Ibu profesional

Ibu profesional

Kelas Bunda Cekatan yang menorehkan warna baru dari cabang ilmu pada diriku, Proses selama 6 bulan perkuliahan yang bisa dibilang cukup lama untukku, tapi anehnya ini tidak membosankan ini benar-benar membuat semangat setiap pekannya.

Hutan kupu-kupu tempat bermain para calon kupu-kupu cantik yang luar biasa

Pada tahap telur-telur, aku mulai menata diri dan bertanya apa yang sebenarnya ingin kucapai, hingga di tahap ulat-ulat aku menemukan banyak sekali sahabat untuk berbagi cerita. Benar setelah meihat bagaimana para sahabatku menemukan wow pada dirinya, akupun mulai melihatnya pada diriku.

Sekecil apapun bentuk dukungan, itulah yang membangukan kekuatan besar

Aku pun teringat salah satu buku yang aku baca dari Anthony Robbin, bahwa setiap orang memiliki Giant dalam dirinya, hanya saja jika tidak dibangunkan dia akan selamanya tidur.  Tidak perlu menjadi atau meniru orang lain untuk menjadi sesuatu, karena kita tercipta istimewa. Di Tahap Kepomponglah aku mulai menata diriku, mengurangi hal yang dapat melemahkanku, dan memperbanyak aktifitas yang membuatku makin produktif.

 Kupu-kupu seperti apa diriku ?

Ditahap ini aku bertemu mentorku, sangat ramah dan teman diskusi yang asyik. Tujuanku ditahap ini aku ingin mempraktekan apa yang selama ini sudah kulalui. Aku beranikan diri meminta ijin suami untuk melakukan bisnis yang belum pernah aku coba yaitu tentang beauty, Alhamdulillah suamiku sangat mendukung. Mengeluarkan modal yang cukup banyak juga hingga mebuat kelas, membukan konsultasi semua aku mencobanya, hingga membuat ebook.

Jadi aku adalah kupu-kupu yang apa adanya, beginilah diriku, jauh dari kata sempurna, tapi yang aku lakukan adalah menjadi yang terbaik versi diriku. Mengabdikan diriku untuk umat, karena aku diciptakan spesial lain dari yang lain. 

Terima kasih pada Tim Buncek #2 yang sabar sekali memberikan pengarahan pada para mahasiswi. Dan terima kasih pada bu Septi dan pak Dodik, yang merancang dengan sangat menarik dan sangat membekas di hati.