Menebar Kegembiraan Di Rumah Bersama Ananda

Menebar Kegembiraan Di Rumah Bersama Ananda

Bismillahirrahmanirrahim,

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 24 Juli, IP Bogor menyelenggarakan challenge “Gembira di Rumah Bersama IP Bogor”. Di mana para member IP Bogor ditantang berbagi keseruan bersama ananda selama di rumah.

Ya, ketika banyak dari orang tua dan anak yang merasa stres di rumah, pada momen Hari Anak Nasional ini, IP Bogor berharap bisa menyebarkan semangat tetap gembira #DiRumahAja.

Antusiasme member IP Bogor dalam mengikuti tantangan ini begitu terasa. Beragam aktivitas gembira bersama si kecil terdokumentasi begitu apik. Baik berupa foto maupun video. Tawa, riangnya canda, senyum yang terulas menjadi energi tersendiri yang tersaji penuh kehangatan.

Penasaran seperti apa keseruannya? Bisa intip di IG dengan hashtag #FestivalGembiraDirumahIPBogor

Tersedia 16 hadiah menarik sebagai apresiasi untuk para Member IP Bogor ya g turut serta berpartisipasi dalam tantangan ini. Penasaran siapa saja dari partisipan yang berhasil memenangkan tantangan ini? Nantikan pengumumannya di IG IP Bogor ya, @ibuprofesionalbogor (Jangan lupa difollow juga ya, hehehe).

So, tetap semangat walau #DiRumahAja yaa. Tebar energi positif untuk seluruh keluarga Indonesia 💜.

Salam hangat dari Kota Hujan

Siaga Diri Menuju New Normal

Siaga Diri Menuju New Normal

Bismillahirahmanirahim..

Yuhuuu salam semangat dari HIMA Banten..
Haii IP’ers berikut kami membawa reportase kegiatan bermanfaat dari tim HIMA IP Banten.

Sebagai komponen yang mewadahi member IP Banten untuk belajar melalui kelas-kelas yang terstruktur dan punya kurikulum yang kece banget, tim HIMA juga harus selalu kreatif lho untuk menambah pengetahuan para membernya. Sebagai bentuk persiapan menuju new normal di era pandemi Covid-19 ini, HIMA IP Banten pun berinisiatif mengadakan kulwap dengan tema “Siaga Diri Menuju New Normal”. 😍

Narasumber kulwap ini adalah dr. Hilda Wardani, salah satu member IP Banten batch 8 yang sudah berpengalaman di bidangnya. Jadi, kulwap yang diadakan Selasa, 30 Juni 2020 ini membahas persiapan buibu menuju new normal dari sisi kesehatan. Waaaah penasaran kan kayak apa?

Gini ya IP’ers, dalam upaya menyiapkan diri menuju masa new normal yang terpenting adalah menjaga daya tahan tubuh atau dalam istilah medis dikenal dengan imunitas. Jadi dr. Hilda menjelaskan bahwa membentuk imunitas dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan bervariasi, memenuhi kebutuhan cairan, tidak stres, istirahat yang cukup, dan jangan lupa untuk menyempatkan diri berolahraga.

Ketika kita mampu memahami fungsi tubuh maka tidak perlu ada perang obat herbal vs obat. Karena jika kebutuhan dasar tubuh terpenuhi dan kita memahami karakteristik organ tubuh, otomatis sehat .

Dari 5 komponen tersebut, selain makan makanan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan tubuh itu sangat penting lho IP’ers, karena dampak yang ditimbulkan dari kekurangan cairan itu cukup beragam seperti meningkatkan resiko penyakit sembelit, wasir, kram, batu ginjal, infeksi saluran kemih. Selain itu dapat menurunkan stamina, konsentrasi, bahkan kecerdasan juga! Jadi IP’ers, jangan lupa untuk sering-sering minum air putih ya 😉.

Dalam sehari, berapa banyak cairan yang sudah masuk ke dalam tubuh kita? Satu liter kah? Kurang dari satu liter? Atau tidak terhitung? (Maksudnya tidak sempat menghitung😬).

Dalam gambar disebutkan rincian total pengeluaran cairan setiap harinya dari tubuh kita. Yuk kita hitung bersama. Anggaplah, ambil angka terkecil. Maka didapatkan total  400+400+350+150cc = 1.3L

Artinya setiap hari tubuh mengeluarkan minimal 1.300cc cairan dari tubuh. Bila tidak ingin besar pasak daripada tiang, maka minimal jumlah cairan yang diminum adalah sejumlah 1.300cc. Alhamdulillah bila kita sudah minum sebanyak tersebut.

Cairan yang masuk ke dalam tubuh bisa berasal dari banyak sumber. AIR PUTIH merupakan sumber cairan TERBAIK. Bahkan PENGENCER DAHAK TERBAIK adalah AIR. Beberapa keluhan yang kita rasakan, bisa jadi hanya karena kita UTANG MINUM. Jika badan pegel-pegel, hidung tersumbat, badan tidak enak, ngantuk, konsentrasi kurang, dan lain-lain. Bisa jadi memang karena KURANG MINUM 😓. Ada beberapa keluhan yang penanganannya cukup dengan cara pemenuhan kebutuhan cairan yang lebih banyak daripada normal. Tanpa obat.

Yuk kita hitung berapa seharusnya jumlah yang kita minum setiap harinya. Ada banyak rumus penghitungan, dalam gambar diberi contoh Tiga Rumus kebutuhan cairan selama 24 jam.

Misalkan dengan berat badan 50 kg, maka :

Rumus 1 : kita ambil terendah yaitu 30cc x 50kg = 1500cc

Rumus 2 :

10kg awal x100= 1000

10kg kedua × 50 = 500

30kg (sisanya) x 20 = 600

Total 2.100 cc

Rumus 3 :  50cc x 50kg = 2500cc

Apakah minum kita sudah sejumlah tersebut?

Naah IP’ers selain memberikan metari, dr Hilda juga memberikan waktu untuk para member yang ingin bertanya. Dalam kulwap tersebut, antusias dari member HIMA IP Banten cukup tinggi. Terlihat dari banyaknya member yang ingin bertanya. Serunya lagi, ada juga member IP yang justru curhat karena males minum atau jadi sering buang air kecil kalo kebanyakan minum. IP’ers, ada yang begitu juga? 😁

Lalu dr. Hilda pun memberikan challenge kepada seluruh peserta kulwap untuk mencari ide kreatif, bagaimana agar tidak lupa minum dan menentukan jadwal minum air putih supaya kebutuhan cairan tubuh bisa terpenuhi.

Banyak ide yang disampaikan oleh para member. Ada yang menyarankan menggunakan botol yang jelas ukuran liternya, ada juga yang menyarankan menggunakan alarm untuk jadwal minum, ada lagi saran lainnya berupa mengikuti jadwal waktu sholat untuk minum 2 gelas air putih. Nah, jadi dapet inspirasi juga kan bagi IP’ers yang suka lupa minum air putih 😊.

Sebagai penutup kulwap, dr. Hilda memberikan pesan agar kita selalu menjaga konsumsi minum kita dan berharap apa yang beliau sampaikan dapat menjadi salah satu bekal dalam membentuk imunitas diri dan keluarga terutama dalam kondisi saat ini.

Luar biasa ya IP’ers! Benar-benar bermanfaat banget deh apa yang disampaikan oleh dr. Hilda. Semoga bisa kita praktekkan ya.

 

 

Sampai jumpa dan terima kasih

Salam hangat dari kami HIMA Banten……

 

Berbagi Ilmu selama Pandemi bersama IP Tangsel

Berbagi Ilmu selama Pandemi bersama IP Tangsel

Hi bunda,

Selama Pandemi Covid-19, siapa yang selalu bersemangat mengikuti kelas online?

Komponen Institut IP Tangsel juga mengadakan kelas online dengan topik yang relevan dengan perubahan gaya hidup selama Pandemi Covid-19. Apa saja ya kegiatannya?

Kulwap dengan tema Food Preparation

Pandemi memberikan kesempatan belajar untuk banyak orang, termasuk para ibu. Pandemi mengajarkan kita untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada. Sebagai manajer keluarga, Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan perubahan di rumah. Salah satu perubahan yang harus dijalani hampir sebagian besar ibu adalah menyediakan makanan rumahan.

Melihat kebutuhan tersebut, komponen institut IP Tangsel menyelenggarakan kelas online tentang Food Preparation. Kami berkolaborasi dengan narasumber dari IP Tangerang Kota, seorang ahli gizi bernama Shabrina Lestari. Kami mendapat banyak ilmu baru tentang cara menyimpan bahan makanan dengan tepat, mengelola bahan makanan agar tidak banyak terbuang dan perlunya memperhatikan keamanan makanan yang kita olah.

Ternyata, Indonesia merupakan salah satu negara dengan sampah makanan terbesar di dunia. Rasanya sedih mendengar fakta tersebut. Pasti, salah satu penyumbangnya adalah sampah makanan dari rumah kita. Food Preparation dapat menjadi sarana kita untuk belajar menakar kebutuhan bahan makanan di rumah, sehingga kita tidak sering menimbun bahan makanan yang dapat berakhir di tempat sampah.

Melalui kegiatan ini, kami mendapat ilmu bahwa ternyata setiap bahan makanan memiliki cara dan masa penyimpanan yang berbeda. Misal, beberapa jenis bumbu dapur perlu disimpan di freezer, beberapa jenis sayuran perlu direndam dengan air, dsb. Pasti, topik ini begitu menarik buat para ibu yang harus bisa menyediakan masakan rumahan di meja makan selama Pandemi ini.

Sharing is Caring dengan tema Seni Berbicara Lewat Media Daring

Perubahan lain yang kita rasakan selama Pandemi ini adalah perubahan media belajar. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berbagi ilmu melalui media daring. Beberapa mahasiswi komponen Institut IP Tangsel berkesempatan menjadi narasumber dalam berbagai aktivitas online. Untuk itu, kami mengadakan kegiatan sharing is caring dengan topik Seni Berbicara lewat Media Daring. Kami mengundang narasumber yang merupakan mahasiswi kelas matrikulasi batch 8, seorang MC profesional bernama Bintang Cahya.

Meski berbicara lewat media daring, ternyata kita perlu punya strategi lho. Ada beberapa tantangan yang kita hadapi saat berbicara secara virtual seperti keterbatasan interaksi, body language, fokus, dan beberapa kendala teknis seperti sinyal, suara yang tumbuh tenggelam, dan visual yang tidak jelas. Kita perlu mempersiapkan strategi saat menghadapi kendala teknis tersebut.

Saat berbicara melalui media daring, mb Bintang memberikan tips bahwa kita perlu mempersiapkan 3V faktor komunikasi, yaitu Vokal, Visual, dan Verbal. Agar materi yang disampaiakan dapat ditangkap oleh pendengar, maka kita perlu menggunakan vokal yang jelas baik itu suara yang dapat didengar, artikulasi yang jelas, dan pemilihan intonasi yang tepat.

Meski interaksi dengan pendengar terbatas, kita tetap perlu menjaga ekspresi wajah kita agar tetap menarik salah satunya dengan menganalogikan kamera sebagai mata pendengar sehingga eye contact tetap terjaga. Terakhir, agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas, gunakan teknik 3 golden rules. Kita sebaiknya memberikan 3 poin dalam setiap pokok bahasan, karena ini merupakan range yang paling efektif untuk diingat manusia.

Jangan lupa, lakukan persiapan dan latihan agar dapat memberikan yang terbaik kepada para pendengar. Ingat, mereka sudah bersedia memberikan waktunya untuk mendengar apa yang akan kita sampaikan.

Salam,

At Tachriirotul M.

ManMedkom HIMA IP Tangsel

Kegiatan IP Jember Raya on juli 2020

Kegiatan IP Jember Raya on juli 2020

Bismillahirohmanirohim …

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh ..

Apa kabar IPers tercinta? Semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin

Dalam rangka melepas rindu setelah libur Ramadhan dan lebaran, kami dari pengurus Ibu Profesional Jember Raya mengadakan acara Halal bi Halal dikalangan pengurus dan diikuti oleh beberapa mahasiswa matrikulasi # 8,yang bersedia menjadi wakil untuk menghadiri acara tersebut.

Tujuan dari Halal bi halal sendiri adalah untuk mempererat tim IPJR dan mendengarkan aliran rasa dari para mahasiswa yang telah bergabung bersama keluarga besar Ibu profesional. Karena acara diadakan dibulan juli,yang mana wabah covid -19 masih berlangsung, maka kegiatan kali ini kami laksanakan dengan menggunakan aplikasi Zoom, pada hari sabtu, tanggal 11 Juli jam 10-11 WIB.

Rencana awal kami mengundang Bunda Yesi Dwi Fitria selaku ketua komunitas,namun dikarenakan ada kendala teknis saat pelaksanaan maka untuk motivasi kepada tim digantikan oleh bunda Rusna Meswari selaku sekretaris regional ibu profesional jember  raya,yang biasanya kami memanggil dengan bunda Una.

Bunda Una menyampaikan beberapa hal yaitu, sebagai keluarga besar ibu profesional telah menjadi keharusan bahwa kita wajib memantaskan diri untuk menjadi lebih baik, dan semangat untuk menjadi versi terbaik diri kita sesuai dengan keluarga kita, bukan sesuai dengan keluarga orang lain. Setiap orang memiliki versi terbaik diri dan itu harusnya cukup sebagai motivasi kita untuk menjadi lebih baik setiap harinya. 

Bunda Una juga menyampaikan bahwa di Ibu Profesional dia menemukan jati diri terbaiknya, dan meminta teman-teman ibu profesional lebih semangat lagi dalam menebar kebaikan-kebaikan yg akan diadakan oleh ibu profesional jember raya.

Selama bulan juli, selain kegiatan halal bi halal, TIM sejuta cinta IPJR juga menyelenggarakan kegiatan rutin mingguan, yaitu membagikan nasi bungkus setiap hari jumat, dengan dikoordinir oleh salah satu anggota sejuta cinta. Minggu pertama di awali oleh bunda leli yang menyediakan nasi bungkusnya,yang mana nasi tersebut akan dibagikan dilingkungan rumah bunda leli.

Kegiatan tersebut dilakukan setiap minggu dihari jumat, dan dibagikan kepada para tukang becak, kaum duafa dan lain-lain.

itulah kegiatan kami selama bulan juli ini, kami berharap semoga kegiatan-kegiatan ini bisa berjalan dengan baik kedepannya dan memberikan inspirasi kepada seluruh ibu profesional dimanapun berada 

Terima kasih

Waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh ..

 

(more…)

Hak Anak Itu, Ya Bermain!

Hak Anak Itu, Ya Bermain!

*Ditulis oleh mbak Gina Hendro, Tim Media Komunikasi IIP

“Ketika bermain, sesungguhnya anak sedang belajar. Belajar bagaimana caranya belajar” (Fred Donaldson)

Bagi anak, kegiatan bermain merupakan proses pembelajaran tentang dirinya, orang lain dan lingkungannya. Melalui bermain, anak anak bebas berimajinasi, mengeksplorasi kemampuan diri, melepaskan emosi dan berkreasi sesuka hati. Dengan kata lain, bermain adalah keseluruhan aktifitas yang menyenangkan untuk membantu anak mencapai perkembangan yang utuh baik fisik motorik, intelektual (kognitif), moral, sosial dan emosional (afektif)

Menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak-anak memainkan peran aktif didalam menyusun pengetahuannya mengenai realitas. Anak tidak pasif menerima informasi. Proses berfikir dan konsepsi anak mengenai realitas telah dimodifikasikan oleh pengalamannya dengan dunia sekitar, serta kemampuan menginterprestasikan informasi yang ia peroleh dari pengalaman.

manfaat bermain

Menurut Catron dan Allen, bermain mendukung perkembangan sosial, interaksi sosial dengan teman sebaya atau yang lebih tua dan muda, kerja sama, menghemat sumber daya dengan menggunakan benda benda yang ada secara tepat dan peduli terhadap orang lain dengan cara memahami perbedaan.

Meskipun bermain dapat dilakukan seorang diri, namun bermain bersama memiliki lebih banyak keuntungan bagi perkembangan anak. Bermain dengan teman lebih tua, anak akan belajar melalui mengobservasi dan mencontoh. Bermain dengan teman lebih muda, membuat anak akan belajar mengayomi, menjaga dan memimpin. Sedangkan bermain dengan teman sebaya menjadikan anak belajar menjalin interaksi dan bersahabat.

Pada akhirnya, perkembangan sosial anak paling mudah dibentuk melalui kegiatan bermain bersama, hal ini tidak bisa didapatkan dari bermain sendiri di dalam rumah atau bermain melalui gawai.

Menurut Psikolog Hurlock, bermain adalah kegiatan yang dilakukan dengan sukarela untuk kesenangan dan tanpa memikirkan hasil akhir. Hal ini tentu saja menjadi pembeda dengan kegiatan bekerja yang mengutamakan hasil akhir.

*

pentingnya bermain

Untuk diketahui bersama, berdasarkan Konvensi Hak Anak-Anak PBB, anak-anak mempunyai 10 (sepuluh) hak yang harus diberikan, salah satunya hak bermain. Sangat diharapkan agar keluarga dapat berupaya sedemikian rupa untuk memenuhi hak anak secara wajar.

Bermain adalah hak anak. Hak ini kerap terlupakan karena dianggap tidak penting. Padahal, dari bermain orang tua akan melihat perkembangan anak. Bermain merupakan suatu kegiatan yang bersifat intrinsik, sudah melekat pada anak dengan sendirinya. Sejak bayi, perilaku ini sudah muncul dalam bentuk memainkan tangan atau benda-benda di sekitarnya.

Sayangnya, bagi kebanyakan orang, kegiatan bermain sering dianggap tidak bermanfaat. Banyak orangtua melarang anak-anaknya bermain dengan alasan bermacam-macam. Takut bajunya kotor, takut terkena kuman, takut hitam, hingga takut anaknya tidak menjadi pintar karena kebanyakan bermain. Anggapan keliru dan pengabaian semacam ini tentu berdampak negatif bagi anak. Larangan bermain semacam ini bahkan bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hak anak karena bermain itu penting dan termasuk hak anak.

Bermain menjadi modal tepat untuk kecerdasan intelektual maupun emosional. Mengutip Piaget dan Vygotsky, kegiatan bermain akan memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar dan mempraktikkan keterampilan hidup (life skill)

Bermain sebagai kegiatan yang menyenangkan menjadi cara paling utama bagi anak mempelajari berbagai hal. “Selain menyenangkan, bermain memiliki berbagai manfaat untuk perkembangan anak, baik dalam aspek fisik-motorik, kognitif, maupun sosial-emosional (afektif).

tujuan bermain

Saat anak sedang mau bermain, biarkan mereka bermain dan jangan cemas berlebihan. Beri kesempatan kepada anak untuk bermain, sehingga orangtua tahu perkembangan anak.

Dengan bermain, anak belajar estimasi, mengembangkan pola kognitif, konsep dalam hal pola hidup, toleransi, mengenal aturan, serta bertenggang rasa. Bermain akan membuat nilai-nilai tersebut lebih masuk dan meresap dalam diri anak.

Anak dengan motorik halus yang baik akan menulis dengan baik menggunakan tangannya. Lain halnya jika anak bermain kejar-kejaran, ia sedang memperkuat motorik kasar.

Saat anak menjatuhkan bola dan telur misalnya, mereka akan menemukan hal-hal baru. Bola akan melenting saat dilemparkan ke lantai, sedangkan telur malah akan pecah. Dari hal ini, anak menjadi tahu sesuatu yang baru dengan mencoba.

Prinsipnya, bermain itu harus spontan dan menyenangkan, tidak membuat anak jemu dan sebal dengan permainan yang dilakukan. Bila anak lebih senang mencari ikan kecil di sungai daripada di kolam, perbolehkan mereka untuk terap bermain. Tentu dengan selalu memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan.

Patut diingat, bahwa kegiatan bermain sebaiknya dimulai tanpa paksaan, tidak ada aturan yang mengikat selain kesepakatan yang telah disepakati bersama dan anak anak terlibat secara aktif.

Bermain bersama merupakan salah satu cara agar anak berkembang menjadi pribadi yang dapat diterima di masyarakat melalui belajar memahami perbedaan, belajar berkompromi, belajar mematuhi aturan dan bekerja sama.

Mengingat begitu banyaknya manfaat bermain, mari Ayah dan Bunda temani dan berikan kebebasan kepada anak-anak untuk bermain serta bereksplorasi.

Selamat Hari Anak.

PIJAR #2: Semua Anak adalah Juara

PIJAR #2: Semua Anak adalah Juara

Apa kabar Perempuan Pembelajar?

Sudah tahu tentang event dari Institut Ibu Profesional menyambut Hari Anak 2020? Kalau  belum boleh lo tengok di postingan #AnakGembiraDiRumahAja. Cepetan tengok, biar nggak ketinggalan informasi dan mumpung masih bisa ikutan. Siapa tahu aja teman-teman yang  beruntung dan bisa mendapatkan bingkisan menarik dari IIP. Untuk pengumuman pemenangnya sendiri akan diumumkan pada acara puncak Hari Anak Nasional 2020,  kapan dan di mana?

Berikut ini informasi lengkapnya:

Tepatnya pada hari Jum’at, 24 Juli 2020, akan diadakan PIJAR (Pengalaman Ibu Pembelajar) Sesi #2, yang mengambil tema Semua Anak adalah Juara. Insya Allah akan berlangsung dari pukul 10.00 – 11.00. Tayang secara live di Akun Instagram Official IIP @institut.ibuprofesional. Sudah follow kan? Yang belum cuzz segera follow!

Jika pada PIJAR #1 kita sudah belajar tentang A Home Team bersama mbak Ressy Laila Untari Ningsih, kini kita akan mengulik pengalaman dari mbak Ratna Palupi, Widyaiswara Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Pastinya ibu pembelajar yang satu ini juga keren dan  hebring. Pengalaman mbak admin bertemu beliau sih, kocak, rame, dan cerdas. Hmm, kira-kira akan seperti apakah IG Live hari Juma’t besok?

Pasti sudah nggak sabar ya menantinya?

Berkenalan dengan Mbak Ratna Palupi

Namun sambil menanti hari Jum’at tiba, boleh yuk kita kenal lebih dekat dulu dengan narasumber kita. Mbak Ratna Palupi berdomisili di Yogyakarta. Kiprahnya di Ibu Profesional tidak main-main. Dari 2016 – 2018, beliau memegang peran sebagai Manajer Keuangan IP Yogya, lalu lanjut menjadi Leader IP Yogya dari Januari 2018 – Desember 2019. Tidak hanya itu, mbak Ratna pun aktif menjadi fasilitator atau yang kini lebih akrab disebut sebagai Widyaiswara sejak tahun 2017. Dari menjadi fasilitator Matrikulasi sampai dengan Kelas Bunda Sayang pernah dijalani. Pasti sudah terbayangkan bukan mutiara pengalaman yang beliau miliki?

Mbak Ratna mengatakan bahwa dirinya adalah seseorang dengan bakat developer yang tinggi. Kebahagiaan beliau akan muncul ketika bisa membantu orang lain menjadi lebih maju dan lebih baik. Masya Allah mulia sekali hatinya. Menurut mbak Ratna, dengan bakat developer tersebut, menjadi fasilitator semakin membuat matanya berbinar-binar. Bahkan beliau banyak menemukan Aha moment di setiap sesi fasilitasi yang dia lakukan

.

Belajar menjadi fasilitator yang baik adalah salah satu ketrampilan yang mbak Ratna Palupi tuliskan dalam Peta Belajar saya pada tahun 2020 ini. Bahkan  mbak Ratna sampai mengikuti beberapa workshop tentang bagaimana menjadi fasilitator dan coach saya untuk merealisasikan impian  tersebut. Demi menggenapkan ilmu memfasil ini di IIP, setelah mbak Ratna seleh dari peran di komunitas IP, beliau memutuskan untuk fokus di keranjang Institut agar bisa terus belajar dan belajar.

Menjadi fasilitator adalah cara belajar yang paling efektif untuk saya. Learning by teaching. Dengan sharing dan mengajarkan kembali, saya meremidikan diri dan semakin memahami materi
yang saya sampaikan. Selain itu, menjadi fasilitator adalah salah satu bentuk saya mengambil peran di komunitas, agar saya terus bergerak dan menebar manfaat. (Ratna Palupi)

Wah, inspiratif sekali ya profil dan portofolio mbak Ratna? Semakin penasaran pastinya dengan keseruan PIJAR #2: Semua Anak adalah Juara. Jadi mulai malam ini segera lingkari kalender, pasang alarm, jangan lupa jam 10 pagi stay tune di akun instagram official @institut.ibuprofesional. Masih ada waktu juga untuk ikutan lomba fotonya… cuzz segera upload di IG yaa!

Sampai jumpa, IPers!