Nobar dan Diskusi Film Ibu Bumi

Liga Film Keluarga

Sabtu, 17 Juli 2021
Jam 19.30 – 21.00 wib
Penyusun dan layout Impact Report: Septi Peni Wulandani

 

Impact Report Film Ibu Bumi

Impact Report Film Ibu Bumi

Sekilas Acara

Liga Film Keluarga kembali menggelar acara NOBAR (Nonton Bareng) dan Diskusi Film. Kali ini Liga Film Keluarga bekerjasama dengan SEDAP FILM, dan mengambil salah satu produksi film mereka yang berjudul IBU BUMI sebagai bahan diskusi. Hadir dalam acara ini Wini Anggraeni, sebagai produser film IBU BUMI, Chairunnisa, sutradara film IBU BUMI dan Aryanto Nugroho, sebagai koordinator nasional PWYP Indonesia yang mendampingi masyarakat Kendeng. Acara dipandu oleh Septi Peni Wulandani dari Liga Film Keluarga sebagai Moderator dan difasilitasi juga dengan Juru Bahasa Isyarat, Asna Ulya, sehingga memudahkan para peserta yang tuli untuk tetap bisa mengikuti jalannya diskusi.

Sinopsis Film

Film ini menceritakan seorang anak muda yang bernama Bagus (20 tahun), petani yang tinggal di kawasan subur Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, gelisah dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di tempat tinggalnya. Bersama kelompok musik punk-nya yang bernama Kendeng Squad, Bagus menyuarakan berbagai kegelisahannya ini. Ia membuat video klip “Berani Bertani” untuk merekam suara alam dan kerusakan yang terjadi. Bagus berharap, musiknya bisa menjadi inspirasi untuk generasi muda untuk tetap menjaga alam.

Latar Belakang

Film ini dibuat sebagai bentuk kepedulian para insan film untuk mendukung masyarakat Kendeng/masyarakat Samin, yang sedang berjuang selama puluhan tahun untuk menjaga sumber kehidupan mereka yaitu Bumi serta alam raya tempat hidup anak cucu mereka yang perlu dijaga.

Komunitas adat Sedulur Sikep, atau dikenal dengan masyarakat Samin, memiliki peran penting dalam perjuangan para petani menolak keberadaan pabrik semen.

Masyarakat yang mendiami Pegunungan Kendeng sejak ratusan tahun lalu itu memegang prinsip dalam menjaga kelestarian alam. Mereka menganggap bumi layaknya ibu yang harus dilindungi sebagai pemberi kehidupan. Ibu Bumi yang harus dijaga agar tetap lestari.

Animo Peserta

Animo peserta Nobar dan Diskusi Ibu Bumi kali ini cukup banyak, mengingat pengumuman baru dibuka umum pada H-1, dan terdata peserta yang mendaftar sebanyak 305 peserta dari berbagai pelosok Indonesia.

penyebaran info film Ibu Bumi

penyebaran info film Ibu Bumi

 

Whatsapp

Penyebaran info via Whatsapp sangat efektif dan bekerja baik untuk event kali ini. Berdasarkan data dari katadata, jumlah pengguna aktif whatsapp di dunia ini pada tahun 2020 adalah sebesar 2 milliar. Indonesia adalah pengguna whatsapp terbanyak.

Facebook

Facebook menempati urutan platform nomor dua pada penyebaran info event-event Liga Film Keluarga, mengingat banyak sekali para peserta Liga Film Keluarga yang masih aktif menggunakan facebook sebagai tempat belajar dan bersosialisasi.

Sebaran Domisili Peserta

Jakarta masih menempati prosentase terbanyak peminat acara Nobar dan Diskusi Film Ibu Bumi ini. Dilanjutkan dengan Malang, Bandung dan Yogyakarta. Hal ini memberikan gambaran besar bahwa masayarakat yang tertarik dengan event-event diskusi budaya dan film itu masih didominasi masayarakat pulau Jawa.

Domisili peserta nobar dan diskusi Film Ibu Bumi

Domisili peserta nobar dan diskusi Film Ibu Bumi

Peserta Dari Luar Jawa

Kehadiran 0,4% peserta dari Timika, Papua, dari 2,9 % dari Medan, dan beberapa yang hadir dari Pulau Bali, Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, Balikpapan, Pontianak serta Payakumbuh, akan bisa memberi harapan baru bagi perkembangan dunia budaya dan film. Dimana harapan kami para peserta ini akan menggerakkan budaya di wilayahnya dengan seringnya ngobrol di Liga Film Keluarga.

Rasio Jenis Kelamin

Acara Nobar dan Diskusi Film Ibu BUmi ini 89,1 % dihadiri oleh para perempuan dengan usia rata-rata mereka adalah sekitar 20-40 tahun. Sedangkan jumlah peserta laki-laki mengalami peningkatan dari acara-acara sebelumnya yaitu sebesar 10,9%. Peningkatan ini cukup signifikan karena sebelumnya selalu di bawah 5 %.

Mengapa Perempuan Lebih Banyak?

Hal ini selalu menjadi kajian penelitian kami, mengapa peserta perempuan selalu mendominasi prosentase tertinggi dalam setiap acara yang digelar oleh Liga Film Keluarga. Hipotesis pertama kami adalah Liga Film Keluarga lahir dari komunitas perempuan yaitu Ibu Profesional.Hipotesis kedua kami, fenomena di masyarakat kita kalau ada nama keluarga, berarti identik dengan ibu dan perempuan. Hipotesis ketiga kami, banyak ibu dan perempuan yang haus akan ilmu serta pengalaman yang berbasis pada pendidikan anak dan keluarga. Sehingga semangatnya tinggi untuk belajar.Hipotesis ke empat, perempuan lebih suka ngobrol dan nonton film seputar keluarga.

Diskusi Pra Event

Beberapa langkah yang diambil oleh Liga Film Keluarga untuk mengedukasi calon peserta diskusi sebelum masuk ke ruang diskusi adalah dengan cara sebagai berikut:

1.Otomatis Masuk WAG

Semua calon peserta dikumpulkan terlebih dahulu dalam satu WhatsApp group, mereka otomatis akan masuk ke WhatsApp Group setelah mengisi form pendaftaran. Terdapat dua WAG Liga Film Keluarga

2. Memberikan Referensi

Tim dari Liga Film Keluarga memerikan referensi terlebih dahulu di WhatsApp Group seputar sinopsis film, sekilas tentang masyarakat Kendeng, data film dan profil narasumber.

3. Diskusi Pra Event

Dibuka diskusi pra event terlebih dahulu di WhatsApp Group sehingga terbangun engagement yang bagus antara penyelenggara dan peserta sebelum acara berlangsung. Kemudian Link Zoom diberikan di WhatsApp Group.

Tingkat Keefektifan

Dengan pola pra diskusi di WhatsApp Group ini 95,7% dari peserta merasa lebih nyaman, karena merasa tidak sendirian, saling kenal terlebih dahulu dengan para peserta lain yang memang baru saling kenal pada saat itu. Untuk peserta yang berasal dari satu komunitas, seperti Ibu Profesional, menjadikan mereka leading member dalam percakapan di WhatsApp Group disebabkan kedekatan dan kebiasaan diskusi di WhatsApp group yang sudah sering dilakukan oleh komunitas tersebut. Keaktifan peserta di WhatsApp Group ini menjadikan peserta memahami latar belakang film, isi film, profil narasumber dan beberapa referensi tentang Kendeng . Hal tersebut membuat “Rasa ingin tahu” peserta saat acara berlangsung.

Suasana Saat Nobar dan Diskusi

Jumlah peserta yang hadir pada saat Nobar dan Diskusi Film Ibu Bumi ini adalah sekitar 185 peserta, dan yang terus berada di ruangan serta aktif diskusi sampai acara ini selesai adalah sekitar 159 peserta. Animo ini cukup bagus karena sudah lebih dari 50% pendaftar hadir di acara ini dan aktif berdiskusi sampai akhir. Tiga Narasumber yang direncanakan, bisa hadir semuanya, yaitu Winni Anggraeni, Chairunnisa dan Aryanto Nugroho. Acara ini dipandu oleh moderator, Septi Peni Wulandani, dan hadir pula 1 juru bahasa isyarat, Asna Ulya, untuk membantu para peserta yang tuli agar bisa tetap ikut diskusi. Acara diskusi berlangsung tepat waktu sesuai agenda yang disampaikan dan obrolannyapun berlangsung seru.

 

Topik Diskusi

  • Kegigihan perjuangan masyarakat Kendeng untuk menjaga Ibu Bumi
  • Mempelajari kearifan lokal sedulur sikep
  • Proses pembuatan film Ibu Bumi

“IBU BUMI WIS MARINGI, IBU BUMI DILARANI, IBU BUMI KANG NGADILI”

“IBU BUMI SUDAH MEMBERI, IBU BUMI DISAKITI, IBU BUMI YANG MENGADILI”

Di awal diskusi moderator menanyakan tentang latar belakang pembuatan film dokumenter Ibu Bumi ini. Chairunnisa menyatakan bahwa ini cara kami bersuara, lewat film, kemudian Winnie menyampaikan bahwa perjuangan masyarakat Kendeng perlu didukung dengan bentuk yang berbeda dan mengambil sudut pandang yang berbeda. Sedangkan Aryanto Nugroho menyatakan bahwa banyak cara untuk berjuang, banyak cara untuk menyuarakan pendapat, maka film adalah salah satunya.

 

Dampak Pasca Nobar Film Ibu Bumi

Tingkat Kebahagiaan

67 % peserta merasa sangat bahagia setelah ikut hadir di Nobar dan Diskusi Film Ibu Bumi ini. Rata rata mereka menyampaikan kebahagiaannya berkaitan dengan lebih bermaknanya hari mereka di malam minggu ini ketika ikut menonton dan diskusi film Ibu Bumi. Mereka terbuka wawasannya dan senang karena film Ibu Bumi ini sangat dekat dengan kehidupan mereka , tidak ada jarak yang sangat jauh antara kehidupan di film tersebut dengan kehidupan nyata sehari-hari. Kondisi ini membuat mereka terhubung dengan kisah dan tokoh yang bermain di film tersebut. 29,3 % merasa bahagia, dan 3.7 % menyatakan dirinya biasa-biasa saja. Hal ini memberikan keseimbangan data dan sebaran yang baik untuk sebuah event.

Malam minggu yang sungguh bermakna, nobar dan diskusi film Ibu Bumi ini membuka pikiran dan hati saya – Diah 

Saya bahagia mengikuti acara Lga Film Keluarga, karena selalu menghadirkan film yang dekat dengan kehidupan kita – Yanuar 

Sesi Yang Paling Disukai

79,2 % peserta menyatakan sangat menyukai semua rangkaian acara di Nobar dan Diskusi Film Ibu Bumi ini. 17,1% menyukai proses Nobarnya saja, dan 3,7 % menyukai proses diskusinya saja. Salah satu testimoni peserta yang selalu mengikuti acara-acra Nobar dan Diskusi di Liga Film Keluarga menyatakan bahwa semua sesi pada acara kali ini dikemas sangat bagus, mulai dari ketepatan waktu dimulainya acara, dan durasi dari berbagai segment acara ditata dengan bagus dan tepat waktu. Semua narasumber diberikan porsi bicara yang sama, membuat diskusi menjadi seru karena bisa melihat dari berbagai sudut pandang. Pemutaran film juga tidak ada kendala di operator, meski memakai bahasa jawa, tapi disediakan juga subtittle bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Disamping itu panitia juga memberikan link untuk menonton apabila para peserta mengalami kendala sinyal saat menonton langsung di zoom.

Saya suka acara Nobar dan Diskusi kali ini, karena semua narasumber diberikan porsi yang sama untuk bicara – Hamidah 

Nobar dan Diskusi film Ibu Bumi ini benar-benar membuka mata saya tentang pentingnya menjaga Alam dan kearifan lokal – Tutik 

Tingkat Kebermanfaatan

74,4% peserta menyatakan sangat bermanfaat mengikuti acara nobar dan diskusi film Ibu Bumi ini, 25,2 % menyatakan bermanfaat dan 2,4 % menyatakan biasa-biasa saja. Dari peserta yang menyatakan sangat bermanfaat tentang keikutsertaannya di event Nobar dan diskusi film ini rata rata mengungkapkan bertambahnya ilmu dan pengetahuan tentang masayarakat adat, kearifan lokal, Community Based Education yang sudah puluhan tahun dijalankan masyarakat adat secara turun temurun. Ketaatannya pada Tuhan, Tunduk Patuh sebagai penjaga amanah di muka bumi ini. Dalam sesi diskusi memang banyak disingung dan dibicarakan tentang pola kehidupan masayarakat adat “sedulur sikep” yang sangat unik dan sangat manusiawi. Diantaranya adalah mereka tidak mengijinkan anak-anaknya untuk sekolah formal, tapi mengusahakan community based education di masyarakatnya, selain itu juga larangan untuk menjadi Pegawai Negeri, dan Pedagang, untuk menjaga tingkat kejujuran sedulur sikep. Mereka hidup dan belajar dari alam raya.

Banyak ilmu dan pengetahuan yang kami dapatkan dari nobar dan diskusi film Ibu Bumi – Santi. 

Karena menonton film ini saya jadi belajar banyak tentang perjuangan masyarakat Kendeng, taat tunduk patuh sama Tuhan untuk menjaga alam – Rika 

Harapan

Ketika ditanya harapan para peserta untuk acara-acara Liga Film Keluarga, mereka banyak sekali memberi masukan, mulai dari keinginan untuk Nobar dan Diskusi Film Pulau Plastik, menempati peringkat harapan paling tinggi. Menempati prosentasi harapan yang sama adalah keinginan untuk mengangkat tema film tentang Ibu Rumah Tangga, tentang keluarga dan finansial, tentang pesantren, tentang teman hukum, sosial dan lingkungan, dan masih banyak lagi deretan film yang diusulkan oleh peserta dan diharapkan bisa diusung Liga Film Keluarga.

Saran

3,7% peserta menyatakan belum memiliki saran, 2,4% menyatakan sudah bagus dan 2,4% menyatakan sudah sangat baik. Kata baik dan bagus ini memiliki arti yang sama, maka kami jumlahkan menjadi 4,8 % menyatakan sudah sangat bagus. Kami selalu menanti kritik-kritik yang disampaikan oleh peserta, karena kritik itu artinya kita memiliki ruang untuk berkembang ke arah yang lebih baik lagi. Masukan yang diberikan tentang waktu, kalau bisa tidak malam terus, selang seling ke siang, atau minggu sore. Informasi tentang event ini dibuat 1 minggu sebelumnya. Ada juga yang mengusulkan diselingi film-film keluarga yang santai-santai, tidak terus menerus isu sosial di masyarakat.

Peluang

Kami menawarkan kelas Literasi Film Keluarga sebagai event di bulan Agustus 2021. Kelas ini merupakan kelas yang akan menghadirkan para kurator film, untuk memberikan workshop kepada peserta tentang bagaimana cara meningkatkan kapasitas kita sebagai orangtua dalam memahami literasi film. Sehingga diharapkan para peserta akan mampu menjadi kurator mandiri bagi film-film yang akan menjadi tontonan keluarganya. Ternyata 97,6% peserta sangat berminat untuk mengikuti kelas literasi film ini dan 2,4% saja yang menyatakan diri tidak berminat. Kami akan segera menindak lanjuti antusiasme peserta ini dengan mempersiapkan event tersebut sebaik-baiknya.

Kenal Lebih Dekat

CHAIRUNNISSA
Sutradara Film
Chairunnisa

Chairunnisa

Chairun Nissa (Ilun) menamatkan pendidikannya di Jurusan Film, Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dengan mayor studi  penyutradaraan. Ketertarikannya pada dunia film dimulai sejak ia kecil. Sejak anak anak, Ilun sudah jatuh cinta pada film-film yang ia tonton di televisi. Ketika di sekolah menengah, Ilun mulai merekam menggunakan kamera. Saat di kampus, ia berkutat dengan dunia film fiksi. Namun setelah tamat dari IKJ, ia mulai tertarik pada film dokumenter. Ia pun mulai terjun membuat dokumenter. Kini ia pun mencintai keduanya: dunia fiksi dan dokumenter.

Karya-karyanya telah diapresiasi dan diputar di berbagai festival film internasional di antaranya Special Jury Mention untuk film pendek fiksi “Purnama di Pesisir” pada Rome Independent Film Festival (Roma, Italia); dan Special Jury Mention untuk film pendek dokumenter “Chocolate Comedy” di International Documentary film Festival Amsterdam (IDFA) 2013 (Amsterdam, Belanda) sebagai film pertama dari Asia yang menggunakan perspektif anak. Selain menyutradarai dan mulai menjadi produser untuk film film pendek di Sedap Films, mantan penerima beasiswa John Darling Fellowship (2013) dan American Film Showcase (2017) ini juga aktif menjadi mentor untuk berbagai workshop film dan juga menjadi pembimbing tugas akhir mahasiswa di almamaternya.

WINI ANGGRAENI
Produser Film
Wini Anggraeni

Wini Anggraeni

 

Wini menamatkan pendidikannya di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU), dengan fokus studi jurnalistik. Ia memulai kariernya di dunia jurnalistik cetak, kemudian berpindah ke dunia audiovisual. Di ranah produksi konten audio visual, mantan jurnalis majalah bisnis SWA dan produser Berita Satu TV News Channel ini, berpengalaman dalam memproduksi berbagai program berita televisi, talkshow, film pendek (fiksi & dokumenter), video klip, web series, dan beragam konten digital lainnya. Bersama Sedap Films, rumah produksi yang ia dirikan bersama 2 co-founder lainnya: sutradara Chairun Nissa (Ilun) dan editor film Sastha Sunu; ia memproduksi beragam konten yang mengangkat berbagai isu sosial, seperti masalah lingkungan, disabilitas, toleransi, dan kekerasan berbasis gender.

“Ini Gak Lucu!” dan “Berani Bicara” adalah dua iklan digital tentang kekerasan gender berbasis online yang ia produksi akhir 2020 lalu yang mendapat banyak apresiasi positif di media sosial. “Ini Gak Lucu!” bahkan sempat viral di twitter dan menjadi perbincangan di kalangan anak muda. Beberapa film yang ia produksi di antaranya TOKO MUSIK dan RUMAH SIPUT, dua film pendek yang berupaya untuk mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih mengenal dunia disabilitas tuli dan bahasa isyarat; dan film dokumenter tentang lingkungan berjudul IBU BUMI yang terpilih menjadi film pendek dokumenter terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) ke-40 tahun 2020. Selain memproduseri, ia juga senang berbagi ilmu. Ketika menjadi pengurus Aliansi Jurnalis Indonesia.

ARYANTO NUGROHO
Koordinator Nasionak PWYP Indonesia 
Aryanto Nugroho

Aryanto Nugroho

Aryanto Nugroho; akrab disapa Ary ini adalah Koordinator Nasional di PWYP Indonesia. Pria kelahiran Temanggung, 22 Maret 1984 ini memiliki latar belakang pendidikan jurusan Ilmu Pemerintahan di Universitas Diponegoro. Semasa mahasiswa banyak aktif di berbagai ogranisasi diantaranya sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro. Selepas mahasiswa, Ary bergabung dengan Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Semarang untuk mendorong perencanaan dan penganggaran daerah yang pro poor dan responsif gender. Ary tertarik dengan isu tata kelola industri ekstraktif, keterbukaan informasi publik, public budget analysis dan pengembangan komunitas. Saat ini, Ary juga bertanggung jawab sebagai Program Manager Reversing the Resource Curse (RRC) yang mendorong transparansi penggunaan dana bagi hasil sektor ekstraktif untuk program penanggulangan kemiskinan.

Selama ini, ia berperan dalam menjalankan sejumlah program dan agenda advokasi PWYP Indonesia. Aryanto juga merupakan Wakil Masyarakat Sipil dalam Tim Pelaksana EITI Indonesia 2015-2020. Selain itu, ia juga pernah terlibat sebagai Tenaga Ahli dan Tim Evaluator GNPSDA KPK RI 2017- 2019.Sebelumnya, Aryanto bekerja di PATTIRO Semarang dan juga aktif membantu pelaksanaan program di sejumlah isu. Keaktifannya dalam berorganisasi telah dimulai sejak masa kuliah. Aryanto pernah menjabat sebagai Presiden BEM KM UNDIP dan Koordinator BEM-SI JOGLOSETO Aryanto Nugroho inilah yang selama ini mendampingi masayarakat di gunung Kendeng untuk memperjuangkan haknya menyelamatkan Ibu Bumi.

LIGA FILM KELUARGA
Liga Film Keluarga

Liga Film Keluarga

Liga Film Keluarga adalah forum ngobrol budaya dan film bagi seluruh keluarga Indonesia yang ingin meningkatkan kapasitas dan kualitas Literasi Film Keluarga Indonesia. Didirikan pada tanggal 23 Februari 2021 oleh pasangan suami istri Septi Peni Wulandani dan Dodik Mariyanto, sebagai wujud kontribusinya di gerakan Semesta Karya Untuk Indonesia – Ibu Profesional.

Liga Film Keluarga atau disingkat LFK ini memiliki sebuah misi besar bahwa setiap orangtua ke depannya sanggup menjadi kurator-kurator film berkualitas untuk keluarganya. Mereka mampu menilai seberapa kualitas film-film tersebut, dan mampu mengedukasi keluarga lain agar setiap keluarga tidak menjadi objek hadirnya film-film tersebut.

Sejak berdiri, Liga Film Keluarga bekerjasama dengan In-Docs menghadirkan film-film dokumenter yang telah sukses menjuarai beberapa festival film baik di dalam negeri maupun di Luar negeri. Pemutaran film yang diadakan sebulan sekali. Liga Film Keluarga memilih satu film dokumenter setiap bulan untuk diputar dan ditonton bersama anggota lain dan keluarganya. Liga Film Keluarga menyediakan ruang yang memungkinkan anggota komunitas untuk berbagi dan mengkomunikasikan nilai-nilai yang mereka pelajari dari film tersebut. Inti dari forum ini adalah forum ngobrol tentang budaya dan film, siapa saja boleh mengutarakan pendapatnya.

In-Docs
in-docs

in-docs

In-Docs adalah lembaga non profit yang membangun budaya keterbukaan melalui film dokumenter In-Docs ngin menciptakan audiens yang terbuka untuk banyak perspektif dan terbuka untuk berubah. In-Docs mengembangkan proyek dokumenter terbaik, menghubungkan mereka dengan calon mitra, dan membantu mereka memperluas jangkauan. In-Docs memiliki program terobosan dan memberikan dampak terhadap kancah film dokumenter Indonesia dan Asia. In- Docs memiliki keyakinan bahwa film dokumenter memiliki kekuatan untuk memicu percakapan, menyentuh hati orang, membuka pikiran, dan memungkinkan perubahan. In-Docs percaya pada kekuatan film dokumenter untuk memicu percakapan, menyentuh hati orang, membuka pikiran, dan memungkinkan perubahan. Itulah sebabnya In-Docs berusaha untuk membangun ekosistem di mana film dokumenter yang hebat dapat dibuat dan dibagikan kepada khalayak seluas mungkin.

 

Dokumentasi

Dokumentasi foto-foto selama kegiatan Nonton Bareng dan Diskusi Film Ibu Bumi berlangsung. Platform yang digunakan adalah Zoom dan peserta mendapatkan password beserta kode meeting saat memasuki acara. Selama film diputar, peserta yang terlambat tidak diperkenankan memasuki ruangan, sehingga diharapkan semua hadir tepat waktu.

dokumentasi peserta nobar diskusi film Ibu Bumi

dokumentasi peserta nobar diskusi film Ibu Bumi

 

Apa Kata Mereka

Ini adalah respon dari para peserta setelah mengkiuti Nobar dan Diskusi Film Ibu Bumi. Ada juga beberapa yang di post dan share di berbagai sosial media. 

dokumentasi testimoni peserta nobar diskusi film Ibu Bumi

dokumentasi testimoni peserta nobar diskusi film Ibu Bumi

Partner Kami

Partner Film Ibu Bumi Liga Film Keluarga

Partner Film Ibu Bumi Liga Film Keluarga

Terima Kasih