Oleh: Steffi Dwithasari

Praktisi Hidroponik, Urban Farming

Ibu 2 anak yang berdomisili di Bogor, makin intensif berkebun hidroponik sejak resign dari karirnya sebagai Engineer di perusahaan migas. Pernah menjadi supplier kale dan pokcoy dari hidroponik, juga memproduksi susu almond.

Mahasiswi Bunda Produktif batch#1

CH Sustainable Living

Bayangkan jika kita bisa memetik sayuran sendiri tiap kali mau masak, mudah mencucinya, bersih dan bebas pestisida, masih segar teksturnya, dan minim bahan kimia. Kita bisa lho memanen sendiri sayuran dari rumah, dengan mulai menanam benihnya. Mau tau cara asik berkebun hidroponik dengan sistem Wick?

Apa itu Hidroponik?

Metode budidaya tanaman tanpa media tanah , tetapi memanfaatkan air/larutan mineral yang diperlukan oleh tanaman. Terbukti lebih hemat air daripada menanam secara konvensional. Baik/cocok untuk perkotaan atau yang berlahan sempit.

Jenis Hidroponik
  1. Air menggenang/statis : sistem Wick, air statis dalam wadah, tidak mengalir, tidak membutuhkan alat khusus
  2. Air mengalir : aeeoponic, drip, sistem pasang surut, deep water culture

Sistem Wick

Berasal dari kata sumbu, nutrisi yang diterima akar dialirkan melalui sumbu. Sistem wick menggunakan wadah untuk menampung air nutrisi dan tanaman. Ukuran wadah tergantung dari kebutuhan. Bisa juga memanfaatkan bahan bekas sebagai wadah

Kelebihan Sistem Wick
  • Mudah dan murah dalam mendapatkan bahan
  • Instalasi paling sederhana
  • Tanpa pasokan listrik
  • Bisa ditanam indoor maupun outdoor
Kekurangan Sistem Wick
  • Keterbatasa jumlah tanaman yang dibudidayakan
  • Sulit mengontrol keasaman media jika terlalu banyak tanaman
  • Keterbatasan penyaluran nutrisi oleh sumbu, sehingga hanya cocok untuk tanaman yang tidak doyan air
Bahan dan Alat
  1. Wadah : untuk menampung air nutrisi dan tanaman. Bisa berupa ember, baki, syrofoam, botol dll
  2. Media tanam : untuk menopang tanaman mulai dari pembenihan hingga tumbuh. Bisa berupa rockwool, kapas, dll
  3. Sumbu: untuk mengalirkan nutrisi ke tanaman. Bisa berupa kain flanel, sumbu kompor, kain bekas, dll
  4. Nutrisi : air yang telah diberikan pupuk tanaman khusus untuk tanaman hidroponik. Bisa menggunakan nutrisi yang dijual bebas atau membuat sendiri dari MOL
  5. Perkakas lain: seperti benih, cutter, spidol, gelas, netpot, dll
Cara membuat modul hidroponik sistem wick DIY (do it yourself)
  1. Ukur diamenter gelas plastik atau netpot yang akan digunakan
  2. Lubangi bagian permukaan bahan seukuran dengan gelas plastik / netpot
  3. Lubangi bagian bawah gelas plastik agar sumbu bisa masuk ke dalamnya
  4. Masukkan sumbu ke dalam gelas plastik/ netpot
  5. Letakkan bagian yang berlubang di atas wadah
  6. Masukkan netpot ke dalam bagian yang berlubang
  7. Modul siap digunakan

Air Nutrisi

Nutrisi hidroponik adalah pupuk hidroponik lengkap yang mengandung semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman hidroponik. Pupuk tersebut dikenal dengan nama ABmix. ABmix terdiri dari pupuk A dan pupuk B yang kemudian dicampurkan sebagai nutrisi tanaman. Nutrisi ABmix bermacam-macam, tergantung jenis tanaman yang ditanam. Pupuk tersebut dijual dalam bentuk bubuk maupun cair di toko maupun online shop.

Cara penanaman dan perawatan
  1. Benih disemai
  2. Siapkan larutan nutrisi dan isi di wadah hidroponik
  3. Setelah keluar daun sejati, pindahkan ke dalam netpot/gelas plastik
  4. Masukkan netpot/gelas plastik ke dalam modul hidroponik yang sudah dibuat sebelumnya
  5. Aduk nutrisi minimal 1x sehari
  6. Ganti air nutrisi bila berbusa, berlumut atau tanaman menguning

Tutorial lengkap bisa simak keĀ https://fb.watch/69jleC6VUf