KUNJUNGAN PENGURUS IP PUSAT KE HIMA IP REGIONAL SAMKABAR

KUNJUNGAN PENGURUS IP PUSAT KE HIMA IP REGIONAL SAMKABAR

Rabu, 18 Agustus 2021 Dapur Hima Samkabar mendapat kunjungan tamu special dari Institut Ibu Profesional. Teh Chika dan Mba Renny Kusuma berkunjung di WAG (Whatsapp Grup ) Pengurus Hima Samkabar. Kunjungan berlangsung selama 60 menit dari pukul 10 – 11 WIB .

Temen-temen di kepengurusan Hima Samkabar tentunya sangat antusias menerima kunjungan ini. Walaupun di tengah kesibukan dan aktivitas online alhamdulillah sebagian besar temen-temen menyempatkan untuk hadir dan menyapa tamu special kami .

Bagi temen-temen yang belum bisa ikut hadir in sya Allah di siapkan resume untuk bisa menikmati dan mendapatkan insight juga dari kunjungan ini. Walaupun kunjungan virtual di whatsapp group tetapi kami merasakan keakraban dari Teh Chika , mba Reni dan in sya Allah merekapun merasakan sambutan yang sama dari temen-temen di Hima Samkabar.

Teh Chika dan mba Reni yang membawa misi silaturahim untuk mendengarkan cerita apa saja yang ada di regional Samkabar. Project-project apa yang sudah di buat dan tantangan yang hadir, bagaimana menghadapi tantangan tersebut dan unek-unek lain yang hadir selama bermain peran di dapur Hima Samkabar.

Cerita pertama mengalir dari Aisyah Fitriana selaku Manop Hima yang secara fisik sudah migrasi ke regional timur Indonesia tetapi karena penerus Amanah belum ada beliau masih bermain di regional Samkabar .

Ada cerita juga yang dari Man Humas Era Industriani yang mana setelah tim Humas mengikuti training humas memunculkan playground bermain baru program Live streaming baru HPC (Hima Punya Cerita ) menemani program Biru (Bincang Seru ) .

Tantangan yang hadir diungkapkan beliau juga sekaligus kahima Samkabar tentang keterlibatan member dalam mengisi agenda online yang membutuhkan pendekatan personal lebih dahulu dan juga tentang keaktifan member di wadah silaturahim member Hima di Telegram Hima Samkabar . Tantangan lainnya terkait regenerasi dalam kepengurusan.

Insight yang disampaikan oleh Teh Chika dan mba Reni adalah beliau merasa senang akan kekeluargaan yang terasa di dapur Hima Samkabar . Menyarankan kepada teman-teman pengurus untuk duduk bersama dan merundingkan kembali tentang versi aktif yang bisa membahagiakan member dan pengurus , karena untuk bisa terlibat aktif di semua grup adalah tantangan berat bagi member pastinya .

Terkait kepengurusan dan regenerasinya Teh Chika menyampaikan beberapa saran yang bisa dilakukan dan bagi member yang mutase regional boleh menjalin silaturahim lebih dulu juga dengan regional barunya agar bisa berbagi dan menjalin bonding dengan regional barunya . Di akhir kunjungan The Chika membagikan ebook keren Demi Masa bagi kami di regional Samkabar .

Terimakasih The Chika dan Mba Reni untuk kunjungan dan apresiasinya ke regional kami. Semoga di lain waktu bisa berkunjung kembali.

 

  1. Aliran Rasa oleh Era Industriani
    Saya merasa senang dengan adanya kegiatan yang digawangi Rektor beserta Man Humas Institut yakni berkunjung secara virtual ke tiap regional kami yaitu Hima Samkabar.
    Selain menjadi ajang silahturahmi, juga menjadi wadah untuk bercerita apa saja, pengalaman apa saja di kepengurusan Hima. Sehingga kami saling terbuka dan mengetahui program apa yang sedang berjalam,tantangan apa yang dihadapi, dan sama-sama mencari solusi yang tepat.
    InsyaAllah dari apa yang menjadi kendala, akan kami diskusikan kembali agar bisa menjadi langkah yang tepat, membahagiakan para pengurus dan para member.
    Kami ucapkan terima kasih kepada Teh Chika dan Mba Reni yang bersedia mengunjungi, mendengarkan cerita, mengapresiasi dan memberikan semangat kepada kami semua.
Di IP Kalsel “Ada Cinta Step By Step”

Di IP Kalsel “Ada Cinta Step By Step”

Suryanti, ManMedKom IP Kalsel

Alhamdulillah senang rasanya kami sebagai pengurus regional bisa dikunjungi oleh HIMA nasional ditemani teteh nan geulis, teh Reni (ManHumas IIP) dan teh chika (Rektor Institut). Walaupun singkat pertemuan kami, namun peristiwa ini berkesan bagi kami menambah rasa memiliki dan banyaknya insight yang kami dapat selama bersua secara virtual.

Kunjungan teh Chika dan teh Reni ini saya rasakan memberikan banyak arti senang banget rasanya didengarkan dan bahkan saya juga mendapat sebuah hikmah, sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan maka lakukanlah secara bertahap. Dan seneng banget dapat oleh-oleh berupa kejutan dari kunjungan teteh-teteh cantik. Dan inilah kami yang ada dibelakang layar HIMA IP Kalsel, doakan kami di Institut regional ini selalu bisa memberikan yang terbaik dan menebar manfaat untuk mahasiswi maupun regional.

Senang sekali rasanya bisa turut terjun menjadi pengurus di Institut regional KalSel, karena itulah kami semua dengan bangga menorehkan kebahagiaan kami menjadi pengurus Institut regional Kalimantan Selatan tercinta ini.

Sekian cerita sebagian kecil kami menjadi pengurus Institut, semoga teman-teman semua yang menyempatkan membaca pesan bahagia kami ini selalu semangat dan dapat dipermudah langkahnya menjadi pengurus. Karena menjadi pengurus tidak seribet ataupun menakutkan kerjanya. Jika dilakukan semuanya dengan cinta dan step by step kebahagiaan akan memenuhi segala langkahmu dan kalian akan mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa bermanfaat.

Salam manis
Squad Institut Reg. KalSel

Nama : Sena Oktrifani Jabatan :  HIMA IP Kalsel Passion : Main sama anak Kebahagiaan saya menjadi pengurus di HIMA : 💗 Memiliki banyak teman se Indo dan bahkan Luar Indo yang lebih intens 💗 Mendapat banyak ilmu dari training-training khusus untuk pengurus karena lebih intens dan memiliki follow up terhadap training yang telah diadakan oleh IIP.

Temu Online Pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK dengan Tim IIP Pusat : Ada Pengawet Cinta!

Temu Online Pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK dengan Tim IIP Pusat : Ada Pengawet Cinta!

Tak kenal maka tak sayang, mungkin pepatah itulah yang mendasari Tim IIP Pusat untuk datang berkunjung ke WAG Pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK.

Tim IIP Pusat yang datang berjumlah tiga orang, yakni Rektor IIP, Teh Chika ; manmedkom pusat, Mbak Hesti; dan manhumas pusat, mba Reni.

 

Kami sangat senang sekali mendapat kunjungan dari Tim IIP Pusat. Selain saling berkenalan, kami juga berbagi keseruan bagaimana jalannya program pengurus HIMA dan apa saja tantangannya.

 

Program HIMA IIP Payakumbuh-LK alhamdulilah berjalan dengan lancar, dan sudah dilakukan pembaharuan agar para mahasiswa tidak bosan dan dapat belajar lebih banyak hal lagi. Hanya saja tantangannya adalah waktu online yang sangat susah menyamakannya, sehingga semua member HIMA menyepakati bahwa tidak ada istilah basi dalam menanggapi kegiatan di WAG HIMA, karena kami menggunakan “pengawet cinita”… Hihi

 

Dimulai dari teladan para pengurus yang tetap menanggapi walaupun sudah ketinggalan jauh. Akhirnya semua mulai percaya diri utk menanggapi saat luangnya masing-masing. Ada yg bahkan seminggu luring, saat daring tetap menanggapi di wag.

 

Kami pun sepakat tidak ada jadwal kunci grup. Kalau ada yangg mau menanggapi tengah malam bagi yang punya bayi, dipersilahkan saja. Dan dihimbaukan juga bagi para member yg tidak mau terganggu oleh suara notifikasi di malam hari utk silent kan grup. Jadi ga ada alasan utk tak menanggapi.

 

Tidak terasa waktu kunjungan sudah habis, Tim IIP Pusat memberikan sebuah oleh-oleh yang sangat menarik, sebuah ebokk berjudul “Demi Masa : Kisah Inspiratif Bunda Kreatif dalam Manajemen Waktu dan Diri”.

 

MasyaAllah… Membaca judulnya saja sudah memantik diri untuk lebih baik. Banyak kisah inspiratif dalam buku tersebut yang dapat diambil hikmahnya dan di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari kami. Pertemuan dengan Tim IIP Pusat kemarin mengingatkan kami bahwa menjadi pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK adalah suatu kebahagiaan yang luar biasa. Semoga kebahagiaan yang kami dapatkan malam itu bisa awet dengan pengawet cinta dari IIP 😉

 

Profil pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK

Profil pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK

Profil pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK

Profil pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK

Profil pengurus HIMA IIP Payakumbuh-LK

Kunjungan Tim IIP Pusat ke Hima IP Gresik

Pada tanggal 22 Juni 2021 lalu, dapurnya Hima IP Gresik kedatangan tamu istimewa lho. Senang sekali akhirnya ada yang berkunjung ke dapur kami dari non regional Gresik untuk pertama kalinya sejak Hima berdiri awal tahun 2020 lalu. Tamu special itu adalah teh Chika selaku Rektor IIP dan teh Reni selaku ManHumas IIP pusat. Beliau berdua sebagai perwakilan pusat untuk meninjau dan mengobrol langsung lebih dekat dengan kami para pengurus Hima IP Gresik.

Diawali dengan perkenalan karena memang kami belum pernah ngobrol langsung secara personal dengan beliau-beliau. Biasanya kami bertemu hanya di dalam forum besar atau media social umum seperti WAG ataupun di Live2 Instagram maupun facebook. Dilanjutkan dengan Tanya jawab / sharing pengalaman dari tim pusat kepada kami. Rangkuman pembahasannya antara lain:

  1. Bagaimana cara mengaktifkan member baik di Hima maupun non Hima, karena banyak member yg diam setiap ada pengumuman, kabar, dan sebagainya?
    Teh Chika : Poin awal adalah jangan berharap pada member untuk aktif.  Sebab kita tidak bisa berharap semua untuk aktif semua dan partisipasi diharapkan memang muncul dari keinginan diri setiap orang. Poin kedua, dengan menggandeng/mendekati teman-teman lain yang dekat secara personal, minimal sesama pengurus Hima bisa saling meramaikan di grup besar saat ada sesi diskusi dan kegiatan apapun. Berharap dengan adanya energy positif yang ramai asik ceria di grup dapat memancing teman-teman lain untuk ikut berkomentar / berpartisipasi.
    Teh Reni: bahwa sebagai leader/pengurus kita harus happy saat ada woro-woro di grup. Memancing teman-teman untuk sekedar mengeluarkan emoticon atau komen singkat. Contohnya saat sharing info teman-teman diminta untuk mengeluarkan emoticon jempol atau komen singkat bagi yang sudah membaca. Dan pengurus juga terus mensupport dalam meramaikan dan menampakkan kebahagiaan setiap moment di grup.
  1. Untuk tipe orang yang silent reader (memilih untuk menjadi penikmat informasi / tidak berniat untuk sharing/berbagi), apakah dicolek secara personal tidak mengganggu privasinya (takutnya jadi sungkan/tidak enak hati)?
    Ingat kembali ke poin Komunikasi Produktif (KomProd): “I’m Responsible for my Communication Result” jadi apapun hasil pembicaraan yang kita sampaikan adalah tanggung jawab kita sebagai penyampai pesan.
    Menerapkan KomProd ke-2 “Do not assume” : Jangan mengambil kesimpulan bahwa orang yang akan kita colek pasti akan merasa tidak nyaman. Tetap dicoba dulu disapa secara personal, cari tau dulu tentang seseorang itu. Agar saat berkomunikasi dia merasa nyaman untuk mengobrol dengan kita, sehingga nantinya akan mau ikut berpartisipasi/mendukung tiap program yang kita lakukan.
    Kita tidak bisa mengendalikan sesuatu diluar diri kita, yang bisa kita kendalikan adalah diri kita, cara berkomunikasi kita, respon kita terhadap sesuatu. Jadi lebih baik fokus pada koreksi diri & pengembangan diri kita apa yang dilakukan kedepannya, agar lebih enjoy menjalani peran. Belajar menganalisa kesalahan kita dari respon si penerima pesan / feedback dari pendengar. Jangan terbutakan oleh ego, emosi yang tinggi dan nalar yg rendah sehingga sulit menemukan kesalahan kita atau sulit melakukan false celebration.
  1. Kenapa saat ini yang mengikuti kelas perkuliahan semakin sedikit?
    Karena memang IP New Chapter ini member dapat memilih untuk berkiprah dimana (komunitas, hima ataupun Sejuta Cinta) sesuai minat/passion masing-masing.
  1. Cara “nodong” untuk meminta member mau ikut sharing/tampil etis atau tidak?
    Triknya diawali dengan buat program sharing terbuka untuk all member Hima, namun jangkauan sharingnya secara internal dahulu. Program di share di grup dengan membuat slot jadwal dan member bebas mengisi waktunya. Jika sampai batas waktu tertentu ada yang belum respon bisa dicolek japri untuk minta tlong diisi jdwal di grup.
    Respon secara antusias topik yang mau dia bagikan, gali potensinya dan terus motivasi untuk mau berbagi, dimulai dari internal sampai jika berkenan ditawarkan sharing ke eksternal Hima.

Diakhir waktu teh Chika dan teh Reni membagikan oleh-oleh ebook “Demi Masa” yang masya Allah isinya berhubungan sekali dengan peran seorang ibu yang sering merasa kehabisan waktu. Terima kasih atas kunjungan dan pencerahannya tim IIP pusat. Bismillah semoga Hima IP Gresik bisa lebih berkembang lagi dan memberi wadah terbaik untuk para membernya untuk terus belajar, tumbuh dan berkembang. Amiin.

 

Salam,

Tim HIMA IP Gresik

Keseruan Kunjungan HUMAS IIP Pusat ke Pengurus HIMA IIP Lampung

Keseruan Kunjungan HUMAS IIP Pusat ke Pengurus HIMA IIP Lampung

Hai IPER’s tercinta apa kabar? Semoga semangat menghadapi pandemi tidak surut dan semoga kita semua selalu diberi kesehatan . Aamiin

Meski pandemi dan tak bisa saling bertemu, semua itu tidak menyurutkan semangat member HIMA IIP Lampung untuk terus belajar, berbagi dan berdampak. Kali ini kegiatan HIMA IIP Lampung di kunjungi oleh HUMAS Pusat yang diwakili oleh Rektor IIP Teh Dzikra I. Ulya ( Chika) dan Manhumas IIP Mba Reni Kusuma.

Bagaimana keseruannya? Yuk simak ceritanya disini.. Kedatangan Teh Chika dan Mba Reni pada tanggal 8 Juni 2021 di jembatani oleh tim  humas IIP lampung yaitu Mba Pebrita Uliza Putri.

Kunjungan ini bertujuan agar semua pengurus HIMA lebih dekat satu sama lain baik sesama pengurus regional dan pengurus pusat.

Simak Pesan dan kesan pengurus HIMA IIP lampung selanma menjalani peranya masing-masing dan kebahagiaannya atas kunjungan dari IIP Pusat, bagimana rasanya? Tentu surprise donk,,,

Yuk kita kenalan dengan pengurus HIMA IIP Lampung, ini dia profilnya..

KAHIMA IIP LAMPUNG

MANOP HIMA IIP LAMPUNG

TIM MANOP HIMA IIP LAMPUNG

MENKEU HIMA IIP LAMPUNG

MANHUMAS HIMA IIP LAMPUNG

TIM HUMAS HIMA IIP LAMPUNG

MANMEDKOM HIMA IIP LAMPUNG

TIM MANMEDKOM HIMA IIP LAMPUNG

Kegiatan berlangsung selama 1 jam dan ini tentu saja sangat kurang waktu untuk berkenalan dan berbagi keseruan tentunya.

Selain pesan dan kesan banyak masukan dan ada beberapa kegiatan HUMAS dan MEDKOM yang dilakukan di HIMA IIP Lampung, walaupun memang masih banyak kegiatan yang dilakukan secara online, seperti saat Milad IIP Lampung yang ke 5  yang sangan membuat kita happy adalah kita kolaborasi dari semua komponen sejak New Chapter 2020. walaupun  untuk kegiatan HIMA masih lingkup internal regional, tetapi semangat untuk belajar di gtiap jenjang patut diapresiasi, begitu kutipan dari KAHIMA IIP LAmpung Mba Linda.

Mba Linda menambahkan bahwa memang 9 tim dari HIMA IIP Lampung masih terus menggodok kegiatan agar terus menjadi booster tersendiri saat semangat tim yang naik turun.  Saling support, saling bantu, saling mengingatkan dan kegiatan tidak akan berjalan tanpa tim yang solid di HIMA IIP Lampung.

” MasyaAllah, kekeluargaan yang sangat keren di HIMA IIP Lampung, ayo taklukkan tantangan pandemi ini’,  semangat yang diberikan mba Reni dan Teh Chika untuk tim HIMA Lampung.

Masih banyak lagi kegiatan yang di lakukan di HIMA IIP Lampung, diantaranya yang masih berjalan sampai saat ini yaitu :

  • Selasa Inspirasi, dimana kelompok yang dibagikan akan mencari inspirasi apasaja yang bisa dijadikan kegiatan selama pandemi di rumah saja, misalnay resep baru olahan rumah yang sederhana atau cara bercocok tanam.
  • Jum’at Hikmah, dimana setiap kelompok mencari kutipan hikmah bisa mengutip dari ayat Al Qu’an, Hadist atau kata motivasi lainnya, lalu dibahas sharing bersama di WAG..

adapun rencana yang masih dalam proses penggodokan adalah :

  • Bulan Agustus 2021 HIMA IIP Lampung akan mengadakan zoom meeting mempersiapkan kegiatan apa yang akan di lakukan saat 17 Agustus 2021.
  • Challange yang berkaitan dengan 17 Agustus 2021
  • Bulan September 2021 rencana kerja berkaitan dengan Challange Family Project yang masih dalam penggodokan.

walaupun asih sebuah rencana HIMA IIP Lampung terus berusaha semaksimal mungkin agar kegiatan di regional tetap berjalan dan terus memberikan positif energi untuk semua anggotanya, dan hal ini Teh Chika dan Mba Rani memberikan semangat yang menambah mood boster kami pengurus HIMA IIP Lampung kedepannya.

Waaaah kebayang dong serunya kegiatan ini, dan ini bukan kegiatan yang stop di HIMA IIP lampung saja lo.. akan terus bergiliran di HIMA regional lainnya juga. Dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungan Teh Chika dan Mba Reni yang sudah berbagi ilmu dan keseruan di pengurrus HIMA IIP Lampung.

Demikianlah Warta Apik Kegiatan HIMA IIP Lampung kali ini. Jangan lupa untuk terus belajar agar dapat tumbuh menjadi perempuan produktif yang bisa  memberikan dampak positif  bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

SALAM SEHAT DAN JANGAN LUPA PROKES JANGAN KENDOR. SEMOGA KITA SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH TA’ALA. AAMIIN

Pengasuhan Positif untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Pengasuhan Positif untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

HIMA Jakarta kembali mengadakan acara COBEK#5 (Curhat Orang Berbakat, Enerjik, dan Keren) pada hari Sabtu, 13 Maret 2021. Tema yang diangkat pada COBEK#5 adalah mengenai pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam rangka Hari Down Syndrome yang diperingati pada 21 Maret.

HIMA Jakarta mengundang dua orang narasumber: Dewi Andriyani, S.Psi., guru ABK dan Finalita Sufianti, orang tua dengan anak disleksia. Mereka berdua merupakan mahasiswi bunda produktif#1. Acara ini diadakan melalui platform Zoom dan dipandu oleh Talitha Rahma, mahasiswi bunda sayang#6. Mau tahu bagaimana keseruan acara ini? Yuk langsung saja kita intip isinya.

Sebelum acara berlangsung, panitia membagikan ringkasan materi ke grup WhatsApp COBEK#5. Para peserta sangat antusias memberikan pertanyaan untuk narasumber di ruang obrolan WhatsApp. Ruang Zoom dibuka oleh host pada pukul 09.45 WIB dan acara dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB.

Di awal acara, Dewi Andriyani menjelaskan bahwa pada umumnya setiap individu memiliki 6 kemampuan: 1). sikap dan perilaku; 2). keterampilan bergerak; 3). bahasa dan bicara; 4). sosial dan emosional; 5). kemandirian; dan 6). kecerdasan. Semua kemampuan tersebut harus diamati bersamaan dengan tumbuh kembang anak (deteksi sejak dini). Apakah ini akan berkembang sesuai tahapan atau terdapat penyimpangan. Jika mengalami penyimpangan atau hambatan, maka bisa terjadi dua kemungkinan:

  1. Anak lambat berkembang (ALB), ketika terhambat 1 atau 2 aspek perkembangan dari tingkat umur dan perkembangan anak pada umumnya.
  2. Anak berkebutuhan khusus (ABK), ketika terhambat >2 aspek perkembangan dan lebih dari 1 tingkat umur.

Anak berkebutuhan khusus (ABK) biasanya mengalami beberapa hambatan perkembangan, salah satunya gangguan belajar yang terbagi menjadi 2 jenis:

  1. Bersifat developmental, berhubungan dengan perkembangan (gangguan motorik, persepsi, komunikasi, dan penyesuaian perilaku sosial).
  2. Bersifat akademik (khusus), menunjuk pada adanya kegagalan pencapaian prestasi akademik sesuai dengan kapasitas yang diharapkan (penguasaan keterampilan bahasa, membaca, mengeja, menulis, dan matematika). Selanjutnya, gangguan belajar bersifat akademis memiliki beberapa klasifikasi:
  1. Disphasia, adalah anak yang mengalami kesulitan berbahasa verbal, berbicara, dan berbagai kekurangan bahasa
  2. Disleksia, adalah anak yang mengalami kesulitan membaca termasuk tidak mampu mengeja
  3. Disgraphia, adalah anak yang mengalami kesulitan menulis (penyimpangan kelancaran verbal dan menyatakan pikiran dalam bentuk tulisan)
  4. Diskalkulia, adalah anak yang mengalami ketakmampuan untuk berfikir kuantitatif/berhitung

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah seseorang termasuk berkebutuhan khusus atau tidak? Berikut ini terdapat beberapa gejala yang bisa diamati pada anak balita, anak yang lebih dewasa, ataupun remaja dan dewasa.

A. Gejala pada balita.

  1. Lambat bicara dan perkembangan kosakata yang sedikit dibandingkan dengan anak seumurannya;
  2. Bermasalah dalam pengucapan;
  3. Kesulitan belajar alfabet, angka, bentuk, dan warna;
  4. Kesulitan mengikuti petunjuk atau instruksi;
  5. Kesulitan kemampuan motorik;
  6. Mudah terganggu;
  7. Masalah dengan interaksi sosial.

B. Gejala pada anak yang lebih dewasa.

  1. Lambat untuk mempelajari suara-suara asosiasi;
  2. Konstan melakukan kesalahan ketika membaca, menulis, atau mengeja;
  3. Kesulitan dan kebingungan dalam tanda aritmatika matematika (seperti tanda x dan +);
  4. Lambat untuk belajar keterampilan baru;
  5. Tidak menyadari akan bahaya (resiko);
  6. Miskin konsentrasi;
  7. Membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan teman sebaya nya untuk pelajaran sekolah atau pekerjaan rumah;
  8. Terbalik atau susah untuk memahami huruf seperti p dengan q, b dengan d, s dengan z;
  9. Menghindari membaca dengan suara keras;
  10. Tulisan tangan yang jelek;
  11. Kesulitan untuk berteman;
  12. Nilai akademik jelek.

C. Gejala yang ditampilkan remaja dan dewasa.

  1. Menghindari membaca dan menulis tugas;
  2. Salah membaca sesuatu, salah mengeja;
  3. Bekerja secara perlahan;
  4. Bermasalah dengan konsep-konsep abstrak;
  5. Bermasalah pada ingatan, misalnya mudah lupa.

Pemaparan yang disampaikan dua orang narasumber ini tidak hanya berhenti di ruang Zoom. Karena keterbatasan waktu, maka diskusi ini masih berlanjut di dalam grup Whatsapp. Berikut ini ada beberapa tanya jawab di dalam grup COBEK#5.

Selanjutnya, apakah ABK bisa disembuhkan?

Finalita Sufianti mengatakan bahwa disleksia bukanlah suatu penyakit. ABK bukan penyakit, melainkan kelainan fungsi neurologis yang akan disandang oleh seseorang seumur hidup. Mungkin beberapa dokter memberikan terapi farmakologis seperti obat dari golongan metilfenidat untuk anak attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) supaya mudah konsentrasi.

Lalu, apa pertolongan yang bisa diberikan pada ABK?

Finalita Sufianti menjelaskan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menolong ABK berdasarkan pengalaman pribadinya. Pertama, ABK harus segera dibantu tenaga ahli untuk menjalankan terapi. Kedua, Orang tua perlu bertemu dengan ahlinya untuk membantu mengintervensi kondisi anak. Ketiga, ABK membutuhkan metode pengajaran yang berbeda dibandingkan anak lainnya, misalkan dengan mengatur jenis font atau memodifikasi kegiatan. Keempat, Orang tua perlu melakukan koping strategi untuk mengelola stres yang dialaminya, yaitu dengan melakukan self management, menemui ahli, dan mencari support system yang baik. Kelima, Jangan selalu membantu ABK, biarkan anak belajar mandiri. Insya Allah dengan begitu, ABK akan bisa mandiri dan bersosialisasi dalam kehidupan biasa.

Apabila anak sering tidak mendengar instruksi yang diberikan dan terkadang seperti tidak mendengar jika dipanggil, apa yang harus dilakukan?

Menurut Dewi Andriyani, hal yang dapat dilakukan adalah cek masalah pendengaran anak dengan tes Brain Evoked Response Auditory (BERA). Selanjutnya, konsultasi ke terapis tumbuh kembang untuk terapi wicara. Jika sudah mengalami kesulitan bicara, maka bisa dilakukan terapi speech delay.

Bagaimana cara menstimulasi anak 4 SD (10 tahun) yang sangat kesulitan belajar matematika, terutama soal cerita dan perhitungan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari?

Coba amati permainan yang disukai anak, misalnya lego atau mobil-mobilan. Lalu, amati seperti apa gaya belajar anak. Untuk anak visual kinestetik dapat menggunakan media. Kemudian menentukan kata kunci pada soal, misalnya “dibagi rata” untuk pembagian, “total jumlah “untuk penjumlahan, dan “selisih” untuk pengurangan. Dari kata kunci tersebut anak bisa menentukan koping strategi untuk sebuah soal. Intinya, kita sebagai pendamping harus menggali dulu metode belajarnya seperti apa, mencari kata kunci pada soal cerita, dan mendampingi terus ketika belajar. Jangan sampai membuat anak stress. Setiap mau belajar, anak ditanya dan dibuat target mau menyelesaikan berapa lembar soal. Jika anak sudah tidak mau mengerjakan, maka disudahi saja. Jangan sampai anak merasa jenuh karena setiap anak ada kapasitasnya. Utamakan kewarasan dan kebahagiaan anak. Begitulah tips yang dibagikan oleh Finalita Sufianti.

Apa yang bisa dilakukan ketika anak 7 tahun masih sering terbalik menulis angka 2,3,5,6,7,9 dan huruf b & d sesekali? Kondisinya anak membaca cukup lancar, tulisannya sesuai mood bagus tidaknya, sedikit kurang fokus, hafalannya lumayan kuat.

Bisa dilatih menggunakan pendekatan multisensori seperti mengenalkan angka-angka dengan lilin plastisin, pasir, sand paper, atau media lainnya. Bisa juga menggunakan metode Montessori.

Di Montessori, huruf yang memiliki bentuk dan suara yang mirip diajarkan secara terpisah. Jika kondisinya sudah lancar membaca, bisa diajarkan berulang untuk fokus ke kata yang memiliki huruf “b” tanpa adanya huruf “d”. Jika sudah lancar tanpa salah, bisa dilanjutkan ke kata yang memiliki huruf “d”. Selanjutnya, bisa juga diulang-ulang untuk bunyi fonetik dari hurufnya.

Pendamping juga bisa melakukan observasi, dimanakah posisi pendamping setiap mencontohkan angka kepada anak? Di samping atau di depan? Sebaiknya pendamping berada di sebelah tangan dominan anak ketika mengajarkan angka. Apabila berada di depan anak, mereka akan melihat gerakan tangan ketika menuliskan angka secara terbalik.

Jika anak tidak melalui fase merangkak ketika bayi, apakah bisa menjadi penyebab disleksia?

Finalita Sufianti mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu rumor yang beredar di masyarakat Indonesia. Berikut ini merupakan beberapa rumor mengenai disleksia menurut Asosiasi Disleksia Indonesia (ADI):

  1. Disleksia disebabkan karena tidak merangkak;
  2. Diagnosis disleksia itu hanya ‘mengada-ngada’;
  3. Disleksia itu hanya perkara sulit membaca, menulis, dan berhitung (calistung) saja;
  4. Disleksia itu karena anaknya bodoh, malas, dan tidak ada motivasi;
  5. Disleksia menular;
  6. Disleksia bisa minum obat tertentu supaya sembuh.

“Setiap anak itu unik. Allah tidak menciptakan produk gagal. Fitrahnya manusia yaitu saling menyayangi dan melengkapi, tidak membedakan normal atau tidak normal. Kurva itu seimbang jika ada plus dan minus.” Dewi Andriyani.

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda