Copywriting Ibu bantu Ibu Dengan 3M

Lawan Corona, Gerakan Ibu Bantu Ibu dengan 3M

Tak disangka, wabah corona yang awalnya tidak menghampiri negara kita, akhirnya datang juga. Kian hari beritanya makin mengkhawatirkan, grafik yang makin naik menunjukan semakin banyak korban terinfeksi virus covid-19 ini. Sebagai anggota Ibu Profesional, apa saja hal yang sudah kita lakukan untuk mengurangi dampak wabah yang sudah menjadi pandemi ini?

#ibubantuibu adalah program yang dilansir oleh Ibu Profesional Pusat pada semua member Ibu Profesional seluruh nusantara. Tim Sejuta Cinta dan seluruh komponen pengurus regional Karawang tentu langsung bergerak cepat. Kami membantu sesuai kapasitas yang kami miliki. Bantuam berupa barang yang bisa kami donasikan pada keluarga ODP, adalah salah satunya. Semua sangat terencana dengan baik, mulai dari makanan, masker, juga kebutuhan lain yang menunjang terhadap keberlangsungan hidup mereka.

Adapun secara personal, tim pengurus HIMA Karawang sendiri telah melakukan beberapa hal. Semuanya kami rangkum dengan gerakan 3M.

M pertama, mulai dari diri kami sendiri. Semua kegiatan positif melawan corona, bermula dari kesadaran sendiri untuk bisa berkontribusi.

M kedua, mulai dari hal terkecil. Tidak ada imbas besar tanpa dimulai oleh sesuatu yang kecil. Untuk itu, hal sekecil apapun akan sangat berharga, intinya teruslah bergerak.

M ketiga, mulai saat ini juga. Tidak menunda besok atau lusa, jika semuanya bisa dilakukan sekarang juga, kenapa tidak?

Adapun secara detail kegiatan masing-masing pengurus HIMA Karawang yang turut andil dalam gerakan #ibubantuibu lawan corona adalah sebagai berikut :

1. Ketua HIMA, Ninis Puspita

Terlebih dahulu berinsiantif untuk membuat minuman rempah tradisional, seperti minuman jahe, juga ramuan rempah lainnya yang bisa membuat stamina meningkat ditengah wabah ini. Diharapkan dengan meminum minuman tradisional, sistem imun para ibu lebih baik. Minuman ini dibagikan gratis untuk semua member Ibu Profesional Karawang yang mau. Syaratnya satu, membayar biaya pengantarannya lewat OJOL.

Dengan demikian, kita pun turut andil dalam memberikan pendapatan para OJOL yang turun drastis karena imbas wabah ini. Selain itu, driver yang bertugas mengantarkan diberikan bantuan beras sebanyak 5kg. Semoga, sedikit langkah ini, membantu keluarga yang terkena imbas ekonomi dari corona.

2. ManOp, Neneng Nurhasanah

Membantu tetangga sekitar yang gagap teknologi. Tak dipungkiri, sistem pembelajaran dirumah membutuhkan kemampuan mumpuni untuk seorang ibu, tetap bisa menjalin komunikasi dengan guru juga orang tua lainnya. Adalah zoom, teknologi yang memfasilitasi agar proses pengajaran bisa berlangsung dengan baik. Sayang, tidak semua ibu melek akan teknologi juga mengerti bagaimana menggunakan aplikasi ini.

Teh Neneng, memberikan bantuan kepada tetangganya mengenai aplikasi ini. Dengan begitu, proses belajar mengajar ibu dan anak di rumah pun, tidak terhambat lagi karena urusan teknologi.

3. Mankeu, Junani

Diam di rumah, mengikuti anjuran pemerintah untuk #dirumahsaja, juga menjaga jarak dengan orang lain, adalah hal pertama yang dilakukan sampai saat ini. Menjadi guru terbaik untuk anak selama menjalani masa belajar di rumah. Juga, mengingatkan anak remaja yang masih membandel, melakukan aksi nongkrong di depan komplek tanpa masker dan jarak aman.

4. MadMedkom, Restie Utami

Sama halnya dengan Teh Neneng, Teh Restie pun memberikan pelatihan mengenai aplikasi Zoom pada tetangga yang belum mengerti bagaimana menggunakannya.

Kegiatan stayathome keluarga, membersihkan rumah bersama, dan membersamai anak mengerjakan tugas sekolah, mengedukasi mengenai corona, selalu bertanya apa itu corona, kapan corona selesai, karena sudah hampir 1 bulan homelearning, perasaan kangen sama sekolah dan teman-teman sudah bergejolak, jadi disinilah peran ibu memberikan penjelasan mengenai bahaya corona, tetap waspada dan tidak boleh panik, kegiatan berjemur dan mencuci tangan setiap waktu mulai jadi kebiasaan, dan hanya bermain di sekitar rumah. Selain itu membantu memberikan makanan masakan dan minuman rempah kepada tetangga yang berprofesi sebagai grab, ini bentuk sebagai menumbuhkan jiwa emphaty kepada sekitar yang membutuhkan.

5. ManHumas, Ai Qurotul Ain

Memberikan bantuan masker yang dikoordinasikan oleh tim SC, untuk didistribusikan pada keluarga ODP. Kemudian tetap stay at home, melapangkan hati untuk bisa meredam keinginan mudik, yang begitu bergejolak. Karena rindu sesaat, akan berdampak buruk untuk keluarga tercinta. Jadi, menahan diri demi keselamatan bersama, lalu memberikan penjelasan pada anak-anak agar keinginan mereka untuk bertemu sanak saudara bisa dilakukan kemudian hari.

Selain itu, memberikan edukasi pada anak terbesar, mengenai bahaya corona, bagaimana penanganannya, sampai ia harus menjaga jarak dengan orang lain. Juga, mengingatkan teman-teman ibu arisan, untuk sementara waktu, arisan diundur sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sampai batas aman, karena silaturahmi yang awalnya mendatangkan berkah, dikhawatirkan justru membawa musibah ditengah wabah ini.

6. Anggota Humas, Dewi

Membagikan Al-Ma’surat pada tetangga terdekat. Mengingatkan ibu lainnya untuk senantiasa berzikir setiap saat, doa pagi dan petang tetap harus dilantunkan. Dalam situasi seperti ini, tidak hanya imun fisik yang dibutuhkan, tetapi juga imun takwa dalam diri. Senantiasa meningkatkan ibadah pada Sang Maha Pencipta, bahwa semua adalah kehendak-Nya.

Semoga, setelah membaca Al-Ma’surat, jiwa lebih lapang menghadapi semua kenyataan. Lebih tawakkal terhadap ketentuan yang telah digariskan Allah SWT. Berdoa semoga keadaan ini cepat berlalu.

7. Anggota Medkom, Neny

Sekolah diliburkan sampai batas waktu yang telah ditentukan. Hal ini tentu berpengaruh terhadap pendapatan Pak Nandang, supir jemputan kaka Radit.

Kebayang enggak sih, bagaimana Pak Nandang yang masih memiliki anak usia dua tahun, tetap menghidupi keluarganya dengan berkurangnya penghasilan. Akhirnya, Teh Neny berinisitiatif untuk mengajak para orangtua mobil jemputan mengumpulkan uang. Besar kecil hasil pengumpulan uang dari para orang tua, diharapkan membantu mencukupi kebutuhan hidup Pak Nandang sekeluarga.

Setelah uang terkumpul, kami pun menemui Pak Nandang. Benar saja, beliau sedang melakukan aktivitas bantu-bantu di bengkel untuk menyambung hidup. Semoga bantuan dari kami bisa bermanfaat untuk Pak Nandang dan keluarga ya.

Itulah sekelumit perjuangan kami, dalam gerakan #ibubantuibu lawan corona. Sekali lagi, tidak ada hal besar tanpa dimulai oleh langkah kecil. Mulailah diri diri sendiri, mulai dari hal paling sederhana dan lakukan saat ini juga. Semoga, dengan gerakan 3M ini, membuat ibu-ibu lainnya tersadar, bahwa untuk mengatasi wabah ini, dibutuhkan tindakan konkret dari semua elemen warga, minimal dengan mematuhi apa yang sudah diperintahkan oleh para pemimpin negeri, juga petugas terkait.

#ibubantuibu
#ibulawancorona
#siagacovid19
#institutibuprofesional

Skills

Posted on

April 13, 2020

1 Comment

  1. Ninis Puspitasari

    Semoga kegiatan kita dapat mwnginspirasi yg lain…
    Dan bermanfaat untuk semuanya..

    Meski seperti 1 titik dalam sebuah belanga,,setidaknya setitik ini adalah sebuah langkah awal perubahan…

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *