Kunjungan Tim IIP Pusat ke Hima IP Gresik

Pada tanggal 22 Juni 2021 lalu, dapurnya Hima IP Gresik kedatangan tamu istimewa lho. Senang sekali akhirnya ada yang berkunjung ke dapur kami dari non regional Gresik untuk pertama kalinya sejak Hima berdiri awal tahun 2020 lalu. Tamu special itu adalah teh Chika selaku Rektor IIP dan teh Reni selaku ManHumas IIP pusat. Beliau berdua sebagai perwakilan pusat untuk meninjau dan mengobrol langsung lebih dekat dengan kami para pengurus Hima IP Gresik.

Diawali dengan perkenalan karena memang kami belum pernah ngobrol langsung secara personal dengan beliau-beliau. Biasanya kami bertemu hanya di dalam forum besar atau media social umum seperti WAG ataupun di Live2 Instagram maupun facebook. Dilanjutkan dengan Tanya jawab / sharing pengalaman dari tim pusat kepada kami. Rangkuman pembahasannya antara lain:

  1. Bagaimana cara mengaktifkan member baik di Hima maupun non Hima, karena banyak member yg diam setiap ada pengumuman, kabar, dan sebagainya?
    Teh Chika : Poin awal adalah jangan berharap pada member untuk aktif.  Sebab kita tidak bisa berharap semua untuk aktif semua dan partisipasi diharapkan memang muncul dari keinginan diri setiap orang. Poin kedua, dengan menggandeng/mendekati teman-teman lain yang dekat secara personal, minimal sesama pengurus Hima bisa saling meramaikan di grup besar saat ada sesi diskusi dan kegiatan apapun. Berharap dengan adanya energy positif yang ramai asik ceria di grup dapat memancing teman-teman lain untuk ikut berkomentar / berpartisipasi.
    Teh Reni: bahwa sebagai leader/pengurus kita harus happy saat ada woro-woro di grup. Memancing teman-teman untuk sekedar mengeluarkan emoticon atau komen singkat. Contohnya saat sharing info teman-teman diminta untuk mengeluarkan emoticon jempol atau komen singkat bagi yang sudah membaca. Dan pengurus juga terus mensupport dalam meramaikan dan menampakkan kebahagiaan setiap moment di grup.
  1. Untuk tipe orang yang silent reader (memilih untuk menjadi penikmat informasi / tidak berniat untuk sharing/berbagi), apakah dicolek secara personal tidak mengganggu privasinya (takutnya jadi sungkan/tidak enak hati)?
    Ingat kembali ke poin Komunikasi Produktif (KomProd): “I’m Responsible for my Communication Result” jadi apapun hasil pembicaraan yang kita sampaikan adalah tanggung jawab kita sebagai penyampai pesan.
    Menerapkan KomProd ke-2 “Do not assume” : Jangan mengambil kesimpulan bahwa orang yang akan kita colek pasti akan merasa tidak nyaman. Tetap dicoba dulu disapa secara personal, cari tau dulu tentang seseorang itu. Agar saat berkomunikasi dia merasa nyaman untuk mengobrol dengan kita, sehingga nantinya akan mau ikut berpartisipasi/mendukung tiap program yang kita lakukan.
    Kita tidak bisa mengendalikan sesuatu diluar diri kita, yang bisa kita kendalikan adalah diri kita, cara berkomunikasi kita, respon kita terhadap sesuatu. Jadi lebih baik fokus pada koreksi diri & pengembangan diri kita apa yang dilakukan kedepannya, agar lebih enjoy menjalani peran. Belajar menganalisa kesalahan kita dari respon si penerima pesan / feedback dari pendengar. Jangan terbutakan oleh ego, emosi yang tinggi dan nalar yg rendah sehingga sulit menemukan kesalahan kita atau sulit melakukan false celebration.
  1. Kenapa saat ini yang mengikuti kelas perkuliahan semakin sedikit?
    Karena memang IP New Chapter ini member dapat memilih untuk berkiprah dimana (komunitas, hima ataupun Sejuta Cinta) sesuai minat/passion masing-masing.
  1. Cara “nodong” untuk meminta member mau ikut sharing/tampil etis atau tidak?
    Triknya diawali dengan buat program sharing terbuka untuk all member Hima, namun jangkauan sharingnya secara internal dahulu. Program di share di grup dengan membuat slot jadwal dan member bebas mengisi waktunya. Jika sampai batas waktu tertentu ada yang belum respon bisa dicolek japri untuk minta tlong diisi jdwal di grup.
    Respon secara antusias topik yang mau dia bagikan, gali potensinya dan terus motivasi untuk mau berbagi, dimulai dari internal sampai jika berkenan ditawarkan sharing ke eksternal Hima.

Diakhir waktu teh Chika dan teh Reni membagikan oleh-oleh ebook “Demi Masa” yang masya Allah isinya berhubungan sekali dengan peran seorang ibu yang sering merasa kehabisan waktu. Terima kasih atas kunjungan dan pencerahannya tim IIP pusat. Bismillah semoga Hima IP Gresik bisa lebih berkembang lagi dan memberi wadah terbaik untuk para membernya untuk terus belajar, tumbuh dan berkembang. Amiin.

 

Salam,

Tim HIMA IP Gresik

Keseruan Kunjungan HUMAS IIP Pusat ke Pengurus HIMA IIP Lampung

Keseruan Kunjungan HUMAS IIP Pusat ke Pengurus HIMA IIP Lampung

Hai IPER’s tercinta apa kabar? Semoga semangat menghadapi pandemi tidak surut dan semoga kita semua selalu diberi kesehatan . Aamiin

Meski pandemi dan tak bisa saling bertemu, semua itu tidak menyurutkan semangat member HIMA IIP Lampung untuk terus belajar, berbagi dan berdampak. Kali ini kegiatan HIMA IIP Lampung di kunjungi oleh HUMAS Pusat yang diwakili oleh Rektor IIP Teh Dzikra I. Ulya ( Chika) dan Manhumas IIP Mba Reni Kusuma.

Bagaimana keseruannya? Yuk simak ceritanya disini.. Kedatangan Teh Chika dan Mba Reni pada tanggal 8 Juni 2021 di jembatani oleh tim  humas IIP lampung yaitu Mba Pebrita Uliza Putri.

Kunjungan ini bertujuan agar semua pengurus HIMA lebih dekat satu sama lain baik sesama pengurus regional dan pengurus pusat.

Simak Pesan dan kesan pengurus HIMA IIP lampung selanma menjalani peranya masing-masing dan kebahagiaannya atas kunjungan dari IIP Pusat, bagimana rasanya? Tentu surprise donk,,,

Yuk kita kenalan dengan pengurus HIMA IIP Lampung, ini dia profilnya..

KAHIMA IIP LAMPUNG

MANOP HIMA IIP LAMPUNG

TIM MANOP HIMA IIP LAMPUNG

MENKEU HIMA IIP LAMPUNG

MANHUMAS HIMA IIP LAMPUNG

TIM HUMAS HIMA IIP LAMPUNG

MANMEDKOM HIMA IIP LAMPUNG

TIM MANMEDKOM HIMA IIP LAMPUNG

Kegiatan berlangsung selama 1 jam dan ini tentu saja sangat kurang waktu untuk berkenalan dan berbagi keseruan tentunya.

Selain pesan dan kesan banyak masukan dan ada beberapa kegiatan HUMAS dan MEDKOM yang dilakukan di HIMA IIP Lampung, walaupun memang masih banyak kegiatan yang dilakukan secara online, seperti saat Milad IIP Lampung yang ke 5  yang sangan membuat kita happy adalah kita kolaborasi dari semua komponen sejak New Chapter 2020. walaupun  untuk kegiatan HIMA masih lingkup internal regional, tetapi semangat untuk belajar di gtiap jenjang patut diapresiasi, begitu kutipan dari KAHIMA IIP LAmpung Mba Linda.

Mba Linda menambahkan bahwa memang 9 tim dari HIMA IIP Lampung masih terus menggodok kegiatan agar terus menjadi booster tersendiri saat semangat tim yang naik turun.  Saling support, saling bantu, saling mengingatkan dan kegiatan tidak akan berjalan tanpa tim yang solid di HIMA IIP Lampung.

” MasyaAllah, kekeluargaan yang sangat keren di HIMA IIP Lampung, ayo taklukkan tantangan pandemi ini’,  semangat yang diberikan mba Reni dan Teh Chika untuk tim HIMA Lampung.

Masih banyak lagi kegiatan yang di lakukan di HIMA IIP Lampung, diantaranya yang masih berjalan sampai saat ini yaitu :

  • Selasa Inspirasi, dimana kelompok yang dibagikan akan mencari inspirasi apasaja yang bisa dijadikan kegiatan selama pandemi di rumah saja, misalnay resep baru olahan rumah yang sederhana atau cara bercocok tanam.
  • Jum’at Hikmah, dimana setiap kelompok mencari kutipan hikmah bisa mengutip dari ayat Al Qu’an, Hadist atau kata motivasi lainnya, lalu dibahas sharing bersama di WAG..

adapun rencana yang masih dalam proses penggodokan adalah :

  • Bulan Agustus 2021 HIMA IIP Lampung akan mengadakan zoom meeting mempersiapkan kegiatan apa yang akan di lakukan saat 17 Agustus 2021.
  • Challange yang berkaitan dengan 17 Agustus 2021
  • Bulan September 2021 rencana kerja berkaitan dengan Challange Family Project yang masih dalam penggodokan.

walaupun asih sebuah rencana HIMA IIP Lampung terus berusaha semaksimal mungkin agar kegiatan di regional tetap berjalan dan terus memberikan positif energi untuk semua anggotanya, dan hal ini Teh Chika dan Mba Rani memberikan semangat yang menambah mood boster kami pengurus HIMA IIP Lampung kedepannya.

Waaaah kebayang dong serunya kegiatan ini, dan ini bukan kegiatan yang stop di HIMA IIP lampung saja lo.. akan terus bergiliran di HIMA regional lainnya juga. Dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungan Teh Chika dan Mba Reni yang sudah berbagi ilmu dan keseruan di pengurrus HIMA IIP Lampung.

Demikianlah Warta Apik Kegiatan HIMA IIP Lampung kali ini. Jangan lupa untuk terus belajar agar dapat tumbuh menjadi perempuan produktif yang bisa  memberikan dampak positif  bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

SALAM SEHAT DAN JANGAN LUPA PROKES JANGAN KENDOR. SEMOGA KITA SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH TA’ALA. AAMIIN

Pengasuhan Positif untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Pengasuhan Positif untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

HIMA Jakarta kembali mengadakan acara COBEK#5 (Curhat Orang Berbakat, Enerjik, dan Keren) pada hari Sabtu, 13 Maret 2021. Tema yang diangkat pada COBEK#5 adalah mengenai pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam rangka Hari Down Syndrome yang diperingati pada 21 Maret.

HIMA Jakarta mengundang dua orang narasumber: Dewi Andriyani, S.Psi., guru ABK dan Finalita Sufianti, orang tua dengan anak disleksia. Mereka berdua merupakan mahasiswi bunda produktif#1. Acara ini diadakan melalui platform Zoom dan dipandu oleh Talitha Rahma, mahasiswi bunda sayang#6. Mau tahu bagaimana keseruan acara ini? Yuk langsung saja kita intip isinya.

Sebelum acara berlangsung, panitia membagikan ringkasan materi ke grup WhatsApp COBEK#5. Para peserta sangat antusias memberikan pertanyaan untuk narasumber di ruang obrolan WhatsApp. Ruang Zoom dibuka oleh host pada pukul 09.45 WIB dan acara dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB.

Di awal acara, Dewi Andriyani menjelaskan bahwa pada umumnya setiap individu memiliki 6 kemampuan: 1). sikap dan perilaku; 2). keterampilan bergerak; 3). bahasa dan bicara; 4). sosial dan emosional; 5). kemandirian; dan 6). kecerdasan. Semua kemampuan tersebut harus diamati bersamaan dengan tumbuh kembang anak (deteksi sejak dini). Apakah ini akan berkembang sesuai tahapan atau terdapat penyimpangan. Jika mengalami penyimpangan atau hambatan, maka bisa terjadi dua kemungkinan:

  1. Anak lambat berkembang (ALB), ketika terhambat 1 atau 2 aspek perkembangan dari tingkat umur dan perkembangan anak pada umumnya.
  2. Anak berkebutuhan khusus (ABK), ketika terhambat >2 aspek perkembangan dan lebih dari 1 tingkat umur.

Anak berkebutuhan khusus (ABK) biasanya mengalami beberapa hambatan perkembangan, salah satunya gangguan belajar yang terbagi menjadi 2 jenis:

  1. Bersifat developmental, berhubungan dengan perkembangan (gangguan motorik, persepsi, komunikasi, dan penyesuaian perilaku sosial).
  2. Bersifat akademik (khusus), menunjuk pada adanya kegagalan pencapaian prestasi akademik sesuai dengan kapasitas yang diharapkan (penguasaan keterampilan bahasa, membaca, mengeja, menulis, dan matematika). Selanjutnya, gangguan belajar bersifat akademis memiliki beberapa klasifikasi:
  1. Disphasia, adalah anak yang mengalami kesulitan berbahasa verbal, berbicara, dan berbagai kekurangan bahasa
  2. Disleksia, adalah anak yang mengalami kesulitan membaca termasuk tidak mampu mengeja
  3. Disgraphia, adalah anak yang mengalami kesulitan menulis (penyimpangan kelancaran verbal dan menyatakan pikiran dalam bentuk tulisan)
  4. Diskalkulia, adalah anak yang mengalami ketakmampuan untuk berfikir kuantitatif/berhitung

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah seseorang termasuk berkebutuhan khusus atau tidak? Berikut ini terdapat beberapa gejala yang bisa diamati pada anak balita, anak yang lebih dewasa, ataupun remaja dan dewasa.

A. Gejala pada balita.

  1. Lambat bicara dan perkembangan kosakata yang sedikit dibandingkan dengan anak seumurannya;
  2. Bermasalah dalam pengucapan;
  3. Kesulitan belajar alfabet, angka, bentuk, dan warna;
  4. Kesulitan mengikuti petunjuk atau instruksi;
  5. Kesulitan kemampuan motorik;
  6. Mudah terganggu;
  7. Masalah dengan interaksi sosial.

B. Gejala pada anak yang lebih dewasa.

  1. Lambat untuk mempelajari suara-suara asosiasi;
  2. Konstan melakukan kesalahan ketika membaca, menulis, atau mengeja;
  3. Kesulitan dan kebingungan dalam tanda aritmatika matematika (seperti tanda x dan +);
  4. Lambat untuk belajar keterampilan baru;
  5. Tidak menyadari akan bahaya (resiko);
  6. Miskin konsentrasi;
  7. Membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan teman sebaya nya untuk pelajaran sekolah atau pekerjaan rumah;
  8. Terbalik atau susah untuk memahami huruf seperti p dengan q, b dengan d, s dengan z;
  9. Menghindari membaca dengan suara keras;
  10. Tulisan tangan yang jelek;
  11. Kesulitan untuk berteman;
  12. Nilai akademik jelek.

C. Gejala yang ditampilkan remaja dan dewasa.

  1. Menghindari membaca dan menulis tugas;
  2. Salah membaca sesuatu, salah mengeja;
  3. Bekerja secara perlahan;
  4. Bermasalah dengan konsep-konsep abstrak;
  5. Bermasalah pada ingatan, misalnya mudah lupa.

Pemaparan yang disampaikan dua orang narasumber ini tidak hanya berhenti di ruang Zoom. Karena keterbatasan waktu, maka diskusi ini masih berlanjut di dalam grup Whatsapp. Berikut ini ada beberapa tanya jawab di dalam grup COBEK#5.

Selanjutnya, apakah ABK bisa disembuhkan?

Finalita Sufianti mengatakan bahwa disleksia bukanlah suatu penyakit. ABK bukan penyakit, melainkan kelainan fungsi neurologis yang akan disandang oleh seseorang seumur hidup. Mungkin beberapa dokter memberikan terapi farmakologis seperti obat dari golongan metilfenidat untuk anak attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) supaya mudah konsentrasi.

Lalu, apa pertolongan yang bisa diberikan pada ABK?

Finalita Sufianti menjelaskan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menolong ABK berdasarkan pengalaman pribadinya. Pertama, ABK harus segera dibantu tenaga ahli untuk menjalankan terapi. Kedua, Orang tua perlu bertemu dengan ahlinya untuk membantu mengintervensi kondisi anak. Ketiga, ABK membutuhkan metode pengajaran yang berbeda dibandingkan anak lainnya, misalkan dengan mengatur jenis font atau memodifikasi kegiatan. Keempat, Orang tua perlu melakukan koping strategi untuk mengelola stres yang dialaminya, yaitu dengan melakukan self management, menemui ahli, dan mencari support system yang baik. Kelima, Jangan selalu membantu ABK, biarkan anak belajar mandiri. Insya Allah dengan begitu, ABK akan bisa mandiri dan bersosialisasi dalam kehidupan biasa.

Apabila anak sering tidak mendengar instruksi yang diberikan dan terkadang seperti tidak mendengar jika dipanggil, apa yang harus dilakukan?

Menurut Dewi Andriyani, hal yang dapat dilakukan adalah cek masalah pendengaran anak dengan tes Brain Evoked Response Auditory (BERA). Selanjutnya, konsultasi ke terapis tumbuh kembang untuk terapi wicara. Jika sudah mengalami kesulitan bicara, maka bisa dilakukan terapi speech delay.

Bagaimana cara menstimulasi anak 4 SD (10 tahun) yang sangat kesulitan belajar matematika, terutama soal cerita dan perhitungan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari?

Coba amati permainan yang disukai anak, misalnya lego atau mobil-mobilan. Lalu, amati seperti apa gaya belajar anak. Untuk anak visual kinestetik dapat menggunakan media. Kemudian menentukan kata kunci pada soal, misalnya “dibagi rata” untuk pembagian, “total jumlah “untuk penjumlahan, dan “selisih” untuk pengurangan. Dari kata kunci tersebut anak bisa menentukan koping strategi untuk sebuah soal. Intinya, kita sebagai pendamping harus menggali dulu metode belajarnya seperti apa, mencari kata kunci pada soal cerita, dan mendampingi terus ketika belajar. Jangan sampai membuat anak stress. Setiap mau belajar, anak ditanya dan dibuat target mau menyelesaikan berapa lembar soal. Jika anak sudah tidak mau mengerjakan, maka disudahi saja. Jangan sampai anak merasa jenuh karena setiap anak ada kapasitasnya. Utamakan kewarasan dan kebahagiaan anak. Begitulah tips yang dibagikan oleh Finalita Sufianti.

Apa yang bisa dilakukan ketika anak 7 tahun masih sering terbalik menulis angka 2,3,5,6,7,9 dan huruf b & d sesekali? Kondisinya anak membaca cukup lancar, tulisannya sesuai mood bagus tidaknya, sedikit kurang fokus, hafalannya lumayan kuat.

Bisa dilatih menggunakan pendekatan multisensori seperti mengenalkan angka-angka dengan lilin plastisin, pasir, sand paper, atau media lainnya. Bisa juga menggunakan metode Montessori.

Di Montessori, huruf yang memiliki bentuk dan suara yang mirip diajarkan secara terpisah. Jika kondisinya sudah lancar membaca, bisa diajarkan berulang untuk fokus ke kata yang memiliki huruf “b” tanpa adanya huruf “d”. Jika sudah lancar tanpa salah, bisa dilanjutkan ke kata yang memiliki huruf “d”. Selanjutnya, bisa juga diulang-ulang untuk bunyi fonetik dari hurufnya.

Pendamping juga bisa melakukan observasi, dimanakah posisi pendamping setiap mencontohkan angka kepada anak? Di samping atau di depan? Sebaiknya pendamping berada di sebelah tangan dominan anak ketika mengajarkan angka. Apabila berada di depan anak, mereka akan melihat gerakan tangan ketika menuliskan angka secara terbalik.

Jika anak tidak melalui fase merangkak ketika bayi, apakah bisa menjadi penyebab disleksia?

Finalita Sufianti mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu rumor yang beredar di masyarakat Indonesia. Berikut ini merupakan beberapa rumor mengenai disleksia menurut Asosiasi Disleksia Indonesia (ADI):

  1. Disleksia disebabkan karena tidak merangkak;
  2. Diagnosis disleksia itu hanya ‘mengada-ngada’;
  3. Disleksia itu hanya perkara sulit membaca, menulis, dan berhitung (calistung) saja;
  4. Disleksia itu karena anaknya bodoh, malas, dan tidak ada motivasi;
  5. Disleksia menular;
  6. Disleksia bisa minum obat tertentu supaya sembuh.

“Setiap anak itu unik. Allah tidak menciptakan produk gagal. Fitrahnya manusia yaitu saling menyayangi dan melengkapi, tidak membedakan normal atau tidak normal. Kurva itu seimbang jika ada plus dan minus.” Dewi Andriyani.

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda

Cancer Education for Mom

Cancer Education for Mom

HIMA Jakarta Kembali mengadakan acara COBEK#4 (Cerita Orang Berbakat, Enerjik, dan Keren) pada hari Jumat, 12 Februari 2021. Tema yang diangkat pada COBEK kali ini mengenai edukasi kanker dalam rangka Hari Kanker Sedunia yang diperingati pada 4 Februari. HIMA Jakarta mengundang salah satu mahasiswi bunda sayang#6 yang merupakan seorang dokter sebagai narasumber, dr. Intan Farida Yasmin, M.Sc, DIC. Acara ini diadakan di Telegram HIMA Jakarta dan dipandu oleh Ratih Nurlita Inaya. Mau tahu bagaimana keseruan diskusi ini? Yuk langsung saja kita intip isinya.

Sebelum acara berlangsung, dr. Intan memberikan ringkasan materi ke Telegram HIMA Jakarta dan mendapatkan respon yang sangat positif dari teman-teman HIMA Jakarta. Antusiasme peserta yang tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan ramainya ruang obrolan telegram selama diskusi berlangsung.

Pembicara menyampaikan bahwa kanker adalah kondisi penyakit ketika sel abnormal memperbanyak diri dan menyebar ke jaringan lain secara tidak terkendali yang karena mutasi atau perubahan genetik (DNA). Mutasi bisa diturunkan dari orang tua (keturunan), terjadi dengan sendirinya karena kesalahan pembelahan sel, atau paparan agen lain dari lingkungan seperti: radiasi UV, bahan kimia, rokok, dan sebagainya.

Sel kanker sudah tidak berfungsi seperti sel normal, tetapi tetap mengambil suplai nutrisi dan oksigen untuk terus tumbuh mendesak sel-sel normal serta dapat menyebar ke jaringan sekitarnya (invasif). Normalnya, sel yang sudah tua atau tidak berfungsi akan mati atau dimatikan oleh sel imun. Namun, pada sel kanker yang terjadi adalah terus menerus tumbuh tanpa kendali, bahkan dapat menghindari penghancuran oleh sel imun.

Kanker bukan penyakit yang muncul tiba-tiba karena termasuk penyakit kronik yang membutuhkan waktu panjang untuk menimbulkan gejala atau keluhan. Di Indonesia, jenis kanker yang banyak ditemui pada orang dewasa adalah kanker payudara, leher rahim, ovarium, colorectum, tiroid, paru-paru, jantung, nasofaring, dan prostat. Sedangkan pada anak-anak (<18 tahun) adalah leukimia dan retinoblastoma.

Mencegah tentu lebih baik dari daripada mengobati. Karena ada faktor risiko kanker yang dapat diubah (gaya hidup, pola makan, dan berhenti merokok) atau tidak dapat diubah (jenis kelamin, usia, dan genetik). Pencegahan kanker dapat dimulai dengan menerapkan gaya hidup dengan CERDIK:

Cek kesehatan secara berkala
Enyahkan asap rokok dengan menghindari paparan asap rokok
Rajin aktivitas fisik
Diet sehat dan seimbang (pola makan)
Istirahat cukup
Kelola stress

Gejala awal kanker sering tak dikenali. Sebab gejalanya mirip dengan ciri-ciri penyakit umum. Kita wajib WASPADA jika merasakan gejala seperti ini:

Waktu buang air besar atau kecil dan perubahan kebiasaan atau gangguan
Alat pencernaan terganggu dan susah menelan
Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor)
Andeng-andeng (tahi lalat), yang berubah sifatnya menjadi besar dan gatal
Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh
Adanya koreng atau borok yang tidak mau sembuh-sembuh

Poin-poin di atas merupakan cuplikan materi yang disampaikan oleh dr. Intan. Baru cuplikannya saja sudah banyak banget ilmu yang didapatkan nggak sih? Begitulah teman-teman, COBEK#4 ini materinya memang “daging“ banget. Nah, selanjutnya kita simak yuk beberapa QnA dari banyaknya pertanyaan menarik yang disampaikan oleh para peserta.

Bagimana cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk ibu menyusui?
Pada saat menyusui, secara normal payudara akan membesar karena kelenjar-kelenjar yang memproduksi ASI mengalami pembesaran. Pemeriksaan SADARI sebaiknya dilakukan saat payudara kosong atau terasa kempes, misalnya ketika siklus menstruasi hari ke-7 sampai hari ke-10. Jika dicurigai terdapat benjolan yang tidak biasa dan tidak hilang meski setelah payudara kosong, sebaiknya diperiksakan ke dokter. Biasanya diperlukan pemeriksaan lain seperti USG untuk mengetahui benjolan tersebut dengan lebih jelas, apakah hanya pembesaran kelenjar asi atau sumbatan kelenjar (tumor).

Untuk wanita yang menderita kanker payudara, apakah masih bisa tetap memberikan ASI pada anak?
Jika pasien sudah didiagnosis kanker payudara (tumor ganas) stadium awal, maka biasanya dilakukan pengambilan semua jaringan payudara beserta kelenjar limfe nya. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran sel kanker ke jaringan dan organ lain yang dapat memperburuk kesehatan pasien, bahkan meningkatkan risiko kematian. Akibatnya, payudara yang terkena kanker kemungkinan besar tidak bisa digunakan untuk menyusui. Namun, pasien tersebut masih bisa menyusui dengan payudara satunya jika sehat dan terbebas dari kanker.
Apabila tumornya jinak, cukup bagian tumornya saja yang diambil, tidak harus semua jaringan payudara. Jika kondisinya seperti ini, maka masih sangat memungkinkan untuk menyusui selama kelenjar ASI nya masih ada.

Kapan sebaiknya dilakukan vaksinasi HPV (Human papillomavirus)?
Pada tahun 2020, kasus kanker cervix (leher rahim) pada wanita Indonesia menempati peringkat kedua setelah kanker payudara. Vaksinasi HPV merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker cervix. Di negara maju, program vaksinasi ini berhasil menekan angka kejadian dan kematian yang disebabkan kanker cervix. Sebaiknya vaksinasi dilakukan sebelum menikah atau sebelum melakukan hubungan seksual.

Apabila orang tua pernah menderita kanker, apakah anak keturunannya juga bisa mengalami hal yang sama?
Jika terdapat riwayat kanker pada keluarga inti, maka keturunannya juga ada faktor risiko mengalami hal serupa. Namun, bukan berarti pasti terjadi. Banyak faktor eksternal lainnya yang juga bisa berkontribusi memicu kanker, seperti: pola hidup sehat, pola makan, paparan radiasi, dan bahan kimia. Apabila terdapat riwayat kanker pada keluarga, maka sangat disarankan untuk memilki gaya hidup yang lebih sehat dan rutin melakukan kontrol kesehatan.

Apakah pasien bisa sembuh total setelah mengidap kanker?
Bisa. Jika deteksi kanker dilakukan sedini mungkin sebelum menyebar dan dilakukan penanganan secepatnya, maka pasien bisa sembuh total. Banyak pasien yang memiliki umur panjang dan bisa beraktvitas normal setelah sembuh dari kanker.

Semoga COBEK#4 ini bisa menjadi pencerahan mengenai kanker untuk teman-teman semua ya. Stay safe & healthy guys!

Disusun oleh Tim Media Komunikasi HIMA Jakarta
Penulis: Faizah Khoirunnisaa
Editor: Maria Fatimah
Desain: Winda

Jejak Perjalanan Bunda Produktif

Jejak Perjalanan Bunda Produktif

Desty putri

Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Institut Ibu Profesional. Saya telah menjadi bagian dari IIP sejak tahun 2016, sebelum menik

ah. Selalu terpesona dan bersemangat sejak mengikuti matrikulasi sehingga saya memilih tidak pernah menunda setiap ada kenaikan kelas. Hingga sampailah saya di Bunda Produktif.

Di tahap ini saya benar-benar dituntut untuk produktif menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Sejak awal kelas kami (para mahasiswi) sudah dihadapkan pada kejutan yang sangat menarik yaitu sebuah kota bernama Hexagon City. Kota ini penuh dengan solusi dan ide-ide brilian. Kami memulai membangun kota ini dengan merancang rumah impian pada pekan pertama. Rumah impian ini sangat unik karena berbentuk segienam dan rumah itu juga harus gue banget. Lumayan challenging apalagi bagi saya yang tidak pintar membuat desain rumah. Jadilah rumah impian ini disusun sebisa saya.

Kami didekatkan dengan tetangga satu passion yang kemudian dikenal dengan istilah Co Housing. Saya berada di Co Housing Kepenulisan 7 yang terdiri dari 10 orang di passion yang sama dan dipimpin oleh seorang leader. Kumpulan Co Housing ini berkumpul menjadi sebuah cluster, cluster saya bernama Solutif. Masih di pembangunan kota, kami melanjutkannya dengan pemilu serentak. Di pekan ini kami memilih walikota Hexagon City. Meski calon kandidat saya tidak menang di pemilu ini tapi all is well, saya menyerahkan semua kebijakan pada pemimpin terpilih.

Pekan-pekan berikutnya lebih menantang. Dimulai dari zona Habit, Enjoy Easy Excellent Earn, Xtra miles, Agility, Growth, Open Space, dan News. Masing-masing zona mempunyai suka duka tersendiri dan semuanya menbekas di hati.

Zona Habit. Awal perkenalan dengan teman-teman Co Housing, kami belum saling mengenal tapi harus merancang habit yang seirama supaya bisa berjalan beriringan. Di sini kami menentukan Project Passion yang akan kami selesaikan di akhir zona. Terpilihlah Project Passion membuat cerita anak yang disajikan dalam 3 jenis cerita yaitu fiksi, non fiksi, dan aktivitas. Cukup menantang karena background kami berbeda-beda. Kami harus membangun habit supaya proses menulis cerita anak bisa berjalan dengan mulus. Bagi saya pribadi, di zona ini begitu berbinar-binar karena cerita anak menjadi salah satu genre favorit.

Di zona berikutnya, manajemen 4E. Kami harus mengkasifikasikan kegiatan yang termasuk dalam kategory Enjoy, Easy, Excellent, maupun Earn. Karena di awal sudah bahagia dengan project passion, maka di zona ini tak banyak kesulitan berarti. Hanya menjadi kurang optimal karena masalah pribadi.

Zona Xtra Miles atau saya menyebutnya sebagai zona percepatan. Di zona ini dituntut untuk menyiapkan energi ekstra demi terselesaikannya project passion. Jujur saja ini pas banget dengan masalah kami. Saya pribadi merasa pergerakan kami melambat sehingga di zona ini kami benar-benar dipaksa menyediakan energi ekstra

Zona Agility. Di zona ddini kami dituntut menjadi seseorang yang empati dsn proaktif. Harus mengambil peran dalam cluster. Bagi saya hal ini tidaklah mudah. Cluster terdiri dari kurang lebih 10 co housing artinya ada ratusan orang dan puluhan project passion. Masing-masing harus berkontribusi dalam sebuah tim sukses dan saya mengambil peean di tim sukses C sebagai reseller project passion.

Zona Growth. Zona yang baru saja kami lewati. Di sini kami distimulus untuk menyelesaikan masalah hingga tuntas. Dan yang paling berkesan bagi saya adalah metode menyelesaikan masalah dengan six thinking hats. Menarik sekali. Metode ini sangat membantu dalam menentukan solusi sampai ke akar-akarnya.

Zona Open Space. Zona ini hendak kami mulai. Ya, saat ini kami sedang berada di zona O. Di zona ini kami harus mengambil peran pribadi baik sebagai host, participant, bumblebee, maupun butterfly. Semua bebas memilih peran. Dan setidaknya saya harus mencoba sebagai host.

Zona News. Zona ini masih rahasia. Dikarenakan belum ada bocoran apa-apa maka saya tak bisa bercerita banyak terkait zona ini.

Nah, itu adalah zona-zona wajib yang harus saya ikuti. Saya senang karena mendapatkan banyak teknik baru dari pemaparan Ibu. Bahkan saya meniru dan memodifikasi beberapa teknik mengajar yang didapatkan untuk diterapkan di perkuliahan saya. Banyak sekali manfaatnya. Meski duka sih tetap ada. Kadang saya masih baper baper club ketika teman-teman Co Housing tidak menanggapi usulan saya. Kadang juga bersitegang pendapat. Kadang merasa jenuh dan terintimidasi. Ya begitulah..

Oya, selain manfaat tersebut saya juga mendapat manfaat keilmuan yang luar biasa melalui pelatihan atau event yang diselenggarakan hexalink dan program mentorship. Ada beberapa pelatihan free yang saya ikuti seperti portofolio anak, menulis cerita anak, desain ebook, neuroparenting, dan sebagainya. Sementara di program mentorship, sebagai mentee saya mengikuti pelatihan menulis fiksi. Ilmu yang saya dapat sangat luar biasa. Sedangkan sebagai mentor saya mengangkat materi stimulasi read alod bagi anak. Ya meski program ini belum berjalan karena beberapa kendala.

Sebagai pembelajar saya sangat senang berkesempatan masuk di bunda produktif. Sedih hanya bagian dari perjalanan kehidupan. Rasa jenuh, lelah, bosan juga kadang melanda, namun diri ini selalu mengusahakan untuk tetap on track. Fokus pada tujuan sehingga semangat kembali terbangun.

 

 

WARTA BAIK HIMA SAMKABAR BULAN FEBRUARI 2021

WARTA BAIK HIMA SAMKABAR BULAN FEBRUARI 2021

WARTA BAIK HIMA SAMKABAR FEBRUARI 2021

Memasuki tahun baru 2021 dengan kondisi yang masih pandemik membuat kami di HIMA IP Samkabar mencoba mengikuti tuntutan zaman yang lebih banyak online. Pada warta baik kali ini kami membagi kabar tentang agenda online kami baik yang baru maupun yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Inilah 3 kegiatan kami di Hima Samkabar :

1. Biru (Bincang Seru ) sebuah acara live streaming Hima Samkabar yang mengangkat tema seputar kesehatan dan parenting .
Episode Biru 30 Jan 2021 kemarin mengangkat tema tentang ” Pengaruh Gadget dalam Tumbuh Kembang Anak”.
Narsum dalam acara tersebut adalah psikolog dan praktisi kebidanan yang juga mahasiswa Bunsay batch 6 .
Obrolan santai sarat makna ini bisa di lihat di https://www.facebook.com/IbuProfesionalSamkabar/videos/465969237896736/.

 

2. Selain Biru Hima Samkabar membagikan berita baik dari Telegram Hima juga tentang Sharing Session dari seorang guru muda yang pernah bertugas di pedalaman Papua sekaligus mahasiswa bunsay batch 6 Tami Afriyani . Pada sesinya mba Tami mengkisahkan bagaimana perjalanan beliau mengajar di daerah terjauh, terluar dan tertinggal di belahan timur Indonesia.

3. Hima Samkabar mengadakan program terbarunya yaitu Menulis Quotes yang diberlakukan untuk seluruh para member.

Penulisan Quotes diadakan di pekan pertama dan ketiga dimulai dari hari kamis hingga ahad. Setiap penulisan Quotes sangat bervariatif yang memiliki tujuan sama yakni agar dapat memberikan semangat dan energi positif kepada sesama member.

Dan bagi member yang mengumpulkan quotes, maka quotes akan di posting di Instagram Ibu Profesional Samkabar dengan harapan dapat memberi dampak yang lebih luas lagi. Beberapa quotes hasil karya mahasiswa hima Samkabar :

Quotes lengkap dapat dilihat pada :
https://www.instagram.com/p/CKbT4zxpieS/?igshid=5tse441x5fz4

https://www.instagram.com/p/CKbUD82JpB1/?igshid=1v97l9t0poulm