Impact Report Bunda Cekatan 2

Impact Report Bunda Cekatan 2

Program perkuliahan di Institut Ibu Profesional jenjang kedua yakni Bunda Cekatan batch 2 telah selesai dilaksanakan selama bulan Januari-Agustus 2021. Setelah perayaan kelulusan mahasiswa di regional masing-masing dan ditutup secara resmi dengan malam puncak perayaan di Facebook Group pada 11 Agustus lalu, tim program Bunda Cekatan mengolah umpan balik mahasiswa selama perkuliahan.

Tim program Bunda Cekatan menyiapkan impact report yang diolah dari data yang terkumpul sejak awal hingga akhir program perkuliahan melalui formulir asesmen pra dan pasca Bunda Cekatan. Diulas oleh tim Riset Divisi Strategi Pengembangan Program IIP, Sri Tantri Sintia Indriati. Manajer Program Bunda Cekatan batch 2, Hamidah Rina Mantiri memaparkan laporan dan analisisnya di malam BBQ Party pada founder, Rektor, tim Institut dan komponen lainnya di Ibu Profesional pada 9 September 2021 lalu.

Tim Bunda Cekatan 2

Tim Bunda Cekatan 2

Profil Mahasiswa Bunda Cekatan 2

  1. Lulusan program Bunda Sayang dengan media perkuliahan di WAG
  2. Baru herregistrasi dan mulai membiasakan dengan Facebook Group, baik FBG seluruh member IP maupun FBG TransCity
  3. Telah mengerjakan tugas TransCity tentang Berpikir Kritis, Adab Berkomunitas & CoC dan aliran rasa
  4. Mahasiswa remedial / replay dari Buncek 1

 

tingkat kelulusan bunda cekatan 2

Tingkat kelulusan bunda cekatan 2

 

Jumlah mahasiswa bunda cekatan 2

Jumlah mahasiswa bunda cekatan 2

Asal Regional

Asal regional mahasiswa bunda cekatan 2

Asal regional mahasiswa bunda cekatan 2

Grafik diatas menunjukan bahwa terdapat dua regional yang mengirimkan mahasiswa paling banyak selama program Bunda Cekatan 2. Yaitu Bandung dan Yogyakarta.
Data ini didukung pula dengan WAG regu yang mana hanya 2 regu yang berisi mahasiswa dari 1 regional:
1. Regu 6 diisi semua mahasiswa regional Bandung
2. Regu 8 diisi semua mahasiswa regional Yogyakarta

Data ini bukan indikator minat kuliah mahasiswa di suatu regional, karena perlu data pembanding yaitu jumlah tota lmahasiswa lulusan Bunda Sayang yang belum melanjutkan kuliah di regional tersebut.
Data ini juga bukan indikator sebaran mahasiswa IIP, karena perlu merujuk pada data member IP tiap regional. Data sementara, 10% member IP ada di satu regional, yaitu IP Bandung sedangkan 90% member tersebar di 56 regional.

Tingkat Partisipasi Asesmen Pra dan Pasca Buncek

Tingkat Partisipasi Asesmen Pra dan Pasca Buncek

Tingkat Partisipasi Asesmen Pra dan Pasca Buncek

Di program Bunda Cekatan 2, mahasiswa dibagikan formulir asesmen mandiri sebelum dan sesudah perkuliahan.
FBG dibuka tanggal 1 Januari 2021
Form asesmen pra perkuliahan dapat diakses selama dua hari selama 7 – 9 Januari 2021
Form asesmen pasca perkuliahan sudah dapat diakses sejak 27 Juli – 11 Agustus 2021

Tingkat partisipasi di pra asessmen 84,59%
dan di pasca asesmen meningkat menjadi 90,94%

Mengukur Ketercapaian Tujuan Fasilitasi Program

Di formulir asesmen pasca program, mahasiswa diminta memberikan umpan balik akan seberapa tercapai tujuan fasilitasi di program Bunda Cekatan 2. Tujuan fasilitasi dirinci setiap tahapnya, kemudian mengonfirmasi kembali poin-poin pemahaman dan kemampuan yang telah dinilai pada asesmen pra program. Mahasiswa diminta untuk memberikan skor sesuai kondisi yang dirasakan dengan skala sebagai berikut:

Skala tingkat kesesuaian dan kepuasan

Skala tingkat kesesuaian dan kepuasan

 

Analisis Penggunaan Facebook Group sebagai Media Belajar

 

Analisis Penggunaan Facebook Group sebagai Media Belajar

Analisis Penggunaan Facebook Group sebagai Media Belajar

 

Kemampuan mahasiswa akan penggunaan Facebook Group (FBG)

Kemampuan mahasiswa akan penggunaan Facebook Group (FBG)

 

Peningkatan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa akan penggunaan Facebook Group (FBG) sebagai media belajar didukung dengan grafik diatas. Bahwa sejak tahap pertama dari program Bunda Cekatan 2 yaitu Tahap Telur-Telur, 73.2 % mahasiswa menyatakan telah terampil menggunakan FBG sebagai media belajar. Di tahap 1 mahasiswa dikenalkan dengan fitur: Unit/Guides, Rooms, dan posting gambar di Album.

tingkat kepuasan dengan adanya dukungan media belajar lain

tingkat kepuasan dengan adanya dukungan media belajar lain

Di FBG, mahasiswa dikenalkan dengan fitur: Unit/Guides, Rooms, posting gambar di Album, Create Event FB Live, FB Live Streaming, Mentorship dan Messenger. Selain itu ada pula media lain yang memiliki tujuan penggunaan
yang berbeda, yaitu: WhatsApp Group Regu, untuk interaksi dan diskusi sesama mahasiswa sesuai pembagian regu regional, digunakan di sepanjang perkuliahan, jumlah group member 30-35 mahasiswa WhatsApp Group Keluarga Passion, untuk
tempat berbagi dan belajar mahasiswa seusai keluarga passionnya, digunakan di di tahap Ulat-Ulat, jumlah group member 5-18 mahasiswa.

 

Analisis Tingkat Pencapaian Tujuan Fasilitasi Pembelajaran di Tahap 1 (Telur-Telur)

pengetahuan dan kemampuan mahasiswa akan kebutuhan belajarnya

pengetahuan dan kemampuan mahasiswa akan kebutuhan belajarnya

 

pengetahuan dan kemampuan mahasiswa akan kebutuhan belajarnya

Peningkatan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa akan kebutuhan belajarnya hingga penyusunan peta belajarnya didukung oleh grafik diatas.

38.5% Sesuai dan 53.2% Sangat Sesuai
dengan pernyataan bahwa:
Tahap Telur-Telur membantu saya memahami
kebutuhan belajar dan menyusun rencana
pembelajaran untuk diri saya

Analisis Tingkat Pencapaian Tujuan Fasilitasi Pembelajaran di Tahap 2 (Ulat-Ulat)

pengetahuan mahasiswa akan metode belajar yang sesuai

pengetahuan mahasiswa akan metode belajar yang sesuai

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan metode belajar yang sesuai

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan metode belajar yang sesuai

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan metode belajar yang sesuai, dan kemampuan untuk selektif mengolah informasi dan pengetahuan dalam belajar didukung oleh grafik diatas.

45.5% Sesuai dan 46.3% Sangat Sesuai

dengan pernyataan bahwa:
Tahap Ulat-Ulat membantu saya memahami
metode belajar yang sesuai untuk saya dan menjadi
selektif mengolah informasi sesuai kebutuhan saya

Kelompok grup mahasiswa pada tahap ulat-ulat

Kelompok grup mahasiswa pada tahap ulat-ulat

Di tahap kedua yaitu tahap Ulat-Ulat, mahasiswa dikelompokkan ke dalam group keluarga berdasarkan passion di WAG. Satu WAG keluarga maksimal berisi 15 mahasiswa, dan minimal 5 mahasiswa.
Live sharing dilakukan selama 2 pekan, dan setiap keluarga melakukan sesi live sharing minimal dua kali.
Setiap WAG keluarga dapat membuat media belajar sendiri dan mengundang narasumber tamu dari lingkungan hutan kupu-kupu cekatan, seperti:
* Sesama mahasiswa Buncek 2
* Tim Buncek 2
* Hexagonia
Media belajar yang digunakan: kulwap, kulzoom, FBG

 

Analisis Tingkat Pencapaian Tujuan Fasilitasi Pembelajaran di Tahap 3 (Kepompong)

 

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan latihan yang dibutuhkan untuk cekatan

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan latihan yang dibutuhkan untuk cekatan

 

Analisis di tahap kepompong

Analisis di tahap kepompong

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan latihan yang dibutuhkan untuk cekatan dan kemampuan untuk konsisten dalam belajar didukung oleh grafik diatas.

40.7% Sesuai dan 48.5% Sangat Sesuai

dengan pernyataan bahwa:
Tahap Kepompong melatih saya untuk fokus pada
latihan kebiasaan baik dan berpuasa dari kebiasaan
yang tidak produktif

Analisis Tingkat Pencapaian Tujuan Fasilitasi Pembelajaran di Tahap 4 (Kupu-Kupu)

Pencapaian di tahap kupu-kupu

Pencapaian di tahap kupu-kupu

 

Pencapaian mahasiswa di tahap kupu-kupu

Pencapaian mahasiswa di tahap kupu-kupu

 

pengetahuan mahasiswa akan adab belajar pada pembimbing

pengetahuan mahasiswa akan adab belajar pada pembimbing

 

Peningkatan pengetahuan mahasiswa akan adab belajar pada pembimbing dan kemampuan memfasilitasi peer-learning lewat mentorship didukung oleh grafik diatas.
36.4% Sesuai dan 60.6% Sangat Sesuai

dengan pernyataan bahwa:
Tahap Kupu-Kupu melatih saya akan adab belajar
pada mentor maupun mentee

 

Efektivitas Fasilitasi terhadap Pencapaian Tujuan di Tiap Tahapan

 

Efektivitas Fasilitasi terhadap Pencapaian Tujuan di Tiap Tahapan

Efektivitas Fasilitasi terhadap Pencapaian Tujuan di Tiap Tahapan

 

Dari komparasi hasil self-assessment mahasiswa pra dan pasca perkuliahan
atas pengetahuan, pemahaman maupun kemampuan, diketahui peningkatan yang paling tinggi adalah di tahap Kepompong dan paling rendah adalah di tahap Kupu-Kupu.

Analisis Tingkat Kepuasan akan Pengalaman Belajar dan Pencapaian Diri selama di Bunda Cekatan

Analisis Tingkat Kepuasan akan Pengalaman Belajar dan Pencapaian Diri selama di Bunda Cekatan

Analisis Tingkat Kepuasan akan Pengalaman Belajar dan Pencapaian Diri selama di Bunda Cekatan

 

Terkait pengalaman belajar, mahasiswa memberikan nilai Puas dan Sangat Puas paling banyak di tahap Ulat-Ulat (84.4%) dan yang paling sedikit di tahap Kepompong (79.2%)
Terkait pencapaian diri, mahasiswa memberikan nilai Puas dan Sangat Puas paling banyak di tahap Ulat-Ulat (81%) dan yang paling rendah ada di tahap Kepompong (72.3%)
Kesenjangan antara keduanya, paling banyak ada di tahap Kupu-Kupu yaitu 7.4%. Pengalaman belajar: 80.1%, namun Pencapaian diri: 72.7%

 

Tingkat kepuasan mahasiswa di Bunda Cekatan

Tingkat kepuasan mahasiswa di Bunda Cekatan

Terkait Pengalaman belajar secara keseluruhan, 44.2% puas dan 51.9% sangat puas
Terkait Pencapaian diri secara keseluruhan, 62.3% puas dan 27.7% sangat puas
Kesenjangan antara keduanya, paling banyak terdapat pada tingkat Sangat Puas yaitu 24.2%

 

3 Faktor mempengaruhi Pengalaman Belajar maupun Pencapaian Diri mahasiswa selama di Bunda Cekatan

3 Faktor mempengaruhi Pengalaman Belajar maupun Pencapaian Diri mahasiswa selama di Bunda Cekatan

Tiga faktor yang paling mempengaruhi Pengalaman Belajar maupun Pencapaian Diri mahasiswa selama di Bunda Cekatan adalah:
1. Panduan jurnal
2. Penyampaian materi
3. Gamifikasi

Tantangan paling berat yang ditemui mahasiswa dari seluruh tahapan di Bunda Cekatan

Tantangan paling berat yang ditemui mahasiswa dari seluruh tahapan di Bunda Cekatan

Tantangan paling berat yang ditemui mahasiswa dari seluruh tahapan di Bunda Cekatan, 45.5% mahasiswa menemui tantangan paling berat di tahap Kupu-Kupu. Dari grafik diatas, beratnya tantangan yang dihadapi berbanding lurus dengan tingkat tahapan.

Tiga tantangan teratas yang dihadapi adalah:

  1. Kondisi diri dan/atau keluarga tidak memungkinkan (sakit keras, terpapar Covid, tertimpa bencana)
  2. Materi dan cara main tidak mudah diimplementasikan
  3. Durasi dan alokasi waktu untuk sesi diskusi kurang tepat

 

Pihak yang merasakan dampak dari pencapaian hasil belajar mahasiswa selama mengikuti program Bunda Cekatan

Pihak yang merasakan dampak dari pencapaian hasil belajar mahasiswa selama mengikuti program Bunda Cekatan

Pihak yang merasakan dampak dari pencapaian hasil belajar mahasiswa selama mengikuti program Bunda Cekatan

Pihak yang merasakan dampak dari pencapaian hasil belajar mahasiswa selama mengikuti program Bunda Cekatan adalah : Diri sendiri (93,5%),  Anak  (62,8%) dan Suami (52,4%).

Sejumlah 57,6 mahasiswa berniat langsung melanjutkan ke jenjang perkuliahan selanjutnya, yaitu Bunda Produktif 2. Sedangkan 39% mahasiswa memilih cuti dari perkuliahan dan transit di FBG TransCity Harmoni.

Analisis Kualitatif : Continue, Stop, Start

CONTINUE

Hal yang sudah baik dan perlu diteruskan di Bunda Cekatan:

  • Platform fb memudahkan untuk bisa live diskusi dan ini memudahkan mahasiswi, desain visual yang sangat apik juga meningkatkan semangat.
  • Gamifikasi, video materi / panduan bisa diakses kapan pun, diskusi di wag regu.
  • Sistematika belajar yang runut dan berjenjang mulai dari mengenali diri hingga mentorship
Yang sudah baik dan perlu diteruskan di Bunda Cekatan

Yang sudah baik dan perlu diteruskan di Bunda Cekatan

 

STOP

Hal yang harus dihentikan di Bunda Cekatan:

  • Grup Keluarga berdasarkan passion yang tidak sampai akhir metamorfosis
  • Pemilihan Karegu dan Kepala Keluarga yang tidak berdasarkan diskusi / pemilihan di grupnya
  • Istilah baru di hutan kupu-kupu yang membingungkan
  • Program Buddy yang tidak ada kelanjutannya
  • Durasi video materi yang panjang (lebih dari 20 menit)
  • Waktu live di FBG yang terlalu lama

 

Yang harus dihentikan di Bunda Cekatan:

Yang harus dihentikan di Bunda Cekatan

 

Yang harus dihentikan di Bunda Cekatan

Yang harus dihentikan di Bunda Cekatan

START

Hal yang harus mulai dilakukan:

  • One-on-One Mentorship
  • Ada standar jurnal Tantangan 30 Hari
  • Materi dan live diskusi dalam satu waktu
  • Jurnal tahap kupu-kupu juga menuliskan hasil belajar bersama mentor
  • Tahap persiapan mahasiswa untuk menjadi Mentor
  • Mengumpulkan Mentor yang tidak mendapatkan Mentee dalam satu forum sehingga mereka tetap mendapat kesempatan untuk berbagi
  • Sesion penjelasan materi dan diskusi lebih panjang
  • Kurikulum mentoring mohon lebih difokuskan
  • Ketersediaan kamus institut untuk memudahkan mengerti istilah yang disebutkan dalam proses gamifikasi

 

Hal yang harus mulai dilakukan di Bunda Cekatan 3

Hal yang harus mulai dilakukan di Bunda Cekatan 3