Aloha, perempuan pembelajar!

Sudahkah ikut berpartisipasi #KeluargaChallengeIIP?

Kalau belum, hayuk segera ikutan. Mumpung masih ada kesempatan. Caranya mudah kok. Untuk lebih lengkapnya, tengok saja di postingan sebelum ini ya.

Challenge tersebut diadakan dalam rangka menyemarakkan Hari Keluarga Nasional yang jatuh setiap 29 Juni. Selain mengadakan challenge, IIP juga menggelar IG Live bertema “Strategi Menuju A Home Team selama Pandemi”. Narasumber¬† yang dipilih untuk berbagi kisah dan inspirasi pun tak main-main lo. Beliau adalah pelaku home education sekaligus pemenang changemaker mom tahun 2019.

Siapakah beliau?

Ressy Laila Untari Ningsih.

Yuk, kenal lebih dekat dengan sosok perempuan inspiratif tersebut. Biar yang belum kenal, bisa lebih greget dan semangat menanti IG Live yang akan ditayangkan pada Senin, 29 Juni 2020, pukul 10.00 – 11.00.

Mbak Ressy adalah seorang ibu rumah tangga yang katanya sedang berusaha profesional. Istri dari Pak Sigit Isbiantoro ini menyampaikan bahwa hobi keluarga mereka adalah ngruntel, alias cangkrukan sambil ngeteh dan ngemil. Eh tapi tidak berhenti di bagian ngemil saja. Mereka juga membuat berbagai project bersama yang lebih banyak dilakukan di outdoor.

Meskipun Pak Sigit adalah seorang pegawai BUMN – Pertamina yang tentunya punya kesibukan yang tak kalah banyak, namun beliau sangat mendukung dan ikut serta project keluarganya.

Serunya lagi, project yang dijalankan keluarga inspiratif ini bukan hanya untuk putra-putrinya saja, tapi juga dikerjakan dan diperuntukkan bagi para tetangga hingga anak-anak TPA di sekitar tempat tinggal mbak Ressy dan keluarga.

kenal lebih dekat ressy laila changemaker mom IIP 2019

Mbak Ressy bercerita kalau awalnya membuat project adalah salah satu strategi untuk membuat keluarga menjadi tim yang solid, untuk mencapai big goal bersama. Family project itu sendiri merupakan hasil belajar mbak Ressy kepada Bu Septi dan Pak Dodik. Awalnya hanya satu project, eh lama- lama ketagihan mengerjakan proyek-proyek berikutnya.

Mbak Ressy, Pak Sigit dan kelima buah hatinya, Cantia Rasyiqa Khalawatannisa (12th), Asya Zaira Khalawatannisa (10th), M Ubay Zahirul Haq (8th), Abdillah Akhnaf Zahirul Haq (5th), dan Saif Ahmad Zahirul Haq (1th) merasa sangat nyaman dengan family projects yang mereka buat sendiri.

Project itu diberi tajuk Omah Project. Sederhana saja, karena project itu muncul dari rumah. Namun tagline dari proyek keluarga mbak Ressy jelas tidak sederhana.

Melesat, Barokah, Bahagia

Keluarga ini pada akhirnya bisa mencapai home team bersama 5 putra-putri yang berbeda usia, salah satu caranya adalah dengan membiarkan anak-anak berproses sesuai usia masing-masing. Saat jenis kegiatannya sama, maka mereka akan mengeksekusi sesuai tahapan usianya masing-masing. Misal proyeknya berupa kegiatan memasak: maka anak yang masih berusia 20 bulan berkegiatan dengan meremas-remas kentang rebus. Anak yang berusia 8 dan 6 tahun bekerjasama untuk memotong sayur. Sementara itu anak yang berusia 11 tahun menggoreng lauk dan anak yang sudah 13 tahun mendapat tugas memasak sayur.

Begitulah proses menjadi home team Omah Project, keluarga mbak Ressy berlatih menggunakan project-project yang tak harus mewah dan besar. Namun sesuatu yang dekat, membumi dan sederhana.

Mbak Ressy memiliki jejak domisili yang luar biasa karena harus mengikuti perpindahan tugas suaminya. Sejak akhir 2003 sampai sekarang sudah lima kali pindah domisili. Pada 2003 – 2007 mbak Ressy dan keluarga pernah tinggal di Sorong, Papua. Kemudian pindah ke Lirik, Indragiri Hulu dari 2007-2009. Lalu sempat singgah di Cepu, Jateng selama kurang lebih 4 tahun, dari 2009 sampai 2013.

Bekasi, Jawa Barat menjadi tempat singgah sementara keluarga mbak Ressy pada 2013-2017. Lalu dari Mei 2017 hingga saat ini, mbak Ressy menetap di Prabumulih. Keluarga yang sangat menarik. Karena, akta kelahiran anak-anak berbeda-beda, bahkan bisa jadi nanti ada juga anak yang akan memiliki akte di Prabumulih.

Selain Omah Project, mbak Ressy juga giat menghidupkan lingkungan di sekitarnya dengan membuka rumah baca. Bahkan waktu di acara pemilihan Changemaker Moms yang merupakan salah satu sesi di Konferensi Ibu Profesional tahun lalu, beliau bercerita saat pindah ke Prabumulih, semua bukunya ditinggal karena masyarakat sudah sangat senang dan nyaman dengan rumah baca tersebut. Saat acara KIP tersebut, mbak Ressy juga bagi-bagi buku hasil karyanya sendiri lo. Buku yang bercerita tentang perjalanan beliau dan keluarga menjalani family project. Masya Allah, keren sekali ya?

ressy laila widyaiswara IIP

Bercerita tentang mbak Ressy memang tidak ada habisnya. Penasaran ada kisah inspiratif apa lagi? Kunjungi saja blog personal beliau di ressylaila.wordpress.com atau bisa berteman juga dengan akun Facebook beliau di Ressy Laila Untari Ningsih. Namun yang paling nggak boleh ketinggalan adalah,

Wajib pantengin Live bersama mbak Ressy besok Senin, 29 Juni 2020, jam 10.00 – 11.00, hanya di akun IG Official IIP @institut.ibuprofesional.

Jangan lupa ya! Sampai jumpa besok Senin and happy weekend with your family!