Kuliah Bunda Cekatan

Sudah 5 Batch perkuliahan Bunda Sayang berjalan, rindu rasanya menyandang status sebagai mahasiswa Institut Ibu Profesional. Menanti Program selanjutnya, yaitu Bunda Cekatan, yang belum juga dilaksanakan. Kangen akutuh… Sama tantangannya. πŸ˜€

Beberapa kali, program kuliah Bunda Cekatan hampir dilaksanakan, tapi belum jua terlaksana. Bukan sengaja ditunda, taoi memang ada beragam agenda tak terduga yang lebih urgent.

Akhirnya, di tengah padatnya agenda #newchapter2020, program kuliah Bunda Cekatan dimulai. Yeay!

Bunda Cekatan ini sangat saya nanti, karena memang tantangan terbesar saat ini, berkaitan dengan kurikulum Bunda Cekatan. Manajemen Rumah Tangga yang perlu banyak akselerasi dan perubahan, sejak menyandang peran sebagai ibu dari 4 orang anak. “Perlu banget jadi cekatan akutuh…!” Itulah jeritan hati di saat kondisi rumah mulai crowded.

Materi Perdana Bunda Cekatan

Rabu, 11 Desember 2019 Pukul 20.00 adalah jadwal perdana materi Bunnda Cekatan, yang diadakan di Facebook Groupp IIP, dengan cara Live Stream. Wow! Ini tuh kaya dejavu zaman webinar, tapi dengan tampilan milenial. πŸ˜πŸ˜†

Materi perdana ini meluncurkan tahap #telurtelur, dimana potensi Mahasiswa dianalogikan sebagai Telur yang belum matang. Dan, kita harus menemukan 5 telur hijau sebagai modal awal bermetamorfosa menjadi biutipul nan cekatan. Caranya bagaimana? Dimulai dari belajar merdeka belajar. Begini cara saya:

Saya menggunakan bujo untuk mencari telur hijau. Tapi, bisa juga menggunakan template berikut:

Setelah menemuka ragam aktivitas SUKA DAN BISA, saya melakukan, menghayati, menghayati proses dan efeknya, supaya benar-benar yakin, mana yang masuk daftar 5 Aktivitas Suka dan Bisa. Penting, karena itulah telur-telur hijau yang dicari.

Proses Menemukan Telur-telur Hijau

Di hari kamis, 12 Desember 2019 saya menemukan kebahagiaan saat membersihkan wc, melipat baju, cuci piring dan membersihkan debu menggunakan vacuum cleaner. Apakah itu telur-telur hijau?

Untuk memastikannya, saya melakukan, menghayati dan coba mengungkapkan perasaan saat melakukan ragam aktivitas Suka dan Bisa.

Ternyata, saat melakukan pekerjaan rumah tangga atas keinginan dan kesadaran penuh, dengan porsi kecil, saya bisa merasa “sunyi”, atau istilahnya mendapat bonus quiet time. Dan itu membuat saya bahagia.

Beda lagi jika melakukan pekerjaan rumah tangga dalam keadaan terburu-buru dengan porsi seabreg, saya tidak bahagia.

Maka saya coba seleksi lagi, pekerjaan rumah tangga apa yang bisa saya lakukan dengan bahagia, kapanpun waktunya. Supaya seru, saya sempat pula merekam kegiatan beres-beres rumah dan mengunggahnya di youtube, biar kaya para youtuber mamak rumah tangga itu… πŸ˜‚πŸ˜„

Cek videonya di sini. πŸ˜‰πŸ’–

Dan.. Setelah tiga hari merasa-rasa, fix bahwa aktivitas yang saya suka dan bisa saya lakukan adalah membersihkan debu menggunakan vacuum cleaner. πŸ˜…πŸ€£ Receh banget, tapi kenyataannya, rumah saya memang gampang “bala” dengan remahan makanan, gampang berdebu, dan banyak sobekan kertas. Dan membersihkannya akan lebih mudah dan no stress jika menggunakan vacuum cleaner. Meski belum dipel, atau ditata, rumah akan nyaman jika tidak berdebu, dan lantai bebas “bala” dan “ngeres”.. πŸ˜πŸ’ƒ

Selanjutnya, saya juga coba menghayati aktivitas jalan-jalan. Setelah saya memutuskan jalan-jalan sebagai aktivitas Suka dan Bisa, apa yang terjadi?

Baby Ali (9mo) minta jalan-jalan keliling kampung 3-5 ronde per hari. Baru pulang kalau udah tidur/ngantuk berat. Pakai stroller? Enggak, maunya sambil digendong. 😌

Suami tiba-tiba arrange 3 jadwal jalan-jalan keluar kota sebelum tahun 2019 berakhir. Seru juga sih, tapi ternyata perlu ekstra mengelola energi dan manajemen pekerjaan rumah tangga. πŸ’ͺ

Apakah benar saya bahagia? Ya! Ternyata meski capek, saya tetap bahagia. Maka fix ya, jalan-jalan menjadi telur hijau saya. 😍

Telur hijau 4 bunda cekatan

Lalu… Aktivitas selanjutnya adalah beraktivitas di Ibu Profesional sebagai Rektor, Mahasiswa dan Member Komunitas. Apakah benar ini telur hijau saya?

Ya! Ini tak perlu banyak berpikir. 😁 Kenapa? Karena memang sudah dialami, saat kehidupan saya diterpa badai, Ibu Profesional lah yang membuat saya kembali on track. Saat saya hampir stress, peran-peran di IIP lah yang membuat saya pulih kembali. Maka dari itu, fix! Ini juga telur hijau saya.

Telur hijau 3 bunda cekatan

Aktivitas selanjutnya, adalah menikmati wedang. Apakah itu sekoteng, bandrek, wedang ronde, susu jahe, atau bubur kacang dengan rasa jahe yang pekat. Tidak perlu pikir dan rasa-rasa yang panjang. Ini adalah telur hijau no. 2 saya. πŸ˜‰πŸ’–

Menikmati wedang selalu bikin happy, karena rasanya yang hangat, dan cara menikmatinya yang harus perlahan-lahan, bikin suasana jadi hangat pula. Bikin ngobrol jadi makin santuy.. πŸ˜†

Telur hijau 2 bunda cekatan

Lalu, aktivitas apakah yang ada di urutan pertama? πŸ€“πŸ€”

Saya sudah lama punya blog, untuk berbagi pengalaman. Saya sempat mencoba FB live stream, untuk berbagi pengalaman juga. Jika ada kesempatan berbagi pengalaman secara offline, saya pun akan bahagia menyambutnya. Kenapa? Karena sesungguhnya dengan berbagi, saya menjadi kembali mengingatkan diri sendiri agar fokus dan on track. Dengan berbagi, saya merasa telah menebar manfaat. Dan karena itulah saya akan semakin bahagia, setelah berbagi pengalaman.. β˜ΊοΈπŸ€—

Maka, fix ya.. Berbagi Pengalaman adalah telur hijau saya. πŸ˜ŠπŸ’–

Telur hijau 1 bunda cekatan

Demikianlah proses saya menemukan telur-telur hijau bunda cekatan.

Tahap selanjutnya, telur hijau itu diapakan ya…