Pada tanggal 22 Juni 2021 lalu, dapurnya Hima IP Gresik kedatangan tamu istimewa lho. Senang sekali akhirnya ada yang berkunjung ke dapur kami dari non regional Gresik untuk pertama kalinya sejak Hima berdiri awal tahun 2020 lalu. Tamu special itu adalah teh Chika selaku Rektor IIP dan teh Reni selaku ManHumas IIP pusat. Beliau berdua sebagai perwakilan pusat untuk meninjau dan mengobrol langsung lebih dekat dengan kami para pengurus Hima IP Gresik.

Diawali dengan perkenalan karena memang kami belum pernah ngobrol langsung secara personal dengan beliau-beliau. Biasanya kami bertemu hanya di dalam forum besar atau media social umum seperti WAG ataupun di Live2 Instagram maupun facebook. Dilanjutkan dengan Tanya jawab / sharing pengalaman dari tim pusat kepada kami. Rangkuman pembahasannya antara lain:

  1. Bagaimana cara mengaktifkan member baik di Hima maupun non Hima, karena banyak member yg diam setiap ada pengumuman, kabar, dan sebagainya?
    Teh Chika : Poin awal adalah jangan berharap pada member untuk aktif.  Sebab kita tidak bisa berharap semua untuk aktif semua dan partisipasi diharapkan memang muncul dari keinginan diri setiap orang. Poin kedua, dengan menggandeng/mendekati teman-teman lain yang dekat secara personal, minimal sesama pengurus Hima bisa saling meramaikan di grup besar saat ada sesi diskusi dan kegiatan apapun. Berharap dengan adanya energy positif yang ramai asik ceria di grup dapat memancing teman-teman lain untuk ikut berkomentar / berpartisipasi.
    Teh Reni: bahwa sebagai leader/pengurus kita harus happy saat ada woro-woro di grup. Memancing teman-teman untuk sekedar mengeluarkan emoticon atau komen singkat. Contohnya saat sharing info teman-teman diminta untuk mengeluarkan emoticon jempol atau komen singkat bagi yang sudah membaca. Dan pengurus juga terus mensupport dalam meramaikan dan menampakkan kebahagiaan setiap moment di grup.
  1. Untuk tipe orang yang silent reader (memilih untuk menjadi penikmat informasi / tidak berniat untuk sharing/berbagi), apakah dicolek secara personal tidak mengganggu privasinya (takutnya jadi sungkan/tidak enak hati)?
    Ingat kembali ke poin Komunikasi Produktif (KomProd): “I’m Responsible for my Communication Result” jadi apapun hasil pembicaraan yang kita sampaikan adalah tanggung jawab kita sebagai penyampai pesan.
    Menerapkan KomProd ke-2 “Do not assume” : Jangan mengambil kesimpulan bahwa orang yang akan kita colek pasti akan merasa tidak nyaman. Tetap dicoba dulu disapa secara personal, cari tau dulu tentang seseorang itu. Agar saat berkomunikasi dia merasa nyaman untuk mengobrol dengan kita, sehingga nantinya akan mau ikut berpartisipasi/mendukung tiap program yang kita lakukan.
    Kita tidak bisa mengendalikan sesuatu diluar diri kita, yang bisa kita kendalikan adalah diri kita, cara berkomunikasi kita, respon kita terhadap sesuatu. Jadi lebih baik fokus pada koreksi diri & pengembangan diri kita apa yang dilakukan kedepannya, agar lebih enjoy menjalani peran. Belajar menganalisa kesalahan kita dari respon si penerima pesan / feedback dari pendengar. Jangan terbutakan oleh ego, emosi yang tinggi dan nalar yg rendah sehingga sulit menemukan kesalahan kita atau sulit melakukan false celebration.
  1. Kenapa saat ini yang mengikuti kelas perkuliahan semakin sedikit?
    Karena memang IP New Chapter ini member dapat memilih untuk berkiprah dimana (komunitas, hima ataupun Sejuta Cinta) sesuai minat/passion masing-masing.
  1. Cara “nodong” untuk meminta member mau ikut sharing/tampil etis atau tidak?
    Triknya diawali dengan buat program sharing terbuka untuk all member Hima, namun jangkauan sharingnya secara internal dahulu. Program di share di grup dengan membuat slot jadwal dan member bebas mengisi waktunya. Jika sampai batas waktu tertentu ada yang belum respon bisa dicolek japri untuk minta tlong diisi jdwal di grup.
    Respon secara antusias topik yang mau dia bagikan, gali potensinya dan terus motivasi untuk mau berbagi, dimulai dari internal sampai jika berkenan ditawarkan sharing ke eksternal Hima.

Diakhir waktu teh Chika dan teh Reni membagikan oleh-oleh ebook “Demi Masa” yang masya Allah isinya berhubungan sekali dengan peran seorang ibu yang sering merasa kehabisan waktu. Terima kasih atas kunjungan dan pencerahannya tim IIP pusat. Bismillah semoga Hima IP Gresik bisa lebih berkembang lagi dan memberi wadah terbaik untuk para membernya untuk terus belajar, tumbuh dan berkembang. Amiin.

 

Salam,

Tim HIMA IP Gresik