusus untuk pengurus karena lebih intens dan memiliki follow up terhadap training yang telah diadakan oleh IIP.

Temu Online Pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK dengan Tim IIP Pusat : Ada Pengawet Cinta!

Temu Online Pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK dengan Tim IIP Pusat : Ada Pengawet Cinta!

Tak kenal maka tak sayang, mungkin pepatah itulah yang mendasari Tim IIP Pusat untuk datang berkunjung ke WAG Pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK.

Tim IIP Pusat yang datang berjumlah tiga orang, yakni Rektor IIP, Teh Chika ; manmedkom pusat, Mbak Hesti; dan manhumas pusat, mba Reni.

 

Kami sangat senang sekali mendapat kunjungan dari Tim IIP Pusat. Selain saling berkenalan, kami juga berbagi keseruan bagaimana jalannya program pengurus HIMA dan apa saja tantangannya.

 

Program HIMA IIP Payakumbuh-LK alhamdulilah berjalan dengan lancar, dan sudah dilakukan pembaharuan agar para mahasiswa tidak bosan dan dapat belajar lebih banyak hal lagi. Hanya saja tantangannya adalah waktu online yang sangat susah menyamakannya, sehingga semua member HIMA menyepakati bahwa tidak ada istilah basi dalam menanggapi kegiatan di WAG HIMA, karena kami menggunakan “pengawet cinita”… Hihi

 

Dimulai dari teladan para pengurus yang tetap menanggapi walaupun sudah ketinggalan jauh. Akhirnya semua mulai percaya diri utk menanggapi saat luangnya masing-masing. Ada yg bahkan seminggu luring, saat daring tetap menanggapi di wag.

 

Kami pun sepakat tidak ada jadwal kunci grup. Kalau ada yangg mau menanggapi tengah malam bagi yang punya bayi, dipersilahkan saja. Dan dihimbaukan juga bagi para member yg tidak mau terganggu oleh suara notifikasi di malam hari utk silent kan grup. Jadi ga ada alasan utk tak menanggapi.

 

Tidak terasa waktu kunjungan sudah habis, Tim IIP Pusat memberikan sebuah oleh-oleh yang sangat menarik, sebuah ebokk berjudul “Demi Masa : Kisah Inspiratif Bunda Kreatif dalam Manajemen Waktu dan Diri”.

 

MasyaAllah… Membaca judulnya saja sudah memantik diri untuk lebih baik. Banyak kisah inspiratif dalam buku tersebut yang dapat diambil hikmahnya dan di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari kami. Pertemuan dengan Tim IIP Pusat kemarin mengingatkan kami bahwa menjadi pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK adalah suatu kebahagiaan yang luar biasa. Semoga kebahagiaan yang kami dapatkan malam itu bisa awet dengan pengawet cinta dari IIP 😉

 

Profil pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK

Profil pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK

Profil pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK

Profil pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK

Profil pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK

Kunjungan Tim IIP Pusat ke Hima IP Gresik

Pada tanggal 22 Juni 2021 lalu, dapurnya Hima IP Gresik kedatangan tamu istimewa lho. Senang sekali akhirnya ada yang berkunjung ke dapur kami dari non regional Gresik untuk pertama kalinya sejak Hima berdiri awal tahun 2020 lalu. Tamu special itu adalah teh Chika selaku Rektor IIP dan teh Reni selaku ManHumas IIP pusat. Beliau berdua sebagai perwakilan pusat untuk meninjau dan mengobrol langsung lebih dekat dengan kami para pengurus Hima IP Gresik.

Diawali dengan perkenalan karena memang kami belum pernah ngobrol langsung secara personal dengan beliau-beliau. Biasanya kami bertemu hanya di dalam forum besar atau media social umum seperti WAG ataupun di Live2 Instagram maupun facebook. Dilanjutkan dengan Tanya jawab / sharing pengalaman dari tim pusat kepada kami. Rangkuman pembahasannya antara lain:

  1. Bagaimana cara mengaktifkan member baik di Hima maupun non Hima, karena banyak member yg diam setiap ada pengumuman, kabar, dan sebagainya?
    Teh Chika : Poin awal adalah jangan berharap pada member untuk aktif.  Sebab kita tidak bisa berharap semua untuk aktif semua dan partisipasi diharapkan memang muncul dari keinginan diri setiap orang. Poin kedua, dengan menggandeng/mendekati teman-teman lain yang dekat secara personal, minimal sesama pengurus Hima bisa saling meramaikan di grup besar saat ada sesi diskusi dan kegiatan apapun. Berharap dengan adanya energy positif yang ramai asik ceria di grup dapat memancing teman-teman lain untuk ikut berkomentar / berpartisipasi.
    Teh Reni: bahwa sebagai leader/pengurus kita harus happy saat ada woro-woro di grup. Memancing teman-teman untuk sekedar mengeluarkan emoticon atau komen singkat. Contohnya saat sharing info teman-teman diminta untuk mengeluarkan emoticon jempol atau komen singkat bagi yang sudah membaca. Dan pengurus juga terus mensupport dalam meramaikan dan menampakkan kebahagiaan setiap moment di grup.
  1. Untuk tipe orang yang silent reader (memilih untuk menjadi penikmat informasi / tidak berniat untuk sharing/berbagi), apakah dicolek secara personal tidak mengganggu privasinya (takutnya jadi sungkan/tidak enak hati)?
    Ingat kembali ke poin Komunikasi Produktif (KomProd): “I’m Responsible for my Communication Result” jadi apapun hasil pembicaraan yang kita sampaikan adalah tanggung jawab kita sebagai penyampai pesan.
    Menerapkan KomProd ke-2 “Do not assume” : Jangan mengambil kesimpulan bahwa orang yang akan kita colek pasti akan merasa tidak nyaman. Tetap dicoba dulu disapa secara personal, cari tau dulu tentang seseorang itu. Agar saat berkomunikasi dia merasa nyaman untuk mengobrol dengan kita, sehingga nantinya akan mau ikut berpartisipasi/mendukung tiap program yang kita lakukan.
    Kita tidak bisa mengendalikan sesuatu diluar diri kita, yang bisa kita kendalikan adalah diri kita, cara berkomunikasi kita, respon kita terhadap sesuatu. Jadi lebih baik fokus pada koreksi diri & pengembangan diri kita apa yang dilakukan kedepannya, agar lebih enjoy menjalani peran. Belajar menganalisa kesalahan kita dari respon si penerima pesan / feedback dari pendengar. Jangan terbutakan oleh ego, emosi yang tinggi dan nalar yg rendah sehingga sulit menemukan kesalahan kita atau sulit melakukan false celebration.
  1. Kenapa saat ini yang mengikuti kelas perkuliahan semakin sedikit?
    Karena memang IP New Chapter ini member dapat memilih untuk berkiprah dimana (komunitas, hima ataupun Sejuta Cinta) sesuai minat/passion masing-masing.
  1. Cara “nodong” untuk meminta member mau ikut sharing/tampil etis atau tidak?
    Triknya diawali dengan buat program sharing terbuka untuk all member Hima, namun jangkauan sharingnya secara internal dahulu. Program di share di grup dengan membuat slot jadwal dan member bebas mengisi waktunya. Jika sampai batas waktu tertentu ada yang belum respon bisa dicolek japri untuk minta tlong diisi jdwal di grup.
    Respon secara antusias topik yang mau dia bagikan, gali potensinya dan terus motivasi untuk mau berbagi, dimulai dari internal sampai jika berkenan ditawarkan sharing ke eksternal Hima.

Diakhir waktu teh Chika dan teh Reni membagikan oleh-oleh ebook “Demi Masa” yang masya Allah isinya berhubungan sekali dengan peran seorang ibu yang sering merasa kehabisan waktu. Terima kasih atas kunjungan dan pencerahannya tim IIP pusat. Bismillah semoga Hima IP Gresik bisa lebih berkembang lagi dan memberi wadah terbaik untuk para membernya untuk terus belajar, tumbuh dan berkembang. Amiin.

 

Salam,

Tim HIMA IP Gresik