Ngilmu Bareng Hima IP Lamongan di Program PranaCitra Talkshow – Pendidikan Rumah Yang Menyenangkan

Ngilmu Bareng Hima IP Lamongan di Program PranaCitra Talkshow – Pendidikan Rumah Yang Menyenangkan

Hai, ibu pembelajar apa kabar? Siapa nih yang menunggu liputan dari Hima IP Lamongan?

Liputan kali ini masih dalam program PranaCitra Talkshow dari Hima IP Lamongan yang rutin diadakan dengan menghadirkan narasumber dari para member aktif HIMA IP Lamongan yang secara bergiliran sharing ilmu seputar apa saja sesuai dengan passionnya masing masing.

PranaCitra Talkshow spesial KIP persembahan Hima IP Lamongan spesial road to Konfrensi Ibu Pembaharu bersama Zuhriyya Hidayati (Mahasiswa Bunda Produktif #2) yang telah diadakan bincang seru pada hari Kamis,25 November 2021 di platform FB Live. Terkait tema Pendidikan Rumah Yang Menyenangkan. Bertepatan pula dengan Hari Guru Nasional.

Home Education (HE) atau pendidikan berbasis rumah adalah amanah dan kesejatian peran dari setiap orangtua yang tak tergantikan oleh siapapun dan tidak bisa diwakilkan kepada siapapun. HE bukan berarti menjejalkan berbagai hal kepada anak agar anak bisa tahu banyak hal.  Pentingnya kita menumbuhkan potensi fitrah yang ada dalam dirinya. Dan dari Rumah lah kita bisa melakukannya.

Pendidikan rumah (Home Education/HE) HE berbeda dengan Homeschooling. HE bukanlah sebuah pilihan melainkan adalah kewajiban bagi setiap orang tua menciptakan suasana pendidikan di rumah. Suasana Pendidikan yang dimaksud ini berbeda dengan suasana di Sekolah, karena terdapat suatu prinsip bahwa orangtua itu “sudah dari sananya” (given) telah diciptakan memiliki otoritas atas anak anaknya. The principles of authority on the one hand, and of obedience on the other, are natural, necessary and fundamental (Charlottte Mason). Otoritas akan runtuh jika orang tua meragukan dirinya dan kehilangan respek dari anaknya. Sementara anak diciptakan memiliki potensi untuk taat kepada orangtuanya. Hal ini merupakan alasan dan keyakinan bersama, bahwa anak memiliki potensi ketaatan pada orangtua dan dapat dipertahankan dan dilatih sejak dini. Misalnya: sebelum anak keluar rumah untuk bersekolah, sebenarnya anak anak ini sangat bergantung pada orang tuanya. Maka hal ini yang dapat digunakan sebagai modal untuk para orang tua mendidik anak anaknya di rumah. Yang kedua, yaitu menikah untuk menjaga keturunan baik secara fisik, moral dan kepribadian. Maka hal ini yang mendasari bahwa pendidikan di rumah merupakan sebuah kewajiban yang berbasis pada pembiasaan. Bagaimana misalnya membiasakan anak memiliki akhlak dan tauhid yang baik? Ini penting ditumbuhkan di rumah dibanding orang tua menyerahkannya langsung ke sekolah. Bukan berarti mengerdilkan peran sekolah, namun sekolah menjadi penunjang saja dalam proses pendidikan pada anak. Relasi orang tua – anak berpusat pada prinsip (Principle centered parenting) yang dilakukan secara seimbang. Maka gunakan otoritas dengan benar dan jangan memanipulasi rasa takut anak, mengeksploitasi perasaan anak demi memenangkan ketaatan anak.

Prinsip selanjutnya, tujuan berkeluarga adalah untuk melestarikan keturunan. Dlam Islam disyaratkan untuk meninggalkan keturunan yang baik dan itu hanya bisa dilaksanakan dengan pendidikan di keluarga. Sebaiknya setiap keluarga memiliki aturannya sendiri dalam hal ilmu ilmu yang wajib diajarkan sendiri di rumah atau bisa dibilang ilmu fardhu’ain yang mungkin bisa berbeda antara keluarga yang satu dengan yang lainnya. Ilmu ilmu yang wajib diajarkan oleh keluarga sebelum anak belajar di tempat yang lainnya. Bagaimana caranya?

  1. Tentukan pendidikan yang wajib dalam keluarga
  2. Gunakan pola asuh otoritatif
  3. Hargai anak sebagai pribadi yang unik
  4. Teladan adalah utama
  5. Doa

Keluarga bukan sekedar berbicara saja, tapi juga memberikan teladan dan pembiasaan secara kontinue. Karena pendidikan rumah merupakan suatu keniscayaan pada setiap keluarga jika memiliki cita cita atau visi misi yang jelas kedepannya berdasarkan upaya yang dilakukan bersama. Jika pendidikan rumah ini berjalan dengan baik pada masing masing keluarga, anak lebih mudah diarahkan pada hal hal baik dan tujuan akan lebih mudah dicapai dengan optimal. Begitulah sejatinya pendidikan rumah yang menyenangkan.

Semoga kita bisa menerapkan pendidikan rumah yang menyenangkan bagi anak anak di keluarga kita masing masing ya.. Aamiin

Salam,

ManMedKom IP Lamongan

Penuhi Tangki Cinta, Sebarkan Bahagiamu

Penuhi Tangki Cinta, Sebarkan Bahagiamu

Assalamualaikum teman-teman…… (sudah kayak youtuber no.1 se-Asia Tenggara beloom? hehe)

HIMA Malang Raya hadir lagi nih. Sambil rujakan apel Malang enak kali yaa.. Hari ini HIMA Malang Raya, ingin bercerita tentang salah satu tema KIP (Konferensi Ibu Pembaharu) yaitu “Ibu dan Anak Bahagia”. Ibu mana sih yaa, yang tidak mendambakan kebahagian untuk diri dan anak-anaknya. Pastinya semua ibu menginginkannya. Menjadi pribadi yang bahagia yang bisa menularkan kebahagiaan keseluruh penjuru rumah.

Nah, pada sesi live IG bersama KIPAmbassador beberapa waktu lalu, Mbak Nailir Rohmah selaku narasumber di temani host cantik Mbak Elis Setyowati telah berbagi keseruan dalam diskusi asik yang berjudul “Penuhi Tangki CInta, Sebarkan Bahagiamu”. 

Teman-teman pasti ada yang pernah mengalami momen dimana anak-anak rewel seharian, selalu mencari perhatian, mendadak tidak mandiri, mudah marah, dsb. Salah satu kemungkinan terbesarnya adalah karena tangki cinta yang kosong.

Apakah itu Tangki Cinta?

Tangki Cinta adalah gambaran pemenuhan kebutuhan dasar emosi seseorang. Setiap orang memiliki tangki tangki virtual yang bisa di gambarkan sebagai sebuah tangki yang berisi cinta, kasih, dan sayang. Jika tangki cinta isinya penuh, maka akan mudah berbagi kebahagian dengan orang lain di sekitar kita.

Apa Sajakah Kebutuhan Dasar Emosi Manusia? (bisa anak & Ibu)

  • Rasa Aman (tidak merasa takut, terancam, terintimidasi)
  • Penerimaan (perasaan dicintai dan di hargai)
  • Merasa dipercaya untuk memegang kendali dirinya

Dalam sebuah keluarga, ada tangki cinta paling utama yang dibutuhkan oleh anak-anak. Yaitu tangki cinta dari Ibu dan Ayah. Lantas, apakah bisa anak-anak mendapatkan sumber cinta yang lain? Bisa, yaitu dari keluarga dekat lainnya (kakek nenek), guru, teman, dll. Tangki cinta anak perlu di isi dan di penuhi oleh orang tua, karena anak-anak masih belum bisa mengisi tangki cintanya sendiri.

Bagaimana cara memenuhi tangki cinta anak/ibu?

Agar tangki cinta terpenuhi, perlu adanya pendekatan. Setiap anak memiliki cara sendiri untuk memenuhi tangki cintanya. Setiap anak cara pemenuhan tangki cintanya juga berbeda-beda. Orang-orang sering menyebutnya dengan Tipe Bahasa Cinta.

Menurut Dr. Gary Chapman and Ross Cambell, ada 5 bahasa cinta yang bisa diterapkan dalam pemenuhan tangki cinta anak;

  1. Tipe kata Pendukung
  2. Sentuhan fisik
  3. Quality time
  4. Hadiah
  5. Service

Bagaimana cara mengenali tipe bahasa cinta yang pas untuk anak?

Aplikasikan mantra Ibu Profesional. Teman – teman Ipers pasti tidak asing dengan 3 mantra Ibu Profesional.

  1. Main Bareng
  2. Ngobrol Bareng
  3. Beraktifitas Bareng

Dalam pengaplikasian 3 mantra tersebut, sertakan juga hal-hal di bawah ini;

  1. Amati cara anak mengungkapkan cintanya kepada orang tua
  2. Amati cara anak mengungkapkan cintanya kepada orang lain
  3. Mendengakan permintaan yang paling sering diajukan
  4. Perhatikan keluhan yang paling sering disampaikan
  5. Membiarkan anak memilih satu dari dua pilihan

Apa manfaat jika tangki cinta penuh?

Banyak sekali manfaat yang dirasakan saat tangki cinta anak penuh. Salah satunya adalah anak menjadi mudah diajak kerjasama serta memiliki motivasi dan kemauan. Jadi nyenengin dan ngedemin hati ya bun..

Sekian cerita yang disambi rujakan apel hijau khas Malang Raya. Semoga HIMA Malang Raya bisa sering berbagi keseruan cerita kami disini.

Wassalamualaikum wr. wb

#wartaapik #wartaapikIP #KIP #Konferensiibupembaharu #1dekadeibuprofesional #institutibuprofesional #semestakaryauntukin

“Aku Bersyukur Menjadi Ibu Rumah Tangga” – Road to Konferensi Ibu Pembaharu

“Aku Bersyukur Menjadi Ibu Rumah Tangga” – Road to Konferensi Ibu Pembaharu

Assalamualaikum teman-teman Ipers…..

Bismillah.. HIMA Regional Malang Raya akan mengajak teman-teman semua jalan-jalan ke Malang keliling-keliling kampung warna warni serta makan bakso khas Ngalam.

Dalam rangka menyemarakkan road to 1 Dekade Ibu Profesional yang di kemas apik dalam acara KIP (Konferensi Ibu Pembaharu), para KIPAmbassador saling berpacu mengkampanyekan keseruan acara KIP yang akan diselenggarakan pada bulan Desember nanti. Salah satunya dengan cara melakukan live IG dibalut ngobrol asik bersama para narasumber kece yang juga KIPAmbassador.

Judul pertama yang di usung adalah “Aku Bersyukur Menjadi Ibu Rumah Tangga” bersama narasumber Mbak Rifka Harnowo yang dipandu host Mbak Nailir Rohmah.

Masih sering menjadi pembicaraan hangat tentang perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga dan ibu yang memilih bekerja di ranah publik. Adu opini demi menunjukkan bahwa Ibu Rumah Tangga yang terbaik karena bisa stay all day di rumah dan mengamati tumbuh kembang anak-anak atau sebaliknya ibu pekerja yang bisa memenuhi semua keinginan anak, dsb.

Di dalam ngpbrol asik di live bersama Mbak Rifka di jabarkan, bahwa semua perempuan yang sudah menikah bisa disebut ibu rumah tangga. Terlepas nantinya peran yang dipilih adalah fokus bekerja di ranah domestik atau bekerja diranah publik. Apapun pilihan yang diambil pastilah pilihan yang terbaik, karena setiap keluarga memiliki value masing-masing setiap keluarga dengan anggota didalamnya memiliki pribadi yang unik.

Lantas, apakah saat memilih menjadi Ibu Rumah Tangga menjadi tidak produktif? Ini menarik sekali, karena dalam salah satu tema KIP nanti juga mengangkat tema “Saya Ibu Rumah Tangga dan Saya Bangga”. Dimana para perempuan yang memutuskan memilih bekerja di ranah domestik tetap memiliki ruang untuk meningkatkan potensi hingga akhirnya bisa menjadi diri yang lebih produktif. Tidak sedikit perempuan yang mengatakan, bahwa bekerja diranah domestik bukan berarti semua koneksi terputus, bakat terkubur, cita-cita tenggelam. Tidak! Tetapi malah menjadi jalan baru untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri, sehingga bisa berkarya dan bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tapi untuk masyarakat dan dunia.

Seperti Narasumber ngobrol asik di sesi ini, beliau memilih bekerja diranah domestik. Selain itu, beliau juga sudah menemukan potensi dirinya yaitu public speaking yang jam terbangnya juga tydack kaleng-kaleng ya pemirsah…hehehe Sehingga Mbak RIfkapun sangat enjoy dan bahagia sekai menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, di kelilingi anak-anak yang sholeh-sholehah serta tetap bisa menebar kebermanfaatan dari rumah untuk dunia.

Sekian dulu jalan-jalan ke Malangnya, sampai bertemu lagi dan tunggu cerita yang tidak kalah menarik lainnya yaa…

Wassalamualaikum, wr. wb

#wartaapik #wartaapikIP #KIP #Konferensiibupembaharu #1dekadeibuprofesional #institutibuprofesional #semestakaryauntukindonesia #Ibuprofesionalforindonesia #akuiburumahtanggadanakubangga #darirumahuntukdunia

Melejitkan kecerdasan anak 1000 HPK

Pentingnya perkembangan anak di 1000 HPK sangat mempengaruhi kecerdasan anak dimasa yang akan datang.

Asah, Asih dan Asih sangat berpengaruh terhadap tumbang anak.

Tips jitu melejitkan perkembangan anak:

1. Stimulasi, diperlukan di 1000 HPK bail notorious halis, kasar dan bahasanya.

2. Nutrisi, nutrisi yang bagus sangat membantu memenuhi kebutuhan tubuh sehingga tumbang anak optimal

3. Pijat bayi, berguna untuk menstimulasi dan membantu rileksasi anak. Sehingga kualitas tidurnya menjadi baik. Dan mengoltimalkan tumbang anak

#konferensiibupembaharu

#1DekadeIbuProfesional

#institutibuprofesional

#semestakaryauntukindonesia

#ibuprofesionalforindonesia

#darirumahuntukdunia

 

 

Ngilmu Bareng Hima IP Lamongan di Program PranaCitra Talkshow Cerdas Finansial Pada Anak

Ngilmu Bareng Hima IP Lamongan di Program PranaCitra Talkshow Cerdas Finansial Pada Anak

 

PranaCitra adalah sebuah program HIMA IP Lamongan. Terdapat berbagai jenis, salah satunya yaitu PranaCitra Talkshow yang rutin diadakan dengan menghadirkan narasumber dari para member aktif HIMA IP Lamongan yang secara bergiliran sharing ilmu seputar apa saja sesuai dengan passionnya masing masing. Nah liputan kali ini merupakanPranaCitra Talkshow spesial KIP persembahan Hima IP Lamongan spesial road to Konfrensi Ibu Pembaharu bersama Lailatun Nisfah (Mahasiswa Bunda Produktif #2) yang telah diadakan bincang seru pada hari Kamis,14 Oktober 2021 lalu di platform FB Live. Terkait tema Cerdas Finansial Pada Anak.

Sebagai ibu bagaimana perkembangan kesiapan anak dalam mengatur keuangan mereka sejak dini dalam rangka menyiapkannya menjadi insan yg cerdas finansial di masa mendatang?
Saatnya orang tua belajar lagi bagaimana menyiapkan anak cerdas dalam finansial sejak dini. Konteks finansial itu sendiri bukan terbatas kita berbicara soal uang saja, tetapi lebih dari itu kita berbicara tentang rezeki. Kita membuka mindset bahwa rezeki itu tidak hanya uang tapi banyak hal yang Allah berikan pada kita.

Lalu sejak usia berapa anak bisa dikenalkan pada konsep nilai uang? Jawabannya sedini mungkin sejak anak bisa diajak berkomunikasi orangtua bisa mengajak anak ngobrol. Sedangkan untuk mengenalkan konsep nilai uang bisa dimulai sejak usia 3 tahun berdasarkan tahapan tahapan yang akan dibahas sebagai berikut :

    1. Jadilah Teladan bagi anak. Anak adalah peniru ulung, ketika orang tua lengah pun anak bisa menangkap apapun yang kita lakukan. Maka tugas orangtua melakukan yang terbaik dan selalu meminta pada sang Maha Pencipta, yaitu Allah untuk dapat terus membimbing dan menjaga apapun yang kita lakukan. Jika kita melakukan kesalahan kita minta semoga kesalahan yang kita lakukan itu tidak terlihat oleh Allah dan jika terlanjur anak melihatnya, kita mintakan semoga apa yang dilihat tidak baik oleh anak akan dilupakannya. Itu doa yang bisa kita panjatkan dalam mendidik anak. Maka dalam finansial kita bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Kita bisa tunjukkan apa yang kita inginkan tidak harus langsung bisa kita penuhi tetapi bergantung pada apa yang sebenarnya kita butuhkan.
    2. Berikan jatah harian atau mingguan. Ini bisa kita mulai di usia 6 tahun ke atas, memberikan kepercayaan mengelola jatah keuangan yang kita berikan kepadanya dengan nominal tertentu disesuaikan saja dengan kondisi saat itu. Ketika dalam waktu tertentu dirasa cukup berhasil, maka kita bisa tingkatkan memberikan jatah harian itu dalam jumlah harian dikali 7 yaitu menjadi mingguan. Sehingga anak bisa belajar mengelola uang dan membelanjakan sesuatu sesuai kebutuhan. Dari sini anak anak bisa belajar memilih dan memilah mana yang benar benar anak butuhkan. Jika anak menginginkan sesuatua yang belum dia butuhkan, kemudian jatah uangnya habis kita bisa memberikan semangat bahwa yang dia lakukan kemarin, ada yang perlu diperbaiki sehingga anak bisa belajar. Terlebih dahulu kita harus bisa menguatkan tekad,  bersikap “tega” dan mengkomunikasikan bahwa pentingnya membedakan mana yang menjadi kebutuhan atau sekedar keinginan.
    3. Bisakan anak untuk menyisihkan jatahnya dengan teratur. Mulai menanamkan konsep menabung. Jika anak berhasil menggunakan jatah harian sesuai dengan kesepakatan lalu ada kelebihan sisa uang, disini orangtua hendaknya menambahkan keterampilan baru yaitu menabung dari sisa uangnya. Hal ini bisa juga kita jadikan Project untuk anak anak. Semakin bertambahnya usia anak, kita bisa memberikan pengertian untuk menabung di Bank dengan membuatkan rekening khusus bagi anak. Anak diajak untuk berkunjung ke Bank, melakukan aktivitas seperti menyetorkan uang tabungan sendiri. Anak bisa mendapatkan pembelajaran yang menarik dan belajar secara langsung konsep nilai uang yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Disinilah peran orangtua perlu untuk mengamati dan mendampingi kebutuhan belajar anak.
    4. Buat kesepakatan jika pergi ke tempat umum atau ketika berbelanja. Sebelum akan pergi ke suatu tempat, ajak anak berdiskusi terlebih dahulu. Memberikan gambaran secara umum, lalu mengajarkan anak mengutarakan pendapat dan keinginannya. Dari situ kita dapat memperhitungkan berapa budget yang dibutuhkan. Contohnya saat mengunjungi tempat bermain, ketika keinginan anak melebihi kesepakatan yang sudah dibuat bersama diawal, maka tuga kita sebagai orangtua mengingatkan dan memberikan pemahaman kembali tentang jatahnya. Orangtua hendaknya tetap konsisten dan berpegang kuat, disiplin pada kesepakatan awal tidak mudah tergoda dengan rayuan atau rengekan sang anak. Dan segera buat kesepakatan baru, misalnya dengan menabung lagi untuk keperluan selanjutnya. Agar anak bisa menghargai sesuatu yang kita usahakan bersama.
    5. Kenalkan sifat Allah Arrazaq (Maha Pemberi). Menanamkan kepada anak bahwa semua rezeki yang kita berikan ini karena rahmat dari Allah yang memberi, bukan dari ayah atau ibu. Jadi ketika anak menginginkan sesuatu anak otomatis berdoa langsung kepada Allah. Begitupula ketika keinginannya terwujud, anak akan bersyukur kepada Allah dan kepada siapapun yang memberikan.
    6. Komunikasikan kepada anak, bahwa rezeki itu tidak hanya sekedar materi/uang. Tanamkan kepada anak bahwa masih banyak bentuk rezeki tidak sekedar uang saja, seperti waktu luang orangtua yang diberikan kepada anak juga merupakan rezeki, kesehatan, dll. Maka segala nikmat yang diberikan oleh Allah perlu disyukuri.
    7. Ajari anak untuk berbagi. Buatkan agenda untuk kegiatan berbagi dari sebagian rezeki yang dimiliki oleh anak kepada teman yang kurang beruntung atau kurang mampu. Menanamkan pada anak untuk menularkan kebahagiaan kepada orang lain.

Berikut adalah poin poin penting yang bisa kita terapkan dalam mempersiapkan anak yang cerdas finansial sebagai bekal di kehidupannya kelak. Semangat yaa para ibu, semoga kita bisa mendapatkan hikmah dari sesi ngilmu kali ini dan bisa kita terapkan bersama anak anak tercinta.

Masih banyak keseruan lain dari program program yang diadakan oleh Ibu Profesional dari berbagai regional dalam menyambut Konfrensi Ibu Pembaharu mendatang. Jadi jangan lewatkan yaa.. simak kemeriahannya di semesta sosial media Ibu Profesional.

Salam hangat,

ManMedKom HIMA IP Lamongan

 

Bahagia itu Perlu Diupayakan dan Diusahakan

Bahagia itu Perlu Diupayakan dan Diusahakan

Pergi jalan-jalan ke Kota Kediri
Pulang-pulang bawa rantang
Hey kawan ayo kemari
Saling kenal supaya kian sayang

Penggalan pantun di atas mengingatkan pada kutipan “tak kenal maka tak sayang”. Begitu pun program yang diangkat oleh Himpunan Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Ibu Profesional Asia yaitu DEKAN (DEKAT DENGAN ANGGOTA).
Program ini digalakkan dengan tujuan untuk saling mendekatkan dan mengenal lebih dalam antar anggota. Dalam sebulan setiap seminggu sekali, para anggota member Institut Ibu Profesional Asia saling bergantian membagikan kisah dan pengalaman menariknya,

Dan dalam episode Dekan tersebut, setiap bulannya HIMA Asia akan menghadirkan Dekan Spesial yang mendatangkan narasumber dari kepengurusan pusat.

Alhamdulillah, pada Dekan Spesial yang dirancang oleh HIMA Asia telah menghadirkan narasumber spesial dari pusat yaitu Rektor Institut Ibu Profesional, Dzikra I. Ulya. Beliau akrab dipanggil dengan panggilan Teh Chika.

Kedatangan beliau membawa begitu banyak insight yang bisa diambil dan taburan bintang yang dapat diraih. Salah satu yang ditekankan oleh beliau adalah

bahagia itu perlu diupayakan

Definisi bahagia itu bukan hanya saja rencana yang tereksekusi dengan rapi dan berjalan secara lancar, anak-anak makan dengan baik, ataupun lainnya. Bukan, bukan seperti itu melainkan bagaimana semua mengupayakan dalam membuat kebahagiaan itu.

Pun saat membersamai anak-anak bermain, hal ini dapat dilakukan dengan penuh bahagia, baik ibu maupun anaknya. Semua itu perlu diusahakan.

Namun, saat menjadi ibu akan banyak ditemui hal-hal yang di luar rencana dan ekspektasi. Saat semua itu tidak berjalan sebagaimana mestinya maka sebagai ibu perlu bergerak dalam rangka merombak semua masalah menjadi tantangan dan menemukan solusi.

Seperti pesan singkat yang sarat penuh makna dari beliau kepada kami para anggota member Institut Ibu Profesional Asia,

Jika merasa lelah.. disadari dan diterima dulu
Beri ruang dan waktu untuk melakukan dialog diri setiap harinya
Kemudian segera bangkit dan atur frekuensi antusias
Yuk taklukan tantangan kita setiap harinya.. dan hadirkan solusi 🤩

Sungguh, menjadi ibu itu ladang untuk belajar dan berpahala sangatlah banyak. Tinggal bagaimana kita mengupayakan dan meraihnya semaksimal dan semampu yang bisa kita gerakkan.

Insight dan hikmah tak akan datang dengan sendirinya,
Semua itu perlu dijemput dan dikerahkan.

Wahai para ibu hebat,
Mari terus mengupayakan kebahagiaan yang sesuai dengan diri kita masing-masing,
dan jemput kebahagiaan tersebut dengan terus mengusahakannya.

Semangat :))

Salam,
Tim HIMA IP Asia