PranaCitra adalah sebuah program HIMA IP Lamongan. Terdapat berbagai jenis, salah satunya yaitu PranaCitra Talkshow yang rutin diadakan dengan menghadirkan narasumber dari para member aktif HIMA IP Lamongan yang secara bergiliran sharing ilmu seputar apa saja sesuai dengan passionnya masing masing. Nah liputan kali ini merupakanPranaCitra Talkshow spesial KIP persembahan Hima IP Lamongan spesial road to Konfrensi Ibu Pembaharu bersama Lailatun Nisfah (Mahasiswa Bunda Produktif #2) yang telah diadakan bincang seru pada hari Kamis,14 Oktober 2021 lalu di platform FB Live. Terkait tema Cerdas Finansial Pada Anak.

Sebagai ibu bagaimana perkembangan kesiapan anak dalam mengatur keuangan mereka sejak dini dalam rangka menyiapkannya menjadi insan yg cerdas finansial di masa mendatang?
Saatnya orang tua belajar lagi bagaimana menyiapkan anak cerdas dalam finansial sejak dini. Konteks finansial itu sendiri bukan terbatas kita berbicara soal uang saja, tetapi lebih dari itu kita berbicara tentang rezeki. Kita membuka mindset bahwa rezeki itu tidak hanya uang tapi banyak hal yang Allah berikan pada kita.

Lalu sejak usia berapa anak bisa dikenalkan pada konsep nilai uang? Jawabannya sedini mungkin sejak anak bisa diajak berkomunikasi orangtua bisa mengajak anak ngobrol. Sedangkan untuk mengenalkan konsep nilai uang bisa dimulai sejak usia 3 tahun berdasarkan tahapan tahapan yang akan dibahas sebagai berikut :

    1. Jadilah Teladan bagi anak. Anak adalah peniru ulung, ketika orang tua lengah pun anak bisa menangkap apapun yang kita lakukan. Maka tugas orangtua melakukan yang terbaik dan selalu meminta pada sang Maha Pencipta, yaitu Allah untuk dapat terus membimbing dan menjaga apapun yang kita lakukan. Jika kita melakukan kesalahan kita minta semoga kesalahan yang kita lakukan itu tidak terlihat oleh Allah dan jika terlanjur anak melihatnya, kita mintakan semoga apa yang dilihat tidak baik oleh anak akan dilupakannya. Itu doa yang bisa kita panjatkan dalam mendidik anak. Maka dalam finansial kita bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Kita bisa tunjukkan apa yang kita inginkan tidak harus langsung bisa kita penuhi tetapi bergantung pada apa yang sebenarnya kita butuhkan.
    2. Berikan jatah harian atau mingguan. Ini bisa kita mulai di usia 6 tahun ke atas, memberikan kepercayaan mengelola jatah keuangan yang kita berikan kepadanya dengan nominal tertentu disesuaikan saja dengan kondisi saat itu. Ketika dalam waktu tertentu dirasa cukup berhasil, maka kita bisa tingkatkan memberikan jatah harian itu dalam jumlah harian dikali 7 yaitu menjadi mingguan. Sehingga anak bisa belajar mengelola uang dan membelanjakan sesuatu sesuai kebutuhan. Dari sini anak anak bisa belajar memilih dan memilah mana yang benar benar anak butuhkan. Jika anak menginginkan sesuatua yang belum dia butuhkan, kemudian jatah uangnya habis kita bisa memberikan semangat bahwa yang dia lakukan kemarin, ada yang perlu diperbaiki sehingga anak bisa belajar. Terlebih dahulu kita harus bisa menguatkan tekad,  bersikap “tega” dan mengkomunikasikan bahwa pentingnya membedakan mana yang menjadi kebutuhan atau sekedar keinginan.
    3. Bisakan anak untuk menyisihkan jatahnya dengan teratur. Mulai menanamkan konsep menabung. Jika anak berhasil menggunakan jatah harian sesuai dengan kesepakatan lalu ada kelebihan sisa uang, disini orangtua hendaknya menambahkan keterampilan baru yaitu menabung dari sisa uangnya. Hal ini bisa juga kita jadikan Project untuk anak anak. Semakin bertambahnya usia anak, kita bisa memberikan pengertian untuk menabung di Bank dengan membuatkan rekening khusus bagi anak. Anak diajak untuk berkunjung ke Bank, melakukan aktivitas seperti menyetorkan uang tabungan sendiri. Anak bisa mendapatkan pembelajaran yang menarik dan belajar secara langsung konsep nilai uang yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Disinilah peran orangtua perlu untuk mengamati dan mendampingi kebutuhan belajar anak.
    4. Buat kesepakatan jika pergi ke tempat umum atau ketika berbelanja. Sebelum akan pergi ke suatu tempat, ajak anak berdiskusi terlebih dahulu. Memberikan gambaran secara umum, lalu mengajarkan anak mengutarakan pendapat dan keinginannya. Dari situ kita dapat memperhitungkan berapa budget yang dibutuhkan. Contohnya saat mengunjungi tempat bermain, ketika keinginan anak melebihi kesepakatan yang sudah dibuat bersama diawal, maka tuga kita sebagai orangtua mengingatkan dan memberikan pemahaman kembali tentang jatahnya. Orangtua hendaknya tetap konsisten dan berpegang kuat, disiplin pada kesepakatan awal tidak mudah tergoda dengan rayuan atau rengekan sang anak. Dan segera buat kesepakatan baru, misalnya dengan menabung lagi untuk keperluan selanjutnya. Agar anak bisa menghargai sesuatu yang kita usahakan bersama.
    5. Kenalkan sifat Allah Arrazaq (Maha Pemberi). Menanamkan kepada anak bahwa semua rezeki yang kita berikan ini karena rahmat dari Allah yang memberi, bukan dari ayah atau ibu. Jadi ketika anak menginginkan sesuatu anak otomatis berdoa langsung kepada Allah. Begitupula ketika keinginannya terwujud, anak akan bersyukur kepada Allah dan kepada siapapun yang memberikan.
    6. Komunikasikan kepada anak, bahwa rezeki itu tidak hanya sekedar materi/uang. Tanamkan kepada anak bahwa masih banyak bentuk rezeki tidak sekedar uang saja, seperti waktu luang orangtua yang diberikan kepada anak juga merupakan rezeki, kesehatan, dll. Maka segala nikmat yang diberikan oleh Allah perlu disyukuri.
    7. Ajari anak untuk berbagi. Buatkan agenda untuk kegiatan berbagi dari sebagian rezeki yang dimiliki oleh anak kepada teman yang kurang beruntung atau kurang mampu. Menanamkan pada anak untuk menularkan kebahagiaan kepada orang lain.

Berikut adalah poin poin penting yang bisa kita terapkan dalam mempersiapkan anak yang cerdas finansial sebagai bekal di kehidupannya kelak. Semangat yaa para ibu, semoga kita bisa mendapatkan hikmah dari sesi ngilmu kali ini dan bisa kita terapkan bersama anak anak tercinta.

Masih banyak keseruan lain dari program program yang diadakan oleh Ibu Profesional dari berbagai regional dalam menyambut Konfrensi Ibu Pembaharu mendatang. Jadi jangan lewatkan yaa.. simak kemeriahannya di semesta sosial media Ibu Profesional.

Salam hangat,

ManMedKom HIMA IP Lamongan