Melejitkan kecerdasan anak 1000 HPK

Pentingnya perkembangan anak di 1000 HPK sangat mempengaruhi kecerdasan anak dimasa yang akan datang.

Asah, Asih dan Asih sangat berpengaruh terhadap tumbang anak.

Tips jitu melejitkan perkembangan anak:

1. Stimulasi, diperlukan di 1000 HPK bail notorious halis, kasar dan bahasanya.

2. Nutrisi, nutrisi yang bagus sangat membantu memenuhi kebutuhan tubuh sehingga tumbang anak optimal

3. Pijat bayi, berguna untuk menstimulasi dan membantu rileksasi anak. Sehingga kualitas tidurnya menjadi baik. Dan mengoltimalkan tumbang anak

#konferensiibupembaharu

#1DekadeIbuProfesional

#institutibuprofesional

#semestakaryauntukindonesia

#ibuprofesionalforindonesia

#darirumahuntukdunia

 

 

Tomorrow is Today

Tomorrow is Today

Bagi para penggemar musik lawasan saya yakin paham betul dengan lagu “Tomorrow is Today” yang dipopulerkan oleh Billy Joel. Saya copaskan sedikit lirik lagunya ya,

I’ve been livin’ for the moment
But I just can’t have my way
And I’m afraid to go to sleep
‘Cause tomorrow is today

(more…)

Bunda Cekatan : Proses Menjemput Metamorfosis Sempurna

Bunda Cekatan : Proses Menjemput Metamorfosis Sempurna

Bertemu akhir. Setiap hal pasti bertemu ending-nya. Happy atau sad ending semua bergantung pada sudut pandang masing-masing. Aku tentu tidak berhak mengusik yang lain dengan ending-nya. Aku hanya harus fokus pada diriku seperti apa aku bertemu akhir. Inikah ending yang aku harapkan?

Flashback ke tujuh bulan lalu, aku hampir saja gagal menjadi bagian dari pertualangan ini. Setelah sadar aku nyaris ketinggalan kapal, alih-alih menunggu kapal lain tiba, aku mencari tahu apa saja yang bisa kulakukan demi menyusul ketertinggalan. Aku hubungi HIMA Regional baruku, aku baru pindah regional kala itu makanya minim sekali informasi. Salahku juga karena sibuk pindahan membuatku tak memantau FBG transit. Dari informasi HIMA-lah, aku berupaya mengejar waktu keberangkatan kapal. Qodarullahu, ada info penangguhan keberangkatan. Jadi penumpang yang merasa harus naik ke kapal perlu menyiapkan beberapa persyaratan. Tidak mau kehilangan kesempatan kedua, segera kuselesaikan waktu itu juga dalam waktu yang singkat. Tekad kuat yang membawaku akhirnya ikut menumpangi kapal yang telah setahun lebih kunanti. Kapal itulah yang membawaku menjadi bagian dari Hutan Kupu Cekatan. Pertualangan dimulai, tahap demi tahap semakin menyadarkanku. Bahwa pertualangan paling rumit dan dilematis dalam hidup ini adalah pertualangan mencari jati diri.

Benar bahwa, banyak hal yang mendorong aku kebingungan sendiri dengan apa yang sebenarnya aku inginkan, harapkan dan butuhkan. Lalu pertualangan ini membuka tabirnya satu per satu. Dari tahap telur-telur, ulat-ulat, kepompong lalu menjelma menjadi kupu-kupu, semua bersinergi membawaku pada titik ini. Salah satunya, know me more, know me better. Siapa sih di dunia yang bisa mengenal diriku dengan lebih baik selain aku sendiri? Jadi, sebelum menuntut orang lain untuk memahamiku, aku perlu memahami diriku. Proses metamorfosis selama kurang lebih tujuh bulan ini, membuatku paham apa yang aku butuhkan untuk kukembangkan bukan sekadar yang aku inginkan. Tahap demi tahap yang dilalui itu seolah menjadi cahaya terang, jawaban dari semua pertanyaan, petunjuk tentang tujuan akhir pertualangan ini. Namun tentu saja, bukan hidup namanya jika tanpa disertai tantangan yang beraneka wujud rupanya. Aku juga mengalaminya hampir di penghujung tantangan.

Badai ujian yang berhembus di beberapa episode tahap Kupu-Kupu pernah membuatku tak sekali dua kali ingin menyerah mundur, ingin segera menyudahi pertualangan ini. Salah satunya adalah covid yang menerjang ke circle-ku paling intim. Menyusul aku yang terpapar setelahnya. Aku lelah secara fisik dan emosional kala itu. Tapi, aku akui yang membuatku mengurungkan niat adalah rasa tanggung jawab sebagai mentor dan mentee. Bagaimana caraku bertanggung jawab pada mereka yang mempercayakan aku sebagai teman terbang? Meski semua proses setelahnya seringkali terasa berat dan beberapa bahkan pernah tak lagi membahagiakan untuk dijalani, seolah menjadi beban baru tersendiri, namun setelah aku sedikit mendorong diriku untuk maju, again menginsafkan diri tentang strong why(s), deep talk to myself untuk tidak boleh semudah itu menyerah, ternyata oh ternyata setelah terlewati,  segalanya mudah, sejauh aku berpikir, bertindak dan berkata demikian. Words matter, right? So speak kind words, lebih-lebih untuk diri sendiri. Olehnya, di sepanjang proses ini, aku berterima kasih pada diriku sendiri, tak ada yang paling tahu betapa berat pekan-pekan itu belakangan kecuali diriku sendiri. Benar yang orang bilang bahwa what doesn’t kill you makes you stronger. Aku menepuk pundakku tiga kali sembari berkata, ‘Good job, Arri. You’re doing great’.

Your fighting field is yourself. If you win against it, you can win anything against you encounter, and if you lose, you won’t win any other – Ali bin Abi Thalib.

Alhamdulillah, tsumma alhamdulilah. Kepada Allah Yaa Hafiz, yang menjaga bara semangat ini menyala, yang memudahkan segala hal yang terasa sulit. Berapa bersyukurnya diri ini yang tak semudah itu menyerah setiap berpapasan dengan badai. Semoga, sepanjang hidup, aku memiliki keteguhan demikian baik : tak mudah menyerah terhadap apapun itu. Pada proses ini, aku juga berterima kasih kepada Magika dan para peri hutannya yang selalu sigap menemani dan menyertai perjalanan yang gelap penuh misteri menuju terang cahaya di Hutan Kupu Cekatan. Terima kasih, Mahira-ku untuk saling hadir dan menguatkan pada banyak keadaan. Aku menyaksikan satu per satu dari kita yang meskipun berat hati, namun di luar kontrol diri akhirnya memutuskan menyudahi pertualangannya. Sedih sekali beberapa dari kita memilih tak terbang bersamaan. Sungguh, di titik-titik kritis, genggaman-genggaman tangan lainnya sungguh menguatkan sayapku yang sering rapuh. Terima kasih rumahku HIMA regional Bogor, yang selalu hangat dan nyaman. Menjadi tempat terbaik untuk berkeluh kesah, berbagi gundah gulana tanpa takut terluka. Terima kasih Mentor dan Mentee-ku yang mengajarkanku tumbuh dan terbang dengan kedua sayapku sendiri. Hadirnya kalian memberiku kekuatan untuk menolak kalah dari pertarungan melawan diriku sendiri ini. Terima kasih untuk separuh sayapku terbang, suamiku tercinta, who deserves a better me. Dalam upaya belajar terbang yang tentu saja melelahkan ini, ia adalah pendukung terhebat. Pada akhirnya, kehadiran kalian, membuatku merasa paripurna. Terima kasih. Matur Suwun. Hatur Nuhun. Thank you. Jazaakumullahu ahsanul jazaa.

Aku seringkali dibuat bertanya pada diri sendiri, hendak bermetamorfosis menjadi kupu-kupu seperti apa. Lalu proses demi proses ini memberiku jawaban. Kupu-kupu yang melewati proses metamorfosis sempurna, berpetualang kemanapun sayapnya mengepak, bermanfaat bagi semua bunga yang ia hinggapi, yang mensyukuri, mencintai dan menerima dirinya sendiri lebih dulu. Meski banyak yang tak sempurna, selalu saja ada yang tak optimal, -bukan Hutan Kupu Cekatan dan segala cerita tentangnya, tapi – aku sebagai individu yang tak sempurna, tak apa. Aku percaya, in every imperfectness, ada beatifulness di sana. Lantas, apakah segala langkah baik berhenti di sini, ketika sayapku telah akhirnya berkembang dan terbang? Tentu tidak. Aku yakin bahwa,

There is always enough light for the one who wants to see.

Selama dan sejauh apapun rasa ingin tahuku untuk melihat cahaya berpendar itu ada, maka aku pasti bertemu pendaran cahaya warna warni kemanapun sayapku mengepak pergi.

Terima kasih Hutan Kupu Cekatan untuk pertualangan separuh tahun-nya. Izinkan aku, dengan kedua sayapku, berpetualang ke tempat-tempat indah lainnya bersama Institut Ibu Profesional. Salam cinta dariku, salah satu Kupu-Kupu yang bermetamorfosis bersama energi dan semangatmu. Terbangku untuk bermanfaat insyaaAllah.

Love, Arri. 

Budget Plan, Penting!

Budget Plan, Penting!

Oleh: Irma Linda

Mahasiswi Bunda Produktif batch 1

Dalam e-book Gado Gado Finansial, Tim Rumah Ramah Finansial, 2021

 

Rejeki Sudah Ada Yang Atur Namun Persiapan Tetap Diperlukan

 

Berangkat dari kondisi yang banyak terjadi saat ini pada keluarga Indonesia, yang ternyata masih banyak keluarga Indonesia belum mengenal istilah Dana Darurat. Disamping itu, fakta ‘cicilan’ yang ada di keluarga Indonesia, ternyata banyak yang dilakukan tanpa perhitungan, seperti: cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan motor, cicilan HP dan lain-lain.

Bagaimana cara mengawali Budget Plan?

Catat pengeluaran keluarga! Poin penting agar kita bisa mengetahui kondisi keuangan kita saat ini. Buat catatan, bisa menggunakan aplikasi HP, Excel di laptop ataupun catat manual di buku. Cari cara yang praktis dan memudahkan Anda.

Pos-pos pengeluaran bisa dikelompokkan menjadi empat :

  1. Kewajiban : cicilan hutang, tagihan listrik & air, SPP sekolah, gaji ART, iuran kompleks.
  2. Kebutuhan : biaya makan, belanja bulanan (groceries), transport, pulsa
  3. Keinginan & Sosial : ngopi/nongkrong, shopping, jajan, sedekah dan zakat
  4. Tabungan dan Investasi

Kewajiban itu pos yang harus dibayarkan, jumlahnya tetap dan bisa diketahui jumlahnya, maka langsung sisihkan!

Daftar kebutuhan dari pengeluaran bulan lalu, hitung totalnya! Kemudian, hitung kebutuhan per bulannya.

Keinginan dapat dialokasikan ke budget di awal bulan, misal budget shopping dan jajan per bulan. Begitupun sedekah dan zakat juga dapat dialokasikan di awal bulan, misal 2,5% sedekah dan 2.5% zakat

Selanjutnya totalkan seluruh jumlah pengeluaran!

Hitung: Pemasukan – Total Pengeluaran

Bagaimana hasilnya?

  • Ada sisa. Bagus, alokasikan ke porsi Tabungan dan Investasi
  • Tidak ada sisa. Coba evaluasi lagi masing-masing pos di atas, belanja bulanan bisa dikurangi lagi, misalnya dengan membeli merk yang lebih murah. Pos shopping dan jajannya dikurangi.
  • Ada sisa tapi kecil sekali atau bahkan tak bersisa. Tapi sudah tidak ada yang bisa dikurangi lagi pos-pos pengeluarannya. Maka, carilah tambahan penghasilan dan tetap semangat!

 

Langkah terakhir 

Angka yang didapat setelah melakukan perhitungan (antara pemasukan dan pengeluaran) selanjutnya dijadikan BUDGET (untuk dicatat). Praktekkan kembali untuk bulan depan. Apakah sesuai? Jika belum sesuai, maka evaluasi kebocoran keuangan kita dimana, di pos apa. Sesuaikan lagi untuk bulan berikutnya, evaluasi. Begitu terus hingga Anda menemukan pola yang pas.

Untuk bisa menabung dan berinvestasi, kita wajib mengetahui berapa biaya hidup kita. Mencatat pengeluaran memang ‘malesin’ tapi harus dilakukan sebagai langkah awal perjalanan keuangan keluarga Anda!

 

Hidroponik Asyik dengan Sistem Wick

Hidroponik Asyik dengan Sistem Wick

Oleh: Steffi Dwithasari

Praktisi Hidroponik, Urban Farming

Ibu 2 anak yang berdomisili di Bogor, makin intensif berkebun hidroponik sejak resign dari karirnya sebagai Engineer di perusahaan migas. Pernah menjadi supplier kale dan pokcoy dari hidroponik, juga memproduksi susu almond.

Mahasiswi Bunda Produktif batch#1

CH Sustainable Living

Bayangkan jika kita bisa memetik sayuran sendiri tiap kali mau masak, mudah mencucinya, bersih dan bebas pestisida, masih segar teksturnya, dan minim bahan kimia. Kita bisa lho memanen sendiri sayuran dari rumah, dengan mulai menanam benihnya. Mau tau cara asik berkebun hidroponik dengan sistem Wick?

Apa itu Hidroponik?

Metode budidaya tanaman tanpa media tanah , tetapi memanfaatkan air/larutan mineral yang diperlukan oleh tanaman. Terbukti lebih hemat air daripada menanam secara konvensional. Baik/cocok untuk perkotaan atau yang berlahan sempit.

Jenis Hidroponik
  1. Air menggenang/statis : sistem Wick, air statis dalam wadah, tidak mengalir, tidak membutuhkan alat khusus
  2. Air mengalir : aeeoponic, drip, sistem pasang surut, deep water culture

Sistem Wick

Berasal dari kata sumbu, nutrisi yang diterima akar dialirkan melalui sumbu. Sistem wick menggunakan wadah untuk menampung air nutrisi dan tanaman. Ukuran wadah tergantung dari kebutuhan. Bisa juga memanfaatkan bahan bekas sebagai wadah

Kelebihan Sistem Wick
  • Mudah dan murah dalam mendapatkan bahan
  • Instalasi paling sederhana
  • Tanpa pasokan listrik
  • Bisa ditanam indoor maupun outdoor
Kekurangan Sistem Wick
  • Keterbatasa jumlah tanaman yang dibudidayakan
  • Sulit mengontrol keasaman media jika terlalu banyak tanaman
  • Keterbatasan penyaluran nutrisi oleh sumbu, sehingga hanya cocok untuk tanaman yang tidak doyan air
Bahan dan Alat
  1. Wadah : untuk menampung air nutrisi dan tanaman. Bisa berupa ember, baki, syrofoam, botol dll
  2. Media tanam : untuk menopang tanaman mulai dari pembenihan hingga tumbuh. Bisa berupa rockwool, kapas, dll
  3. Sumbu: untuk mengalirkan nutrisi ke tanaman. Bisa berupa kain flanel, sumbu kompor, kain bekas, dll
  4. Nutrisi : air yang telah diberikan pupuk tanaman khusus untuk tanaman hidroponik. Bisa menggunakan nutrisi yang dijual bebas atau membuat sendiri dari MOL
  5. Perkakas lain: seperti benih, cutter, spidol, gelas, netpot, dll
Cara membuat modul hidroponik sistem wick DIY (do it yourself)
  1. Ukur diamenter gelas plastik atau netpot yang akan digunakan
  2. Lubangi bagian permukaan bahan seukuran dengan gelas plastik / netpot
  3. Lubangi bagian bawah gelas plastik agar sumbu bisa masuk ke dalamnya
  4. Masukkan sumbu ke dalam gelas plastik/ netpot
  5. Letakkan bagian yang berlubang di atas wadah
  6. Masukkan netpot ke dalam bagian yang berlubang
  7. Modul siap digunakan

Air Nutrisi

Nutrisi hidroponik adalah pupuk hidroponik lengkap yang mengandung semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman hidroponik. Pupuk tersebut dikenal dengan nama ABmix. ABmix terdiri dari pupuk A dan pupuk B yang kemudian dicampurkan sebagai nutrisi tanaman. Nutrisi ABmix bermacam-macam, tergantung jenis tanaman yang ditanam. Pupuk tersebut dijual dalam bentuk bubuk maupun cair di toko maupun online shop.

Cara penanaman dan perawatan
  1. Benih disemai
  2. Siapkan larutan nutrisi dan isi di wadah hidroponik
  3. Setelah keluar daun sejati, pindahkan ke dalam netpot/gelas plastik
  4. Masukkan netpot/gelas plastik ke dalam modul hidroponik yang sudah dibuat sebelumnya
  5. Aduk nutrisi minimal 1x sehari
  6. Ganti air nutrisi bila berbusa, berlumut atau tanaman menguning

Tutorial lengkap bisa simak ke https://fb.watch/69jleC6VUf