Pengasuhan Positif untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Pengasuhan Positif untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

HIMA Jakarta kembali mengadakan acara COBEK#5 (Curhat Orang Berbakat, Enerjik, dan Keren) pada hari Sabtu, 13 Maret 2021. Tema yang diangkat pada COBEK#5 adalah mengenai pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam rangka Hari Down Syndrome yang diperingati pada 21 Maret.

HIMA Jakarta mengundang dua orang narasumber: Dewi Andriyani, S.Psi., guru ABK dan Finalita Sufianti, orang tua dengan anak disleksia. Mereka berdua merupakan mahasiswi bunda produktif#1. Acara ini diadakan melalui platform Zoom dan dipandu oleh Talitha Rahma, mahasiswi bunda sayang#6. Mau tahu bagaimana keseruan acara ini? Yuk langsung saja kita intip isinya.

Sebelum acara berlangsung, panitia membagikan ringkasan materi ke grup WhatsApp COBEK#5. Para peserta sangat antusias memberikan pertanyaan untuk narasumber di ruang obrolan WhatsApp. Ruang Zoom dibuka oleh host pada pukul 09.45 WIB dan acara dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB.

Di awal acara, Dewi Andriyani menjelaskan bahwa pada umumnya setiap individu memiliki 6 kemampuan: 1). sikap dan perilaku; 2). keterampilan bergerak; 3). bahasa dan bicara; 4). sosial dan emosional; 5). kemandirian; dan 6). kecerdasan. Semua kemampuan tersebut harus diamati bersamaan dengan tumbuh kembang anak (deteksi sejak dini). Apakah ini akan berkembang sesuai tahapan atau terdapat penyimpangan. Jika mengalami penyimpangan atau hambatan, maka bisa terjadi dua kemungkinan:

  1. Anak lambat berkembang (ALB), ketika terhambat 1 atau 2 aspek perkembangan dari tingkat umur dan perkembangan anak pada umumnya.
  2. Anak berkebutuhan khusus (ABK), ketika terhambat >2 aspek perkembangan dan lebih dari 1 tingkat umur.

Anak berkebutuhan khusus (ABK) biasanya mengalami beberapa hambatan perkembangan, salah satunya gangguan belajar yang terbagi menjadi 2 jenis:

  1. Bersifat developmental, berhubungan dengan perkembangan (gangguan motorik, persepsi, komunikasi, dan penyesuaian perilaku sosial).
  2. Bersifat akademik (khusus), menunjuk pada adanya kegagalan pencapaian prestasi akademik sesuai dengan kapasitas yang diharapkan (penguasaan keterampilan bahasa, membaca, mengeja, menulis, dan matematika). Selanjutnya, gangguan belajar bersifat akademis memiliki beberapa klasifikasi:
  1. Disphasia, adalah anak yang mengalami kesulitan berbahasa verbal, berbicara, dan berbagai kekurangan bahasa
  2. Disleksia, adalah anak yang mengalami kesulitan membaca termasuk tidak mampu mengeja
  3. Disgraphia, adalah anak yang mengalami kesulitan menulis (penyimpangan kelancaran verbal dan menyatakan pikiran dalam bentuk tulisan)
  4. Diskalkulia, adalah anak yang mengalami ketakmampuan untuk berfikir kuantitatif/berhitung

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah seseorang termasuk berkebutuhan khusus atau tidak? Berikut ini terdapat beberapa gejala yang bisa diamati pada anak balita, anak yang lebih dewasa, ataupun remaja dan dewasa.

A. Gejala pada balita.

  1. Lambat bicara dan perkembangan kosakata yang sedikit dibandingkan dengan anak seumurannya;
  2. Bermasalah dalam pengucapan;
  3. Kesulitan belajar alfabet, angka, bentuk, dan warna;
  4. Kesulitan mengikuti petunjuk atau instruksi;
  5. Kesulitan kemampuan motorik;
  6. Mudah terganggu;
  7. Masalah dengan interaksi sosial.

B. Gejala pada anak yang lebih dewasa.

  1. Lambat untuk mempelajari suara-suara asosiasi;
  2. Konstan melakukan kesalahan ketika membaca, menulis, atau mengeja;
  3. Kesulitan dan kebingungan dalam tanda aritmatika matematika (seperti tanda x dan +);
  4. Lambat untuk belajar keterampilan baru;
  5. Tidak menyadari akan bahaya (resiko);
  6. Miskin konsentrasi;
  7. Membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan teman sebaya nya untuk pelajaran sekolah atau pekerjaan rumah;
  8. Terbalik atau susah untuk memahami huruf seperti p dengan q, b dengan d, s dengan z;
  9. Menghindari membaca dengan suara keras;
  10. Tulisan tangan yang jelek;
  11. Kesulitan untuk berteman;
  12. Nilai akademik jelek.

C. Gejala yang ditampilkan remaja dan dewasa.

  1. Menghindari membaca dan menulis tugas;
  2. Salah membaca sesuatu, salah mengeja;
  3. Bekerja secara perlahan;
  4. Bermasalah dengan konsep-konsep abstrak;
  5. Bermasalah pada ingatan, misalnya mudah lupa.

Pemaparan yang disampaikan dua orang narasumber ini tidak hanya berhenti di ruang Zoom. Karena keterbatasan waktu, maka diskusi ini masih berlanjut di dalam grup Whatsapp. Berikut ini ada beberapa tanya jawab di dalam grup COBEK#5.

Selanjutnya, apakah ABK bisa disembuhkan?

Finalita Sufianti mengatakan bahwa disleksia bukanlah suatu penyakit. ABK bukan penyakit, melainkan kelainan fungsi neurologis yang akan disandang oleh seseorang seumur hidup. Mungkin beberapa dokter memberikan terapi farmakologis seperti obat dari golongan metilfenidat untuk anak attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) supaya mudah konsentrasi.

Lalu, apa pertolongan yang bisa diberikan pada ABK?

Finalita Sufianti menjelaskan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menolong ABK berdasarkan pengalaman pribadinya. Pertama, ABK harus segera dibantu tenaga ahli untuk menjalankan terapi. Kedua, Orang tua perlu bertemu dengan ahlinya untuk membantu mengintervensi kondisi anak. Ketiga, ABK membutuhkan metode pengajaran yang berbeda dibandingkan anak lainnya, misalkan dengan mengatur jenis font atau memodifikasi kegiatan. Keempat, Orang tua perlu melakukan koping strategi untuk mengelola stres yang dialaminya, yaitu dengan melakukan self management, menemui ahli, dan mencari support system yang baik. Kelima, Jangan selalu membantu ABK, biarkan anak belajar mandiri. Insya Allah dengan begitu, ABK akan bisa mandiri dan bersosialisasi dalam kehidupan biasa.

Apabila anak sering tidak mendengar instruksi yang diberikan dan terkadang seperti tidak mendengar jika dipanggil, apa yang harus dilakukan?

Menurut Dewi Andriyani, hal yang dapat dilakukan adalah cek masalah pendengaran anak dengan tes Brain Evoked Response Auditory (BERA). Selanjutnya, konsultasi ke terapis tumbuh kembang untuk terapi wicara. Jika sudah mengalami kesulitan bicara, maka bisa dilakukan terapi speech delay.

Bagaimana cara menstimulasi anak 4 SD (10 tahun) yang sangat kesulitan belajar matematika, terutama soal cerita dan perhitungan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari?

Coba amati permainan yang disukai anak, misalnya lego atau mobil-mobilan. Lalu, amati seperti apa gaya belajar anak. Untuk anak visual kinestetik dapat menggunakan media. Kemudian menentukan kata kunci pada soal, misalnya “dibagi rata” untuk pembagian, “total jumlah “untuk penjumlahan, dan “selisih” untuk pengurangan. Dari kata kunci tersebut anak bisa menentukan koping strategi untuk sebuah soal. Intinya, kita sebagai pendamping harus menggali dulu metode belajarnya seperti apa, mencari kata kunci pada soal cerita, dan mendampingi terus ketika belajar. Jangan sampai membuat anak stress. Setiap mau belajar, anak ditanya dan dibuat target mau menyelesaikan berapa lembar soal. Jika anak sudah tidak mau mengerjakan, maka disudahi saja. Jangan sampai anak merasa jenuh karena setiap anak ada kapasitasnya. Utamakan kewarasan dan kebahagiaan anak. Begitulah tips yang dibagikan oleh Finalita Sufianti.

Apa yang bisa dilakukan ketika anak 7 tahun masih sering terbalik menulis angka 2,3,5,6,7,9 dan huruf b & d sesekali? Kondisinya anak membaca cukup lancar, tulisannya sesuai mood bagus tidaknya, sedikit kurang fokus, hafalannya lumayan kuat.

Bisa dilatih menggunakan pendekatan multisensori seperti mengenalkan angka-angka dengan lilin plastisin, pasir, sand paper, atau media lainnya. Bisa juga menggunakan metode Montessori.

Di Montessori, huruf yang memiliki bentuk dan suara yang mirip diajarkan secara terpisah. Jika kondisinya sudah lancar membaca, bisa diajarkan berulang untuk fokus ke kata yang memiliki huruf “b” tanpa adanya huruf “d”. Jika sudah lancar tanpa salah, bisa dilanjutkan ke kata yang memiliki huruf “d”. Selanjutnya, bisa juga diulang-ulang untuk bunyi fonetik dari hurufnya.

Pendamping juga bisa melakukan observasi, dimanakah posisi pendamping setiap mencontohkan angka kepada anak? Di samping atau di depan? Sebaiknya pendamping berada di sebelah tangan dominan anak ketika mengajarkan angka. Apabila berada di depan anak, mereka akan melihat gerakan tangan ketika menuliskan angka secara terbalik.

Jika anak tidak melalui fase merangkak ketika bayi, apakah bisa menjadi penyebab disleksia?

Finalita Sufianti mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu rumor yang beredar di masyarakat Indonesia. Berikut ini merupakan beberapa rumor mengenai disleksia menurut Asosiasi Disleksia Indonesia (ADI):

  1. Disleksia disebabkan karena tidak merangkak;
  2. Diagnosis disleksia itu hanya ‘mengada-ngada’;
  3. Disleksia itu hanya perkara sulit membaca, menulis, dan berhitung (calistung) saja;
  4. Disleksia itu karena anaknya bodoh, malas, dan tidak ada motivasi;
  5. Disleksia menular;
  6. Disleksia bisa minum obat tertentu supaya sembuh.

“Setiap anak itu unik. Allah tidak menciptakan produk gagal. Fitrahnya manusia yaitu saling menyayangi dan melengkapi, tidak membedakan normal atau tidak normal. Kurva itu seimbang jika ada plus dan minus.” Dewi Andriyani.

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda

Cancer Education for Mom

Cancer Education for Mom

HIMA Jakarta Kembali mengadakan acara COBEK#4 (Cerita Orang Berbakat, Enerjik, dan Keren) pada hari Jumat, 12 Februari 2021. Tema yang diangkat pada COBEK kali ini mengenai edukasi kanker dalam rangka Hari Kanker Sedunia yang diperingati pada 4 Februari. HIMA Jakarta mengundang salah satu mahasiswi bunda sayang#6 yang merupakan seorang dokter sebagai narasumber, dr. Intan Farida Yasmin, M.Sc, DIC. Acara ini diadakan di Telegram HIMA Jakarta dan dipandu oleh Ratih Nurlita Inaya. Mau tahu bagaimana keseruan diskusi ini? Yuk langsung saja kita intip isinya.

Sebelum acara berlangsung, dr. Intan memberikan ringkasan materi ke Telegram HIMA Jakarta dan mendapatkan respon yang sangat positif dari teman-teman HIMA Jakarta. Antusiasme peserta yang tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan ramainya ruang obrolan telegram selama diskusi berlangsung.

Pembicara menyampaikan bahwa kanker adalah kondisi penyakit ketika sel abnormal memperbanyak diri dan menyebar ke jaringan lain secara tidak terkendali yang karena mutasi atau perubahan genetik (DNA). Mutasi bisa diturunkan dari orang tua (keturunan), terjadi dengan sendirinya karena kesalahan pembelahan sel, atau paparan agen lain dari lingkungan seperti: radiasi UV, bahan kimia, rokok, dan sebagainya.

Sel kanker sudah tidak berfungsi seperti sel normal, tetapi tetap mengambil suplai nutrisi dan oksigen untuk terus tumbuh mendesak sel-sel normal serta dapat menyebar ke jaringan sekitarnya (invasif). Normalnya, sel yang sudah tua atau tidak berfungsi akan mati atau dimatikan oleh sel imun. Namun, pada sel kanker yang terjadi adalah terus menerus tumbuh tanpa kendali, bahkan dapat menghindari penghancuran oleh sel imun.

Kanker bukan penyakit yang muncul tiba-tiba karena termasuk penyakit kronik yang membutuhkan waktu panjang untuk menimbulkan gejala atau keluhan. Di Indonesia, jenis kanker yang banyak ditemui pada orang dewasa adalah kanker payudara, leher rahim, ovarium, colorectum, tiroid, paru-paru, jantung, nasofaring, dan prostat. Sedangkan pada anak-anak (<18 tahun) adalah leukimia dan retinoblastoma.

Mencegah tentu lebih baik dari daripada mengobati. Karena ada faktor risiko kanker yang dapat diubah (gaya hidup, pola makan, dan berhenti merokok) atau tidak dapat diubah (jenis kelamin, usia, dan genetik). Pencegahan kanker dapat dimulai dengan menerapkan gaya hidup dengan CERDIK:

Cek kesehatan secara berkala
Enyahkan asap rokok dengan menghindari paparan asap rokok
Rajin aktivitas fisik
Diet sehat dan seimbang (pola makan)
Istirahat cukup
Kelola stress

Gejala awal kanker sering tak dikenali. Sebab gejalanya mirip dengan ciri-ciri penyakit umum. Kita wajib WASPADA jika merasakan gejala seperti ini:

Waktu buang air besar atau kecil dan perubahan kebiasaan atau gangguan
Alat pencernaan terganggu dan susah menelan
Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor)
Andeng-andeng (tahi lalat), yang berubah sifatnya menjadi besar dan gatal
Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh
Adanya koreng atau borok yang tidak mau sembuh-sembuh

Poin-poin di atas merupakan cuplikan materi yang disampaikan oleh dr. Intan. Baru cuplikannya saja sudah banyak banget ilmu yang didapatkan nggak sih? Begitulah teman-teman, COBEK#4 ini materinya memang “daging“ banget. Nah, selanjutnya kita simak yuk beberapa QnA dari banyaknya pertanyaan menarik yang disampaikan oleh para peserta.

Bagimana cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk ibu menyusui?
Pada saat menyusui, secara normal payudara akan membesar karena kelenjar-kelenjar yang memproduksi ASI mengalami pembesaran. Pemeriksaan SADARI sebaiknya dilakukan saat payudara kosong atau terasa kempes, misalnya ketika siklus menstruasi hari ke-7 sampai hari ke-10. Jika dicurigai terdapat benjolan yang tidak biasa dan tidak hilang meski setelah payudara kosong, sebaiknya diperiksakan ke dokter. Biasanya diperlukan pemeriksaan lain seperti USG untuk mengetahui benjolan tersebut dengan lebih jelas, apakah hanya pembesaran kelenjar asi atau sumbatan kelenjar (tumor).

Untuk wanita yang menderita kanker payudara, apakah masih bisa tetap memberikan ASI pada anak?
Jika pasien sudah didiagnosis kanker payudara (tumor ganas) stadium awal, maka biasanya dilakukan pengambilan semua jaringan payudara beserta kelenjar limfe nya. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran sel kanker ke jaringan dan organ lain yang dapat memperburuk kesehatan pasien, bahkan meningkatkan risiko kematian. Akibatnya, payudara yang terkena kanker kemungkinan besar tidak bisa digunakan untuk menyusui. Namun, pasien tersebut masih bisa menyusui dengan payudara satunya jika sehat dan terbebas dari kanker.
Apabila tumornya jinak, cukup bagian tumornya saja yang diambil, tidak harus semua jaringan payudara. Jika kondisinya seperti ini, maka masih sangat memungkinkan untuk menyusui selama kelenjar ASI nya masih ada.

Kapan sebaiknya dilakukan vaksinasi HPV (Human papillomavirus)?
Pada tahun 2020, kasus kanker cervix (leher rahim) pada wanita Indonesia menempati peringkat kedua setelah kanker payudara. Vaksinasi HPV merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker cervix. Di negara maju, program vaksinasi ini berhasil menekan angka kejadian dan kematian yang disebabkan kanker cervix. Sebaiknya vaksinasi dilakukan sebelum menikah atau sebelum melakukan hubungan seksual.

Apabila orang tua pernah menderita kanker, apakah anak keturunannya juga bisa mengalami hal yang sama?
Jika terdapat riwayat kanker pada keluarga inti, maka keturunannya juga ada faktor risiko mengalami hal serupa. Namun, bukan berarti pasti terjadi. Banyak faktor eksternal lainnya yang juga bisa berkontribusi memicu kanker, seperti: pola hidup sehat, pola makan, paparan radiasi, dan bahan kimia. Apabila terdapat riwayat kanker pada keluarga, maka sangat disarankan untuk memilki gaya hidup yang lebih sehat dan rutin melakukan kontrol kesehatan.

Apakah pasien bisa sembuh total setelah mengidap kanker?
Bisa. Jika deteksi kanker dilakukan sedini mungkin sebelum menyebar dan dilakukan penanganan secepatnya, maka pasien bisa sembuh total. Banyak pasien yang memiliki umur panjang dan bisa beraktvitas normal setelah sembuh dari kanker.

Semoga COBEK#4 ini bisa menjadi pencerahan mengenai kanker untuk teman-teman semua ya. Stay safe & healthy guys!

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda

Jejak Perjalanan Bunda Produktif

Jejak Perjalanan Bunda Produktif

Desty putri

Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Institut Ibu Profesional. Saya telah menjadi bagian dari IIP sejak tahun 2016, sebelum menik

ah. Selalu terpesona dan bersemangat sejak mengikuti matrikulasi sehingga saya memilih tidak pernah menunda setiap ada kenaikan kelas. Hingga sampailah saya di Bunda Produktif.

Di tahap ini saya benar-benar dituntut untuk produktif menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Sejak awal kelas kami (para mahasiswi) sudah dihadapkan pada kejutan yang sangat menarik yaitu sebuah kota bernama Hexagon City. Kota ini penuh dengan solusi dan ide-ide brilian. Kami memulai membangun kota ini dengan merancang rumah impian pada pekan pertama. Rumah impian ini sangat unik karena berbentuk segienam dan rumah itu juga harus gue banget. Lumayan challenging apalagi bagi saya yang tidak pintar membuat desain rumah. Jadilah rumah impian ini disusun sebisa saya.

Kami didekatkan dengan tetangga satu passion yang kemudian dikenal dengan istilah Co Housing. Saya berada di Co Housing Kepenulisan 7 yang terdiri dari 10 orang di passion yang sama dan dipimpin oleh seorang leader. Kumpulan Co Housing ini berkumpul menjadi sebuah cluster, cluster saya bernama Solutif. Masih di pembangunan kota, kami melanjutkannya dengan pemilu serentak. Di pekan ini kami memilih walikota Hexagon City. Meski calon kandidat saya tidak menang di pemilu ini tapi all is well, saya menyerahkan semua kebijakan pada pemimpin terpilih.

Pekan-pekan berikutnya lebih menantang. Dimulai dari zona Habit, Enjoy Easy Excellent Earn, Xtra miles, Agility, Growth, Open Space, dan News. Masing-masing zona mempunyai suka duka tersendiri dan semuanya menbekas di hati.

Zona Habit. Awal perkenalan dengan teman-teman Co Housing, kami belum saling mengenal tapi harus merancang habit yang seirama supaya bisa berjalan beriringan. Di sini kami menentukan Project Passion yang akan kami selesaikan di akhir zona. Terpilihlah Project Passion membuat cerita anak yang disajikan dalam 3 jenis cerita yaitu fiksi, non fiksi, dan aktivitas. Cukup menantang karena background kami berbeda-beda. Kami harus membangun habit supaya proses menulis cerita anak bisa berjalan dengan mulus. Bagi saya pribadi, di zona ini begitu berbinar-binar karena cerita anak menjadi salah satu genre favorit.

Di zona berikutnya, manajemen 4E. Kami harus mengkasifikasikan kegiatan yang termasuk dalam kategory Enjoy, Easy, Excellent, maupun Earn. Karena di awal sudah bahagia dengan project passion, maka di zona ini tak banyak kesulitan berarti. Hanya menjadi kurang optimal karena masalah pribadi.

Zona Xtra Miles atau saya menyebutnya sebagai zona percepatan. Di zona ini dituntut untuk menyiapkan energi ekstra demi terselesaikannya project passion. Jujur saja ini pas banget dengan masalah kami. Saya pribadi merasa pergerakan kami melambat sehingga di zona ini kami benar-benar dipaksa menyediakan energi ekstra

Zona Agility. Di zona ddini kami dituntut menjadi seseorang yang empati dsn proaktif. Harus mengambil peran dalam cluster. Bagi saya hal ini tidaklah mudah. Cluster terdiri dari kurang lebih 10 co housing artinya ada ratusan orang dan puluhan project passion. Masing-masing harus berkontribusi dalam sebuah tim sukses dan saya mengambil peean di tim sukses C sebagai reseller project passion.

Zona Growth. Zona yang baru saja kami lewati. Di sini kami distimulus untuk menyelesaikan masalah hingga tuntas. Dan yang paling berkesan bagi saya adalah metode menyelesaikan masalah dengan six thinking hats. Menarik sekali. Metode ini sangat membantu dalam menentukan solusi sampai ke akar-akarnya.

Zona Open Space. Zona ini hendak kami mulai. Ya, saat ini kami sedang berada di zona O. Di zona ini kami harus mengambil peran pribadi baik sebagai host, participant, bumblebee, maupun butterfly. Semua bebas memilih peran. Dan setidaknya saya harus mencoba sebagai host.

Zona News. Zona ini masih rahasia. Dikarenakan belum ada bocoran apa-apa maka saya tak bisa bercerita banyak terkait zona ini.

Nah, itu adalah zona-zona wajib yang harus saya ikuti. Saya senang karena mendapatkan banyak teknik baru dari pemaparan Ibu. Bahkan saya meniru dan memodifikasi beberapa teknik mengajar yang didapatkan untuk diterapkan di perkuliahan saya. Banyak sekali manfaatnya. Meski duka sih tetap ada. Kadang saya masih baper baper club ketika teman-teman Co Housing tidak menanggapi usulan saya. Kadang juga bersitegang pendapat. Kadang merasa jenuh dan terintimidasi. Ya begitulah..

Oya, selain manfaat tersebut saya juga mendapat manfaat keilmuan yang luar biasa melalui pelatihan atau event yang diselenggarakan hexalink dan program mentorship. Ada beberapa pelatihan free yang saya ikuti seperti portofolio anak, menulis cerita anak, desain ebook, neuroparenting, dan sebagainya. Sementara di program mentorship, sebagai mentee saya mengikuti pelatihan menulis fiksi. Ilmu yang saya dapat sangat luar biasa. Sedangkan sebagai mentor saya mengangkat materi stimulasi read alod bagi anak. Ya meski program ini belum berjalan karena beberapa kendala.

Sebagai pembelajar saya sangat senang berkesempatan masuk di bunda produktif. Sedih hanya bagian dari perjalanan kehidupan. Rasa jenuh, lelah, bosan juga kadang melanda, namun diri ini selalu mengusahakan untuk tetap on track. Fokus pada tujuan sehingga semangat kembali terbangun.

 

 

WARTA BAIK HIMA SAMKABAR BULAN FEBRUARI 2021

WARTA BAIK HIMA SAMKABAR BULAN FEBRUARI 2021

WARTA BAIK HIMA SAMKABAR FEBRUARI 2021

Memasuki tahun baru 2021 dengan kondisi yang masih pandemik membuat kami di HIMA IP Samkabar mencoba mengikuti tuntutan zaman yang lebih banyak online. Pada warta baik kali ini kami membagi kabar tentang agenda online kami baik yang baru maupun yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Inilah 3 kegiatan kami di Hima Samkabar :

1. Biru (Bincang Seru ) sebuah acara live streaming Hima Samkabar yang mengangkat tema seputar kesehatan dan parenting .
Episode Biru 30 Jan 2021 kemarin mengangkat tema tentang ” Pengaruh Gadget dalam Tumbuh Kembang Anak”.
Narsum dalam acara tersebut adalah psikolog dan praktisi kebidanan yang juga mahasiswa Bunsay batch 6 .
Obrolan santai sarat makna ini bisa di lihat di https://www.facebook.com/IbuProfesionalSamkabar/videos/465969237896736/.

 

2. Selain Biru Hima Samkabar membagikan berita baik dari Telegram Hima juga tentang Sharing Session dari seorang guru muda yang pernah bertugas di pedalaman Papua sekaligus mahasiswa bunsay batch 6 Tami Afriyani . Pada sesinya mba Tami mengkisahkan bagaimana perjalanan beliau mengajar di daerah terjauh, terluar dan tertinggal di belahan timur Indonesia.

3. Hima Samkabar mengadakan program terbarunya yaitu Menulis Quotes yang diberlakukan untuk seluruh para member.

Penulisan Quotes diadakan di pekan pertama dan ketiga dimulai dari hari kamis hingga ahad. Setiap penulisan Quotes sangat bervariatif yang memiliki tujuan sama yakni agar dapat memberikan semangat dan energi positif kepada sesama member.

Dan bagi member yang mengumpulkan quotes, maka quotes akan di posting di Instagram Ibu Profesional Samkabar dengan harapan dapat memberi dampak yang lebih luas lagi. Beberapa quotes hasil karya mahasiswa hima Samkabar :

Quotes lengkap dapat dilihat pada :
https://www.instagram.com/p/CKbT4zxpieS/?igshid=5tse441x5fz4

https://www.instagram.com/p/CKbUD82JpB1/?igshid=1v97l9t0poulm

 

 

Dongeng Kaka HIMA

Dongeng Kaka HIMA

Assalamualaikum.wr.wb..

Hallo IP’er apakabar semua ? Semoga dalam keadaan sehat semuanya.. aamiin yaa rabballalamin..

Di awal tahun ini kaka HIMA bekasi punya program streaming yang diadakan di hari Jum’at, tanggal 22 januari 2021  lalu live di Fanpage Regional Bekasi. Dan menjadi pembuka program HIMA regional diawal tahun ini. Keseruan live streaming yang diadakan kaka HIMA dengan tema ” Dongeng Kaka HIMA” yang kali ini bercerita tentang asiknya “Playground di IIP”.

Live streaming ini bertujuan untuk memperkenalkan apa saja Playground yang ada di IIP. Menjelaskan bagaimana serunya bermain di Playground IIP,  Dongeng Kaka HIMA ini dibawakan oleh kak Fitria Ramadiani sebagai host dan kak Rahmawati Lestari sebagai narasumber.

Live streaming berdurasi kurang lebih 40 menitan. Keseruan dongeng Kaka HIMA ini menjelaskan betapa asik nya bermain dan belajar di playground IIP. Dimana sebelum memasuki playground kita dibawa untuk menelusuri peta bermain disana.. Menjelajahi playground IIP mulai dari samudera matrikulasi, pulau bunda cahaya sayang ( bunda sayang),  hutan kupu-kupu cekatan (bunda cekatan), kota produktif pulau cahaya (bunda profesional), dan kepulauan rahayu istana bunda shale (bunda shaleh). Udah kebayangkan gimana serunya di tiap tahapan kelas nya. Kita bukan hanya belajar tapi bermain juga dengan program-program yang diberikan untuk mahasiswa IIP

Selain menjelaskan tentang playground kaka HIMA pun  membuka QnA untuk penonton yang masih penasaran dengan playground yang ada. Bagaimana seru kan live streaming Dongeng Kaka HIMA. Nantikan keseruan selanjutnya di Dongeng kaka HIMA dengan tema yang berbeda..

Terimakasih..

Sampai berjumpa lagi di program regional bekasi selanjutnya..

Salam hangat dari medkom bekasi

Ayu inggar 🤗

 

 

SELEH & SEMAI HIMA REGIONAL JEMBER RAYA

SELEH & SEMAI HIMA REGIONAL JEMBER RAYA

Di bulan Januari ada beberapa hal yang terjadi di ibu profesional Jember Raya,khususnya di HIMA regional jember raya,yaitu SELEH & SEMAI.

Sebagai imbas dinamika komunitas, agar kebermanfaatan bisa dirasakan, roda kepengurusan harus terus berputar. Sedangkan secara manusiawi, para punggawa komunitas ini pun harus terus menjalankan kehidupan dengan berbagai pilihan prioritasnya.

Maka dari itu, perombakan secara periodik perlu dilakukan. Begitu pula dengan IP Jember Raya. Dimana kebetulan periode ini banyak teman-teman pengurus yang telah bertugas selama dua tahun dan memilih untuk seleh dari kepengurusan. Sehingga diadakanlah prosesi seleh dan semai.
Diawali dengan sebuah petualangan bintang yang disetting dalam Playground seru. Kegiatan yang diadakan di bulan Desember ini diharapkan akan memunculkan tim atau inspirator
baru untuk bisa mengambil tempat di kepengurusan IPJR.

Selanjutnya, serangkaian dengan program tersebut, di bulan Januari IP Jember raya melangsungkan presentasi LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) kepengurusan sebelumnya. Setiap pengurus mempresentasikan laporannya melalui media zoom yang dihadiri oleh semua pengurus.

Di komponen institut regional kami, datanglah masa transisi ini. Dalam tim, kami harus rela melepaskan tiga garda terbaik Hima, yaitu Enggar Swan selaku ketua Hima Regional,Sabrina Lista Dewi selaku manager Humas Hima Regional dan Evy Mustikasari selaku Manager Keuangan Hima. Merekalah orang-orang terbaik Hima, yang pada akhirnya memilih seleh dipengurusan. Dan kami merasa sangat kehilangan mereka bertiga,serta kami juga sangat berterimah kasih kepada mereka karena selama ini sudah berkontribusi di Hima regional Jember. Saya pribadi belajar banyak hal dari mereka terutama kekompakan dan kepedulian terhadap kami sebagai tim di HIMA dan kepada para mahasiswa diregional. Kehilangan 3 orang tim terbaik memang sangat menyedihkan,namun jika ada SELEH pastinya ada SEMAI di Hima. Dan akhirnya kita kedatangan tim magang yaitu mbak Novi Nur Rokhmawati dari Situbondo dan mbak Rizka Indana Zulva dari Banyuwangi. Kehadiran mereka menjadi penyemangat bagi kami di tim HIMA Regional. Dan ada salah satu komentar atau aliran rasa dari mb novi “meski awalnya ingin magang di manmedkom,ternyata saya ditakdirkan di manop,dan setelah mencoba belajar bagaimana peran manop saya merasa begitu berbinar ketika berhadapan dengan excel,ditambah lagi dengan dipandu mb eva selaku leader manop jadi semakin seru proses belajar untuk menjadi bisa”. Alhamdulillah dibulan Januari kami punya tim dengan anggota baru. Kami berharap kedepannya HIMA akan menjadi semakin baik dengan berbagai kegiatan yang mencahayakan dan membahagiakan. Thanms dears🥰