Alhamdulillah, tanggal 13 September lalu akhirnya HIMASiMo mengadakan Tasyakuran Naik Jenjang Belajar MaBunBun untuk pertama kali di era New Chapter Ibu Profesional. Sempat deg-deg ser soal jumlah peserta yang hadir. Karena acaranya Minggu pagi yang mana jam segitu rangorang masih pada aktivitas. E tapi alhamdulillah yang hadir lumayan banyak sekitar 50an orang. Bagi saya itu lumayan banget.

Mungkin beberapa yang membaca artikel ini akan bertanya-tanya, MaBunBun apaan sih?

Bhaique, MaBunBun adalah singkatan dari Matrikulasi dan kelas Bunda-Bunda. Soalnya kelas setelah Matrikulasi ada 4 tuh yang diawali dengan kata Bunda. Maka jadilah MaBunBun. Karena kalau MaBunBunBunBun jadi kepanjangan yes pemirsa budiman. Jadi kami persingkat saja. Wkwkwk.

Sedangkan HIMASiMo itu apa sih? Ya kali-kali ada yang tanya. Sesekali kepedean nggak apa-apa kali yeu. Heuheu. HIMASiMo sendiri adalah singkatan dari HIMA Sidoarjo-Mojokerto. HIMASiMo ini usianya belum setahun nih temans. Karena HIMASiMo ini adalah hasil pemekaran dari regional Surabaya Raya yang resmi mekar pada awal 2020 kemarin.

Kami menamakannya tasyakuran karena sebagai bentuk rasa syukur kami atas naik kelasnya para peserta belajar di kelas Matrikulasi 8, Bunda Sayang 5 dan Bunda Cekatan 1. Nah, saat tasyakuran kemarin kami mengundang Teh Euis Kurniawati dari regio Surabaya-Madura untuk berbagi pengalamannya soal Manajemen Waktu ala Ibu Rumah Tangga. Karena jika kita melihat Teh Euis ini sibuk banget, anaknya juga homeschooling semua, pasti manajemen waktunya OK banget nih.

Eh ya benar dwong. Saat sesi sharing pemaparan beliau keren banget. Bahkan fun fact nya nih ketika membahas manajemen waktu bisa dikorelasikan dengan talent mapping dan juga neurosains.

Penasaran dong seperti apa sharingnya? Hayuk simak hasil diskusi kami saat acara Tasyakuran Naik Jenjang MaBunBun 😍.

Jadi Teh Euis memberikan 4 tips sederhana untuk manajemen waktu ala IRT yang produktif. Apa sajakah itu?

#1 Strong Why

Strong why ini menjadi amat sangat penting dalam menentukan manajemen waktu. Dengan adanya strong why ini akan membuat kita bertanya, “kenapa sih saya harus membuat manajemen waktu?”, “apa akibatnya jika saya tidak membuat manajemen waktu ala saya?”.

Karena dengan adanya strong why, kita bisa lebih on track dalam menjalankan manajemen waktu yang sudah kita buat. Misalkan kita merasa gagal di tengah perjalanan, tidak masalah. Kita perlu kembali ke strong why nya kita. Kemudian melakukan evaluasi, siapa tahu ternyata metode manajemen waktu yang kita pilih belum sesuai dengan karakter diri kita.

Mengenali karakter diri dalam pembuatan manajemen waktu menjadi amat penting juga. Misalnya ada orang yang disiplin banget sehingga semua kegiatan sudah ada jam nya sendiri-sendiri. Ataupun ada juga yang fleksibel saja, pokoknya dari jam sekian sampai jam sekian pekerjaan bla bla bla dikerjakan diantara jam itu.

Seperti kata Teh Euis, kita tidak bisa memaksakan ukuran sepatu orang lain di kaki kita sendiri. Karena belum tentu sama ya. Maka buatlah strong why untuk memanage waktu dan kenali diri kita. Sehingga manajemen waktu yang dibuat benar-benar ala gue banget nih. 

Mantaaaapp!!

#2 Tentukan Prioritas

Pada saat sharing, teh Euis menyampaikan sebuah pepatah yang kurang lebih mengatakan,”Kewajiban kita lebih banyak daripada waktu kita”. Sehingga kita perlu untuk mengetahui mana yang prioritas, mana yang bisa didelegasikan, mana yang bisa diskip saja.

Rasanya tips nomor 2 ini adalah hal yang umum diketahui oleh kita yaitu menentukan prioritas dengan memanfaatkan kuadran waktu. Tentu kita hafal banget ya soal kuadran waktu ini yaitu (I) Penting dan mendesak; (II) Penting namun tidak mendesak; (III) Tidak penting tapi mendesak; (IV) Tidak penting dan tidak mendesak.

Untuk kuadran I dan II adalah aktivitas yang dikerjakan oleh diri kita sendiri. Tentu yang menjadi prioritas adalah kuadran I. Sedangkan untuk kuadran II perlu dijadwalkan dan disesuaikan dengan kuadran I. 

Sedangkan untuk kuadran III adalah pekerjaan yang boleh didelegasikan. Cara pendelegasian pun bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing, baik secara finansial ataupun tenaga. Entah dengan berbagi tugas dengan pasangan atau bisa juga dengan membayar ART atau menggunakan jasa yang lainnya.

Pendelegasian tugas ini menjadi amat penting, apalagi untuk ibu rumah tangga dengan segudang aktivitasnya. Karena jika tidak, kita bisa jadi mudah emosi karena pekerjaan yang rasanya nggak selesai-selesai. Tentu kita sudah tahu kan siapa yang paling terdampak atas emosi kita tersebut? 🙃

Sedangkan untuk kuadran IV tentu boleh diskip ya.

#3 Tools Reminder

Tools reminder juga menjadi bagian penting dalam membuat manajemen waktu yang gue banget. Tools reminder yang digunakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter diri. 

Misalkan teman adalah seorang yang rigid banget dengan urusan waktu, apalagi jika karakter bakat disiplinnya ada diurutan pertama.  Nah, mungkin temans bisa menggunakan aplikasi yang ada di HP atau bisa dengan memasang alarm. 

Bisa juga menggunakan kalender yang ada di HP. Biasanya smartphone jaman now udah punya fitur reminder pada kalendernya.

Misalkan teman lebih suka dengan cara yang manual, bisa dengan memanfaatkan sticky note atau to do list note yang ditempel atau digantung pada tempat tertentu. 

Karena setiap orang tidak sama ya, teman. Maka caranya mengingatkan dirinya soal aktivitas yang akan dilakukannya pun berbeda-beda. Sesuaikan saja dengan kondisi diri masing-masing. Nah disini nih letak korelasi antara manajemen waktu dengan talent mapping. 

Tapi misalkan temans belum tahu karakter batas sesuai talents mapping juga nggak masalah kok. Asalkan temans sudah paham mengenai diri temans sendiri. Begindang.

Catatan penting yang perlu diketahui bahwa manajemen waktu bukan soal kemampuan kita menuntaskan banyak pekerjaan. Melainkan soal peningkatan produktivitas pada bidang apapun yang sedang kita kerjakan.

Wah, menarik ya ❤️

#4 Me Time

Nah, tips terakhir ini nggak kalah menarik yaitu me time. Mungkin pada bingung ya apa hubungannya me time dengan manajemen waktu?

Jadi begini teman-teman. Namanya seorang perempuan, apalagi jika sudah berstatus sebagai istri dan ibu. Ketambahan jika memiliki peran lainnya seperti bekerja di ranah publik, tentu nggak lepas dari namanya pekerjaan bejibun yang berakhir penat, stres dan esmoni. Oleh karenanya teman butuh yang namanya me time.

Me time ini sangat mempengaruhi proses implementasi dari manajemen waktu yang sudah dibuat. Bayangkan saja jika kita menjadi penat dengan pekerjaan kita sehari-hari. Lalu mengalami kebosanan yang berujung mager dan stres. Bisa-bisa kita jadi mudah emosi kan? 

Menariknya Teh Euis mengkorelasikan antara manajemen waktu dengan neurosains. 

Jadi salah satu bagian dari otak kita adalah amygdala yang berfungsi sebagai kontrol emosi kita. Selain itu amygdala juga berfungsi sebagai pusat pengontrol rasa ingin tahu. Ketika kita jadi mudah marah, itu artinya amygdala kita sedang panas. 

Oleh karenanya amygdala ini perlu dikontrol biar nggak panas. Soalnya nih kalau misalnya pagi-pagi udah esmoni, terus marah-marah ke anak hanya karena dia nggak segera menghabiskan sarapannya. Alhasil amygdala si anak ikutan panas juga. Lalu si anak jadi kurang semangat deh belajarnya. 

Salah satu solusi agar amygdala kita tidak panas lagi adalah dengan cara bergerak. Disarankan sih dengan pergerakan teratur, tapi bisa juga bergerak yang pokoknya bergerak.

Kenapa begitu?

Karena ternyata amygdala kita saling terkoneksi dengan cerebellum yang fungsinya sebagai pengatur gerak motorik. Makanya kali ya Rasulullah menyarankan ketika kita marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Begitu seterusnya. Tujuannya untuk mengademkan amygdala yang lagi hot hot pop. Maa syaa Allah.

Selain berhubungan dengan cerebellum, amygdala juga berhubungan dengan otak lainnya yang disebut prefrontal cortex atau PFC. Biasanya nih kalau kita sudah penat dan bosan dengan rutinitas sehari-hari, PFC kita akan mengalami stagnan. Kalau sudah stagnan, amygdala kita yang naik.

Ibarat mainan jungkat jungkit, PFC bagian yang turun, amygdala bagian yang naik. Kalau sudah begini kondisinya, wah bisa kacau dunia persilatan.

Oleh karenanya nih Teh Euis sangat menyarankan bagi teman agar memiliki waktu untuk me time. Agar manajemen waktu yang sudah dibuat tidak ambyar ya teman. Lalu tak gintak gintak ho eee tak gintak gintak ho eee. Wkwkwk #ApaSih #Intermezzo

Selain itu juga tentu agar emosi kita tetap stabil dan no marah-marah club deh.

Me time ini nggak harus dengan lari ke hutan kemudian menyanyiku. Kulari ke pantai kemudian teriakku. Nggak gitu, nggak gitu. Me time ini bisa banget dilakukan di rumah dengan melakukan apapun yang disukai. Bersih-bersih rumah misalkan.

Kalaupun ingin banget me time diluar, bisa dikomunikasikan dengan suami ya. Karena bagaimanapun mamak juga punya tanggung jawab besar yaitu anak di rumah. Heuheu. Maka komunikasikanlah soal me time ini dengan pasangan.

Pesan teh Euis, niatkan me time sebagai ibadah agar performa diri semakin meningkat dalam menjalankan peran kehidupan. Sehingga kalau performa meningkat dan on track, tentu diri sendiri jadi bahagia, suami dan anak pun ikutan bahagia.

Sekian reportase sesi sharing di Tasyakuran Naik Jenjang MaBunBun HIMASiMo. Semoga bermanfaat ya, teman. Jika ada kekurangannya, boleh diberikan koreksi.

Oh ya, acara tasyakuran ini tidak akan berlangsung tanpa adanya Tim Sukses yang bekerja dengan amat gerceup dan cekatan. Maa syaa Allah. Terima kasih kepada timses tasyakuran yang sudah menjadi bagian dari suksesnya acara ini. Semoga berkah bagi kita semua ya ❤️.

Salam sayang,

HIMASiMo yang bikin hati berdegup kencang.