Nggak sedikit perempuan yang berusaha menemukan kerja sampingan ibu rumah tangga tanpa modal. Sedikit menggelitik sih.

Pertama, kok kesannya ibu rumah tangga nggak ada kerjaan ya? Sampai harus cari kerja sampingan. Namun faktanya memang masih ada yang merasa kalau ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan.

Ya, bisa dikatakan seperti itu, karena banyak orang yang merasa pekerjaan itu sesuatu penghasil cuan. Kalau nggak ada cuannya, ya bukan pekerjaan namanya.

That’s why Institut Ibu Profesional hadir di tengah-tengah kita kan? Untuk memberi pencerahan terhadap hakikat pekerjaan sesungguhnya.

Oke deh, kita anggap saja bahwa pekerjaan memang haruslah sesuatu yang menghasilkan cuan. Memang beneran ada pekerjaan yang untuk memulainya bisa tanpa modal?

Let’s discuss about it then!

Memangnya Ibu Rumah Tangga Nggak Bekerja?

Ngobrolin soal ibu rumah tangga bekerja atau nggak, sepertinya tak akan pernah habis ya. Bersyukur nyemplung di komunitas keren ini yang menyadarkan bahwa semua ibu itu bekerja.

Tentunya dengan pilihannya masing-masing. Ada yang memilih bekerja di ranah domestik, ada pula yang memilih menjalani karir di ranah publik. Tak sedikit pula yang memilih menjadi hybrid women.

Yes, hybrid. Baik ranah domestik dan publik semuanya dijalani. Tentunya dengan konsekuensinya masing-masing kan?

bisnis ibu rumah tangga yang menjanjikan

Balik lagi ke soal pilihan, setiap ibu pasti punya kondisinya masing-masing. Ada yang tetap menjalani perannya di ranah publik, dan mendelegasikan beberapa hal domestik pada ahlinya.

Sementara itu, ada pula yang memilih fokus untuk mengambil peran di ranah domestik. Sayangnya masih banyak yang memandang sebelah mata pilihan ini.

Sarjana kok di rumah saja?

Ngapain di rumah, eman-eman lo ijazahnya.

Kalimat-kalimat sejenis mungkin pernah IPers dengar juga? Di awal-awal mendengarnya terasa panas ya di telinga?

Namun juga gagap harus melakukan apa. Pengen rasanya bilang, “Woy, justru karena aku sarjana makanya di rumah aja. Biar nggak perlu cari guru les di luar buat anak-anak, karena ibunya bisa handle sendiri urusan pendidikannya.”

Atau sesekali pengen juga menjawab, “Di rumah ngapain?  Membuat menu makanan sehat, memastikan baju anggota keluarga bersih dan wangi, mengatur keuangan, sampai menyiapkan kegiatan edukasi buat anak.”

Hmm, tapi buat apalah ya berdebat dengan orang yang nggak sefrekuensi. Cukup dijawab dengan senyum.

Bahkan diiringi dengan senyum, tak sedikit para ibu yang justru menemukan passion dan cita-cita baru setelah fokus pada perannya. Saat itulah, bisa jadi ada keinginan di hati para ibu rumah tangga untuk melebarkan sayapnya ke sisi ekonomis.

Mulai mencari-cari, apa ya yang bisa dilakukan di dalam rumah tapi bisa menghasilkan uang jajan sendiri? Atau kalaupun tak menghasilkan materi, at least bisa menebar jejaring manfaat lebih luas lagi.

Meski sudah dicukupi suami, nggak munafik kan kalau punya keinginan untuk bisa memiliki penghasilan sendiri? Terutama buat para ibu yang sebelumnya bekerja di ranah publik, tentu ada masa adaptasi yang tak mudah kan?

Saya sendiri pernah ada di masa-masa galau saat memutuskan resign beberapa tahun lalu. Walaupun suami menafkahi dengan cukup baik, rasanya ada sayap yang tak sempurna mengepak.

Ada keinginan untuk menjejak dengan tegas. Tanpa ragu dan takut menunjukkan potensi diri. Hingga suatu hari sebuah tawaran pekerjaan dari seorang kawan.

Sebuah kesempatan yang nggak pernah saya bayangkan sebelumnya. Bahkan saya baru dengar nama pekerjaan itu; content writer.

Dari titik itulah kemudian saya sadar bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan di rumah. Tentunya dengan tetap patuh pada kandang waktu, sehingga peran utama tak perlu tergadai.

Rekomendasi Kerja Sampingan Ibu Rumah Tangga Tanpa Modal

Nggak ada salahnya kok punya keinginan mencari kegiatan sampingan. Syukur-syukur jika bisa membantu ekonomi keluarga kan?

Ada kalanya tangan perempuan perlu turun meski sang kekasih hati tak pernah meminta. Turun lewat doa ataupun usaha sama-sama berartinya.

Setiap keluarga punya tantangannya masing-masing. Jadi jika di sini ada IPers yang memang membutuhkan ide kerja sampingan ibu rumah tangga tanpa modal, tujuh jenis profesi ini siapa tahu bisa membantu.

Beneran tanpa modal ini? Pasti itu yang akan diutarakan. Iya atau nggak? Sudah saya tebak!

Bukankah Allah sejatinya sudah menginstall modal pada setiap hambaNya? Panca indera dan otak, masih perlu modal lainnya?

Jika ya, maka yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk memulai dan kemauan untuk terus belajar. Sementara jika yang dimaksud adalah modal berupa alat-alat tertentu, cukup gunakan yang kita miliki saat ini.

lowongan kerja sampingan ibu rumah tangga

Tak perlu muluk-muluk, mulai saja dengan yang ada. Handphone dan koneksi internet punya dong ya? Kalau nggak punya, artikel ini belum tentu bisa sampai di hadapan IPers kan?

So, inilah 7 bisnis ibu rumah tangga yang menjanjikan:

1. Blogger dan Content Writer

Apakah memulainya harus jago menulis? Nggak juga sih. Sebagaimana pernah disampaikan berulang saat matrikulasi ataupun jenjang kelas lainnya, butuh 20ribu jam untuk menjadi ahli.

Maka, jangan merasa tulisannya B aja. Kalau mau menjalani prosesnya, insya Allah yang tadinya B bisa jadi A+ kok. Ingat dong, yang penting berani dan mau dulu.

Berani memulai dan mau belajar printilan-printilan yang dibutuhkan menjadi blogger ataupun content writer. Jadi mau coba pekerjaan yang ini? Boleh sini merapat, saya bisikin beberapa tips, hehe.

usaha sampingan ibu rumah tangga di desa

2. Affiliator

Ini adalah salah satu cara berkarya dan produktif yang sedang hype. Biasanya sih bermodalkan media sosial yang punya follower tertentu.

Dengan media sosial yang kita miliki, kita bisa mendaftar affiliate program di TikTok, Shopee dan media lainnya.  Kalau persyaratan dipenuhi, kita bisa mempromosikan produk-produk dari brand yang bekerjasama. Jika konsisten, kita bisa dapat uang jajan yang lebih dari cukup dari sini.

3. Content Creator

Sebenarnya nggak jauh-jauh dari poin satu dan dua ya. Bisa dibilang blogger dan affiliator adalah bagian dari content creator. Meski nggak semua content creator adalah keduanya.

Content creator pun nggak melulu cari cuan kok. Ada yang menjalaninya karena suka dan berlandaskan niat berbagi, misal membuat akun media sosial khusus dakwah atau sharing tentang empowering women.

4. Dropshipper

Buat yang pengen jualan  tapi nggak ada modal untuk stok barang, dropshipper adalah pilihan tepat. Kita bisa cari supplier yang terpercaya, lalu kenali produknya dan cuzz deh mulai jualan.

Beberapa supplier juga biasanya meminta kita untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Setelah pendaftaran, ada beberapa suplier dan brand yang memberikan training sebelum dropshipper turun ke lapangan.

peluang usaha ibu rumah tangga

5. Jual Makanan

Ini cocok buat yang piawai mengolah makanan. Nggak sedikit lo ibu rumah tangga yang awalnya menyiapkan menu untuk keluarga, lama-lama jadi menerima pesanan.

Jika IPers merasa punya passion di sini, kenapa harus tunggu nanti untuk memulai bisnis ini? Bahkan waktunya pun bisa dijalani dengan fleksibel.

Caranya dengan menggunakan metode pre order alias PO. Bisa kan buka PO hanya saat anak libur sekolah, misalnya.

6. Desainer Grafis

Sekarang ini mulai banyak jagoan-jagoan desain bermunculan. Apalagi sejak ada Canva ya? Nggak sedikit yang bisa mendapat cipratan materi dari aplikasi ini.

Dari yang menjadi contributor hingga menerima pesanan desain dari sekitarnya. Nah, buat IPers yang suka utak-atik Canva atau aplikasi desain grafis lainnya, bisa banget memulai usaha kecil-kecilan dari sini.

Bikin logo buat  brand temen, buatin desain header blognya temen, atau bikin desain undangan online yang saat ini sedang hits. Gimana, mau coba?

7. Coaching

Jenis usaha yang terakhir ini, saya lihat mulai banyak dijalani oleh para ibu. Dari yang awalnya suka memasak, kemudian buka pelatihan memasak. Dari hobi fotografi, akhirnya buka pelatihan fotografi.

Yang hobinya cuap-cuap? Bisa banget buka pelatihan public speaking. Kalau sukanya berkegiatan sama anak? Wah, banyak ibu-ibu muda yang siap menanti kelas semacam ini.

Dan tentu masih banyak lagi jenis coaching lainnya. Intinya, kita hanya perlu mengenali potensi diri. Lalu mengembangkannya dengan maksimal.

Dengan melihat fakta bahwa ada banyak banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah, saya berharap IPers makin bersyukur menjadi ibu rumah tangga ya. Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti nggak bisa produktif dan berhenti berkembang.

Hanya saja ingat dengan petuah Ibu Septi dan Pak Dodik;

“Bersungguh-sungguhlah di dalam, maka engkau akan keluar dengan kesungguhan itu.”

Masih ingat dong dengan petuah fenomenal ini? So, jangan insecure dan saatnya gali potensi diri. Ada banyak kok kerja sampingan ibu rumah tangga tanpa modal yang siap dijalani. Syaratnya, berani dan mau!***